NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Gadis Bermata Biru

Terjerat Cinta Gadis Bermata Biru

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: Cahaya-senja

Cinta itu ada masa kedaluwarsanya, tapi hanya Tuhan yang tahu kapan cinta itu datang dan pergi.
Satya dibuat kesal karena kalah tender pembangunan mega proyek kilang minyak baru dan surat penalti yang dilayangkan perusahaan owner akibat kecerobohan karyawan baru yang salah dalam membuat project schedule. Alih-alih menerima konsekwensi pemecatan, Aritha malah memaksa Satya tetap mempekerjakan dirinya agar dapat bertanggung jawab atas kecerobohannya.
Tantangan diterima, namun bertemu pandang dengan mata biru elektrik perempuan itu membuat hatinya bergetar.
Bagaimana kisah selanjutnya? Apakah Aritha berhasil menyelesaikan kasusnya atau kecerobohannya semakin membuat bosnya emosional dan bangkrut?

Session 2 :
Tentang bagaimana Ritha berjuang mempertahankan pernikahannya dengan seorang petarung bisnis yang kehidupannya sangat berbeda dengan kehidupan impiannya yang sederhana.
Sanggupkah ia bertahan dengan cintanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cahaya-senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dia Introvert

Meskipun Ardi tidak ada kelas malam itu, namun lelaki itu meminta supir mengarahkan kendaraannya ke kampus yang letaknya lebih jauh dari kantor. Dia tak mau Ritha terlambat masuk kelas.

"Tahu nggak bang. Tadi itu aku sempat khawatir nggak bisa menjalankan misi karena Raina sibuk dikerumuni peserta pertemuan saat coffe break terakhir. Kupikir tadinya dia bakal nunda shalat ashar sampai selesai pertemuan. Ternyata tidak. Tara, aku berhasil dapat kartu nama dan hadiah pin hijab dari Raina. Dia juga bersedia jadi temanku." cerita Ritha antusias. Ia menunjukan kartu nama dan pin hijab di telapak tangannya dengan sangat bangga.

"Biasa aja. Kalian kan cewek cuma berdua, sama-sama muslimah dan lagi nggak halangan. Sudah pasti bisa ketemu di mushola. Apa susahnya?"

"Dia itu sibuk banget tahu." kilah Ritha tak mau diremehkan.

"Memang kalau orang banyak duit mah selalu begitu, terlihat sibuk dikerumuni banyak orang. Ibarat gula dimana-mana dikerubutin semut," jawab Ardi acuh.

Kecewa. Padahal Ritha berharap mereka tertawa bersama atas keberhasilannya. "Aku dapat hadiah pin mahal lo, kayak dari emas putih. Permatanya juga bagus banget." tambah Ritha masih menunjukan rasa bangga atas keberhasilan kecilnya. Ia mengelus-elus pin kecil berbentuk 2 hati yang terpaut dengan permata kecil di antara bagian hati yang bersinggungan.

Ardi menatapnya dengan tatapan iri. "Dikasih sertipikatnya nggak?"

Ritha menggeleng seraya tersenyum mengejek.

"Tiap barang mahal itu ada sertipikatnya, Cumi. Mana tahu yang dikasih ke kamu itu pin hijab pembantunya atau boleh nemu di jalan atau di tempat sampah."

Ritha mendorong tubuh Ardi dengan jengkel. "Mulut abang tuh kudu disekolahin. Dengki itu namanya kalau nggak seneng banget lihat teman bahagia. Lagian mana mungkin orang sekelas Raina ngorek-ngorek tempat sampah kayak pemulung? Emangnya abang."

"Kamu beneran bahagia cuma dapat pin kecil begitu?"

Ritha mengangguk.

"Kalau cuma kepingin pin hijab dari emas putih, abang juga bisa kasih asal neng Ritha mau nikah sama abang." goda Ardi sambil tersenyum tengil seperti biasanya.

Ritha menjatuhkan tubuhnya bersandar ke kursi. Ia juga menjauhkan tubuhnya dari Ardi sampai mepet ke pintu mobil. "Abang mah selalu bikin ilfil." gerutunya. Masih dengan mode kesal yang sudah naik sampai ke ubun-ubun.

Melihat supir pribadi Satya yang tersenyum, Ritha langsung membuat klarifikasi, "Pak Pri, kenapa senyum-senyum? Jangan salah sangka dan lapor yang enggak-enggak sama pak Satya ya. Kita nggak ada hubungan apa-apa. Bang Ardi bercanda." kata Ritha galak. Pri langsung menghentikan gerakan bibirnya dan berkonsentrasi memegang kendali stir serta melihat jalanan yang macet.

"Diseriusin juga nggak apa-apa kan, pak Pri? Saya dan dia kan sama-sama single,"

"Kalau omongannya begitu melulu, aku nggak mau bareng bang Ardi lagi," ancam Ritha.

