Bella menikah dengan lelaki pujaan hatinya dengan perjodohan yang dirancang oleh nya dengan bantuan keluarganya, tapi kehidupan yang dia inginkan dan nantikan setelah menikah tidak pernah dia dapatkan.
suaminya bahkan tidak pernah melihatnya sebagai seorang istri, baginya pernikahan Dnegan Bella adalah neraka
Tapi siapa sangka setelah 49 hari yang diminta oleh Bella pada suaminya menumbuhkan rasa cinta yang besar dan rasa penyesalan pada suaminya itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 24
Mereka semua menatap Bella dengan sendu, kesayangan mereka kini tengah menghadapi kesulitan dalam rumah tangganya.
"Itu terserah padamu nak, kamu yang menjalani pernikahan itu, kami hanya berharap yang terbaik untukmu". Sang ibu kini meneteskan air matanya
Tak pernah terlintas dibenaknya anaknya akan mendapatkan ujian berat seperti ini padahal anaknya sangat mencintai lelaki yang menjadi suami nya itu.
"Aku sedang bingung mom, aku ingin memberikan kesempatan tapi mengingat dia sudah berhubungan badan dengan wanita lain, aku merasa sangat jijik untuk dia sentuh sekalipun hanya tangan atau apapun itu". Bella menunduk dalam.
Dia tidak mau bersentuhan dengan Niko setiap kali dirinya ingat jika suaminya itu telah berbagi raga dengan orang lain sedangkan dirinya, jangankan menyentuhnya melihatnya saja seakan dirinya adalah hal yang paling menjijikkan.
"Itu artinya kamu belum bisa memaafkannya nak, tata hatimu dulu, jika kamu memberikan dia kesempatan maka luka itu akan terus mengikuti kamu dan terbayang sampai kapan pun itu sebabnya mommy tanya padamu apa kamu benar sudah memaafkannya?? ".
Dia kini tengah bimbang, perasaannya masih sama besarnya kepada suaminya tapi disisi lain dia juga tak mau untuk disentuh apalagi luka itu selalu terbayang.
"Kami tidak bisa memberi mu nasehat nak, kami hanya ingin kamu bahagia dan jika bahagiamu adalah lepas dari luka mu itu maka tinggalkan Niko, karena penyebab utama luka itu adalah dirinya, semakin kamu berusaha menepisnya semakin terlihat jika kamu terluka sangat dalam".
"Apa aku harus melepaskannya?, tapi semakin aku coba membencinya aku semakin tidak bisa, cinta yang kupunya terlalu besar untuknya". Cicitnya dilema.
Dia memang sangat bingung dan gundah sekarang ini, semakin ingin dia melepaskan Niko semakin cinta itu tumbuh besar.
"Ikuti kata hatimu dek, kamu harus menghapus paksa memori menyakitkan ketika kamu ingin tetap bersamanya, sepertinya dia serius untuk tetap bersamamu, dia berani datang kesini untuk memintamu langsung tanpa orangtuanya itu artinya dia memang memperjuangkan kamu".
"Benar yang dikatakan Beni nak, kamu tahu sendiri selama ini sikapnya kepada keluargamu sangat acuh bahkan terkesan tidak peduli, dia juga ketakutan pastinya karena kita sudah tahu semua perbuatannya tapi dia berani datang kesini untuk meminta maaf langsung tanpa bantuan siapapun, itu artinya dia sungguh memperjuangkan kamu".
Bella menatap keluarganya, yang dikatakan mereka benar adanya, Niko tak pernah mau diajak berkumpul dengan keluarga nya apalagi berhadapan dengan orang tuanya terutama sang daddy tapi hari ini dia sendiri yang datang dengan penuh keberanian memintanya tanpa bantuan orangtua nya padahal dia bisa melakukannya.
"Akan ku pertimbangkan nanti, aku akan biarkan ini semua mengalir apa adanya, mungkin nanti aku bisa membuat keputusan".
"Kamu tenang saja nak, kita akan dukung apapun keputusan yang kamu ambil, ingat kamu punya kami, jangan seperti sebelumnya, kamu merahasiakan segalanya dari kami sampai kami tahu sendiri". sang ibu memeluk anak bungsunya itu dengan sayang.
"Maafin aku yah mom merahasiakan semua ini, aku pikir dia bisa menerima aku tapi ternyata dia tidak bisa karena pernikahan ini ternyata hanya paksaan dan dia memang memiliki kekasih, aku tidak tahu akan hal itu".
Dia sungguh menyesal tidak mencari tahu lebih dulu sehingga meminta keluarganya untuk mengatur perjodohan itu.
"Tidak apa nak, jika bisa berilah dia kesempatan untuk membuktikan ucapannya, dia sebenarnya bukan berselingkuh karena memang sejak awal dia memiliki kekasih yang tak diinginkan keluarga, dia tidak sepenuhnya bersalah, hanya saja dia tidak mengatakan semuanya dengan gamblang padamu dan memilih tetap bersama kekasihnya".
