NovelToon NovelToon
Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Contest / Perjodohan / Tamat
Popularitas:18.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Asri Faris

Novel ini dalam revisi!

Cinta dalam perjodohan seorang dosen bernama Darren Nicholas dan mahasiswanya Kanaya Syabila.

Dosen muda dengan sejuta pesona tapi terkenal galak dan pelit nilai, menjunjung tinggi disiplin. Dipertemukan dengan Kanaya mahasiswanya yang cerewet, nyablak, seru, gaje. Dan disatukan dalam sebuah pernikahan dengan konflik cinta segitiga yang rumit. Akankah mereka bertahan dengan rumah tangganya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asri Faris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pindahan

Darren memutuskan untuk singgah sebentar, sebelum akhirnya pulang ke rumah. Sampai nya di dalam rumah mereka di sambut oleh bi Ida dan pastinya langsung memberi selamat. Ke dua orang tua Darren langsung ke kamar di susul juga Icha yang langsung menuju kamarnya masing-masing. Darren juga langsung ke kamarnya sementara Naya tampak duduk-duduk di sofa ruang keluarga seraya memainkan ponselnya.

Setelah asik berbalas pesan dengan sahabatnya, Naya mulai bosan karena tidak ada suatu hal yang di kerjakan sementara dia hanya duduk-duduk di sofa persis kaya orang hilang.

"Mbak Naya tidak nyusul ke kamar untuk istirahat?" Suara bi Ida membuyarkan keheningan.

"Eh bik, Naya nanti nyusul masih pingin di sini."

"Owh... mau di buatkan minum apa mbak teh atau apa jus mungkin?" Tawarnya sungguh- sungguh.

"Nggak usah bik, e... Naya mau keluar sebentar nanti kalau ada yang nyariin tolong bilang ya bik Naya ke kost."

"Enggeh mbak siap." Naya memutuskan pulang ke kostnya selain untuk mengambil barang-barangnya juga dia kangen dengan Hana kemarin belum sempat ketemu terahir melihatnya pas adegan panas yang tanpa sengaja Naya lihat dan pastinya tidak di sadari oleh Hana.

Naya pergi dengan menggunakan ojek online, tak butuh waktu lama diapun sudah sampai di pelataran kost-kosan khusus putri. Naya langsung masuk ke dalam dan benar saja kali ini ia menemukan sosok Hana sedang rebahan di kasur.

"Eh, pulang Nay?" Sapanya setelah beberapa hari nggak ketemu. "Kok barangnya di kemas? mau pindah kost atau gimana nih ceritanya?"

"Pindah Han, biar lebih dekat dengan kampus." Jawabnya jujur karena memang kemarin Naya sempat mencari kost yang lumayan dekat dengan kampus dan malah berencana pindahan pada hari itu juga.

"Han apa lo nggak ngrasa butuh menjelaskan sesuatu? loe sahabat gue, Ana juga sahabat gue, kenapa lo musti.... gue kecewa sama loe." Ucap Naya to the point

"Lo ngomong apa sih Nay, gue nggak ngerti."

"Gue udah tahu Han lo sama Dimas ada main, tapi gue nggak nyangka loe berbuat sejauh itu."

Hana tanpak menarik napasnya dalam-dalam sebelum akhirnya menghembuskannya dengan kasar.

"Lo udah tahu semuanya?" Ucap Hana datar

Naya hanya mengangguk, menyuguhkan mimik yang menandakan kekecewaan.

"Apa loe masih mau bersahabat dengan gue, sekalipun gue bukan anak yang baik."

"Kenapa harus Dimas Han? sedangkan lo tahu Dimas sudah jalan sama Ana, bahkan temanmu sendiri."

"Maaf Nay, kami saling mencintai."

"Tapi kamu datang di saat cinta itu sudah ada yang memiliki bukankah itu tidak boleh pasti akan ada yang tersakiti."

"Gue tahu, gue salah tapi... gue butuh."

"Maksudnya?"

