Ansel dan Angela terpaksa menikah karena dijebak. Karir mereka sebagai artis papan atas dipertaruhkan karena skandal satu malam mereka.
Kedua artis itu bekerja sama untuk memperbaiki karir mereka yang sudah berada di ambang kehancuran dan mencari pelaku yang menjebak mereka hingga tersangkut skandal memalukan itu.
Apakah Ansel dan Angela berhasil menemukan orang yang menjebak mereka?
Apakah akan terbangun rasa cinta di antara mereka seiring berjalannya waktu?
Happy Reading 😏🥰🥰😁👍
Ig : @linnight28
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linanda anggen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
S1. Trauma di Masa Lalu
Ansel masih mengunyah kue didalam mulutnya, sedangkan Zion masih menangis. Angela pun sedang berusaha membujuk Zion agar tidak menangis lagi.
"Zion sayang ... jangan nangis lagi ya? Kak Ansel cuma becanda kok," ucap Angela tersenyum sambil mengelus kepala Zion.
Zion pun mengangguk tanda mengerti ucapan Angela. Dia pun meminta Angela untuk memeluknya. Namanya juga anak yang baru berumur lima tahun, pastinya akan sangat manja, apalagi Zion adalah seorang anak yatim piatu yang tidak tahu siapa orang tua kandungnya.
Acara ulang tahun Zion pun selesai. Anak-anak panti pun kembali bermain dihalaman seperti biasa. Anak-anak panti yang berusia lebih tua saat itu masih belum pulang sekolah sehingga yang terlihat hanyalah anak-anak yang berusia 10 tahun kebawah.
Ansel sedari tadi terlihat meringis seperti menahan sesuatu. Angela yang curiga pun bertanya kepada suaminya itu.
"Kamu kenapa yang? Kok meringis kayak gitu?" tanya Angela penasaran.
"Aku kebelet buang air kecil, he-he," jawab Ansel setengah berbisik.
Angela pun menepuk jidatnya. "Kenapa gak bilang dari tadi? Tuh toiletnya." Angela menunjuk sebuah toilet yang berada dipojok gedung panti asuhan.
Toilet itu memang terlihat sempit dan tak memiliki jendela, toilet itu berada menyendiri di bawah sebuah pohon besar yang tertanam di panti asuhan. Toilet itu memang khusus dibuat untuk para pengunjung panti asuhan.
"He-he, toiletnya kayaknya sempit dan gak ada jendelanya," ujar Ansel.
"Ada toilet di dalam kok kalo kamu gak mau buang air disana," ucap Angela.
"Tapi sempit dan ada jendelanya gak?" tanya Ansel penasaran dan masih meringis menahan rasa ingin buang air kecilnya.
Belum sempat Angela menjawab, Ezra yang berada diantara mereka pun menyahut dan makin tersenyum mengejek melihat Ansel yang takut ke toilet, padahal hari masih siang.
"Katanya pria sejati? Ke toilet siang-siang sendiri kok takut," sahut Ezra sambil mendengus geli.
Ansel yang mendengar hal itu dari Ezra pun langsung merasa kesal. Ansel pun pergi sendiri ke toilet itu karena tidak mau diejek oleh Ezra didepan istrinya. Padahal Ansel adalah orang yang sangat pemilih dalam menggunakan toilet, bukan karena dia sombong namun ada sesuatu hal yang lain.
.
.
.
***
Ansel berusaha menguatkan hatinya untuk berjalan menuju toilet itu, sesekali dia menoleh kearah Angela dan Ezra yang sedang mengobrol. Mungkin terdengar aneh kalau seorang Ansel Mahardika takut pergi ke toilet sendirian, apalagi jika toilet itu memiliki ruangan yang sempit.
Flashback 20 tahun yang lalu.
Ada seorang anak laki-laki kecil berumur lima tahun sedang berjalan kaki menyusuri sebuah jalan yang cukup sepi. Anak itu terlihat menenteng sebuah keresek yang berisi dua bungkus mie instan dan satu sachet susu kental manis. Sepertinya dia baru saja pulang dari warung yang berada tidak jauh dari rumahnya.
Anak itu terlihat sangat gembira dan sambil bernyanyi disepanjang jalan. Tak berapa lama, ada sebuah mobil jeep warna hitam yang mendekati anak kecil tersebut. Anak itu pun kaget dan menoleh karena mendengar suara deru mesin yang cukup kasar dari mobil itu.