"Dia sudah tahu semua perbuatan perempuan itu jadi terserah padamu mau memberi dia kesempatan atau tidak, dia bukan sengaja melakukannya, dia hanya tidak punya pilihan, dia mencintai Merry dan harus dipaksa menikah denganmu oleh orangtua, dia pikir itulah jalan satu-satunya agar aman dan semua terpenuhi ".
Dia menatap kedua orang tuanya yang sangat bijak dalam menyalami masalah sekalipun anaknya tersakiti, mereka tidak menarik jika dalam hal ini Niko juga tak sepenuhnya bersalah, pernikahan dijodohkan seperti ini memang beresiko, Niko juga sudah mengorbankan dirinya untuk memenuhi keinginan orangtuanya tapi untuk kali ini dia sudah mau berubah dan menerima pernikahan ini, tidak ada salahnya dirinya memberinya kesempatan.
Ketiga kakaknya hanya membuang muka, sebenarnya mereka tidak ingin adiknya kembali kepada lelaki sialan yang menyakiti adiknya, tapi yang dikatakan kedua orangtua mereka juga tidak salah, karena mereka juga ada yang menikah karena perjodohan dan memiliki kekasih sebelumnya jadi mereka tahu rasanya, hanya saja mereka tidak berselingkuh dan memilih menerima pernikahan perjodohan itu.
"Aku akan siap-siap, kami akan pergi makan malam hari ini dan aku harus mengurus sesuatu terlebih dahulu sebelum ketempat janjian". Ucapnya berdiri dari duduknya kemudian keluar dari rumah.
Mereka hanya bisa menatap kasihan dan sendu sang kesayangan keluarga itu.
"Kalian tetap awasi Niko, pastikan lelaki itu tidak mengulangi perbuatannya, jika sampai dia menyakiti Bella kembali, dia akan Terima akibatnya". Ucap sang daddy memperingati ketiga anaknya itu.
Mereka mengangguk mengiyakan perkataan daddy mereka, mereka memang tidak ikut campur tapi selalu mengawasi apapun yang terjadi pada adik kesayangan mereka.
Bella telah menyelesaikan urusannya diluar kemudian pergi membeli gaun untuk acaranya nanti malam bersama suaminya itu.
"Sepertinya aku harus kesalon dulu, aku butuh relaksasi, kepalaku akhir-akhir ini sangat penuh dengan banyak beban".
Bella memutar mobil sportnya itu menuju salon langganannya selama ini, dia juga telah membeli gaun yang akan dia gunakan.
Tepat pukul Tujuh Malam Bella akhirnya tiba ditempat makan malam yang telah direncanakan oleh suaminya, tempat yang tidak pernah dia menyangka untuk menjadi makan malam mereka hari ini.
Taman indah dengan penuh bunga-bunga cantik bertaburan dan lampu-lampu taman yang begitu memanjakan mata, dia sangat takjub pada pemandangan yang tersaji didepannya.
Disana suaminya menyambut dirinya dengan senyuman lebar dan membawa sebuket bunga Lily kesukaannya, terlihat tampan yang memang selalu membuatnya jatuh hati.
"Kamu suka Bell? ". Tanyanya dengan senyuman manis.
Senyum tulus yang tak pernah dia lihat dari suaminya selama mereka bersama dan hari ini dia bisa melihat nya.
"Sangat indah, kamu merancangnya sendiri? ". Tanyanya dengan penasaran.
"Aku meminta orang mendekornya, aku tidak mungkin bisa mendekor segalanya seorang diri apalagi taman ini sangat luas". Jawabnya dengan jujur, dia bahkan menggaruk kepalanya tidak gatal.
Dia takut istrinya tersinggung karena bukan dia menyiapkan segalanya, lagian mana bisa menyiapkan semuanya seorang diri.
"Aku tidak bisa menyiapkan segalanya sendirian tapi semuanya aku yang langsung turun tangan, ini bunga untukmu". Niko menyodorkan bunga cantik itu kepada istrinya.
"Apa kamu sering melakukan ini apda Merry?? ".
😆😆😆😆
kalau Niko melakukan nya saat masih bujangan masih bisa dimaafkan,mungkin saat itu masih labil.laaaah ini malah udah nikah tapi indehoi ma cewe lain.bukan ma istri sendiri... haddeuh, gimana mau maafin
ya kesalahan nya sangat fatal... dari awal tidak ada sedikit pun hati Niko terbuka untuk Bella...
setelah semua kejahatan Merry terungkap baru ingat Bella...
kemana aja selama ini??? 😆
Bella kayak ban serap,Merry pergi masih ada Bella...
gila aja ya kamu 😆😆😆
klo gak bakalan sibuk kelonan ma Merry
yang kemaren di bela habis habisan...
sekarang di hina di caci maki habis habisan juga...
kesiaaaaaan...
kemaren video cctv,kalau sekarang di depan biji mata ya Niko