Bella menikah dengan lelaki pujaan hatinya dengan perjodohan yang dirancang oleh nya dengan bantuan keluarganya, tapi kehidupan yang dia inginkan dan nantikan setelah menikah tidak pernah dia dapatkan.
suaminya bahkan tidak pernah melihatnya sebagai seorang istri, baginya pernikahan Dnegan Bella adalah neraka
Tapi siapa sangka setelah 49 hari yang diminta oleh Bella pada suaminya menumbuhkan rasa cinta yang besar dan rasa penyesalan pada suaminya itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 27
Niko mengangguk kemudian mengemudikan mobilnya cukup cepat, mobil sport keluaran terbaru itu seakan melaju kencang membela jalanan yang tengah lengang karena sudah menunjukkan tengah larut malam.
Sedangkan Merry yang berada dibelakang mobil itu mengeram kesal karena kesulitan mengejar Niko yang memang memakai mobil sport tentu saja kapasitas kecepatannya sangat jauh dengan mobil yang dia kendarai.
Mobil biasa yang menjadi mobilnya kini sangat berbeda dengan mobil yang diberikan oleh Niko sebelum mereka berpisah tentu saja tak akan bisa mengejarnya
"Sial, awas saja kalian, aku tidak akan tinggal diam, kalian berdua harus mati, jika aku tidak bisa bersama Niko dan seluruh kekayaannya menjadi milikku maka Bella juga tidak akan mendapatkan nya". Umpatnya penuh dendam.
Dia memukul setir mobil itu dengan keras untuk melampiaskan emosinya yang sedang meluap dan berapi-api.
Niko mengamati dibelakang mobilnya melalui spion dan bernafas lega begitu juga dengan Bella karena mobil tadi sudah tidak mengikuti mereka lagi.
"Mungkin orang itu tidak bermaksud mengikuti kita, kita berdua saja yang terlalu parno dan curigaan pada orang lain". Cicit Bella pelan.
Dia masih mengamati spion dan melihat apakah mobil itu masih ada atau tidak, tapi ternyata mobil itu memang sudah tidak ada dan tidak mengikuti mereka lagi.
Niko mengangguk membenarkan perkataan istrinya itu tapi dia tetap harus waspada karena bisa saja orang itu memang sengaja memata-matai mereka Tapi kalah dari kecepatan mobil yang dia kendarai.
" Aku akan mencari tahu mobil siapa itu, aku hapal nomor Plat mobilnya tadi". Ucap Niko belum puas.
Dia masih penasaran dengan orang yang mengikuti mereka dan seolah sengaja menunggu dan memata-matai mereka
"Ya, kita harus cari tahu siapa dia, aku yakin orang ini sengaja mengikuti kita karena sejak awal di restoran tadi mobil itu sudah mengikuti kita hingga kamu melajukan mobil dengan kecepatan lumayan".
"Tenang saja, aku akan hubungi orang untuk cari tahu, kita pulang sekarang, oh iya kita akan tidur dikamar yang sama malam ini, mau kan? ". Niko mencoba menggoda istrinya untuk mencairkan suasana.
Sejak tadi mereka hanya berkata dengan ucapan formal seolah keduanya bukan suami istri, mungkin karena mereka memang belum terbiasa
Bella membuang pandangannya, pipinya memanas mendengar ajakan suaminya itu.
Ini pertama kalinya mereka akan tidur satu kamar dalam keadaan saling membuka diri dan memberi kesempatan.
"Baiklah". Ucapnya canggung.
Jujur saja dia lumayan grogi membahas soal tidur satu kamar apalagi mereka akan satu ranjang nanti, jujur saja ini membuatnya dilanda ketakutan lebih tepatnya khawatir takut salah gerak dikasur nanti.
Niko tersenyum simpul melihat istrinya yang malu dan ternyata itu terkesan sangat manis. Dia baru tahu jika istrinya memang memiliki kecantikan yang alami bahkan melebihi Merry dan dia baru sadar.
"Lucu dan manis ternyata". Ucapnya dalam hati.
Dia menyunggingkan senyum tipisnya tanpa diketahui oleh Bella karena dia menghadap ke jalan raya.
Sesampainya mereka dirumah, Niko masuk ke kamar utama tempat dimana selama ini istrinya tidur.
"Mandilah lebih dulu, aku akan siapkan pakaiannya". Ucap Bella dengan wajah merona sambil menyodorkan jubah mandi milik suaminya yang tidak pernah terpakai selama ini.
Niko mengangguk kemudian mengambilnya dan masuk kedalam kamar mandi sedangkan Bella memegang dadanya yang sejak tadi berdegup kencang dan tidak bisa terkontrol.
