NovelToon NovelToon
Menjadi Tawanan Monster Tampan

Menjadi Tawanan Monster Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Percintaan Konglomerat / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat / Mafia / Reinkarnasi / Cintapertama
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ummu_Fikri

Seorang gadis cerdas, tetapi Cupu bertemu tanpa sengaja dengan seorang laki-laki dengan aura tidak biasa. Pertemuan itu adalah awal dari kisah panjang perjalanan cinta mereka. Laki-laki itu menunjukkan sikap tidak sukanya, tetapi dibelakang ia bak bayangan yang terobsesi pada kelinci kecil. Akankah kelinci itu terperangkap, atau justru mencoba kabur dari pengejaran si dominan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu_Fikri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

The Steel Family

Hari yang paling dicemaskan Sesilia akhirnya tiba. Langit Jakarta terlihat sangat bersih di atas penthouse Steel Group. Sesilia berdiri di depan cermin besar, diam, sibuk dengan isi kepalanya. Gadis itu mengenakan gaun koktail berwarna krem dengan renda emas di bahu. Axel yang memilihkan gaun ini secara langsung agar tunangannya terlihat menawan di depan keluarganya.

Axel masuk ke kamar itu, pakaiannya sudah rapi dengan setelan jas hitam tanpa dasi. Terlihat tetap tampan dan berkharisma, mata kelabunya yang indah tetap memancarkan kilat berbahaya bak predator seperti biasa.

Lelaki itu melangkah pelan menuju belahan jiwanya, kemudian berdiri di belakang gadis itu, kedua tangannya menyentuh lembut bahu rapuh milik gadis kesayangannya. Mata mereka bertubrukan melalui cermin besar di depan. Sesilia tersentak kaget. Baru menyadari bahwa Axel sudah berdiri di belakangnya.

"Kau gemetaran, tikus kecil," bisik Axel tepat di telinga gadis itu, dengan suaranya yang berat dan rendah.

"I'm scared X." Cicitnya pelan.

Tanpa aba-aba, Axel memutar pelan tubuh gadis itu. Dia menangkup wajah Sesilia lembut dengan kedua tangannya. Ibu jarinya

​mengelus pipi chubby itu dengan lembut.

 "Listen to me, baby girl. I love you so much, more than my life." Axel mencuri satu kecupan mesra di bibir Sesilia. Memberikan kekuatan lewat ciuman.

"I'm here, baby girl. I promise to protect you, from everyone else!" Lelaki itu kembali berbisik mesra, napas hangat berbau mintnya menyapu indra penciuman sesilia. Mengikis kesadarannya sedikit demi sedikit.

"X.... do you love me?" Gadis itu bertanya pelan.

"Yes, Iove. I do love you."

"Prove it!"

Sepersekian detik, Axel Steel kehilangan kontrol akan kewarasannya. Tanpa peduli bahwa mereka berdua telah berpakaian rapi, lelaki itu maju, menerjang gadisnya dengan ciuman intens dan dalam.

Sesilia tersenyum dalam ciumannya. Axel mengangkat tubuh gadis itu ke atas meja rias disamping mereka. Mendudukkan sang gadis disana, sedang bibir mereka masih terpaut mesra. Enggan terlepas barang seincipun.

Sesilia mengeluarkan erangan pelan, yang memicu gairah Axel makin berkobar liar.

"Ahhh......"

​Axel benar-benar telah melepas kewarasannya. Yang ia inginkan hanyalah gadis ini.

"Si...." Axel berbisik serak, menatap wajah tunangannya yang sudah semerah kepiting rebus, bibirnya juga bengkak akibat ciumannya, warna merah di bibirnya hilang dan berpindah ke bibir lelaki itu.

"I.... need you....I...."

"Not now, X. We have to go...mmmm..." Sesilia kini mengambil alih, kesadarannya sudah pulih.

"But ... I..." Axel bersuara lagi, terlihat jelas sangat frustasi atas hasrat yang belum menemukan oase-nya.

"We need to married, before." Sesilia berkata final. Matanya berkilat keras kepala.

"Sshhh ...! Okey. Tomorrow morning, sebelum kamu ke kampus."

"W..what? What do you mean?"

"Besok pagi kita menikah. Sebelum kamu ke kampus, tikus kecil!" Axel menjawab gemas.

"Are you lost your mind?!!" Sesilia bertanya kaget.

"T.tapi kamu bilang.."

"Bukan besok juga, X!!" Sesilia tidak bisa menahan kekesalannya. "We need to go, now!!"

"Y..you drive me crazy, tikus kecil. Always," Setelah itu, Axel melabuhkan satu lagi ciuman pada kening Sesilia dan segera pergi dari sana. Lelaki itu harus menidurkan kembali senjatanya yang sudah bangun.

Sejam kemudian, dua sejoli itu baru meninggalkan penthouse, menuju rumah utama keluarga Steel.

Saat mobil yang dikendarai Axel dan Sesilia memasuki kawasan Utama Steel, gadis itu membuka jendela mobil. Membiarkan udara segar masuk. Tempat ini lebih mirip resor mewah daripada rumah tinggal. Pohon pinus berjajar rapi di sepanjang jalan masuk. Sesilia menahan napas saat melihat bangunan megah di depannya.