"Terserah."

Ih, kok jawabannya gitu? Kenapa jadi urusannya jadi ruwet begini? Bagaimana nasib misi mereka kalau begini urusannya?

Masabodo. Ritha memilih diam memandang deretan bangunan dan pohon-pohon yang dilalui sepanjang jalan. Hari ini Ardi sudah 2 kali bikin jengkel hatinya.

"Pak Pri, apa bos Satya tadi nggak bilang mau ke mana?"

"Enggak, bang. Biasanya kalau bos Satya mau nyetir sendiri itu artinya ada urusan pribadi, jadi saya tidak perlu nanya. Kalau penasaran, bang Ardi tanya aja sama Teguh. Biasanya sih Teguh dan timnya masih ngikutin dari jarak jauh."

Ardi mengambil gawainya dan mulai menelpon orang yang dimaksud Pri.

"Halo, pak Teguh. Anda masih bersama bos Satya?"

"Iya, pak."

"Dimana?"

"Di sekitar wilayah Bogor."

"Kondisi aman?"

"Sejauh ini aman, pak."

"Jangan lupa kabari saya perkembangannya ya."

"Baik, pak."

Ardi menutup teleponnya. Namun wajahnya belum tampak ceria seperti biasanya. Ada sesuatu yang membuatnya resah.

"Mungkin bos Satya mau datang ke pestanya orang-orang uni emirat itu di Puncak seperti dugaan abang. Tadi aku sempat ditawari Raina untuk ikut ke pesta itu tapi aku tolak karena malam ini ada kelas di kampus," kata Ritha mencoba menyampaikan informasi yang mungkin bisa mencairkan keresahan Ardi.

"Ada hal lain, bukan hanya itu yang membuat saya khawatir."

"Apa?"

Ardi menatap Ritha dengan tajam. Serius. Padahal selama ini dia selalu cuek seolah hidupnya tak pernah ada masalah. Kali ini wajahnya tampak serius.

"Kamu bisa aku percaya?"

"Kita berteman baik selama ini, bang. Dipikir aku bakal tega mengkhianati abang yang sudah baik menemani saat aku rapuh dan ngasih motivasi sampai aku bisa percaya diri seperti sekarang?"

"Bos Satya dalam bahaya, Rith. Banyak orang yang berniat mencelakakan dia dan kayaknya dia mau menghadapinya sendirian."

"Bukannya dia punya tim keamanan sendiri? Siapa tadi namanya? Pak Teguh ya?"

"Pak Teguh itu hanya mengamankan dari segi fisik saja bekerjasama dengan kepolisian."

"Pak Satya kelihatan fine-fine aja. Temannya juga banyak."

"Banyak teman tidak menjamin kita aman, Rith. Dunia bisnis itu banyak sandiwaranya. Sekarang itu bos Satya dalam fase paranoid yang nggak bisa percaya orang lain. Hidupnya sebenarnya dihantui ketakutan, apalagi semenjak putus hubungan dengan Dave dan rentetan peristiwa yang membuat GNC jadi banyak utang dan keuangan kacau."

"Kamu tahu banyak tentang bos Satya ya?"

"Ayahku sampai akhir hayatnya bekerja pada keluarganya. Aku direkrut tanpa tes bekerja paruh waktu sambil kuliah di Goldligth corporation sejak ayahku meninggal 6 tahun yang lalu. Sebenarnya aku sudah dapat beasiswa kuliah S-3 di Australia tahun lalu, tapi ibuku meminta aku tetap di sini dan bekerja untuk Satya. Sebenarnya sejak ditempatkan bekerja fulltime di GNC aku merasa nggak berguna karena ada Dave yang jadi sahabat, calon ipar sekaligus orang kepercayaan Satya di kantor. Aku bertahan di GNC semata- mata karena permohonan ibu untuk berbakti pada keluarga Wirajaya dan menjaga Satya. Sekarang apa yang ditakutkan ibuku mulai terkuak, Rith." tiba-tiba Ardi menunduk menyembunyikan wajah yang berubah sendu.

Ritha mengelus punggung sahabatnya sepenuh hati. Ia makin penasaran dengan keluhan Ardi. Kali ini Ardi mengaku sendiri kalau ia memang orang dekat keluarga bos besarnya, persis seperti dugaan Ritha selama ini. Dilihatnya jalanan masih macet. Ritha tak tahu apakah ia bisa sampai di kampus sebelum kelas dimulai atau tidak.

"Ibu dan bos Satya pasti orang yang spesial di hati abang ya?" Ritha memberi konklusi dengan sebuah pertanyaan retoris. Tentu saja Ritha yakin konklusinya benar. Orang spesial pasti ada dalam ingatan spontan yang memicu Ardi segera memberitahu kabar bahagia kalau ia lolos seleksi masuk pasca sarjana dengan nilai tertinggi. Orang spesial itu adalah ibunya dan Satya.

