NovelToon NovelToon
Cinta Terlarang Dengan Anak Majikan

Cinta Terlarang Dengan Anak Majikan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

​Suara deru mesin mobil yang asing memecah keheningan sore di Desa Sukamaju. Aluna, yang sedang memilah daun teh di teras rumah panggungnya, mendongak. Tangannya yang halus—meski terbiasa bekerja di ladang—berhenti bergerak. Sebuah mobil sewaan berhenti tepat di depan pagar bambu rumahnya.

​Dari dalam mobil, turunlah seorang wanita paruh baya dengan pakaian yang tampak mentereng untuk ukuran orang desa. Kalung emas tebal melingkar di lehernya, dan kacamat hitam bertengger di hidungnya.

​"Bik Sumi?" gumam Aluna, hampir tidak mengenali bibinya sendiri yang sudah lima tahun merantau di Jakarta.

​Bik Sumi berjalan melenggang masuk ke halaman, disambut hangat oleh ibu Aluna yang langsung keluar dari dapur. Setelah melepas rindu dan berbasa-basi sejenak di ruang tamu yang sederhana, tatapan Bik Sumi langsung tertuju pada Aluna. Wanita itu memperhatikan keponakannya dari ujung rambut hingga ujung kaki dengan mata berbinar.

​Di usianya yang menginjak 25 tahun, Aluna tumbuh menjadi gadis ya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kecurigaan Yang Terbukti

​Jarum jam dinding di kamar menunjukkan pukul satu malam. Keheningan malam menyelimuti seluruh sudut rumah mewah itu, namun di dalam kamarnya, Aluna berjuang melawan gejolak aneh yang kian membakar tubuhnya.

​Rasa panas yang menjalar tidak seperti demam biasa. Cairan misterius yang tanpa sengaja ia konsumsi tadi mulai bekerja sepenuhnya, memicu denyut jantung yang berpacu cepat dan rasa gelisah yang teramat sangat. Keringat dingin menetes di pelipisnya, sementara tangannya yang gemetar berusaha menjangkau sakelar kipas angin di samping tempat tidur.

​Cklik.

​Baling-baling kipas berputar kencang menghembuskan angin dingin ke arahnya, namun hembusan itu sama sekali tidak mengurangi sensasi membakar dari dalam dadanya. Kepala Aluna terasa berat, pandangannya samar, dan seluruh persendiannya mendadak lemas.

​"K-kenapa panas sekali..." bisik Aluna terengah-engah, meremas pinggiran sprei dengan napas yang memburu.

​Ia berjuang mempertahankan kesadarannya. Dengan sisa kekuatan yang ada, Aluna beringsut turun dari tempat tidur. Langkah kakinya terhuyung-huyung mendekati meja kecil untuk meraih gelas berisi air putih, berharap tegukan air dingin bisa meredakan hawa panas yang membakar tenggorokan dan dadanya.

​Namun, bukannya membaik, sensasi aneh yang tak tertahankan itu justru semakin kuat menguasai pikirannya, membuatnya sadar bahwa ada sesuatu yang sangat tidak wajar dengan kondisi tubuhnya malam ini.

Rasa panas yang membakar kulit dan tenggorokan membuat Aluna tak sanggup bergeming di atas tempat tidur. Dengan kesadaran yang kian samar dan napas memburu, ia beringsut meraih pakaian tidur kain tipis yang longgar tanpa mengenakan pakaian dalam, berharap rasa sesak di dadanya berkurang.

​Mencari kesegaran, Aluna memutar gagang pintu kamar yang lupa ia selot. Langkah kakinya gontai dan sempoyongan menelusuri koridor remang-remang menuju area dapur. Wajahnya merona merah padam, terasa seolah dialiri hawa panas yang tak kasatmata.

​Tiba di depan wastafel dapur, Aluna memutar kran air sejadi-jadinya. Dengan jemari gemetar, ia menampung air dingin dan membasuh wajahnya berulang kali, mencoba mengusir sensasi aneh yang kian menguasai pikirannya.

​Tap... tap... tap...

​Suara langkah kaki yang tenang namun tegas terdengar memecah keheningan dari arah tangga berliku. Arsen, yang belum sepenuhnya tertidur dan hendak mengambil gelas air minum tambahan, menghentikan langkahnya di anak tangga terakhir.

​Mata elang Arsen menyipit menembus kegelapan dapur. Ia menangkap sosok Aluna yang berdiri bersandar pada tepi konter, tubuhnya gemetar dengan napas yang terdengar tak beraturan di tengah kesunyian malam.

​"Aluna?" panggil Arsen rendah, suaranya terdengar jernih dan sarat akan kecurigaan. "Kamu sedang apa malam-malam begini?"

​Arsen melangkah mendekat ke area dapur, matanya menangkap perubahan janggal pada raut wajah pelayannya yang memerah serta cara berdirinya yang hampir kehilangan keseimbangan.

Aluna memutar tubuhnya perlahan, menyandarkan pinggulnya pada tepi meja konter agar tidak jatuh. Dalam remang lampu dapur, wajahnya terlihat sangat merona, napasnya pendek-pendek, dan matanya sayu akibat hawa panas yang membakar tubuhnya.

​"S-saya tidak tahu, Den..." suara Aluna terdengar bergetar dan sangat pelan. "Saya cuma memakan makanan sisa yang dibawa teman-teman Den Arsen tadi... Setelah itu tubuh saya merasa aneh dan panas sekali."

​Mendengar pengakuan itu, raut heran di wajah Arsen seketika sirna, berganti dengan kilatan amarah yang dingin.

​Sebagai pria yang terbiasa dengan dunia malam dan pergaulan kelas atas, Arsen langsung menyadari apa yang sebenarnya terjadi. Ia teringat bagaimana Rafa tadi sempat pamit ke dapur sendirian dengan alasan mengambil es batu dan melihat makanan sisa.

​"Rafa..." bisik Arsen dengan nada rendah penuh ancaman. Rahangnya mengetat keras saat menyadari ulah licik sahabatnya yang hampir saja merusak pelayan pribadinya.

​Arsen melangkah cepat mendekati Aluna. Tanpa ragu, ia memegang kedua bahu Aluna untuk menyanggah tubuh gadis itu yang makin lemas. Sentuhan kulit tangan Arsen yang dingin membuat Aluna refleks berjengkit, namun Arsen menahannya dengan lembut tapi tegas.

​"Dengar, Aluna. Kamu diberi obat oleh Rafa," ucap Arsen langsung, tatapannya menatap lurus ke mata Aluna untuk memastikan gadis itu tetap fokus. "Jangan panik. Aku akan urus ini."

​Arsen segera merangkul pinggang Aluna, membantunya berjalan menuju sofa ruang tengah, lalu bergegas menuju kulkas untuk mengambil air kelapa dingin dan beberapa es batu yang dibungkus handuk kecil untuk meredakan efek zat tersebut.

1
Erna Riyanto
suka deh sm Arsen..sat .set...GK pandang bulu...wlpun itu shbtnya
Erna Riyanto
kapok tuh si Rafa dpt bogem...
Erna Riyanto
hahh....mksih Arsen GK memanfaatkan keadaan...
Erna Riyanto
semoga Arsen TDK memanfaatkan keadaan Aluna...jdi laki" sejati Sen..
Erna Riyanto
harus nya cukup dgn "saya"...TDK perlu sampai "hamba" ..GK cocok untuk ukuran ke manusia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!