​Lampu kristal gantung menghiasi setiap sudut teras. Cahaya keemasan memantul pada pilar marmer putih. Ratusan pelayan bergerak dengan sangat rapi. Udara penuh dengan wangi bunga sedap malam dan kayu gaharu.

​"Wow," gumam Sesilia takjub.

Axel di sampingnya hanya memberikan senyum tulus, sambil tangannya menyentuh puncak kepala gadis itu gemas.

Di aula utama, Sesilia melihat pasangan orang tua Uni, keduanya terlihat menuruni tangga tanpa melepas tautan tangannya. Sangat serasi, sang ayah masih terlihat sangat tampan dan berwibawa meski usianya sudah lebih dari setengah abad. Sedang sang ibu masih cantik, dengan bekas keanggunan yang tidak lekang oleh waktu. Sesilia diam, menatap pasangan itu lama. Ia harap hubungannya dan Axel juga akan selanggeng itu.

"It's them. My mom and her husband," Axel menunjuk kearah pasangan itu. "I called her, mom. Sama kayak Uni dan Edward."

Sesilia hanya mengangguk paham.

Axel kembali memperkenalkan para saudaranya yang lain pada gadis itu.

"Wow, sodara kamu ganteng semua yah,X" Sesilia berbisik pelan, tepat di telinga Axel.

"Baby girl!" Axel menggeram pelan, marah atas ucapan itu.

"hehehe, you still the number one." Balas gadis itu sambil mengedipkan sebelah matanya. Axel tidak kuasa menghadapi pemandangan menggemaskan itu. Kelabakan, ia memalingkan wajahnya kebelakang, berniat menyembunyikan rona di pipinya yang kaku. Tikus kecil dan pesonanya adalah hal sulit yang tidak bisa ia lawan. Sesilia yang melihat itu, kembali menggodanya.

"You blushing, X! Let me see baby boy!" Gadis itu mencoba membawa wajah merah Axel menatapnya, tetapi tidak berhasil.

"X....let me see your face!"

Di tengah situasi konyol itu, Uni muncul entah dari mana. Suaranya nyaring saat meneriakkan nama sahabatnya.

"Sesi!!!"

Mendengar itu, Sesilia segera menoleh ke arah sumber suara dan tersenyum manis pada sang sahabat. Kemudian tanpa meminta izin pada monster imut di belakangnya, Sesilia pergi begitu saja.

Begitu tunangannya pergi, Edward datang menghampiri sepupunya itu. Dua pria tampan itu lalu terlibat percakapan serius mengenai bisnis.

...

​Sesilia dan Uni berpelukan erat saat bertemu. Tiba-tiba beberapa wanita cantik seumuran ibu Uni datang, menghampiri Sesilia dengan wajah ingin tahu yang kentara.

​"Kamu cantik sekali, Sayang," ucap seorang wanita berumur kira-kira 40 tahunan.

"Jangan takut. Pria Steel memang seperti singa, tapi mereka sangat mencintai belahan jiwa mereka," Sambung wanita yang ternyata adalah adik kandung Ayah Uni.

​Istri paman tertua Axel juga tersenyum. "Kami semua pernah berada di posisimu. Para pria membangun kerajaan ini, tapi kamilah yang menjaga hati mereka." Para wanita cantik itu lalu tersenyum, memancarkan energi positif yang hangat.

​Sesilia merasa diterima. Para wanita ini tidak memandang rendah latar belakangnya. Mereka memberikan dukungan karena mereka tahu rasanya dicintai oleh pria Steel yang gila.

​"Cintai dia dengan tulus, Sesi" bisik Ibu Uni. "Kita adalah oksigen bagi para monster itu."

​......

​Suasana menjadi hangat saat acara makan malam beralih ke area taman belakang. Aroma daging panggang memenuhi udara. Axel kembali ke sisi Sesilia dan merangkul pinggangnya dengan erat. Dia menunjukkan kepada seluruh keluarga bahwa Sesilia adalah miliknya.

​Sesilia melihat Edward tertawa bersama Uni di dekat panggangan. Ayah Uni sibuk menyuapi istrinya. Tidak ada ketegangan bisnis di sini. Hanya ada kehangatan keluarga yang sangat indah.

​"Kamu terlihat lebih tenang," ucap Axel.

​"Aku tidak menyangka mereka akan menerimaku," jawab Sesilia sambil menyandarkan kepala di bahu lelakinya.

​Axel mengecup kepala Sesilia. "Mereka mencintaimu karena aku mencintaimu."

​Di bawah sinar rembulan, beban Sesilia terangkat. Dia bukan lagi seorang tawanan. Dia adalah bagian dari keluarga hebat ini. Gadis itu perlahan mulai menikmati kehangatan dari sangkar para monster Steel ini.

1
merdi Yanto
plot twist banget bab ini👍
partini
baca sinopsisnya penasaran
Lusy Kunut: Stay tune yah kak, supaya rasa penasarannya terobati👍
total 1 replies
merdi Yanto
cuit cuit cuit😍🤣
merdi Yanto
duh🤭
merdi Yanto
Bau-bau mulai berbalas perasaannya Axel
merdi Yanto
/CoolGuy//CoolGuy/
merdi Yanto
Plot twist banget keluarganyaa
merdi Yanto
🤭🤭🤭🤭
bau bau bucin😍😄
merdi Yanto
Suka cerita dari sok benci jadi bucin akut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!