NovelToon NovelToon
My Partner'S Diary

My Partner'S Diary

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintamanis / Contest / Tamat
Popularitas:232.3k
Nilai: 5
Nama Author: Decy.27126

TAHAP REVISI🙏


***

Berawal dari kata 'tidak suka' hubungan mereka kian dekat karena sebuah pertengkaran. Batu yang keras, akhirnya luluh oleh air yang tenang.

Seperti itulah Gia dan Riza, dua remaja yang menaiki tangga bersama dari tidak suka, menjadi suka, lalu ke nyaman, dan berakhir dengan saling menyayangi.

***

Sedikit kisah, dari jutaan kisah lain yang mungkin akan membuat kalian tak bisa melupakannya.

@dwisuci.mn

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Decy.27126, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Apa Masalahmu?

Gia melihat keatas dan betapa terkejutnya dia melihat kaki yang menggantung disana, menelan ludah kasar Gia mundur beberapa langkah kebelakang untuk melihat lebih jelas apa yang ada di atasnya.

Gia terperanjat, dia tau itu kaki siapa karena pernah melihat sandal yang terpakai di kaki yang menggantung itu.

"CALVIN!" seru Gia berteriak kencang.

Dia melihat kaki itu bergerak, itu artinya..

"CALVIN!" lagi, teriakan Gia terdengar sampai membangunkan seseorang yang tengah tertidur diatas Rooftop gedung tua itu.

Riza yang tadinya sedang bersantai memejamkan matanya dengan posisi kaki yang menggantung di tepian Rooftop bangunan tua itu mengernyit heran, dia mendengar seseorang menyebutkan nama depannya, dan dia tau benar suara siapa itu.

Perlahan dia terbangun, dan duduk dengan posisi kaki masih menggantung di tepi Rooftop.

"CALVIN!" lagi, namanya diteriaki untuk yang ketiga kalinya.

Dia menengok kearah bawahnya, dan betapa terkejutnya dia melihat seseorang tengah melambaikan tangan ke arahnya dengan sedikit melompat lompat kegirangan.

'Alhamdulillah ya Allah, gak macem macem tuh orang,' batin Gia yang melambaikan tangannya pada Riza dengan senyum cerahnya.

"Kamu ngapain disitu?" tanya Riza ikut berteriak seperti Gia.

Gia tidak menjawab, dia masih tersenyum senang dan memberikan isyarat bahwa dia akan segera naik menyusul Riza ke atas Rooftop.

Gia melupakan rasa takut yang sempat menghampirinya saat melihat bangunan tua itu dan langsung masuk kedalam gedung dengan sedikit berlari, dia berlari kecil sambil menatap lantai yang akan dipijaknya, menaiki tangga tanpa menyentuh pegangannya dan membuka pintu penghubung Rooftop dengan menendangnya, dia tak mau harus berurusan dengan pintu yang kotor itu secara langsung.

"Huhhhh, akhirnya sampe juga," ucap Gia senang setelah menghela nafas lelahnya.

Riza memperhatikan Gia dari atas sampai bawah, satu yang dia bisa tebak. Gia tidak pergi ke sekolah karena dia hanya menggunakan pakaian biasa dan bukan seragam, walau kakinya terbungkus sepatu dan membawa tas selempang berukuran sedang yang disampirkan dipundaknya.

Gia mengatur nafasnya pelan pelan, dia duduk tepat disamping Riza dan meniru posisi Riza dengan menggantungkan kakinya di tepian Rooftop.

"Bagus juga pemandangan dari sini, pantes kamu betah disini," sindir Gia halus. Tapi ia tak bobong, pemandangan disana lebih bagus dari saat ia berada di Rooftop Malika's Cafe.

Riza masih diam dengan menatap lurus ke arah depannya, dia masih penasaran kenapa Gia bisa sampai ada disini, tapi dia malas untuk bicara sekarang ini.

"Kamu tau, aku bolos sekolah hari ini," ucap Gia mencoba menarik minat Riza untuk berbicara padanya.

