NovelToon NovelToon
Sephia

Sephia

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Contest / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 5
Nama Author: Chida

"Gila ... ini sungguh gila, bagaimana bisa jantung ini selalu berdebar kencang hanya karena tatapan matanya, senyumnya bahkan sentuhan yang tanpa sengaja itu."
~Sephia~

"Rasa ini salah, tapi gue suka ... dia selalu membuat jantung ini berdebar-debar ... damn! kenapa datang di waktu yang salah sih."
~Danar~

Pertemuan itu, membuat mereka ada dalam posisi yang sangat sulit. Terlebih lelaki itu sudah mempunyai seorang kekasih. Sementara hatinya memilih gadis lain.

Entah waktu yang salah ... atau takdir yang mempermainkan mereka. Apakah akan berakhir dengan indah atau sama-sama saling melepaskan ... meski CINTA.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gosip

Hari tersibuk bagi seorang pekerja adalah hari Senin. Entah mengapa hari yang berada di urutan pertama itu bagaikan momok bagi sebagian orang. Begitupun Sephia, satu hari saja dia tidak menginjakkan kakinya di kantor maka pekerjaannya menjadi sangat banyak.

Malam tadi dia merengek pada Danar untuk diantarkan pulang ke kost nya. Alasannya agar nanti ketika dia berangkat kerja tak susah dengan menggunakan motornya daripada harus bersama dengan Danar. Yang Sephia takutkan adalah orang-orang yang akan melihatnya kenapa bisa turun dari mobil Danar. Hanya menjaga nama baik dirinya dan juga pemimpin perusahaan ini.

"Tumben udah dateng," ujar Ni Luh yang baru saja sampai dan duduk di kursinya.

"Iya, biar kerjaan cepet selesai, Mbok."

"Asyik dong kemarin gak kerja," ujar Ni Luh curiga.

"Kan sakit, Mbok ... masuk angin."

"Masuk angin apa masuk yang lain?" goda Ni Luh. "Kamu tuh kayak ngomong sama siapa aja, kamu tuh gak bisa bohong sama aku," bisik Ni Luh lalu tertawa.

"Mbok ... sstt," Sephia menempelkan jari telunjuk di bibirnya.

"Iya, takut amat sih... yang tau cuma aku, tenang aja."

"Katanya kita bakal ngadain acara ya Jumat malam, launching produk baru." Ardi yang baru datang sudah berseloroh.

"Masa?" Sephia bertanya balik.

"Iya, tuh pengajuan dana ada di meja Bu Ratna," ujar Ardi lagi.

Sephia mengangguk angguk, lalu kembali berkutat dengan pekerjaannya. Pekerjaan hari ini memang banyak sekali, dan hingga siang ini Sephia tak menemukan sosok kekasihnya yang biasanya sengaja berjalan melewati ruangannya. Telpon bahkan chat pun belum sama sekali ada dari Danar.

Biasanya Danar yang terlebih dahulu menghubunginya, tapi hari ini sama sekali Sephia tak mendapati. Mungkin sibuk pikirnya, atau dia kunjungan ke gudang atau bertemu klien.

Makan siang bersama Ni Luh dan Ardi membuatnya sedikit lupa akan ketidakhadiran Danar hari ini. Setidaknya dua sahabatnya ini bisa sedikit menghibur hatinya di kala Danar sedang sibuk-sibuknya.

"Jadi aku kasih tau ya buat kalian cewek-cewek, cowok itu gak ada yang ganteng, gak ada yang jelek, yang ada jago speak kalo udah jago speak dia bakal dapet apapun yang dia mau ... itu kata Herjunot Ali," ujar Ardi ketika dia melakukan sesi curhat saat makan siang hari ini.

"Aku tanya sekarang, kamu jago speak gak?" tanya Ni Luh.

"Aku gak jago speak, tapi aku jago itung-itungan, apalagi ngitung duit perusahaan ," kekehnya.

"Udah yuk ... gak jelas sama Mas Ardi mah." Sephia beranjak dari tempat duduknya lalu menuju kasir, hari ini ia mentraktir sahabatnya itu. Itu adalah hal rutin yang mereka lakukan setiap bulannya, dan bulan ini Sephia mendapatkan giliran.

Berjalan memasuki lobby kantor, di saat suasana sedang ramainya karena staf kantor baru kembali dari makan siang. Sephia menyempatkan diri menuju toilet di lantai satu bersama Ni Luh.

