NovelToon NovelToon
Pindah Ke Zaman Kuno

Pindah Ke Zaman Kuno

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Time Travel / Mengubah Takdir
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mooi Xyujin

Wang Ryu, seorang pria modern, tiba-tiba menemukan dirinya terlempar ke masa lampau, lengkap dengan status setengah dewa yang misterius.

Di dunia yang asing ini, di mana kelangsungan hidup adalah prioritas utama, Wang Ryu memutuskan untuk menggunakan pengetahuannya dari masa depan untuk membangun sebuah bisnis.

Dengan kecerdikan dan sedikit sentuhan magisnya sebagai setengah dewa, dia berusaha keras untuk tidak hanya bertahan hidup, tetapi juga menciptakan jejaknya sendiri di zaman kuno.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mooi Xyujin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ulang tahun Jenderal

Wang Ryu datang dengan membawa 3 kotak kue buatannya,saat akan masuk ,Dia agak membeku pasalnya matanya terasa agak panas.

Gemercik._tuan kamu baik-baik saja?_

"_Zao bagaimana roh-roh ini muncul?_"

Tanyanya dengan bulu-bulu lehernya yg berdiri. Wang Ryu tak takut Hantu dia hangat terkejut melihat begitu banyak.

Zao._mereka roh leluhur dan kerabat keluarga Zhang_

"Tua muda ada apa?"tanya paman Feng dibelakang nya.

Wang Ryu menggelengkan kepalanya."...tidak aku hanya mengingat-ingat apa ada barang yg terlupakan...tidak apa-apa ayo masuk..."

Wang Ryu menghibur dirinya sendiri lalu masuk ke dalam halaman depan Jenderal Tua,dan langsung disambut Zhang Peng yg memang bertugas menyambut tamu dipintu masuk rumah nya.

"Tuan muda....!" Dia segera menghampirinya, lalu diikuti oleh Zhang Ling dibelakangnya." Tuan muda...."

"Jangan terlalu sopan paman...." ucap Wang Ryu menyapa Kedua nya dengan ringan.

"Baiklah...Tuan silahkan masuk saya akan mengantar anda mencari ayah ..."ucap Zhang Ling mengajaknya untuk masuk ke dalam mencari Ayahnya.

"....Saya akan menyusul nanti...." sedangkan Zhang Peng masih harus didepan untuk menyambut tamu.

Wang Ryu mengangguk dan mengikutinya putra ke dua Zhang pergi.diikuti oleh Paman Feng dibelakang mereka.

Para tamu melihat pria muda yg dikawal pergi oleh putra ke dua Zhang dengan penasaran.

Sepertinya status nya tak rendah.

Jenderal tua duduk dikursi utama menerima ucapan dan hadiah yg hampir memenuhi meja panjang yg disiapkan dibelakang nya.

Wajah agak lelah,dan sepertinya bosan,namun tamu-tamu nampaknya mengabaikan dan terus mencoba mengobrol.

Wang Ryu yg datang ke halaman aula tengah melihat pemandangan ini,pria tua itu duduk dikursi yg jelas terlihat bosan.

Zhang Ling juga melihat hal ini,jadi dia segera berjalan menuju Ayah' dan berteriak." Ayah' tuan muda disini!"

Semua orang melihat kearah Zhang Ling dan seorang pria muda dengan mata gelap berwajah menawan datang dengan pelayan yg membawa hadiah dibelakangnya.

Mata pria tua yg bosan dan menggantuk itu tiba-tiba berbinar dengan jerah,senyuman yg hilang dari wajahnya kembali.

Jenderal Tua bangun dari kursinya, melihat ke arah Zhang Ling yg dibelakangnya diikuti oleh Wang Ryu dan pelayannya."Tuan muda! "

"Duduklah pak tua..." Wang Ryu dengan cepat meraih tangan keriput pria itu dan tertegun.Wang Ryu melihat Jenderal' Tua dengan rumit.

Kondisi tubuh pria ini sangat buruk,hampir semua organ dalam tak bekerja dengan normal.

Kenapa tiba-tiba sekali!