Tiba-tiba ada dua orang pria berperawakan seram dan kekar turun dari mobil itu. Dua pria itu berjalan menghampiri anak itu. Anak itu terlihat sangat ketakutan saat menatap wajah kedua pria itu. Kedua pria itu saling menatap dan memberi kode satu sama lain. Salah satu pria memegang kedua tangan anak itu dari belakang dan pria satunya membekap mulut anak itu dengan sapu tangan yang sudah diberi obat bius.
Anak itu tidak sempat memberontak dan langsung pingsan ketika menghirup obat bius yang ada disapu tangan itu. Kedua pria itu mengangkat anak itu masuk kedalam mobil dan membawanya ke suatu tempat.
Di sebuah gedung tua tak berpenghuni, sudah ada sosok pria yang berumur sekitar 30an sedang menunggu kedatangan mobil Jeep yang membawa anak laki-laki kecil tadi. Beberapa saat kemudian, datanglah mobil Jeep yang sedari tadi dia tunggu. Salah satu pria kekar yang di mobil pun berlari menghampiri pria berumur 30an tahun itu.
"Bagaimana anak itu?" tanya pria 30an tahun itu.
"Aman Bos!" jawab pria kekar yang berambut gondrong berkulit sawo matang, salah satu penculik anak kecil tadi.
Dari dalam mobil muncul pria kekar satu lagi yang berperawakan lebih pendek dari pria satunya namun kulitnya sedikit lebih cerah. Dia keluar sambil menggendong anak laki-laki kecil yang masih pingsan itu.
"Anak ini mau kita apakan, Bos?" tanya pria yang sedang menggendong anak itu.
"Di dalam gedung ini ada sebuah toilet sempit tak berventilasi yang berada tepat di tengah gedung, kalian bawa saja anak itu kesana lalu ikat dan lakban mulutnya." Pria berumur 30an itu menjeda omongannya.
"Jangan lupa kunci pintunya dan biarkan dia sampai mati disana," sambung pria itu lagi.
Kedua pria itu pun menuruti perintah Bosnya itu.
Pria berumur 30an itu pun tersenyum jahat sambil berjalan menuju mobilnya.
"Kamu akan mati anak haram, tidak akan ada yang mendengarmu karena ini gedung terbengkalai." Pria itu berlalu dan menginjak gas mobilnya dengan kencang.
Sudah sekitar dua jam dan hari terlihat sudah mulai senja. Anak laki-laki kecil itu pun terbangun dari pingsan. Dia pun terkejut karena dia berada di sebuah toilet sempit dan terbengkalai. Dia berusaha melepaskan ikatan tangannya namun semuanya sia-sia saja. Anak itu terlihat sangat ketakutan dan mencoba menggedor pintu toilet yang sempit itu dengan sekuat tenaga. Sudah sekitar 3 jam anak itu berusaha namun yg tidak ada seorang pun yang mendengar. Akhirnya anak itu pun pasrah bersimpuh dilantai dan menangis dengan keadaan mulut masih tertutup lakban.
Keesokan harinya ada seorang anak perempuan berumur sekitar 10 tahunan bersama ayahnya datang ke gedung terbengkalai tempat anak laki-laki kecil itu disekap.
"Ayah! Kenapa kita datang kemari? Tempat ini terlihat sangat seram tapi aku senang karena aku suka berpetualang," tanya anak perempuan cantik berkucir kuda itu.
"Ini gedung milik kakek, Nak ... Ayah akan membangun ulang dan membuat sebuah klinik disini ," jawab pria yang disebut gadis kecil itu sebagai Ayah.
"Anak ayah memang pemberani," sambung pria itu sambil mengusap kepala putrinya itu.
Ayah dan anak itu mulai menyusuri gedung terbengkalai itu untuk melihat-lihat. Suara berisik langkah kaki dan celoteh gadis kecil itu membuat anak laki-laki yang terkurung di toilet pun menggedor pintu dengan sisa tenaganya.
Mereka berdua pun mendengar suara gedoran pintu itu dan langsung bergegas menuju sumber suara. Betapa kagetnya mereka ketika baru saja mendobrak pintu dan membukanya, sudah ada seorang anak laki-laki berusia lima tahunan yang terikat dan mulutnya terlakban. Terlihat seluruh tubuh anak itu bergetar ketakutan dan tak berdaya. Pria itu pun langsung menggendong anak itu dan berlari keluar gedung dengan diikuti oleh anak gadisnya yang berlari di belakangnya.
Anak laki-laki kecil itu adalah Ansel yang masih berusia lima tahun. Sejak kejadian itu, Ansel pun mengalami trauma psikis dan divonis mengidap claustrophobia, yaitu phobia terhadap ruangan sempit. Sehingga membuat dia sangat takut jika berada di ruangan sempit terutama toilet yang tak berjendela.
Flashback end.
.
.
.
***
Next Episode>>