NovelToon NovelToon
Mertua Kejam

Mertua Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Contest / Patahhati
Popularitas:129.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ellennola

Kiran, seorang gadis cantik yang sederhana.
Dia tak menyangka bila pernikahannya dengan kekasih pilihannya tak berjalan baik-baik saja.
Begitu banyak lika liku yang harus dia hadapi setelah dirinya menikah dengan Dayat Saputra sang suami juga cinta pertamanya.
Ibu mertuanya yang kejam juga tak hentinya berusaha memisahkan mereka!
Akankah Kiran dapat bertahan dan mempertahankan keluarga kecilnya?
Atau akankah Kiran menyerah?
Penasaran?
Baca selengkapnya kisah mereka disini.....
.
.
Semoga kalian suka😁
Ini cerita pertama author, maaf kalo bahasa dan tanda baca masih kurang, masih proses belajar.
Mohon dukungannya yaa, jangan lupa tinggalin jejak bila kalian suka cerita ini.
Sebelumnya author berterima kasih untuk kalian yang bersedia membaca cerita ini😁

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ellennola, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Seperti Pembantu

Hari-hari berikutnya hidupku jadi makin kacau, Ibu selalu membuat ulah yang bikin aku kesal setengah mati, bila sudah begitu pasti airmataku mengalir dengan sendirinya, meski sudah coba kutahan berulangkali.

Rasanya nyesek sekali, tiap malam bila akan tidur aku pasti selalu menangis diam-diam.

Batinku rasanya mulai tak kuat dengan perlakuan Ibu setelah sekembalinya Ibu dari kaburnya waktu itu.

Aku ingin berontak tapi aku masih merasa ragu.

Aku juga selalu menutupi kelakuan Ibu dari mas Dayat, karna aku tak mau mas Dayat jadi kepikiran, lagipula aku bukanlah tipe pengadu.

Bila masih bisa kutahan pasti akan kutahan meski perih sekali yang kurasakan dalam hatiku.

Aku tak pernah tau kenapa Ibu mertuaku setega itu padaku, padahal aku kini telah jadi menantunya.

Kupikir setelah menikah Ibu bisa bersikap lebih baik dan lembut padaku.

Aku kadang heran sebenarnya apa salahku padanya?

Malah yang ada Ibu selalu membanggakan wanita lain daripada aku menantunya sendiri.

Aku selalu merasa terasing meski banyak orang tinggal bersamaku disini.

Aku juga tak pernah bercerita mengenai apa yang kualami pada Abah dan Umi, aku mencoba menutupi aib Ibu, aku selalu berusaha terlihat bahagia saat bersama kedua orang tuaku, aku tak mau membuat orangtua yang kucintai jadi kepikiran yang tidak-tidak.

Apalagi aku sudah berjanji, apapun yang terjadi aku akan coba bertahan semampuku, sebisaku dan tak akan menyerah begitu saja.

Aku masih ingin mempertahankan rumah tanggaku dengan mas Dayat meski rasanya akan sangat sulit karna Ibu yang selalu ingin ikut campur.

Rasanya gamang sekali.

Harus bersabar seperti apalagi aku menghadapi sikap Ibu mertuaku.

Kenapa dia tak henti-hentinya mengajakku ribut dengannya, hal sepele saja bisa jadi besar bila saja aku mau melanggati Ibu, tapi tak kulakukan, selain karna malas juga rasanya tak pantas bagiku bertengkar dengan Ibu dari suamiku sendiri, makanya aku selama ini lebih memilih untuk diam saat Ibu bicara yang bukan-bukan tentangku.

Meski aku sudah berulangkali diam, tapi sepertinya itu tak cukup bagi Ibu, tetap tak bisa membuat Ibu merubah sikapnya padaku.

Segala hal yang kulakukan tetap selalu salah dimatanya.

Tapi aku sendiri sebenarnya juga tengah mengamati, ingin tau sampai sejauh mana Ibu akan memperlakukan aku dengan buruk, bila memang semakin keterlaluan aku juga harus bertindak melakukan sesuatu.

Aku tak mau bila terus-terusan ditindas orang lain.

Aku juga mesti mempertahankan harga diriku, aku tak mau dijatuhkan terus menerus oleh Ibu mertuaku.

Setelah bertemunya aku dan Nurma dirumah Ibu, Ibu jadi sering sekali menghubungi Nurma untuk datang kesini.