"Lo nggak bakalan ngerti Nay." Seraya berlalu dari kamar

"Mau kemana Han, gue belum selesai ngomong."

Sepeninggalan Hana di kost gue nyicil tugas yang sempat terbengkelai, lumayan banyak hingga tak terasa hari sudah gelap.

***

Bu Alin, Pak Dahlan dan Icha sudah di depan meja makan untuk melaksanakan makan malam bersama.

"Cha, panggil mas mu suruh makan malam dulu."

"Iya ma," Icha pun menurut dan menuju kamar kakaknya.

Tok tok tok

"Mas, mbak Naya? di tunggu mama makan mas." Teriaknya yang terus di sambut si empunya dari dalam.

"Bentar dek. lima menit." Karena sudah mendapat jawaban, Icha pun langsung pergi tanpa membuka pintu terlebih dahulu takut mengganggu, secara pengantin baru kan. Dia kembali ke meja makan dan duduk manis di kursi semula.

"Mana Darren nya Cha."

"Masih pada di dalam ma, lima menit katanya."

Lima menit kemudian Darren datang dengan langkah gontai dan bergabung di meja makan.

"Naya mana, kok nggak ikut makan?"

"Iya ya itu bocah kemana? dari tadi nggak ada nyusul ke kamar." Guman Darren seraya memposisikan duduknya.

"Darren kira Naya udah bergabung di sini, kemana tuh anak."

"Gimana sih, jadi suami nggak peka banget, emang tadi kamu tinggalin gitu aja hah." Gerutu Bu Alin yang sepertinya paham dengan karakter Darren yang kadang cuek dan sedikit keterlaluan.

"Bentar ma, biar Darren telfon."

Kemana sih pergi nggak pamitan, dasar gadis nakal beraninya membuat aku kena marah mama. Awas...

Mendengar keributan di meja makan, Bik Ida datang karena tadi sempat di beri pesan.

"Maaf Buk, mas Darren, mbak Naya tadi titip pesen katanya ke kost."

"Sejak kapan bik, maksudku jam berapa Naya pamit."

"Udah dari tadi sore buk."

"Ya udah makasih bik."

Darren pun langsung bergegas meninggalkan meja makan. "Duluan ma pa!" Teriaknya sambil setengah berlari

"Dasar tuh anak sudah menikah masih saja begitu, nggak peka."

Ketika mobil Darren menepi di pinggir jalan raya dan hendak turun tanpa sengaja melihat motor Riko baru keluar dari gerbang kost.

Shitt...brengsek...

"Beraninya masih bertemu setelah kita menikah." Dia mengepalkan tanganya, berbicara dengan rahang mengeras dan gigi bergmletuk. Dengan langkah panjang-panjang dia masuk ke dalam dan menggedor-gedor pintu, sampai-sampai menggangu penghuni kost yang lain.

Merasa pintunya di gedor-gedor dari luar Naya pun langsung membuka dari dalam dengan kesal.

"Bentar... nggak sabaran amat sih." Gerutu Naya mendapati tamu malam-malam yang jauh dari kata sopan.

"Bisa pel....." Naya mendadak tercekat dan tak mampu menyelesaikan kalimatnya begitu tahu siapa yang datang.

"Bapak?" Mendapati kilatan marah di matanya, membuat urung niat hati ingin mengeluarkan kekesalannya karena telah mengganggu kenyamanan penghuni kost yang lainya.

"Cepat bereskan barang-barangnya saya tunggu di mobil!"

Naya mengangguk, walaupun masih sedikit kesal dengan kelakuanya namun tak ingin memancing keributan.

*Ish dasar ya cowok, nggak ada angin, nggak ada hujan udah datang marah-marah, bukanya di bantuin ngangkatin barangnya malah di tinggal. Huhf.... menyebalkan

Bla bla bla.... Naya berceloteh ria. seraya mengeluarkan barang-barangnya dari dalam kost*.

"Lama banget sih." protes Darren ketika Naya sampai di depan mobilnya dengan menggeret koper dan beberapa printilan di tangan satunya.

