NovelToon NovelToon
REUNI INDAHNYA MENDUA

REUNI INDAHNYA MENDUA

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Contest / Patahhati / Tamat
Popularitas:2.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ina As

Kalian tahu Reuni itu apa?

Kalian tentu sudah tahu.

Pertemuan kembali setelah berpisah cukup lama.

REUNI betul-betul mengubah hidupku.

Aku bertemu dengan jodohku saat REUNI.
REUNI mempertemukanku kembali, dengan siswa terpintar saat SMA dulu. Sampai benih-benih cinta tumbuh diantara kami. Dan kami pun sepakat mengikat janji suci dalam pernikahan.

Namun siapa sangka?
REUNI yang telah mempertemukan aku dengan jodoh.
Namun REUNI pula membuat rumah tanggaku nyaris berantakan.

Ketika seorang pria yang tidak pernah diperhitungkan di masa lalu. Tiba-tiba hadir dengan segudang pesonanya.

Rumah tanggaku pun dipertaruhkan.

****************

Author : INA AS

Facebook : INA AS

Instagram: INA AS

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ina As, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28. Reunion Part 2 / 3

Nadia tersentak saat Bimasena berjalan di sampingnya, tanpa berhenti berjalan pria itu berucap, "Saya tunggu di bawah 10 menit lagi."

Nadia melirik jam tangannya, kurang 10 menit lagi pukul 20.30. Ia pun semakin gelisah, terlebih melihat Bimasena sudah menghilang dibalik pintu lift.

Nadia mengamati satu persatu teman-temannya yang berada di rooftop. Apa ada yang memperhatikannya? Rasanya seperti seorang pencuri yang akan beraksi. Menunggu semua lengah barulah melancarkan aksinya.

Tristan masih serius bermain catur. Mithalia dan Reyna mencicipi dessert bersama teman perempuan yang lain. Beberapa teman prianya tampak menikmati wine.

Inilah saatnya kabur dari rooftop.

Keindahan pria itu tiada tara. Pesona Bimasena mengikatnya erat, membelenggu hingga Ia tidak berdaya. Mampu membuatnya melakukan hal-hal di luar nalar yang berujung pada dosa.

Dengan hati berdebar Ia berjalan menuju lift, sambil celingak-celinguk ke kanan dan kekiri. Siapa tahu saja ada yang memperhatikan Ia turun ke bawah. Atau ada yang menyadari bahwa Bimasena dan dirinya menghilang dalam waktu yang hampir bersamaan dari rooftop.

Mudah-mudahan tidak ada.

Bagai seorang pencuri, Ia adalah pencuri amatiran. Tidak bisa melancarkan aksinya dengan tenang. Sangat gelisah.

Ia masuk ke dalam lift, menempelkan access card dan menekan tombol 12. Lift pun membawanya turun ke bawah. Setiap melewati lantai jantungnya semakin menghentak. Dan begitu tiba di lantai 12 jantungnya sudah tidak terkendali.

Oh tidak, kenapa kaki jadi kram pula?

Ia melangkah keluar lift dengan otot paha yang saling tarik menarik. Sehingga langkah kakinya kehilangan keanggunan.

Ia tidak percaya reaksi tubuhnya yang sangat tidak mendukung. Tentu saja, menemui seorang pria di sebuah kamar adalah hal yang salah. Ia sangat tahu itu.

Tetapi mengapa Ia tidak kuasa menahan dirinya agar tidak melanggar?

Nadia tahu ini adalah sebuah kesalahan. Namun terlalu manis untuk dilewatkan.

Ia tahu ini adalah sebuah dosa. Dosa yang amat indah. Sayang bila tidak dicoba.

Biarlah sekali-kali Ia melawan arus, melanggar aturan. Menikmati keindahan yang tersaji. Meskipun Ia tahu bahwa Ia memuji duri, kelak akan menusuk dan membuatnya luka.

Tetapi Ia sungguh penasaran apa yang akan dilakukan Bimasena.

Apa yang akan dilakukan Bimasena?

Menyatakan perasaan?

Ah pria itu sudah beberapa kali mengutarakannya.

Memberinya hadiah?

Cincin untuk mengikat mungkin? Oh senangnya.

Ya, Ia sangat yakin Bimasena akan memberikan sebuah cincin untuknya, memasangkan di jari manisnya. Lalu mungkin Bimasena berkata, Aku menyayangimu Nadia. Indahnya.

Lalu apa yang harus Ia ucapkan untuk membalas Bimasena?

Aku menyayangimu juga Bimasena? atau

Jangan tinggalkan Aku Bimasena?

Oh... tidak mudah mengucapkan kalimat itu.

Tolong bantu Nadia kata apa yang tepat!

Kalimat apa yang harus Ia ucapkan pada Bimasena menjadi beban baginya.