Mereka mengobrol dengan bahagianya bahkan tak jarang kudengar mereka tertawa dengan suara keras sekali.

Aku sendiri tak pernah menguping, jadi tak tau apa yang mereka bicarakan.

Nurma juga kulihat tak ada rasa tak enak hati sedikitpun padaku.

Aku jadi ikut cuek padanya.

Persahabatan kami semakin lama jadi semakin renggang.

Aku tak habis pikir, untuk apa Nurma mendekati Ibu?

Mengapa dia begitu tega padaku, tak terlihat sedikitpun dari sorot matanya merasa rikuh atau bagaimanapun denganku.

Padahal kita sama-sama wanita.

Apa dia terang-terangan ingin mengajakku bertengkar memperebutkan mas Dayat?

Bila itu memang niatnya tentu aku tak akan tinggal diam, tak akan kubiarkan begitu saja.

Bahkan aku kini sering disuruh Ibu untuk melakukan berbagai hal untuk melayani Nurma saat dia datang kemari.

Ibu selalu membanggakan Nurma tepat dihadapanku, tak pelak membuatku sering merasa terhina dan sakit hati.

Tapi lagi-lagi aku hanya perbanyak beristighfar saja.

Mohon ampun pada yang Kuasa.

Nurma sudah seperti majikan yang harus selalu kulayani, bila aku tak mau Ibu pasti akan berkata kasar lagi padaku, mengatakan hal-hal yang tak pantas didengar.

Aku benar-benar dijadikan seperti seorang pembantu dirumah mertuaku.

Padahal sudah ada mbak Kar disini.

Mbak Kar jadi merasa iba padaku, tak jarang dia menyuruhku tetap bersabar.

Aku hanya tersenyum mencoba tegar dimatanya.

Bapak mertua masih sering membelaku tapi sepertinya Ibu memang sudah tak mempan bila diberi nasihat oleh Bapak.

Ibu sekarang semakin berani pada Bapak, tak lagi mau mendengar nasihat Bapak lagi.

Jadi lama kelamaan Bapak jengah juga dibegitukan, jadi tak lagi mempedulikan Ibu dan akhirnya membuat Ibu makin berbuat sesuka hatinya padaku.

Ibu juga sering sesumbar saat aku melakukan sedikit kesalahan tak seperti permintaannya.

Dia jadi mengamuk dan membanting barang tak karuan seperti orang kesetanan.

Ibu mertuaku sungguh tak lagi waras.

Seperti saat ini Ibu menyuruhku belanja ke pasar, padahal sudah jam ku untuk berangkat kerja.

Apalagi hari ini aku bangun kesiangan karna tidurku yang tak nyenyak semalam. Ibu berkata :

"Ran kamu belanja sana kepasar beliin Ibu ayam 2kg, harus dipemotongan biar fresh juga murah, beli bumbu rendang yang udah jadi aja biar ibu ngga ribet masak nanti, trus beli cabe 1/4kg, minyak goreng 2liter, sama santan kelapanya 2 bungkus, cepetan loh, Nurma nanti mau kesini mau Ibu masakin ayam rendang buat dia!"

"Sana berangkat sekarang jangan lama-lama!"

"Nih duitnya",

ucap Ibu seraya mengulurkan selembar uang seratus ribu padaku.

"Kalo kurang kamu yang nambahin",

kata ibu dengan ketus.

"Tapi Kiran sudah hampir telat bu berangkat kerjanya, Kiran tadi bangun kesiangan karna tak bisa tidur nyenyak"

"Ibu suruh Bibi aja yang belanja ke pasar ya, Kiran ngga sempet, maaf ya Bu, Kiran lagi buru-buru nih",

jawabku sedikit memohon.

Karna aku sebenarnya sudah ada janji temu dengan seorang klien penting untuk membahas kerjasama antara restoku dengan resto yang klien tersebut miliki.

Karna Eri tengah sibuk mengurus hal yang lainnya.

"Heehh, kalo Ibu nyuruh kamu yang belanja ya kamu lah yang mesti kepasar, Ibu ngga mau tau, pokoknya kamu kepasar dulu sekarang, belanja keperluan Ibu baru setelah itu kamu baru boleh berangkat kerja"

"Tapi bu, nanti bos Kiran bisa marah kalo Kiran telat, kalau Kiran sampai dipecat bagaimana?",

ucapku sedikit geram pada Ibu mertuaku meski dengan nada yang tetap lembut.