"Kamu tau gak Mei, bos kita itu ternyata sudah punya pacar loh, cantik lagi," ujar salah seorang staf marketing pada temannya yang bernama Mei.

"Eh, kata siapa?" ujar wanita bernama Mei tadi.

"Aku sih katanya, tapi gak tau apa bener ya ... gosipnya model di luar negeri," ujar wanita itu.

Jantung Sephia berdetak cepat, debarannya luar biasa. Sephia yang berada di bilik toilet sedari tadi hanya mendengar percakapan dua wanita yang sedang bergosip di dekat wastafel.

Tadinya dia seakan ingin bersorak riang ketika mengetahui kekasihnya itu mempunya pacar yaitu dirinya. Namun ternyata, apa yang dia harapkan tak sesuai dengan realita.

Model ... terkenal ... luar negeri? Di dalam benak Sephia berputar-putar kata-kata itu. Hingga akhirnya dia tersadar ketika bilik toilet di ketuk oleh Ni Luh.

"Phia ... kamu masih di dalam?"

"Iya Mbok, sebentar." Sephia meraup wajahnya kasar, Ni Luh pasti mengetahui isi hatinya.

Ingin sekali Sephia berlari menemui Danar saat itu juga, menanyakan semuanya. Tapi ia harus menahan diri, harus bisa mengendalikan diri. Bisa jadi itu memang gosip, bisa jadi itu mantan pacar Danar dulu. Toh memang Sephia belum terlalu banyak tahu tentang lelaki itu.

Sephia membuka pintu bilik, tatapannya sejurus pandang menatap Ni Luh, wanita yang berusia tiga tahun diatasnya itu. Tatapan Ni Luh seakan mencari jawaban, sama seperti yang Sephia pikirkan saat ini.

"Kamu tau?" tanya Ni Luh. Sephia menggeleng. "Gak mau cari tau?" tanya Ni Luh lagi.

"Nanti Mbok Ni Luh, pasti aku cari tau ... nunggu ketemu Danar."

"Hari ini aku gak liat dia, Phi."

"Aku juga," ujar Sephia membasuh mukanya agar terlihat sedikit segar.

"Kamu gak hubungi dia?"

"Belum, takut dia sibuk ... tapi, seharian kayaknya dia gak di kantor. Aku cuma liat Pak Made tadi lewat," kata Sephia lagi.

"Semoga hanya gosip, Phi," ujar Ni Luh membelai punggung Sephia, dia tahu betul perasaan Sephia saat ini. Tak perlu di tanya, semua terlihat dari perubahan raut wajah Sephia dan sikapnya seakan ingin sendiri dan tak ingin di ganggu.

"Iya, semoga hanya gosip," harapnya.

...----------------...

Menjelang sore pun, saat ia berada di parkiran basemant tak nampak mobil yang Danar pakai. Setelah makan siang dan sekita jam tiga tadi Sephia mencoba menghubungi lelaki itu, namun ponselnya tak aktif. Perasaan Sephia mulai tak karuan, jelas saja biasanya lelaki itu selalu menyempatkan diri menghubunginya jika sedang ada pekerjaan di luar kantor. Tetapi hari ini, Danar sama sekali tak ada kabarnya.

Mengendarai motor Scoopy berwarna pink itu, Sephia menyempatkan diri mampir ke pantai Kuta. Sudah lama sekali rasanya dia tak menemui ibu penjual nasi Jinggo langganannya.

Memasuki area pinggiran pantai, matahari mulai condong ke barat. Turis asing pun mulai duduk bersimpuh menikmati semburat jingga sore itu. Melangkahkan kakinya menuju penjual nasi Jinggo, Sephia melemparkan senyumnya kepada beberapa beach boy yang ia kenal, yang biasa mengajaknya berbincang sembari menikmati nasi Jinggo.

"Sephia ...," ujar Doni pria asal Pemalang itu masih mengenalnya. Doni adalah salah satu beach boy di sana. "Kok baru keliatan? kamu udah jarang banget kesini."

"Sibuk Mas, biasa kerjaan ... gimana kabarnya?"

"Baik dong, masih ganteng, masih keren, masih gagah," kekehnya.

"Tapi yang pasti gak putus cinta lagi kan?" tanya Sephia lalu tertawa.

Sephia ingat betul saat pertama kali mengenal Doni, mereka sama-sama duduk menikmati nasi Jinggo kala itu, entah angin apa yang membawa Doni tiba-tiba memperkenalkan diri lalu tiba-tiba bercerita padanya jika ia baru saja putus cinta dengan kekasih bule yang sudah hampir tiga bulan ia pacari. Alasan kenapa mereka putus karena mantan sang kekasih datang menemui kekasih Doni dan mengajak pulang kembali ke negara mereka dan berjanji akan menikahinya. Ironis memang, tapi itulah kenyataan yang harus Doni hadapi.