"Hmmm," hanya deheman yang Riza keluarkan.

Gia berdecak, lalu membuka tasnya dan mengambil satu kotak berukuran setengah dari besar tasnya itu.

Dia menyodorkannya pada Riza, "Kamu pergi dari rumah gak bawa apa apa, aku gak yakin kamu udah makan."

Riza tersindir, apa niat Gia sebenarnya? Dia ingin membantu tapi terus mengingatkan Riza dengan kesalahannya yang pergi dari rumah 2 hari ini.

Mulutnya bisa berbohong tapi perutnya tidak, dengan cepat Riza merebut kotak bekal milik Gia dan memakan roti isinya dengan kesal karena mendengar kekehan dari Gia yang duduk disebelahnya.

Sesaat hening, Riza masih memakan rotinya dan Gia yang membiarkan saja Riza memakannya dengan tenang, dia tidak ingin mengganggu suasana hati temannya ini.

Riza menyudahi acara makannya dan menaruh kotak milik Gia disampingnya, Gia mengambil air yang dia bawa dari dalam tas dan memberikannya pada Riza yang langsung menerima dan meminumnya hingga habis.

"Gia, kenapa kamu kesini?" tanya Riza tanpa melihat Gia.

Gia menghela nafas kasar, "Kemarin ada adek kelas yang nyamperin aku, dia nyari kakaknya tapi gak ketemu. Trus dia bilang kakaknya pergi dari rumah kemarin malem, dia minta tolong aku cariin kakaknya."

Tidak perlu bertanya Riza paham betul siapa yang dimaksud Gia kali ini.

"Kamu tau dari mana aku disini?"

Gia terkekeh, "Mataku banyak!" ucapnya memelototkan mata sipitnya.

"Ck jangan bercanda," decak Riza kesal.

"Aku serius," jawab Gia asal.

"Aku baru tau, seorang yang tegas seperti Calvin Arriza bisa ngambil keputusan selucu ini," ucap Gia setelah beberapa saat terdiam.

"Maksud kamu?" tanya Riza heran.

"Kamu pergi dari rumah, pergi dari masalah yang harusnya kamu selesaiin dan lebih memilih untuk menghindarinya."

Riza terdiam setelah mendengar ucapan Gia, dia tak tau harus bicara apa lagi sekarang.

"Butuh sandaran?" tanya Gia membuat Riza menoleh kearahnya.

"Boleh?" tanya Riza ragu.

"Hmm, boleh!" jawab Gia.

Walau sedikit ragu akhirnya Riza menyandarkan kepalanya dipundak Gia yang duduk tegap disampingnya, benar tebakan Gia tadi, dirinya sedang rapuh dan butuh sandaran saat ini.

"Vin, boleh aku tanya?"

"Boleh."

"Apa masalah kamu?" tanya Gia hati hati takut merusak mood Riza yang baru saja membaik.

Riza menghela nafas lalu duduk dengan tegak lagi,

"Kenapa bangun?"

"Kamu terlalu pendek buat aku jadiin sandaran," jawab Riza terkekeh kecil.

"Kamu yang ketinggian nyalahinnya aku yang standar ini?" dengus Gia tak terima membuat Riza terkekeh kembali.

"Kamu tau Gia, aku suka musik," ucap Riza berhenti sejenak.

"Hmmm," dehem Gia meminta Riza melanjutkan ucapannya.

Riza menarik nafas dan menghembuskanya kasar, "Papah minta aku buat stop main musik dan nurutin dia buat lanjutin usahanya kaya bang Diki."

"Dia nglarang aku buat jalani hobi dan kesukaanku, itu yang bikin aku membangkang selama ini."

"Dan kemarin, aku udah mau minta maaf sama dia. Tapi dengan tegasnya dia malah nolak permintaanku dan gak kasih aku kesempatan buat ngomong," lanjutnya terkekeh miris.