"Tenang Bella, ini hanya tidur biasa, jangan tegang seperti itu". Ucapnya berusaha mensugestikan dirinya agar tidak gugup.
Setelah cukup merenung, dia terkejut mendapati suaminya telah berdiri dihadapannya sambil memegang baju yang dia pegang karena akan suaminya pakai.
Wangi maskulin menusuk rongga hidungnya, wangi yang tidak pernah dia rasakan saat berdekatan dengan suaminya karena ini wangi sabun.
"Kamu mandi dulu, nanti aku pakai bajunya setelah kamu masuk ke kamar mandi, biar aku pakai". Niko tersenyum lembut.
Tatapan yang tak pernah dia berikan pada istrinya, Bella tertegun sejenak melihat tatapan itu, dia hanyut sampai melamun memandangi suaminya itu.
"Bella, mandi dulu, ini sudah sangat malam, nanti masuk angin". Ucapnya memegang tangan sangat istri yang tengah menatapnya itu.
"Ah iya aku ambil baju ganti dulu". Ucapnya pelan sambil memberikan baju yang dia pegang pada suaminya dan pergi ke lemari pakaian untuk mengambil baju ganti untuk dirinya dalam keadaan kebingungan.
"Awal yang bagus, aku akan pelan-pelan saja, toh kami masih punya banyak waktu". Ucap Niko pelan.
Dia menunggu istrinya sambil berbaring di ranjang, dia baru sadar bahkan ruangan ini memang didesain sangat romantis dan menghangatkan, tapi dia tidak pernah masuk kesini selama mereka menikah.
"Desainnya sangat cocok untuk orang menikah, dia pintar memilih desain kamar seperti ini". Ucapnya mengedarkan pandangannya melihat seisi kamar yang akan dia tempati bersama istrinya kedepannya.
Bella yang sudah selesai mandi pun keluar dan akan mengeringkan rambutnya agar bisa beristirahat.
"Tidurlah lebih dulu, aku akan mengeringkan rambutku lebih dulu". Ucapnya dengan pelan tapi masih bisa didengar Niko.
Niko menatap Bella dari atas hingga bawah, dia tidak pernah benar-benar melihat istrinya selama ini menggunakan pakaian rumah, tanpa riasan dan juga pakaian modis hanya pakaian tidur sederhana tapi sangat cantik dan cocok di tubuh istri nya itu.
Bella yang ditatap seperti itu malah jadi salah tingkah, dia tidak tahu apa yang salah dengan penampilan dirinya saat ini.
"Aku baru tahu kamu lebih cantik saat sedang seperti ini". Ucap Niko pelan tapi matanya tidak lepas dari wajah istrinya.
Istrinya memang cantik jika berdandan dan bepergian tapi melihatnya dengan tanpa riasan dan polos seperti ini terlihat lebih natural dan cantik alami.
Wajah Bella merona, dia tidak tahu harus bersikap seperti apa sekarang.
"Aku akan mengeringkan rambut, tidurlah lebih dulu". Ucapnya menahan debaran jantungnya yang sangat kencang itu.
"Aku akan menunggumu lalu kita tidur bersama, tenang saja kita akan menikmati segalanya secara perlahan, aku tidak akan meminta hak ku sebagai suami jika kamu belum bisa memberikannya, aku akan menunggu, jadi tenang saja".
Dia tahu istrinya itu khawatir dan cukup takut kepadanya, dia tidak akan memaksanya untuk memberikan haknya, dia hanya ingin menikmati momen dan anggap saja mereka sedang penjajakan.
Bella menatap Niko dengan tatapan yang sulit diartikan, dia akan berusaha menerima segalanya mulai dari sekarang.
"Baiklah". Ucapnya berjalan kemeja rias untuk mengeringkan rambutnya.
Niko tersenyum tipis melihat aktivitas istrinya itu, ternyata istrinya gadis yang sangat merawat dirinya, dia sangat wangi sejak tadi dia bahkan mencium bau yang sangat harum sejak istrinya keluar dari kamar mandi
😆😆😆😆
kalau Niko melakukan nya saat masih bujangan masih bisa dimaafkan,mungkin saat itu masih labil.laaaah ini malah udah nikah tapi indehoi ma cewe lain.bukan ma istri sendiri... haddeuh, gimana mau maafin
ya kesalahan nya sangat fatal... dari awal tidak ada sedikit pun hati Niko terbuka untuk Bella...
setelah semua kejahatan Merry terungkap baru ingat Bella...
kemana aja selama ini??? 😆
Bella kayak ban serap,Merry pergi masih ada Bella...
gila aja ya kamu 😆😆😆