WARNING 📢📢
Dan karena ini lanjutan dari karya di akun sebelah.
Banyaknya keganjilan dari kematian sang ibu, membuat Araxi, Alexa, dan Alex berusaha keras untuk mengungkap segalanya. Selain itu, kemampuan yang diwariskan dari sang ibu membuat mereka bertiga bertemu dan membantu para arwah-arwah gentayangan yang datang.
Araxi si gadis tomboi yang terlihat maskulin mampu membaca pikiran orang lain dan tentunya dia juga dapat melihat makhluk tak kasat mata.
Alexa si gadis pendiam ini masih agak takut bila bertemu dengan para makhluk tak kasat mata, namun diamnya sang gadis tersebut ternyata dapat melihat kejadian yang akan mendatang.
Alex si bungsu yang dingin nan datar tersebut memilik sejuta misteri yang tak seperti ke dua saudara kembarnya. Namun ia juga dapat melihat makhluk tak kasat mata.
Dengan di bantu Albert dan Angel yang berupa arwah pernasaran mereka bertiga pun melewati banyak rintangan dan tantangan dalam hal berhubungan dengan makhluk tak kasat mata.
Ikuti petualangan mereka yuk
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon othor_si_tomboi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dimensi Ruang Waktu Milik Minerva Arwah Penasaran Yang Mati Terbunuh
Dengan penuh kebimbangan Marco pun terpaksa menahan ego untuk tak menemui anak yang berada dalam kandungan istri simpanannya itu, sesuai dengan permintaan dari sang istri.
Karena ia bisa menghabiskan luang waktunya dengan Minerva istrinya tercinta.
“Baiklah aku pergi dulu,” pamit Marco. “Jaga dirimu baik-baik, selama aku tak menemui. Jangan pernah pergi ke mana-mana sebelum aku sendiri yang menemuimu.”
Obrolan mereka itu pun di dengar oleh sesosok jiwa yang tengah memasuki ruang dimensi waktu tempat kejadian perkara terbunuhnya istri sah dari Marco, yang di bunuh oleh Sherly istri simpanan Marco tersebut.
Alex pun sedikit mulai memahami perihal kematian dari arwah penasaran yang mengikuti salah satu dari rekan Prisilia itu, yang tak lain ia merupakan putri kandung dari Sherly.
Wanita yang dengan sengaja menjadikan Minerva sebagai manekin dan hal tersebut membuat arwahnya terus bergentayangan.
Kembali lagi dengan jiwa Alex yang tengah berada di ruang dimensi waktu tersebut, berpindah ke suatu tempat yang menurut baginya tempat yang sangat menyeramkan.
Jiwa Alex tersebut menatap ke arah seorang wanita yang tengah terikat di atas ranjang tempat tidur, dengan seseorang wanita lain yang tengah menunggu reaksinya.
Wanita tersebut tak lain ialah Sherly, karena tak terima dengan perlakuan tak adil dari Marco.
Setelah malam di mana Marco meninggalkannya seorang diri di sebuah hotel, dengan gerakan cepat ia menghubungi orang suruhannya.
Untuk menculik seorang wanita yang tak lain istri sah dari Marco tersebut, untuk menjadikannya sebagai manekin patung yang terbuat dari tubuh manusia.
Tak banyak semua orang tahu istri simpanan Marco itu sendiri memiliki obsesi yang sangat menyeramkan jika di lihat dari sisi aslinya.
Yang mana ia suka membuat patung manekin yang berasal dari tubuh manusia, semua korbannya ia jadikan manekin untuk menyalurkan obsesinya itu.
Hingga sudah beberapa korban yang ia jadikan manekin, termasuk Minerva istri sah dari Marco itu sendiri yang menjadi korban ke sekian kalinya.
Suara desisan dari Minerva itu terbangun dari pingsannya, yang mana ia di bius terlebih dahulu oleh suruhan dari Sherly. Karena saat dirinya di culik, ia sempat memberontak.
“Aku ada di mana ini?” lirih Minerva sambil menatap di sekeliling tempat yang menurutnya sangat asing.
