NovelToon NovelToon
Cinta Di Tapal Batas

Cinta Di Tapal Batas

Status: sedang berlangsung
Genre:Idola sekolah / Romansa pedesaan / Diam-Diam Cinta / Cintamanis
Popularitas:14k
Nilai: 5
Nama Author: Buna Seta

Dini Kirana yang masih kelas dua SMA dijual oleh ayah tirinya kepada pria kaya yang sudah banyak istri untuk melunasi hutang. Dini memilih kabur dari rumah dan akhirnya kesasar ke salah satu Desa. Di tempat itu, Dini bertemu Aksa yang sudah berusia 28 tahun.

"Mas, boleh ya saya tidur di rumah kamu? Tolong Mas, saya butuh tempat tinggal."

"Kamu bukan siapa-siapa saya Dini, saya tidak mau digerebek warga Desa."

Bagaimana kisah selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Buna Seta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

Di salah satu rumah warga desa, seorang wanita baru selesai mandi sore. Dia gosok rambutnya yang basah dengan handuk hingga setengah kering kemudian menyisir di depan kaca. Namun, separuh rambut belum selesai tangannya lantas berhenti menatap wajahnya di pantulan cermin. Dia merasa percuma. "Untuk apa mempercantik diri karena pria yang aku cintai selama lima tahun justru jatuh cinta kepada bocah ingusan" Gerutunya dengan wajah kesal.

Wanita itu adalah Lusi yang menempati rumah warga. Pemilik rumah tersebut merantau ke Jakarta hanya setahun sekali pulang. Lusi sendiri berasal dari kota tapi ditugaskan mengajar di tempat itu. Sejak usia 22 tahun ia mulai beradaptasi dengan anak-anak desa dan dipertemukan dengan Aksa. Pria yang tidak bisa membuatnya berpaling ke pria lain, karena Aksa selalu perhatian mengantar ke manapun yang ia pinta. Rupanya selama ini Lusi salah mengartikan, ia pikir Aksa mempunyai perhatian khusus kepadanya tapi jelas-jelas cintanya bertepuk sebelah tangan.

Dia tinggalkan sisir di meja depan kaca lalu ke ruang tamu dengan penampilan yang masih berantakan. Lusi duduk di kursi mengistirahatkan tubuhnya, untuk menghibur diri menonton video di handphone.

"Permisi..." Suara tamu wanita dari luar.

Lusi meninggalkan handphone di atas meja lalu menyuruh tamunya masuk. Namun, tamu wanita itu justru terpaku menatap penampilan Lusi yang menurutnya kacau.

"Kenapa kamu menatap saya seperti itu?" Lusi kesal diperhatikan.

"Ti-tidak Bu..." jawabnya lalu membuntuti Lusi yang sudah berjalan lebih dulu.

"Bagaimana, kamu bertemu mereka?" Tanyanya sudah tidak sabar setelah menyuruh tamunya duduk.

"Ini hasil penyelidikan saya sore ini, Bu" kata seorang wanita tengah menunjukkan hasil kamera handphone canggih milik Lusi.

Bu Lusi menerima handphone yang ia pinjamkan kepada wanita itu untuk memfasilitasi tugasnya memata-matai Aksa dan Dini.

Lusi menurunkan Alis, matanya melotot tajam memandangi video Aksa yang membopong Dini dan beberapa video lainnya ketika tengah kejar-kejaran. Bibirnya tertutup rapat tapi gigi beradu.

Wanita di hadapannya yang menunggu perintah selanjutnya pun ngeri menatap wajah Lusi.

"Sekarang kemana mereka?" Tanyanya dengan nada pelan, jaga image di depan si wanita walaupun sebenarnya marahnya sampai ubun-ubun.

"Pak Aksa mengantar Dini pulang Bu..." jawab wanita itu dengan bibir bergetar.

"Ikuti mereka" titahnya. Ia kembalikan handphone kepada si wanita.

"Baik Bu, permisi."