Ardi mengangguk. "Tapi bos Satya belum percaya sama aku, Rith," ujarnya lirih.

"Masak sih? Setahu aku di kantor sekarang abang yang secara personal kelihatan paling dekat dengan bos Satya. Beda hubungan bos Satya dengan abang dan pak Rusdhi. Kalau dengan pak Rusdhi bos Satya percaya semua urusan operasional kantor karena profesionalitas. Tapi urusan pribadi, aku yakin abang pasti lebih tahu karena abang lebih dekat dengan keluarganya,"

"Kamu salah, Rith. Urusan pribadi bos Satya itu tidak ada seorangpun yang tahu. Bos Satya itu kelihatannya memang supel, ramah, bisa public speaking dengan persuasif dan banyak teman. Tapi sebenarnya dia itu introvert."

Ritha mengernyitkan dahi. Masak sih?

"Aku tahu sekarang bos Satya pasti sedang menemui seseorang yang mungkin saja pesaing atau musuhnya. Dia sama sekali tidak memberi tahu atau mengajakku."

"Mungkin bos Satya tidak mau abang gabung di pesta wan Hasan Al Guraib karena takut abang bertingkah aneh atau malu-maluin," ledek Ritha. Ia sengaja menahan tawa dengan menutup mulutnya.

"Enak aja. Aku nggak segitunya kali. Aku juga bisa jaga imej dan penampilan. Aku lebih kenal bos Satya dari siapapun di kantor GNC. Aku sayang ibuku. Aku bakal jaga bos Satya seperti ibu telah menjagaku sejak dari dalam kandungan. Kamu tahu, di pesta itu ada pesaing beratnya yang bakal melakukan segala cara untuk mendapatkan proyek ini."

"Kayaknya aku bisa nebak siapa orangnya."

Ardi menatapnya.

"Pasti pak Reynold, pak Wiryawan dan pak Franz," lanjut Ritha. "Soalnya ketiga orang itu selalu menyanggah pembicaraan bos Satya dan raut wajahnya muram tiap kali memandang bos Satya. Entah karena iri, dengki, dendam atau apa."

Ardi diam.

"Tapi itu biasa kan dalam bisnis? Resiko hidup sebagai pengusaha."

1
Aprila santi
asik
Aprila santi
suka ..author
Ali Tell
gk bahaya ta???
Titien Muliasari
Luar biasa
Rhyna e Krebo
aku pernah di posisi Satya,di musuhi bahkan di fitnah gara" warisan.bahkan hakku di minta paksa.karena orang luar yg benci padaku dan ikut campur urusan keluarga kami.tapi aku mencoba ikhlas dan legowo dan tak menaruh dendam.
Rhyna e Krebo
😂😂😂😂ngakak sama tingkah Satya
Rhyna e Krebo
padahal aku lama jadi reader di NT,tapi kenapa baru sekarang Nemu novel ini.dan pas moment skrg anak gadisku sekolah di jurusan dpib.bismillah semoga anakku masa depannya kayak aritha😂😂😂ngayal dikit boleh lah ya🤭🤭🤭
Kurnianingsih Sa'ud
ceritanya apik, temanya gak melulu soal percintaan...pembaca malah seperti di giring u memgetàhui seluk beluk bisnis,naik turunnya kemajuan perusahaan...pokoknya mantab lah...👍👍👍
Katherina Ajawaila
Bas mmg ngk jelas dr dulu bikn apes aja, mskin aja Sat k hotel Rodeo biar belajar utk menghargai Saudara. sifat serakah ngk pernah hilang dr otaknya. ngk tau sayang nya saudara bagaimana kalau lg susah hanya Satya yg perduli🙃🙃🙃
Katherina Ajawaila
belah duren aman terkendali tinggal ngebuahin ja, semoga cepat ada Satya yunior. tks Thour
Katherina Ajawaila
bagus bahasa nya, jadi dibacanya senyum2 sendiri. 🥰🥰🥰
Katherina Ajawaila
udh thour Satya biar sekalian ngelamar
Katherina Ajawaila
lucu juga Satya, bisa ngebanyol
Katherina Ajawaila
thour semoga Satya langsung ngelamar Ritha y
Katherina Ajawaila
Satya lucu juga untung badan gede, tapi hati hello kitty, 😁😁😁
Katherina Ajawaila
bagus banget thour,
Katherina Ajawaila
keren Thour, biar Satya ngk kaki🤭🤭🤭
Katherina Ajawaila
maka nya thour biar Satya nembak Ritha aja skng
Katherina Ajawaila
thour ceritanya keren tau, 😁🥰🥰🥰🥰
Katherina Ajawaila
thour ceritanya keren tau, 😁🥰🥰🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!