"Gak ada cinta-cintaan sekarang, Phi ... bikin pala pusing, enak sekarang bebas ... mo ngapa-ngapain sama siapa aja gak ada yang larang gak ada yang cemburu," ujarnya.

"Iya sih Mas, ngabisin waktu ya jagain jodoh orang," kekeh Sephia.

"Nah, itu tau kamu ... eh, kamu sendiri udah punya pacar belom? masa jomblo terus," tanya Doni memberikan satu botol minuman pada Sephia.

Baru saja Sephia akan menjawab pertanyaan Doni, matanya menangkap sosok yang ia kenal. Sosok yang ia tunggu seharian ini berjalan di pinggir pantai bersisian dengan seorang wanita cantik yang bergelayut manja di lengannya.

Berkali-kali Sephia mengerjapkan matanya, berusaha menolak rasa sakit di hati dan keingintahuannya.

"Mas Doni, aku pulang ya ... buru-buru," ujarnya. "Kapan-kapan kita ngobrol lagi," kata Sephia mengeluarkan selembar uang 50 ribu. "Kembaliannya ambil saja, Bu ... ini bayar berdua sama Mas Doni juga, Mas Doni aku duluan ya."

Sephia berlari menuju parkiran motornya, menata detak jantung dan hatinya. Mata itu mulai berkaca-kaca, sesakit ini kah? Astaga, rasanya luar biasa mengalahkan irisan pisau yang tak sengaja melukai jari ketika mengiris bawang.

Hatinya sakit, sungguh sakit ... benarkah perbincangan di toilet siang tadi? benarkah? sesak di dada Sephia masih terasa hingga saat dirinya memasuki kamar kost. Menghempaskan tubuhnya lalu membiarkan air matanya berjatuhan tanpa henti. Masih berusaha berpikiran yang baik, ah mungkin saja teman atau saudara Danar, siapa tahu? tapi rasanya mengapa lain.

Dering ponselnya menyadarkan Sephia dari tangis sore menjelang malam itu. Nama Danar nampak di layar kaca, hatinya sedikit bersorak walau penuh dengan tanda tanya.

"Iya," jawab Sephia saat menerima panggilan itu.

"Sephia, malam ini aku gak datang, maaf ya."

Gadis itu terdiam, diam seribu bahasa, diam terpaku merasakan seakan dunia ini runtuh, diam meratapi perih hatinya.

***jangan lupa dengerin SO7 ya 😂 biar lebih hikmat bacanya.. like nya di banyakin 😚

enjoy reading 😘 (aku ngumpet dulu😂***)

1
Enisensi Klara
udah lewat batas teritorial mah tuh Danar wkwkwk 🤣😂
Enisensi Klara
Udah sering aneh 2 danar nya pak
Enisensi Klara
Udah di iya iya terus masa mau pisah
Enisensi Klara
Baca ulang aku 😂😂
Enisensi Klara
Ya kali minta ijin bawa anak gadis orang bawa ke Bali tapi blm di nikahin piye Tah danar 😳😳
Enisensi Klara
Dan Kalla ku bayangjn kyk Maxim 😂
Enisensi Klara
Demi shepia aku baca ulang lagi utk sekian kalinya 😂
Enisensi Klara
Aku baca ulang lagi ini utk sekian kali nya 😇😇kangen sama KK chida 😇
Rianty Permata
Luar biasa
Deistya Nur
keren semangat terus ka 👍💪
Dewa Rana
Thor, baju satu Tali itu di bahu, bukan di lengan
Chida: mungkin melorot talinya jadi sampe ke lengan ...
total 1 replies
Dewa Rana
basement Thor bukan basemant
Chida: makasih koreksinya 🙏
total 1 replies
Dewa Rana
kayaknya danar udah punya pacar atau tunangan
Dewa Rana
visual sephia cakep 👍
Dewa Rana
basement Thor bukan basemant
Dewa Rana
baca ulang Thor
Quinn Cahyatishine
Luar biasa
piwpie
JANGAAAAAAANNNNNN kasih Phiaaaaaaaaaa
piwpie
gimana sih phia... kesannya kek munafik gak sih. kok gak kayak karakter phia di awal.
piwpie
habis sama istri kakaknya sekarang sama sahabatnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!