Gia terdiam, ia tidak pernah mengalami hal ini sebelumnya, semua baginya baik baik saja. Lalu bagaimana dia harus membantu Riza? Dia bingung dengan itu.

"Aku udah berusaha nahan emosiku, tapi dia gencar memancingnya."

"Vin~" panggil Gia menyentuh pundak Riza.

Riza menoleh dan dapat Gia lihat mata yang merah dan tatapan sendu dari seorang Calvin Arriza yang belum pernah ia lihat sebelumnya, se menderita itukah batin seorang Calvin Arriza yang selama ini dikenal cuek dan dingin? Bahkan Gia tak tau harus bagaimana membantunya kali ini.

"Gia, aku bingung harus apa? Aku menghormati Papahku, tapi aku juga pengen wujudin cita cita ku buat jadi seorang musisi. Apa itu salah?" keluh Riza menatap Gia sendu.

Gia berpikir sejenak, mencoba mencari jalan keluar dari masalah orang didepannya ini.

"Kamu yakin Papah kamu larang kamu main musik?" tanya Gia hati hati.

"Gia, musik itu hobiku dan cita cita ku jadi musisi. Tapi dia nyuruh aku buat belajar bisnis dan ngelanjutin usahanya, aku gak tau siapa yang benar dan salah disini?" curhat Riza.

Gia tersenyum kecil, kini ia paham masalahnya.

"Vin, ikut aku yuk." ajak Gia berdiri dari duduknya.

Riza mengernyit bingung, "Kemana?"

***

Bersambung.

See u next chapter.🖤

1
Niken NiRiYu
bintang 5 buat penulis buat alur crita juga okelah tp plot twist masa lalu gia blm ngena
spnjang crita karakter gia msh konsisten msh terbaik dan kalau bs gia seharusnya dpt lbh baik lg dr karakter riza😁 dan riza sprti tdk ada lawannya buat dapetin gia kyk gmpang ajha buat riza
tp utk smwnya udh bagus karakternya kuat2👌
Lina 002
keren,suka sama kata" nya
Decy Mlyni: terima kasih sudah membaca, Kak. semoga berkenan dengan ceritanya 🙏☺️
total 1 replies
abdan syakura
Assalamu'alaikum..
salken, kak....
Decy Mlyni: waalaikumsalam, Salam kenal juga, Kakakk. selamat membaca
total 1 replies
Purianti Santi
lanjut mantab👍
Decy Mlyni: udah tamat, Kak. silakan baca sampai selesai, terima kasih atas like & komennya. 🙏❤️
total 1 replies
Nur hikmah
calvin arriza psyiy
Nur Inayah
lama Bngt sandiwara ny
Arias Binerkah: permisi kakak ijin promo silahkan mampir di novelku ini bukan love bombing dikemas dengan bahasa segar dan komedi namun tetap romantis manis, terimakasih 🙏
total 1 replies
Nur Inayah
ah lama bngt,sandiwara ny
Jilioni MD: KEPEMILIKAN adalah cerita dalam novelku, jika berkenan mampir ya, bisa diklik profilku, terimakasih😊
total 1 replies
Nur Inayah
AQ MLS bertele2 thour
Nur hikmah
pnsaran....ko jd ribet
Nur hikmah
gia jtuh cnta tpi binggung sndri....n calvin kyy main umpet2 tan
Nur hikmah
waw ap riza mnta restu pa ayahy gia...hihihjhi
Nur hikmah
hntu kah
Nur hikmah
i love you gia n riza
Nur hikmah
syuka2
Nur hikmah
smpe dsini q phm....crtsy maju mundur....seru c....tpi ckup membinggungkn.....
Zia
semangat kak, jangan lupa mampir
Fie F.s (Mama Adara) 💕
Jadi inget pas sekolah dulu lomba rias kelas 😂

Jd terkenang masa SMA ku😁😁
Prayogi
terharu gaisy😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Chui Lhan Sheng
kangen lah😂😂 tapi boong😜😜
Chui Lhan Sheng
😍😍😍😘😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!