Setelah wanita suruhannya meninggalkan rumah, Lusi berdiri hendak menutup pintu. "Haduh..." keluh Lusi meringis merasakan pinggangnya yang sakit luar biasa. Setelah menutup pintu ia berjalan ke kamar sambil memegangi pinggang. Setahun terakhir ini ia merasakan sakit seperti itu dan akhir-akhir ini semakin sering terasa.

Lusi ambil minyak urut yang biasa dia gunakan untuk membalur pinggangnya ketika sedang kambuh. "Mungkin benar kata Ibu, aku harus periksa ke dokter" gumam Lusi ingat pesan ibunya di kota ketika pernah cerita tentang sakit yang ia rasakan. Setelah pinggangnya tersasa hangat, Lusi merebahkan tubuhnya di kasur.

**************

"Yang mana rumah mbah kamu?" Tanya Aksa ketika motornya sudah sampai gang yang Dini tunjukkan. Aksa memang belum pernah ke rumah mbah Ambar. Walau pernah bertemu bukan di rumahnya, tapi saat Aksa mengisi acara sambutan pengajian di balai desa.

"Sedikit lagi Pak, itu... sudah kelihatan" Dini yang masih membonceng motor Aksa menunjuk rumah limasan.

Aksa melambatkan motor dan akhirnya parkir di pinggir mobil milik Ratna. Aksa mengikuti Dini yang hendak masuk ke rumah. Dia tidak mau sembunyi-sembunyi atas hubungannya dengan Dini kecuali di sekolah harus jaga sikap.

Tiba di dalam, Ratna sendiri yang menyambut. Dia menatap pria dewasa yang sudah ia yakini anak Burhan.

"Kenalkan Bu... Pak Aksa guru aku..." Dini tersenyum melirik Aksa

Ratna diam menatap putrinya yang sedang berbinar-binar ketika melirik Aksa. Sebagai wanita yang pernah muda, ia tentu paham apa yang dirasakan Dini.

"Saya Aksa Bu..." Aksa mengulurkan tangan, membuat wajah Ratna beralih dari Dini.

Ratna menjabat tangan Aksa lalu menyuruhnya duduk. Sementara Dini meninggalkan ruang tamu hendak ke dapur membuat minuman.

Hanya tinggal Aksa dan Ratna, masing-masing masih diam. Aksa merasa tidak nyaman karena Ratna tampak tidak menyukai dirinya. Aksa paham, sikap Ratna seperti itu lantaran perbuatan ayahnya yang tidak bisa dimaafkan.

"Aksa, saya dengar kamu menyukai putri saya?" Tanya Ratna tidak menggunakan kata basa basi.

"Benar, Bu. Izinkan saya mejaga Dini" Aksa menjawab sopan.

"Hahaha... menjaga kata kamu?" Ratna tertawa lantang, memandangi Aksa yang tampak kaget.

"Jangan alasan. Anda itu guru yang seharusnya menjadi panutan, tidak sepantasnya menyukai murid seperti itu. Seharusnya kamu tahu Aksa, Dini masih terlalu muda untuk kamu jadikan pacar. Masa depan Dini masih panjang, saya tidak akan membiarkan Dini pacaran sebelum lulus kuliah!" Ratna seketika memberondong Aksa dengan kata-kata menyudutkan.

"Lebih tepatnya kami saling mencintai Bu" Aksa ingin Ratna tahu bahwa Dini pun menerima cintanya.

"Apapun alasannya, Dini tidak boleh pacaran! Ngerti kamu!" Ratna berdiri melipat tangan di depan dada. "Kamu ini sudah dewasa Aksa, silakan cari pacar yang seusia, jangan anak kemarin sore kamu incar" lanjut Ratna rupanya hatinya sudah tidak bisa diajak bicara.

Mereka tidak tahu jika di belakang tembok, Dini sudah selesai membuat minuman. Ia menghentikan langkahnya menguping pembicaraan Ratna dan Aksa. Dini tidak menyangka jika sang ibu bisa segalak itu, padahal biasanya selalu bicara lemah lembut kepada siapapun.