Atau Ia diam saja sambil menunduk?

Lalu setelah itu bagaimana bila Bimasena menciumnya?

Belum juga Bimasena menciumnya wajahnya sudah merona. Kulitnya sudah meremang. Bagaimana bila Bimasena betul-betul melakukannya?

Apa Ia akan memberikan bibirnya pada Bimasena? Haruskah Ia membalas bila dicium?

Bagaimana bila Bimasena memeluknya?

Apa Ia akan memasrahkan tubuhnya untuk dipeluk Bimasena?

Siapa yang tidak ingin merasakan dipeluk Bimasena?

Meskipun hanya sekali dalam seumur hidup, hal itu akan menjadi kenangan terindah dalam hidup. Berada dalam dekapan dada bidang dan berotot itu ... tidak ada tempat yang lebih nyaman.

Lalu bila setelah Bimasena memeluknya, lantas pria itu menginginkan yang lebih dari itu bagaimana?

Oh Maaf, untuk yang satu itu, belum akan ia berikan kepada Bimasena. Belum waktunya. Ia tidak semurah itu.

Kecuali khilaf.

Atau terhanyut.

Maaf.

Dan sekarang Ia sudah berada di depan kamar 1210.

Nadia belum mengetuk pintunya. Ia memastikan wajahnya dulu di depan cermin.

Bekas cacar tersamar. Aman.

Bibir? Perlu ditambah lipstiknya.

Ia pun kembali menyapukan lipstik pada bibirnya. Karena Ia yakin, malam ini bibirnya menjadi milik Bimasena.

Tidak lupa ia menyemprotkan pewangi di lehernya.

Setelah merasa penampilannya sudah mantap, Ia pun memencet bel kamar. Tetapi kenapa tubuhnya kembali lemas dan jantungnya tidak terkendali?

Bagaimana Ia bisa tampil anggun di depan Bimasena.

Bagaimana Ia bisa mengimbangi keindahan Bimasena?

Pintu kamar 2010 terbuka.

Tapi ... wajah yang nongol adalah wajah seorang perempuan yang sangat cantik.

Apa ia tidak salah kamar?

"Mbak Nadia, silahkan masuk!"

Wanita itu mengenalnya?

Ia baru ingat, wanita cantik itu adalah Sekretaris Bimasena. Apa Bimasena tidak bisa lepas dari Sektetarisnya?

Begitu masuk ke kamar, Ia lebih terkejut lagi. Di dalam kamar ada Bimasena yang menyambutnya dengan senyum. Tetapi ada dua wanita lain lagi.

Ada apa ini?

"Dok, ini dia pasiennya yang bandel. Tidak pernah datang lagi untuk mengontrol cacar airnya karena sudah dianggap sembuh. Lebih memilih menutupi bekas cacar air dengan make up." Bimasena merangkul bahunya yang masih keheranan.

Ya, Ia baru ingat. Wanita yang duduk di sofa di depannya adalah dokter yang di klinik kemarin. Datang bersama seorang perawatnya.

Jadi?

Ia pun malu dalam hati. Terlalu jauh khayalannya saat Ia berjalan kemari. Ekspektasi tidak sesuai realita. Tidak akan ada hadiah, ciuman ataupun pelukan. Apalagi yang satu itu.

Meskipun demikian, Ia sangat terharu dan tersentuh atas perhatian Bimasena. Bimasena mendatangkan dokter kemari hanya untuk memeriksa cacar airnya yang sudah sembuh. Tidak ada yang memberinya perhatian lebih dari Bimasena. Perhatian ini terlalu mewah baginya.

"Sayang, Dokter Arnita sudah meninggalkan praktiknya demi kamu. Bilang terima kasih dong." Bimasena menatapnya dengan hangat. Tangan Bimasena masih melingkar di bahunya, mengelus-elus lengannya pula.

Perlakuan Bimasena sangat membuatnya tersanjung. Seolah-olah Ia adalah makhluk yang sangat penting. Padahal, apalah dirinya? Siapa lagi yang bisa memperlakukannya seperti itu?

"Terima kasih Dokter." Kenapa Ia merasa kikuk? Tidak bisa santai di depan dokter.

Tidak mungkin dokter itu akan meninggalkan praktiknya bila Bimasena tidak memberinya biaya kompensasi yang sangat besar. Ah Bimasena.

Saat dokter memeriksa bekas cacar airnya, Bimasena tetap berdiri di sampingnya. Sementara Ia duduk di kursi.

"Cacar airnya sudah sembuh. Tinggal menghilangkan bekas-bekasnya. Saya kasih krim retinol untuk menyamarkan flek cokelat dan eksfoliasi dengan scrub. Scrubnya dioleskan pada bekas luka cacar dengan gerakan melingkar untuk mengangkat sel kulit mati."

