NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Mas Paijo

Terjerat Cinta Mas Paijo

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan / Tamat
Popularitas:491.7k
Nilai: 5
Nama Author: Rifa Mukherjee

Ini adalah kisah seorang pria bernama Ahmad Ranvir Al Ghazali. Anak tunggal seorang Kepala Desa sekaligus tuan tanah ini di beri nama alias, sebut saja Paijo. Bukan tanpa alasan, melainkan sering sakit-sakitan saat usianya baru menginjak satu tahun. Mungkin tidak kuat di beri nama sebagus itu, jadi mau tidak mau orang tuanya memberikan nama kecil itu.

Saat usianya menginjak dua puluh lima tahun Ayahnya bersikeras menjodohkannya dengan seorang gadis cantik anak dari pemilik Toko Emas Terbesar di Kabupaten Kendal.

"Apa menikah? Dengan gadis itu? Aku bahkan sudah melihatnya sejak dia masih kecil dan ingusan. Dia sangat manja dan cerewet. Demi tanah Ayah luasnya dari ujung Barat ke Timur. Aku menolak perjodohan ini!"

😤😤😤😤

"Apa menikah? Dengan Paijo? Apa tidak ada pria lain yang lebih tampan dan punya nama keren daripada dia. Aku TIDAK MAU!!!

"Heh, aku memang tidak tampan, tapi aku Paijo adalah pria yang berkharismatik! CATAT!

Selanjutnya, kita simak perjalanan mereka. Akankah mereka berjodoh???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rifa Mukherjee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 29: Lari lagi? Capek dech!

"Slamet... Slamet..." ucap Paijo.

"Bejo... Bejo... kita tidak jadi mati Jo!"

Nafas mereka masih terengah-engah, setelah mengucapkan terimakasih pada pasukan ojek yang batal ikut huru hara, mereka berdua berjalan kembali ke warung Lamongan. Kalau tidak malu, Saras sebenarnya mau jika di ajak makan lagi. Perutnya kembali lapar setelah di ajak berlari tadi. Tapi untung Saras masih punya urat malu. Jadi mereka kembali ke sana hanya untuk mengambil motor di tempat parkir.

Bodoh juga kenapa tidak terpikirkan tadi mengejar si botak dengan naik motor, malah ikutan lari. Saat genting kadang otak memang tidak sinkron. Kebodohan yang hakiki.

"Jo, ini sudah jadi masalah yang serius. Mereka hampir menyerang kita. Apa tidak sebaiknya kita laporkan ke polisi?"

"Kemarin kita abaikan perkara ini karena fokus mengembalikan nama baik Cak Sam. Besok pagi juga, aku akan membuat laporan ke kantor polisi."

"Bagus Jo, lebih cepat lebih baik,"

"Ngiming-ngiming, tadi kamu komat-kamit baca doa apa?"

"Aku lihat, mereka lumayan terpancing hlo..."

"Pas tadi?" Saras mengangguk polos

"Baca doa qunut... hehe... mau baca doa apalagi, doa terpanjang yang aku hafal hanya doa itu" jawab Paijo santai, sambil menggenjot motor berisik miliknya. Saraswati melongo bego.

Beberapa detik kemudian dia baru tertawa, lemot. "Haha... jadi mereka tertipu? mereka pikir kamu baca doa amalan khusus dari kyai hebat? huh... tidak tahunya hanya baca doa qunut,"

Sambil geleng-geleng kepala Saraswati masih mengagumi siasat Paijo. "awak...awak..."

"Mau doa apapun Tuhan Maha mendengar. Ingat sifat wajib Allah yang harus kamu ketahui, Samian, Maha mendengar."

"Iya... iya... percaya ustad Paijo. Wkwkwkwk"

"Mau pulang tidak?" pertanyaan Paijo menghentikan ocehan Saras, yang lantas langsung nemplok ke boncengan.

