NovelToon NovelToon
Can I Stay? | By Shea

Can I Stay? | By Shea

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / Cintapertama / Ketos
Popularitas:524
Nilai: 5
Nama Author: Shea Alicia

Michelle kembali ke Indonesia setelah enam tahun menetap di luar negeri untuk menemui calon tunangannya, Alvin. Namun, ia tak pernah menyangka bahwa begitu banyak hal telah berubah, termasuk pria yang pernah berjanji akan menunggunya. Waktu dan jarak telah mengubah Alvin hingga Michelle merasa tak lagi mengenali sosok yang dulu begitu dicintainya.

Kenyataan yang paling menghancurkan hatinya adalah Alvin kini telah memiliki seorang kekasih yang begitu dicintai. Tempat yang dulu menjadi milik Michelle, kini telah diisi oleh orang lain.

Benarkah waktu mampu menghapus cinta yang pernah begitu dalam? Ataukah masih ada secercah rasa yang tersisa di hati Alvin untuk Michelle? Saat takdir kembali mempertemukan mereka, apakah mereka akan menemukan jalan pulang... atau justru menyadari bahwa beberapa cinta memang ditakdirkan untuk menjadi kenangan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shea Alicia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 13

​"Kejadian di kantin masuk akun gossip sekolah juga?" tanyanya. "Gila sih! Itu si admin gabut banget apa gimana? Gercep banget masalah kecil begini doang!"

​"Masalah kecil pala lo!"

​"Aduh." Michelle meringis sambil mengusap jidatnya yang disentil Meyra.

​"Kalau masalahnya udah sama Kak Lena, bukan masalah kecil lagi namanya. Lo bikin rusuh apa sama itu si kembaran Bellatrix Lestrange?"

​Michelle malah tertawa garing. "Kirain gue doang yang ngira dia mirip Bellatrix Lestrange."

​Meyra merotasikan kedua bola matanya sebelum kembali menatap Michelle dengan intens, meneliti penampilan cewek itu dari atas sampai bawah.

​"Nggak ada yang menarik dari penampilan lo, tapi kenapa Kak Lena mau buang-buang tenaga nyamperin lo?" gumam Meyra sambil berpikir keras hingga keningnya tampak bergelombang.

​Michelle melotot tidak terima karena Meyra menilai penampilannya, ia bahkan berniat protes pada cewek itu. Tapi baru membuka mulut, jentikkan jari Meyra membuat Michelle tercekat. Ia batal protes.

​"Gue tau!" pekik Meyra tiba-tiba, lalu menarik lengan Michelle. "Ikut gue."

​.

.

.

.

.

​"Oh hari ini jadwal latihan futsal Kak Alvin."

​Meyra mengangguk, dua remaja itu sekarang berdiri di ambang pintu lapangan futsal, memandang ke arah anak-anak futsal yang sedang berlatih sepulang sekolah.

​"Yaudah, ayo masuk--"

​"Eitt!" Meyra menahan lengan Michelle yang bergerak akan masuk ke area lapangan futsal. "Di sini aja," ujar cewek itu.

​"Kalau nonton di sini nggak jelas Mey, gue mau ke dalem aja biar bisa teriakin nama Kak Alvin. Ayo!"

​"Ehh, emang siapa yang ngajak lo nonton mereka latihan?" tanya Meyra.

​Michelle menatap Meyra bingung. "Kalau nggak nonton, emang mau apa kita ke sini?" tanyanya.

​Meyra mendesis. "Makanya lo diem aja dulu," jawab cewek itu sambil celingukan mencari seseorang.

​"Nah, lihat cewek di sebelah sana nggak? Deket kursi tempat anak futsal nyimpen tas mereka?"

​Michelle menyipitkan kedua matanya, mencoba melihat dengan jelas arah yang ditunjuk Meyra. Mata Michelle tidak bermasalah, tapi jarak mereka memang cukup jauh dan cewek yang Meyra maksud tidak menghadapkan wajahnya ke arah mereka.

​"Udah kelihat belum?" tanya Meyra, Michelle mengangguk.

​"Itu pacarnya Kak Alvin!"

​Michelle spontan menoleh dengan raut datar. "Udah tau."

​Meyra menoleh terkejut karena nada suara datar Michelle, semakin terkejut melihat sorot mata cewek itu.

​"I-iya, tapi nggak usah lihatin gitu juga kali!" semprot Meyra. "Ada lagi, lihat yang sana."

​Walau pun mendadak kesal karena Meyra menunjuk Nara dan bilang kalau cewek itu adalah pacarnya Alvin, Michelle tetap mengikuti arah telunjuk Meyra yang terarah pada sisi lain lapangan.