"Bukanya bantuin malah protes mulu, kalau mau cepet ya di bantuin dong...." Seloroh Naya seraya berbalik mengambil Buku-buku yang masih tertinggal di dalam.

"Udah cepetan keburu malam."

"Emang udah malam." Jawabnya kesal

Setelah semua masuk ke bagasi mobil Darren, Darren langsung melajukan mobilnya ke rumahnya.

Setelah sampai rumah dan memarkinkan mobilnya secara sempurna, mereka mulai mengeluarkan semua baran-barang yang ada di mobil dan memasukkanya ke dalam rumah. Naya berjalan di depan setelah pintunya terbuka dia berinisiatif langsung memasukan kopernya di kamar yang pernah ia singgahi sebelumnya.

"Kamarnya bukan di situ, tapi di atas."

Deg

Jadi maksudnya kita sekamar gitu? Dasar... ini yang gue belum siap.

"Pernikahan kita itu bukan nikah kontrak seperti di novel-novel yang kamu sering baca itu, tapi sah secara agama dan hukum negara, jadi nggak ada acara tidur terpisah."

"Ayo buruan, sini kopernya biar saya yang bawa, kamu bawa barang-barang lainya yang mau kamu taruh di kamar."

Setelah semua berhasil di bawa ke kamar Darren langsung masuk ke kamar mandi.

Sementara Naya masih sibuk merapihkan barang-barang nya setelah tadi mendapat intruksi sesuai penempatannya, seperti pakaian, sepatu dan buku-buku. Untung tidak terlalu banyak jadi bisa selesai dengan cepat.

Naya baru saja menyiapkan baju tidur yang ingin dia pakai setelah mandi tentunya, tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka dengan disusul kemunculan Darren dari dalam yang hanya mengaitkan handuknya di setengah badanya bagian bawah.

Dengan menahan malu Naya langsung memalingkan wajahnya dan segera masuk ke kamar mandi.

"Huhf.... bener-bener ya... suami nggak ada akhlak.

1
juwita
😍😍😍😍
Wahyunni Winarto
skenario yg diatas itu indah sekali
nasib nya ga jauh dr aku
aku yg ngelamar kakanya adeknya jd supir kaka nya pas lamar aku
Qodarullah jodoh ku ternyata adek nya
dan sekarang dah 13 th
seindah itu takdirku
suamiku luar biasa baikknya sabarnya,sayang nya ke aku,,,cinta nyq buat ku juga luar biasa
andai aku berjodoh sama kakanya blm tentu aku dptin semua itu
sedarah ga akan ada yg namanya sifatnya sama🤭
Fina Fitriani
nice... suka ma ceritanya
Nofriyanti Vivi
ckck hana sm riko kyny..nikunggh
Enung Samsiah
wkwkwk hadeuuh dasar murid luknut nggk sopan bangett, mau d mkn lngsung d ambil wkwkwk 😂😂😂
Nuryati Yati
bagus ceritanya👍
Nuryati Yati
sudah baca thor
Nuryati Yati
owh jd gemes ma kalian ber 2
Nuryati Yati
jangan lama2 marah nya Darren di tinggal Naya pergi kapok
Nuryati Yati
Ya Allah kangen almarhum bpk yg meninggal di ICU 😭😭😭 alfatih bpk semoga bahagia di syurga nya Allah 🤲
Nuryati Yati
wkwkwk... kasihan pakdos😅
Nuryati Yati
pakdos hbis ngompol 🤣
Nuryati Yati
Naya harusnya kamu jujur sama Rico kalo udh nikah ma pak dosen
Nuryati Yati
ternyata Hana sm Dimas
Nuryati Yati
sapa ya yg nananinu🤔
Nuryati Yati
ciee pak dosen terpesona 🤗
Nuryati Yati
rebutan pisang sama pk dosen 🤭
Nuryati Yati
Nana pa Hana thor
Nuryati Yati
doamu terkabul Nay
Nuryati Yati
omongan adalah doa Nay sudah terlanjur gk bisa di ralat jodohmu pk dosen 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!