"Kamu mau nganterin aku? kalau capek, aku bisa naik bus kog" gaya-gaya Saraswati.

"Mau diantar pulang kemana, tinggal sebut? ke kos apa diantar ke akhirat?"

Cubitan mendarat di perut Paijo. Membuat laki-laki kharismatik itu mengaduh kesakitan. "Mulut 'mu Jo!" Saraswati manyun. "Bentar-bentar jadi malaikat, bentar-bentar jadi iblis"

"Hahaha... becanda Saras 008"

"Pegangan yang kuat, kita ngebut!" Saraswati dengan senang hati melingkarkan tangannya ke pinggang Paijo. Hah, modusnya terealisasi.

*****

Hari semakin gelap ketika dua makhluk tidak jelas itu masih di pertengahan jalan pulang. Tiba-tiba motor berisik milik Paijo Paijan tersendat-sendat. Mengganggu Saraswati yang sejak tadi menempelkan kepala di punggung lebar Paijo.

Brrrrttttt....brttttttt....

"Yah... mogok!!!"

"Ahhh.... kenapa?"

"Ga tahu, kamu turun dulu, biar aku cek."

Dengan terpaksa Saraswati turun, mereka kira adegan dari othor sudah selesai. Mereka capek mau pulang istirahat. Kenapa masih di kasih adegan motor mogok segala. Author menjawab, heh kamu Paijo dan Saraswati mau di buatkan cerita langsung tamat? Mereka menggelengkan kepala dengan cepat, serem authornya. Kembali ke cerita.

Paijo memeriksa bagian busi, barangkali kotor. Mengecek saluran kabel-kabel kecil yang ternyata baik-baik saja.

"Jo, kamu paham mesin tidak? udah ketemu apanya yang rusak?"

"Ini lagi di cari Saraswati, kamu sabar dulu ya."

Sabar si sabar, cuman perut sudah lapar lagi. Jika perut keroncongan biasanya orang juga mudah emosi. Itu kenapa seorang istri harus pandai memastikan perut suami selalu kenyang. Biar selalu di sayang.

Paijo berpeluh, berkali-kali menggenjot tapi sia-sia. Motornya masih ngambek, padahal dari tadi sudah di belai-belai. Mau cari bengkel juga seingat mereka tidak ada bengkel terdekat.

"Jo..."

"Hmm?"

"Kamu pesan taksi aja gih, biar aku urus ini."

"Enggaklah, masak aku mau enaknya. Giliran susah aku ninggalin kamu. Bukan tipe 'ku."

"Ya sudah sabar, ga usah berisik."

"Emang aku berisik?"

"Iya, ga sadar?" Saraswati manyun, enak saja aku di samakan motornya yang berisik itu.

"Jo..." belum juga diam.

"Hmm? di suruh pulang duluan ga mau. Di suruh diam susah,"

Saraswati ingin mencak-mencak atau menjitak kepala Paijo. Sayang Paijo dari tadi ga lepas itu helem.

"Eh...Paijo, aku cuma mau bilang. Itu tangki bensin udah di cek belum? barangkali kurang minum terus dia ngambek."

Paijo bangkit dari jongkoknya dan melongok isi tangki . Dan benar saja, tangki bensin kosong. Tinggal tetesan terakhir.

"Ahh... sial! ternyata bensinnya memang habis."

"Apa aku bilang? wanita memang tidak pernah salah. Laki-laki yang sering ngeyel."

"Maaf, terkadang memang kita lebih fokus ke hal yang besar dan melupakan hal-hal yang kecil." Mengakui dosa juga akhirnya.

"Terus ini bagaimana?"

"Tinggal sini aja. Biar karyawan 'ku yang urus nanti. Cepat pesan taksi kita pulang. Capek aku!"

"Siap bos!" Saat akan memesan taksi ponsel Saras ikutan ngambek. Mati, gara-gara lowbat.