Yang mana membuatnya terkejut bukan main. Ia terdampar di sebuah tempat yang sangat tak di kenal olehnya.
‘Mas kamu di mana sebenarnya? Mengapa aku merasa kamu telah berubah banyak mas! Kamu seperti tak mencintaiku lagi seperti dulu’ bisik Minerva dengan sendu.
Sembari memikirkan tentang semua kenangannya bersama sang suami sebelum suaminya bisa terkenal hingga sekarang ini, ia merasa suaminya menyembunyikan sesuatu yang tak ia tahu.
Bahwa suaminya tersebut memanglah mengkhianati pernikahan yang telah lama mereka bangun.
Lamunan yang sedang ia pikirkan seketika buyar tak kala mendengar sebuah suara yang berasal dari seseorang yang tengah berdiri tak beberapa jauh dari tempatnya di ikat.
Sementara itu kembali pada Araxi yang tengah berjalan santai dengan memasukkan kedua tangan di saku celana seragam miliknya, tengah menahan amarah besar yang berasal dari dalam dirinya.
Ketika ia mendengar suara batin seseorang yang beberapa jarak meter darinya.
Ya sedikit demi sedikit benang tersebut terurai, pada saat seseorang itu mengakui kejahatan yang telah ia lakukan pada beberapa tahun sebelum Ara, Alexa, dan Alex di lahirkan.
Namun sebelum orang itu menemukan keberadaan mereka bertiga, Araxi pun menggunakan sedikit kemampuan yang ia punya untuk melindungi ia dan dua saudara kembarnya dari tangan orang itu.
‘Carilah kami semampumu wahai kau wanita berhati iblis, kau memang ibu tiri kami. Akan tetapi sedikit kami bertiga tak akan pernah menganggapmu selayak seorang ibu. Karena kau tak akan pernah pantas mendapatkan gelar itu untuk di sematkan pada dirimu.’ Batin Ara sembari menyeringai.
Tentunya ia mendapat sebuah gambaran yang berasal dari masa lalu seseorang tersebut, untuk ia jadikan senjata di waktu yang akan mendatang.
Mempercepat langkah kakinya guna bisa sampai ke tempat di mana tempat dua saudara tersebut menunggu.
Sedangkan jiwa Alex tersebut tengah menatap seorang wanita yang tak berdaya, yang sialnya wanita itu merupakan Minerva yang akan di jadikan patung manekin yang berasal dari tubuhnya.
Ia hanya bisa terdiam membisu dan menyaksikan bagaimana perlakuan Sherly yang sangat terobsesi pada tubuh korbannya.
Dari beberapa jarak meter tak jauh dari si korban Sherly pun bertepuk tangan seraya tertawa terbahak-bahak menyaksikan sang korban yang tengah melamun itu.
“Bagaimana apa kau sangat suka tempat ini Minerva,” ucap Sherly dengan seraya menghampiri calon korbannya.
“Kau siapa?” sahut Minerva dengan bertanya.
Sembari mengelus perutnya yang hamil besar itu, ia pun menyeringai dengan licik untuk membuat wanita di hadapannya terguncang setelah ia membongkar apa yang selama ini di sembunyikan oleh Marco suami mereka tersebut.
“Apa kau benar-benar ingin tahu mengapa kau bisa berada di sini?” tanya Sherly. “Aku beri kau satu hal rahasia terbesar yang di sembunyikan oleh suami itu.”
“Kau sebenarnya siapa? Mengapa bisa mengetahui namaku? Apa yang ingin kau katakan?” cecarnya bertubi-tubi sembari merasa waspada.
“Aku istri simpanan suamimu Minerva,” ujarnya seraya mengaku pada wanita di hadapannya.
Deg---
Hal tersebut seketika mengguncang jiwa Minerva serasa di hantam oleh ombak lautan, tak kala mendengar pengakuan yang di lontarkan oleh seorang wanita yang mengaku sebagai istri simpanan dari suaminya itu.