​"Itu...."

​"Kak Lena," sahut Meyra. "Sekarang ngerti?"

​Michelle menoleh, lalu menggeleng dengan wajah polos. Dia memang benar-benar tidak mengerti apa maksud Meyra menunjukkan semua ini.

​Plak!

Meyra menepuk jidatnya. Lalu menghela napas lelah sebelum mencengkeram kasar lengan Michelle dan menariknya lebih mendekat.

​"Lo mau ngomongin siapa sih, Kat? Kak Lena apa Kak Nara?" tanya Michelle, benar-benar tidak mengerti.

​"Ulangan Fisika lo tadi pagi gue yakin dapet nilai bagus deh, berarti tandanya lo apa?"

​"Pinter."

​"Nah!" Meyra menjentikkan jarinya. "Kok sekarang mendadak bego?!" geram Meyra dengan nada sedikit tinggi, membuat beberapa anak yang duduk tak jauh dari pintu lantas menoleh.

​Michelle mendelik. "Lo aja nggak jelasin, gimana gue mau ngerti!"

​"Oke oke! Gue yang salah, sekarang denger."

​Meyra sedikit mencondongkan tubuhnya, cewek itu meminta Michelle kembali mendekat seolah akan membisikkan sesuatu. Michelle yang mengerti lantas mendekat, dengan wajah kesal yang ketara karena Meyra menyebalkan.

​"Mereka berdua itu sama, Michel," ujar Meyra. "Sama-sama saingan lo buat dapetin Kak Alvin."

​"Tapi mereka juga nggak sama."

​"Ini otak gue yang nggak sampe atau emang penjelasan lo yang belibet, Mey?"

​Meyra mendesis. "Sama yang gue maksud di sini adalah peran mereka, sama-sama orang yang berhubungan dengan Kak Alvin, kayak lo gini, cuma tingkatan posisi mereka yang beda. Dulu Kak Lena yang paling gencar ngejar Kak Alvin, katanya sih sejak lama.

​Dia ngelakuin apa aja ke orang lain yang mau deketin Kak Alvin, nggak terkecuali Kak Nara. Tapi sekarang Kak Lena nggak bisa ngedeket Kak Nara karena dapat peringatan dari Kak Alvin."

​"Terus?"

​"Beda kasusnya kalau sama lo," ujar cewek itu. "Kak Lena masih bisa nyentuh lo Al, gue yakin kalau dia tau lo mau deketin Kak Alvin dan bahkan pernah ke sekolah bareng Kak Alvin, udah pasti deh lo masuk ke daftar bahaya dia."

​"Tapi sejauh ini lo masih aman, baru sekali. Kak Lena cuma ngasih gertakan ke lo. Gue peringatin jangan pernah bikin masalah lagi, biasanya Kak Lena cuma ngasih sekali atau dua kali peringatan. Selanjutnya...." Meyra meletakkan jari telunjuknya di leher dengan posisi melintang, lalu menariknya perlahan dari kiri ke kanan. "Berakhir."

​Kedua mata Michelle membulat. "Dibunuh?"

​"Kemungkinan bisa lebih buruk dari itu."

​Jawaban Meyra membuat jantung dan organ tubuh Michelle yang lain berhenti bekerja, tubuhnya mendadak kaku dengan kedua bola mata yang tampak lebar tidak percaya.

​Masalahnya, Michelle sudah dapat dua peringatan dari Lena. Jadi kalau Michelle dapat lagi....

​"Nggak mau!"

1
Alzen
typo lagi yang
Alzen: ini aja po dulu 2 tahun 😓
total 3 replies
Alzen
cepat updateee
ᥫ᭡ׅ꯱hׁׅ֮ꫀׁׅܻ݊ɑׁׅ: iyaaaaa
total 1 replies
Alzen
ceroboh banget/Shame/
Alzen
padahal yang kemarin juga bagus novelnya
ᥫ᭡ׅ꯱hׁׅ֮ꫀׁׅܻ݊ɑׁׅ: eh iyaa 😓
total 3 replies
🥑⃟Hati Yang Kau Sakiti●⑅⃝ᷟ◌ͩ
selamat berkarya 🙏
Baby
Devis aja /Grin//Grin/
ᥫ᭡ׅ꯱hׁׅ֮ꫀׁׅܻ݊ɑׁׅ: 2in /Bye-Bye/
total 1 replies
Baby
jadi Michelle kasian, jadi Alvin kasian, jadi Nara kasian, jadi pembaca sekarat /Curse/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!