"Yah.... mati Jo. Baterai habis." Ceroboh juga ternyata. "Pesan pakai aplikasi punya 'mu Jo!"

Paijo tersenyum samar, antara ingin jengkel dengan nasib dan menertawakan keapesan mereka. "Lupa juga belum ngisi kuota, he..."

"Awak... awak... "

Setelah berpikir lagi, mereka memutuskan menumpang saja. Paijo berdiri di tepi jalan, beberapa kali dia terlihat melambaikan tangan pada beberapa mobil yang lewat. Tapi tidak ada satu pun yang mau berhenti. Paijo mengumpat dalam hati.

Mereka hampir frustasi. Kemudian Saraswati yang suka menghalu sebelum pergi tidur dan saat eek itu, mendapat ilham yang tidak di sangka.

Berhubung di dalam tas ransel yang dia bawa masih ada kerudung yang kemarin dia pakai saat ikut membagikan nasi bungkus Jumat berkah di masjid, Saraswati meminta Paijo memakai kerudung itu dan memakai masker yang menutupi wajah aslinya.

Walaupun terpaksa, Paijo nurut daripada semakin malam dan mereka masih terlunta-lunta. Musti tanggung jawab juga bawa anak perawan.

Satu kali lambaian tangan Saraswati, sebuah truk muatan kerbau yang sudah lewat tiba-tiba berhenti, suara rem berdecit terdengar keras dan kemudian berjalan mundur. Saraswati melempar tatapan kemenangan pada Paijo.

"Segalanya memang mudah bagi wanita" komentar Paijowati. Karena sekarang sedang menyamar menjadi seorang perempuan.

Truk itu berhenti tepat di hadapan mereka. Sang sopir yang gendut dan hitam kileng-kileng memerintahkan pada sang kenek yang kurus agar pindah kebelakang bersama kerbau yang terlihat sebelas dua belas dengan sang supir.

"Kenapa aku yang harus pindah kebelakang?"

"Mana mungkin aku membiarkan dua wanita cantik ini kumpul kebo?"

Saras hampir tersenyum geli. Yang benar satu wanita satu pria. Paijowati naik dan duduk di sebelah supir, Saraswati menyusul berikutnya. Mereka duduk berhimpitan di kursi yang terasa sesak sempit di tambah aroma kerbau yang tidak sedap. Mual rasanya pengen muntah.

Sepanjang perjalanan mereka bertiga hanya diam dengan pikiran masing-masing. Sampai detik berikutnya, tangan sang supir laknat jatuh di paha kanan Paijowati. Paijo mencoba menepis halus tangan itu. Tapi, masih saja tangan itu tidak tahu malu. Tangan laknat itu terus saja mengelus dan semakin naik dan naik lagi.

Saras melirik dan menahan tawa. Rasakan itu Jo, kamu pikir mudah jadi wanita?

Paijo ternistakan, dia menahan geram dengan menutup mata. Tapi tidak, jiwa laki-lakinya meronta tidak terima di lecehkan.

Kletekkkk...!

Paijo memlintir jari-jari laknat itu hingga remuk. Sang supir berteriak kesakitan dan terpaksa menghentikan laju mobil.

"Bajingan!" Umpat Paijo tepat di wajah sang supir.

Saraswati buru-buru membuka pintu dan melompat turun, mereka berdua kembali lari terbirit-birit. Ha... supir dan kernetnya ternyata mengejar juga. Mati saja kalian berdua.

Paijo menggandeng tangan Saraswati sepanjang pelarian mereka. Dalam susah seperti itu, wajah keduanya malah berseri-seri.

Mengalami hal gila sepanjang hari ini, namun membahagiakan. Rasa itu hanya milik mereka berdua.

Beruntung mereka menemukan tempat persembunyian. Sebuah warung yang lusuh dan gelap. Paijo dan Saraswati menunduk dalam diam.

Dari sela mereka mengamati jika sang supir yang gemuknya sudah mirip dengan muatan yang mereka bawa itu, terlihat susah payah mengatur nafas.