"Ada apa...?" Tanya pria itu itu saat melihatnya membeku,Zhang Ling juga berdiri disampingnya melihatnya dengan heran."tuan muda?"

Wang Ryu menurunkan matanya ,lalu tersenyum dengan lembut pada Jendral Tua."....Zhang Yang selamat ulang tahun,semoga selalu sejahtera... Hidup mu akan lebih baik dari hari ke hari...."

Zhang Yang. Ini adalah nama asli Jendral Tua.

"Tuan muda anda..." matanya memerah,pria tua itu mengangguk-anggukkan kepalanya dengan semangat."terimakasih banyak..."

Jenderal Tua memegang tangan Wang Ryu untuk duduk bersama,kursi yg dipilih oleh Keluarganya cukup muat untuk 3 orang.

Jadi Wang Ryu duduk dengan patuh bersama menyambut tamu yg datang,dan Jendral Tua dengan antusias memperkenalkan nya sebagai kerabat jauh nya pada orang lain.

Wang Ryu juga tak keberangkatan dengannya dan semakin membuat pria tua itu bahagia.

Gemercik."_tuan pria tua itu sakit_"

"_apa buah persik itu tak membantunya?_"tanya Wang Ryu dengan alis mengerut.

Gemericik."_kita tak bisa menghidupkan orang mati,tapi kita masih bisa membantu orang yg masih hidup_"

"_bagus sekali"_ ya itu sudah cukup untuk membantu Zhang Yang.

Tak lama Pangeran ke 3 datang dengan Zhang Zen, mereka berjalan ke arah Jenderal Tua.

Pria itu tertawa dengan wajah tampannya."paman selamat sejahtera,hiduplah hingga 100 tahun....!"

" Anak ini...terimakasih..." Jenderal Tua melembut wajahnya,dan memintanya untuk memberi salam pada Tuan muda Wang.

Saat Ning Zao mengalihkan perhatian pada sosok disebelah Pria tua itu dia membeku.

Pria ini sangat tampan dan matanya,nampak berkilau an dengan cahaya kebiruan.

"Lama tak bertemu Yang mulai...." Wang Ryu membungkuk memberi hormat.

"Anda...." Dia mundur selangkah dengan terkejut,apa ini wajah Wang Ryu!pantas saja tangannya cantik dan suaranya sangat bagus!.

"Tuan muda Wang..!" Zhang xixi berlari menuju Wang Ryu dengan wajah berseri-seri.

Dia tersenyum kecil,bocah ini tak lagi memusuhinya.

"Selamat malam...." ucap Zhang xixi saat sudah sampai di depan nya, ia tak lupa memberi hormat padanya dengan telinga memerah.

"......" Jenderal Tua dan yg lainnya memiliki kelakuannya dengan bingung.Wang Ryu mengulurkan tangannya menyentuh kepalanya.".....Selamat malam xixi."

"Hehe..."tawanya dengan wajah bodoh.

"......" Ada yg salah dengan anak ini.semua keluarga Zhang Dan pangeran ke 3.

Acara berlangsung dengan lancar, semua orang bersenang-senang dan Jenderal tua bahkan minum 2 gelas.

Wang Ryu yg tidak minum bahkan ikut minum ,dan itu hanya seteguk,dia benar-benar tak menyukai minum' jenis apapun.

Suasana semakin ramai, sampai pukul 11 malam para tamu mulai berpamitan pulang,hari ini Wang Ryu membuat janji bahwa dia akan menginap diRumah Zhang yg membuat Pria tua itu bahagia.

Jadi saat seluruh tamu undangan pergi, keluarga Zhang dan Ning Zao masih duduk dimeja aula diruangan,mereka pindah ke dalam rumah karena angin dingin tak baik untuk pria tua itu.

Semua orang sibuk menyambut tamu, bahan untuk pangeran sendiri jadi semuanya baru bisa makan malam itu pun mereka makan makanan ringan agar tak sakit perut.

Mereka duduk bersama diaula dengan meja bundar yg bisa menampung 15 orang. Wang Ryu duduk disebelah kanan Jenderal Tua yg duduk dikursi utama dan disebelah kirinya Nyonya Tua.