Dan saat dokter Arnita hendak pulang, Bimasena berseru kepada sekretarisnya,

"Aurel, tolong antar Dokter Arnita ke mobil."

Ternyata sekretarisnya bernama Aurel. Sebenarnya Nadia kurang senang, melihat wanita cantik itu sudah hampir setiap saat bersama Bimasena. Jangan-jangan Aurel melayani Bimasena dalam segala hal? Termasuk ....

Ah jangan ngawur Nadia. Dari tadi otakmu error melulu.

Setelah Aurel, dokter Arnita dan perawatnya meninggalkan kamar, tinggallah mereka berdua.

Ketegangan pun kembali dimulai. Karena mereka berduaan di dalam kamar.

"Kamu nginap di sini Bim?" tanya Nadia untuk mereduksi kegugupannya.

"Nggak. Aku lebih senang tidur di kamar sendiri bila di Jakarta."

"Sekretarismu?"

"Nggak juga,"

"Jadi kamu memesan kamar suite room ini hanya buat dokter memeriksa cacar airku?" tanya Nadia tidak percaya.

"Pasti kamu sudah berpikir yang lain kan? Berpikir macam-macam? Ayo ngaku Nadia!" Bimasena tergelak, menertawainya.

Memang benar Ia sudah berpikir macam-macam. Tetapi tidak mungkin Ia mengaku bukan?

Seketika wajahnya merona. Ia pun melayangkan clutches-nya ke dada Bimasena.

"Ih siapa yang berpikir macam-macam?" sungut Nadia. Namun Bimasena malah semakin terbahak-bahak menertawainya.

"Kamu bar-bar juga Nadia," seru Bimasena, belum berhenti tertawa.

"Kalau kamu terus ketawain aku, aku pulang!" ancam Nadia. Nadia berbalik. Namun belum sempat Ia melangkahkan kakinya, tangannya sudah dicegat Bimasena.

Nadia menghentikan langkah tanpa menoleh ke arah Bimasena, namun membiarkan tangannya digenggam Bimasena. Tidak mungkin Ia memperlihatkan wajah merahnya kepada Bimasena. Ia tetap membelakangi pria itu dengan tangan terulur ke belakang.

Bimasena sudah berhenti menertawainya.

Tangannya diremas-remas pria itu. Nadia memejamkan mata demi menikmati sensasi hangat dari tangan yang menjalar melalui aliran darahnya ke seluruh tubuhnya. Menjilati raga yang lama terabaikan. Sesuatu berbisik, cumbui aku.

"Terima kasih sudah datang Nadia," terdengar suara Bimasena di belakangnya.

"Aku yang terima kasih Bim. Atas semua kebaikanmu kepadaku. Aku tidak akan bisa melupakan semua kebaikanmu." Ia tetap saja membelakangi Bimasena. Terlalu malu untuk menatapnya.

Tangannya masih diremas Bimasena.

"Jadi kapan?"

"Kapan apa?" Nadia mengernyit, menoleh tanpa membalikkan tubuhnya.

"Kapan Aku bisa melakukan apa yang Kamu pikirkan tadi di kepalamu?" ucap Bimasena tersenyum nakal.

Rasa hangat yang menjalar di tubuhnya mendadak menjadi aliran panas. Membuat darahnya mendidih dan wajahnya terbakar, merah padam. Secara refleks Ia berbalik dan melayangkan tangannya berkali-kali pada dada kokoh itu. Bimasena hanya tergelak dan membiarkan dadanya menjadi sasaran Nadia.

"Ih Bima, aku nggak pernah memikirkan itu." rengek Nadia. Lalu dengan segera Ia melesat pergi meninggal Bimasena yang memanggil namanya.

"Nadia, tunggu!"

Memalukan. Sungguh sangat memalukan. Mengapa Bimasena bisa menebak apa yang Ia pikirkan. Mengapa juga otaknya bisa berfantasi begitu jauh. Dasar otak mesum.

Ia berlari menuju lift, karena tidak ingin Bimasena mencegatnya lagi. Ia sudah malu memperlihatkan wajahnya pada Bimasena.

Bagaimana caranya menghilang dalam sekejap di hotel ini?