"Biarlah Kiran berangkat bu, kasian dia, nanti kena omelan bosnya kan gak enak, biarlah",

ujar Bapak mencoba membelaku.

"Ngga, Ibu ngga peduli, mau kamu kena omel kek, mau kamu dipecat kek, Ibu sama sekali tak peduli, pokoknya kamu belanja sekarang juga, titik, jangan membantah Ibu!"

"Bapak juga ngga perlu membela menantu sialan itu, Ibu tengah mendidiknya supaya tak lagi jadi menantu yang durhaka pada mertuanya!"

"Pokoknya sekarang kamu cepat kepasar sana, keburu ramai, ntar kamu malah lama belanjanya, jadi antri ngga karuan"

"Keburu Nurma kesini Ibu belum masak apapun kan kasian!"

"Udah sana gih cepetan!", teriak Ibu.

Hhiiihh, rasanya aku emosi sekali, tapi mau bagaimana lagi.

Kukirimkan pesan pada calon partner usahaku, kukatakan aku akan datang terlambat karna ada sedikit urusan mendesak yang mesti kulakukan.

Untung saja klienku itu mau mengerti.

Aku langsung bergegas hendak kepasar, kustarter motorku, menyala, aku mulai melajukan kendaraanku, tapi baru jalan sebentar motorku rasanya tak enak dipakai.

Aku akhirnya turun, melihat apa yang salah, benar saja tak enak dipakai, rupanya kedua roda depan belakangku kempes semua.

Akhirnya aku ke tambal ban terdekat, untung saja sudah buka, jadi aku bisa langsung minta dipompakan.

Setelah itu aku kembali menuju pasar belanja kebutuhan Ibu.

Saat dijalan aku sedikit merasa aneh :

"Perasaan kemarin rodaku tak kempes, duanya baik-baik saja, tapi kenapa tadi bisa begitu, aneh sekali",

pikirku yang merasa ada yang tak beres.

Tapi kutepis kuat-kuat.

"Mungkin emang sudah kempes dari kemarin tapi aku tak sadar",

batinku mencoba berfikir positif.

Aku sampai juga dipasar, aku mulai berkeliling membeli semua pesanan ibu.

Aku juga membeli beberapa jajanan pasar untuk kubagikan pada rekan kerja ku Ayu dan yang lain, agar mereka merasa senang.

Kulihat lagi pesanan Ibu barang kali ada yang kurang, rupanya sudah pas ,komplit, tak ada yang kurang, semua telat terbeli, akhirnya aku kembali bergegas pulang kerumah.

Sampai kembali dirumah, rupanya Nurma benar sudah datang, aku sama sekali tak menyapanya, aku langsung pamit pada Ibu, Bapak dan langsung melajukan kembali sepeda motorku ke cafe.

.

.

.

.

Hai hai ,tolong difavorit yah bila kalian suka part ini.😀

Atas dukungan kalian author ucapin banyak terima kasih😊😇

1
M.Raiyan Ariyanto
Thor kok ga lanjut lg
Muliyatni Mul
aku keluar Ndak ada kejelasanya
Acheuom Rahmawatie
kapan up lg nya ini miskaah
Muliyatni Mul
udah tamat ya
Acheuom Rahmawatie
kapan lanjutnya ini
Muliyatni Mul
kenapa pakumnya lama kali
Nana hapsari
tuling... tuling... ada notif up.
#ngayalngarep
FIna Ratna
Apa udh TAMAT y ini??
Nurul"gembulers"
lanjut thor......kemana ya kok gk pernah up, sakit atau ada keperluan lain ya thoorr
Wong Puspita Sari
belum ada kelanjutannya lagi nii padahal lagi seru
lama ga up thor
Agastya Utomo
kok gk up up thor
Acheuom Rahmawatie
ini kpan up lg nyaa
Sukma Zakhas
2 bulanan blum ada lnjutannya
vauzia zia
ko ga ada kelanjutannya thor
Faizatul Hasna
kok ndk dlanjut
ini cerita.a bagus bgt tpi ndk d lanjutin sayanggg
Sukma Zakhas
ada sbulanan ini ditugguu lnjutannya
Acheuom Rahmawatie
kapan up lg nya ini.. aku menunggu
Sukma Zakhas
mana gaes
Sukma Zakhas
mana lnjutannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!