Sementara Aksa diam membatu, bukan tidak bisa membalikkan kata-kata sinis Ratna, tapi harus hati-hati agar tidak salah ucap yang justru menyakiti hati bu Ratna.

"Sekarang saya ingatkan, putuskan hubungan kamu dengan Dini, dan masalah kita akan selesai, jika kamu lanjutkan berarti menantang saya," Rana tidak bisa menahan marah.

"Maafkan saya bu, saya tidak bisa" tegas Aksa, walaupun yang dikatakan Ratna benar agar jangan menjalin hubungan dengan murid, tapi ia tahu batasannya. Yang penting tidak melakukan kontak fisik dan verbal yang pada akhirnya akan menjatuhkan citra buruknya sebagai seorang pengajar.

"Mana ada jaman sekarang pacaran seperti itu? Saya tidak yakin kalian bisa menjaga diri," Ratna tersenyum miring, masih saja tidak percaya. Dia pikir ayah Aksa saja penjahat kelamin pasti akan menurun ke anaknya.

Aksa akhirnya tidak membantah lagi, percuma saja ia bicara. Yang bisa Aksa lakukan sekarang hanya sabar, seiring berjalannya waktu akan membuktikan bahwa yang Ratna khawatirkan tidak benar.

"Kenapa kamu diam Aksa? Jika kamu memang guru yang baik, jauhi Dini. Perlakukan Dia seperti siswa yang lain, bukan lantas kamu cintai seperti itu!" Ratna masih juga mengulangi kata-katanya.

"Jika Ibu tidak bisa percaya dengan Pak Aksa, sama saja tidak percaya dengan aku, anak Ibu sendiri," Dini tiba-tiba muncul sembari membawa nampan.

...~Bersambung~...

1
Darti abdullah
luar biasa
Eka ELissa
knpa tu Lusi..... entahlah hy emk yg tau.....
Buna Seta: Jangan jangan bunting
total 1 replies
Attaya Zahro
typo kak..yang memberi Burhan bukan Ringgo
Attaya Zahro: Iya kak 😍😍
total 2 replies
Ita rahmawati
ada apa nih dg bu lusi
Ita rahmawati
polisi dateng,,apakah 22 nya ditangkep 🤔
Eka ELissa
nah lohh.... Burhan Ringgo msuk bui.,. tu bersiap udh di jmput mo di bawa ke hotel 🏨🏨🏨 prodeo 😄😄😄😄🤭
Buna Seta: Kapok dia 😁
total 1 replies
neng ade
aku hadir disini thor .. 🙏😍
Buna Seta: Lanjut ya
total 1 replies
Ita rahmawati
aksa kah yg dateng atau orang lain
vj'z tri
🫣🫣🫣🫣 semoga selamat 🫣🫣
Eka ELissa
Lusi pa Ringgo.....yg culik....dini... entahlah hy emak yg tau...
Eka ELissa
aduh....Bu ..dini....di culik tau ...smoga GK knpa2....yaaa......🤦🤦🤦
Bu Kus
lanjut
Fitriah Fitri
pleazee thor ... 2 bab tudey. nti sore up lg kan dr kmrn 1 bab trs up nya
Buna Seta: Lagi galau say, retensi buruk 😭
total 1 replies
vj'z tri
sabar Mak sabar tanya pelan pelan jangan langsung gas 🤭🤭🤭🤭
Ita rahmawati
siapa ya yg nyulik,,lusikah atau ringgo kah atau ada lg orang baru 🤔
Eka ELissa
dini....pak....msih inget kan kmu...😡😡😡
Ita rahmawati
hadeuh siapa nih yg bekap dini
Attaya Zahro
Jangan² nih kerjaan si Bu Lusi,.dan malah membuat Aksa jadi salah paham ma Burhan..
Attaya Zahro
Waduh..Dini di culik..tolong Dini Bang Aksa
Bu Kus
lebih baik jujur aja dini kan Aska gak tahu dengan kamu jujur pasti akan bertindak jangan main curiga nanti kamu nyesel lho
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!