1
Mrs.Kristinasena
sosok Nadya..itu jarang sekali .Kebanyakan skrg itu Cantik, cerdas.
Mrs.Kristinasena
ooo mayy gaatttt....Seandainya Bimasena didepanku..modelnya badung seperti ini...??
Mrs.Kristinasena
Aku iri pada Nadia.yg ga cerdas, ternyata jadi kelebihan dimata Bimasena.Aku jadi bangga jadi org bodoh..wkk sayang direalita ga ada Bimasena
Mrs.Kristinasena
yg Nadia pake CD polkadot kayaknya di kosan ini.Apa bab ini direvisi ya kak? kok ga ada adegan iya iya nya..😄😄
Mrs.Kristinasena
yg Nadia pake CD polkadot kayaknya di kosan ini.Apa bab ini direvisi ya kak? kok ga ada adegan iya iya nya..😄😄
Mrs.Kristinasena
bab berikutnya..aku ga berani baca..masa masa sport jantung..dan seterusnya..ga tega liat Nadia hancur..aq blom sekuat itu..kak..Ga berani lanjut aku...berat sekali...
Mrs.Kristinasena
Bima: Setelah kamu denganku, apakah masih melayani Tristan?
Nadia: Apakah kamu sering tidur dg banyak wanita sblm denganku, Bim.karena sbg seorang jejaka kamu sangat pro dlm sex?
itu diotakku, ternyata beda yg diotak kak Ina..🤣🤣
Mrs.Kristinasena
kalo Adinda, Adit adalah suami yg baik.mereka saling mencintai.cinta pertama pula.Adit dan Tristan kaya putih dan hitam
tentulah kalo jadi iatri Tristan, akan pilih selingkuh dg Bima.Kalau istri Adit akan pilih setia,krn suami sdh baik, sayang, kaya lagi..hehe
Mrs.Kristinasena
kalau penggodanya spek dewa seperti Bimasena, semua wanita yg punya suami setiapun bakal rela tergoda dan menyerahkan diri dg ikhlas😍😍
Mrs.Kristinasena
sesempurna dirimu, Bim.Bisa mendapatkan gadis yg model apapun.Tapi pesona Nadya, cinta monyetmu dulu dan skrg istri sahabatmu ternyata lebih menantang.😄
Mrs.Kristinasena
type suami seperti Tristan yg pelit, perhitungan bertebaran dimana mana.yg model Bimasena, aahhh hanya disini aku menemukannya
Mrs.Kristinasena
Aku tahu Nadya dan Bima salah.Tapi semua ada sebab akibat.Jadi biarkan takdir Tuhan bekerja..
Mrs.Kristinasena
Adegan ciuman di belakang pintu, kirain bab ini..ternyata belum yaaa..astaga ternyata aq lebih murahan dr Nadia🤣🤣🤣
Mrs.Kristinasena
hmmm...ga cuma kamu, Nad ..aku pun masih terbayang bayanv dg abang Bimasena..ga mgk terlupa gimana ugal ugalannya dia mengejarmu..Beruntung kamu.,Nad dicintai abang Bima..Pliisss aku baperrr bgt...
Mrs.Kristinasena
jadi seorang penulis itu ternyata harus cerdas yaa..pintar, wawasan luas.Ini karya org dg kriteria diatas..berkali kali baca, berkali kali pula tulis komentar
.hehehe
Mrs.Kristinasena
16 Desember 2025 aku kembali kesini, krn jenuh dg bacaan yg lain.Akhirnya Bima Nadia membawaku kembali.Aku rindu kisah Bimasena Nadia..keromantisannya dan sensasi deg deg an nya..aaahh🤭🤭🤣🤣
JUw!T@ H∆t!
di bln november 2025...q baca kembali karya kakak....dah g keitung bacanya...bolak balik baca untuk kesekian kalinya tanpa pernah bosen...tetep berkarya kak..karyamu terbaik...sehat selalu☺️
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya.🙏

Hai Kak, Baca juga di novel ku yang berjudul "TABIR SEORANG ISTRI"_on going, atau "PARTING SMILE"_The End, Biar lebih mudah boleh langsung klik profil ku ya, Terimakasih 🙏
total 1 replies
Teh yan"
bimmmm aku fans mu...apakabar sekarang kalian .. glor gelardor bimasena ...Nadia kamu istri yang beruntung..di perjuangankan ..di ratukan ..bikin mhitalia iri tingkat dewa .. Peyuk " jauh buat keluarga bima sena
Siti Nina
Gimana gak meleleh tuh si Nadia sama si Bima orang romantis nya ga ketulungan kita aja yg baca senyum" sendiri 😄
𝓹𝓮𝓷𝓪𝓹𝓲𝓪𝓷𝓸𝓱: Halo kak baca juga d novel ku 𝙖𝙙𝙯𝙖𝙙𝙞𝙣𝙖 𝙞𝙨𝙩𝙧𝙞 𝙨𝙖𝙣𝙜 𝙜𝙪𝙨 𝙧𝙖𝙝𝙖𝙨𝙞𝙖 atau klik akun profilku ya. trmksh🙏
total 1 replies
Teh yan"
di dunia nyata perempuan cantik kebanyakan morot laki kaya raya ..lah ini di kasih kemewahan malah gak mau ..Nadia kamu emang perempuan teraneh..dan bikin bima bertekuk lutut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!