"Sat! mereka sudah hilang!"

"Kita balik saja, setan!" Sang supir dan kernet memilih berlalu, meninggalkan tempat itu.

Mereka kembali menghela nafas lega, dalam gelap dan kelegaan hati. Paijo mencium pucuk kepala gadis yang tanpa dia sadari telah berada dalam rengkuhannya. Hati Saraswati jelas berdesir hebat. Dia bisa merasakan jika Paijo menyayanginya.

Setelah memastikan dua orang yang mengejar mereka sudah pergi, mereka berjalan santai beriringan. Tempat kos Saras sudah dekat, jadi mereka memutuskan untuk berjalan saja.

"Hah, rasanya capek sekali."

"Jo, apa kamu tidak ingin mengatakan sesuatu?"

"Seharian ini kamu sudah mengajakku berlari-lari. Nyawaku bahkan terancam." "Setidaknya berikan aku imbalan yang pantas"

"Hmm... kamu mau tahu tentang apa?"

Saras berhenti karena memang mereka sudah sampai di depan pintu pagar tempat kos miliknya. "Perasaan 'mu--- aku ingin tahu,"

Paijo menatap gadis yang jujur begitu dia cintai. Tapi untuk saat ini dia merasa belum pantas diri.

"Selesaikan dulu kuliah 'mu. Cepat wisuda, setelah itu aku beri tahu apa yang kamu mau." ucap Paijo lembut sambil membetulkan helaian rambut Saras yang sedikit berantakan setelah lari-lari malam tadi.

"Ahhhh... curang!" Saraswati kecewa, dia manyun dan ngeloyor masuk meninggalkan Paijo tanpa pamit apalagi ber- a i u e o.

Paijo tidak kaget juga, Saraswati memang begitu orangnya. Di gantung, siapa yang suka?

.

.

.

.

.

.

like, komen, bagi hadiah atau apapun itu, terimakasih sudah mengikuti kisah mereka 🥰🥰🥰🥰

1
zeus
Laah.. Kok sdh tamat
zeus
Emg riilnya gitu sich.. Susah klo watek(Bukannya g Bisa)
Kenyataanya di sekitar kita emg gitu, org klo sdh bebal y susah berubah...
zeus
Kok bagong ya sirik...
Punya camry nyinyir punya motor butut Dia ribut...
Syaitonirrojim emg..
zeus
Paijo anak kandung serasa anak tiri.. 😂😂😂😂
zeus
Paijo kaget g tuch kira2?
zeus
😂😂😂
Lambene kubro Jan Joss tenan
zeus
Msh g sadar2 juga si bagong
Emg klo mati hartanya ngaruh?
zeus
Lbh suka bagong g sadar2 spe akhir hayatnya..
zeus
😂😅
zeus
So tutik(untune metu sitik) ini emg bener2 yah jd orang
zeus
Ceritanya lumayan bagus tp spt yg sdh2 di NT itu kdg yg bagus sedikit pemirsanya yg ecek2 dan murahan mlh bnyk peminatnya,...
Aneh memang...
Jd g heran bnyk author berkelas yg mandek g nglanjutin karyanya
zeus
G usah peduli Kan tetangga kamar jo
Aduk terus
zeus
G usah nunggu restu bagong Kan Dia sendiri yg bilang ga ngakui anak
Minta ja restu Umi nya saras
zeus
Kita santet online so bagong
zeus
Etdah.. Udh di kasih mlh ngatai ireng tur Ora bagus..
zeus
PHK itu udh kyk kumpul an emak2 arisan saja..
zeus
Jos jo
Orang Tua model an bagong emang mesti di gitu in..
zeus
Orang Tua model bagong ini msh bnyk hidup di Jmn ini...
zeus
Bambang...
zeus
😂
Saras ini meski di gitu in tetep ja kocaknya keluar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!