“Kau jangan mengada-ada tak mungkin suamiku mengkhianati pernikahan kami,” racau Minerva sambil menolak kenyataan yang ada.
“Aku tak pernah mengada-ada Minerva, aku juga yang membuat suamimu berpaling darimu,” sahut Sherly dengan santai tanpa merasa berdosa.
Tangisan Minerva seketika pecah karena tak terima dengan pengakuan yang di lontarkan oleh Sherly.
‘Sampai di sini begitukah cintamu untukku mas? Bahkan saat aku berada di sini pun kamu enggan mengkhawatirkan keselamatanku!’
Ia tak bisa membayangkan mengapa Marco suaminya yang sangat ia cintai justru mengkhianati pernikahan mereka. Apa salah darinya, sehingga ia begitu lemah dengan seorang wanita di hadapannya itu.
Dengan sedikit ketegaran ia pun mulai memberanikan diri untuk bertanya pada istri simpanan suaminya itu.
“Lalu apa yang kau inginkan dariku?” tanya Minerva.
“Kalau aku menginginkan posisimu. Apa kau mau memberikan itu dengan secara suka rela padaku?” jawab Sherly dengan menawar.
“Posisi apa maksudmu?”
“Aku menginginkan semua yang ada di posisimu,” ucap Sherly sembari mengelus kembali perutnya.
Menerka-nerka permintaan dari wanita di hadapannya itu membuatnya mengerti dan memahami posisi yang di maksud oleh istri simpanan suaminya itu.
“Jadi maksudmu itu aku harus membagi suamiku denganmu begitu?” sahut Minerva sembari bertanya.
Dengan geram Sherly pun mendekati Minerva, menatap wanita yang ia benci itu dengan sorotan yang tajam.
“Cih” sembari meludah Sherly pun mengangkat dagu Minerva tanpa terasa sedikit melukainya. “Yang aku maksud adalah posisimu sebagai istri sah yang ingin aku gantikan dengan posisiku. Karena selama ini pernikahanku dengan suami tak pernah sedikit pun terendus oleh publik. Jadi aku ....”
“Tak akan aku biarkan kau mengambil posisi yang seharusnya menjadi milikku,” potong Minerva dengan cepat.
Seketika sorotan mata Sherly itu pun semakin menajam, saat mendengar penolakan dari istri pertama suaminya tersebut.
“Apa kau telah menolak permintaanku Minerva?” ucap Sherly dengan seringai licik tersungging di wajahnya.
Tertegun itulah yang di rasakan oleh Minerva. Ya sebagai seorang istri sah dari Marco, mana mungkin ia rela berbagi dengan wanita di hadapannya ini.
Apalagi memintanya untuk menggantikan posisinya, hal tersebut sampai kapan pun tak akan pernah terjadi. Lebih baik ia mati daripada posisinya sebagai istri sah di gantikan oleh seorang wanita yang lebih muda dari usianya itu.
“Ya aku menolaknya,” sahut Minerva. “Bahkan lebih baik aku mati daripada posisiku di gantikan olehmu, aku sangat yakin anak yang ada dalam kandunganmu itu bukanlah darah daging suamiku.” Begitu sebuah perkataan yang terlontar dari Minerva membuat darah Sherly mendidih.
“Percaya diri sekali,” ejeknya sambil mengepalkan tangan menahan darahnya yang tengah mendidih itu. “Atas dasar kau mengatakan bayi ini bukan anak suamimu. Jelas-jelas bayi ini memang darah daging suamimu,” elak Sherly dengan berkilah untuk menutupi dengan terpaksa ia memberikan sebuah dokumen salinan palsu itu pada Minerva.
“Coba kau buka dan baca baik-baik dokumen ini,” sahutnya kemudian dengan menyodorkan dokumen palsu itu.
“Ini tak mungkin ...” dengan kenyataan yang ada ia benar-benar terluka atas pengkhianat yang di lakukan oleh suaminya tercinta.
Namun tanpa ia sadari semua itu .....
dari pertama baca, like nya saya tekan2 tp gk bisa.
sukses selalu buat author