Sedangkan Zhang Peng duduk disebelah ibunya,lalu disusul adiknya Zhang Ling,lalu Ibu xixi dan Ibu Fei , disebelah ibu Fei ada Zhang Fei lalu Zhang Zen dan Ning Zao,dan Zhang xixi duduk tepat disebelah Wang Ryu.

"Benar Saya membawa sedikit makanan penutup...."Wang Ryu meminta paman Feng mendekat.

Paman Feng datang dengan kota besar yg selalu dia bawa kemana-mana dan menaruhnya diatas meja yg sudah kosong didepan Jendela Tua lalu mundur' duduk dimeja kecil yg disiapkan untuk nya.

"Bukalah..." Wang Ryu mempersilahkan Pria tua itu untuk membukanya.dimata semua orang yg penasaran melihat apa isi kotak besar itu.

Jenderal Tua membuka tutup kayu lapisan pertama dan matanya melebar.

Kotak pertama berisi 24 buah persik Yaozao. dengan tangan agak gemetar dia mengambil kotak pertama dan menaruhnya dimeja sebelah nya yg masih memiliki ruang.

Semua dikeluarga Zhang melihat kota penuh buah persik dengan corak kulit yg cantik.

Zhang Peng merasa tersanjung,mereka menerima buah persik dewa lagi,Tuan muda Sangat baik pada mereka." Tuan muda terimakasih..."

"Sama-sama,pria tua buka kotak lainya...." Dia melambaikan tangannya tak perduli.lagi pula persik dia gudangnya telah menumpuk lagi.

Kotak ke dua berisi kue-kue berbentuk cantik.

Para menantu dan Nyonya Tua merasa mulut mereka berair. Semua orang tau makan yg dibuat tuan muda sangat lezat.

Wang Ryu tau bahwa tak banyak orang memberikan hadiah manisan untuk ulang tahun tapi dia ingin membuatnya karena dulu dia ingat neneknya selalu memberikan kue manis saat hari ulang tahun nya.

".....Dalam keluarga ku, memberikan hal manis dihari kelahiran seseorang memiliki arti bahwa agar kehidupan mu di tahun-tahun selanjutnya akan berjalan dengan baik,pahala serta kebaikan yg kamu tanam akan menghasilkan buah yg manis..." Jelasnya dengan rasa nostalgia terpancar dari raut wajahnya.

Zhang Zen dan Zhang Fei terkejut.apa dulu Dewa ini juga memiliki keluarga,apa dulu dia juga terlahir sebagai manusia.

Kotak ketiga membuat semua orang membeku.

Kue-kue berbentuk bunga nampak ditata dalam piring kecil emas didalam kotak.benar piring emas.

" Ini...." Nyonya tua saling memandang satu sama lainnya terkejut.

Walaupun mereka kaya mereka tak pernah menyajikan makanan diatas piring emas apa lagi menghadiahkan kanya pada orang lain.

Biasanya mereka hanya mengirim Giok,kain atau barang-barang lukisan dan buku-buku sastra.

Karena emas diartikan sebagai hal yg paling mulia Mereka tak berani memberikan emas dalam bentuk apapun pada siapapun kecuali mereka benar-benar orang yg berhutang nyawa pada orang itu.

Hal seperti berbagi emas hanya kebiasaan yg diberikan oleh keluarga inti dari Istana Kaisar.

Ning Zao melihat bahwa Wang Ryu bukan hanya tampan pria ini terlalu murah hati.

"Tuan ini terlalu berharga...."bahkan untuk Jenderal Tua itu masih mengejutkannya.

Dia tak pernah menerima barang berupa emas seperti itu kecuali dari Kaisar. Wang Ryu menjawab dengan nada ringan sama sekali tidak merasa terbebani.

"..Emas bisa menyelamatkan seseorang namun emas tak bisa menghidupkan seseorang....ini hanya benda mati,selagi dia berguna maka gunakanlah...."

Semua orang tercengang atas kata-katanya.

Lalu saat benar-benar mencerna nya mereka sadar bahwa yg dikatakan Wang Ryu itu masuk akal.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!