NovelToon NovelToon
AKU IBU TIRI MUDA

AKU IBU TIRI MUDA

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Nikahmuda / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Danica

Bailla adalah gadis muda berusia 20 tahun seorang putri tunggal yang memiliki karakter yang manja dan terbiasa hidup dengan kemewahan ia terpaksa menjadi ibu tiri muda dan menikah dengan duda beranak 3 yang terpaut usia 20 tahun. Pernikahan itu terpaksa terjadi idikarenakan perusahan orang tuanya diambang kebangkrutan akibat tertipu investasi bodong. Bagaimana Bailla menghadapi kehidupan sebagai istri dan ibu muda untuk anak-anak yang usia hampir sama dengannya ?? banyak hal lucu dan sedih yang terjadi degan Bailla si ibu tiri muda ini. ,🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Danica, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PEMBICARAN 4 MATA DARI HATI KEHATI**

Pertemuan keluarga sudah ditentukan 2 hari lagi untuk bebahas tanggal pernikahan. Tetapi Pak Arya masih ingin memastikan lagi perasaan dan keinginan Bailla sekaligus memastikan kepada Bailla tentang keinginan dan perasaannya.

Pak Arya ngirim WA ke Bailla. “Bailla, bisa ketemu? Berdua aja saya jemput Jam 4 sore y.”

Bailla baca pesan itu 10 kali. Jantungnya lari. “Berdua aja” itu artinya apa? Mau batal? Mau nambah syarat? Atau mau...... "aakh mulai lagi deh pikiran nakal kambuh" . Batin Bailla Sambil tersenyum geli.

Jam 4 tepat, Arya tiba dirumah Bailla. Bailla sudah bersiap-siap dari tadi menunggu diteras rumah dengan memakai longdres putih dipadu padankan dengan auter pink dengan motif bunga -bunga kecil terlihat seperti wanita yang angunly , tidak lupa tas Selempang warna putih.

Pak Arya memberi salam "Assalamualaikum Bailla".

"Waalaikumsalam Om" . Bailla menjawab dengan lembut terdengar agak genit sedikit.

"Pak Bayu sama ibu dimana Bailla??". Tanya Arya biasannya yang pertama menyambut ketika ia datang ke rumah Bailla pasti Papi dan maminya.

"Oh papi sama mami lagi kondangan Om jadi Bailla sendiri. Jawab Bailla sambil tersenyum.

"Ohh pantasan sepi. Oh ya Kita langsung otw aja y Bailla ".

"Oke Asyiiiiap Om" jawab Bailla cengengesan.

Mobil Arya memasuki halaman rumahnya. Setelah memarkir mobilnya Arya mengajak Bailla ketaman menuju kesebuah Gajebo yang dibawahnya terdapat kolam ikan

Di meja cuma ada dua gelas teh, masih ngebul, sama toples kacang bawang. Tidak ada map cokelat. Tidak ada sertifikat. Hari ini bukan rapat. Hari ini...........

“Duduk, Bailla,” kata Pak Arya. Masih kaku, tapi matanya tidak setegas biasanya. Ada capek di situ.

Bailla duduk. Jarak satu lengan. Sopan. Aman. Suasana teras Hening . Cuma terdengar suara gemericik air dikolam.

"Anak-anak mana Om kok sepi??". Tanya Bailla heran.

"Mereka masih kerumah Tante Emi". Jawab Arya. Bailla hanya bisa menanggapi dengan anggukan kepala dan mulut nya yang mengucapkan "Oooo" panjang.

“Bailla,” Pak Arya buka suara, ngaduk tehnya padahal gak pake gula. Gugup. “Sebelum keluarga kita kumpul besok, sebelum tanggal dilingkari di kalender... Om mau ngomong dari hati ke hati. Om sama kamu. Bukan calon istri. Bukan anaknya Papi. Tetapi Bailla sebagai Bailla sendiri.”

Bailla genggam gelas teh erat. “Iya, Om.”

“Bailla saya masih merasa takut,” Seorang Laki-laki 38 tahun, duda anak tiga, ngaku takut di depan gadis 20 tahun. “Saya takut kamu nyesel. Takut kamu nikah karena gak enak sama Papi, bukan karena mau. Takut 5 tahun lagi kamu nengok ke belakang, terus bilang ‘hidupku hancur gara-gara Pak Arya’.”

Bailla mau jawab, tapi Pak Arya angkat tangan. “Bentar ya. Bapak belum selesai.”

Dia tarik napas. “Bapak juga takut sama diri Bapak sendiri. Bapak udah 3 tahun jadi duda. Bapak lupa caranya jadi suami. Bapak kasar kalau capek. Bapak diam kalau marah. Bapak gak romantis. Bapak gak bisa gombal. Yang Bapak bisa cuma kerja, ngitung saham, berkas serta dokumen dan sama mastiin anak-anak makan.”

Teh di gelas Bailla sudah dingin. Tapi tangannya malah panas.

“Sekarang giliran kamu,” Pak Arya natap Bailla. “Ngomong jujur. Di sini cuma ada kita. Kalau kamu mau mundur, bilang sekarang. Saya ikhlas. Semua yang udah saya kasih ke keluarga kamu, gak bakal saya minta balik. Anggap saja hutang saya ke almarhum Bapak saya lunas Kamu bebas, Bailla. saya gak akan mengungkit itu lagi.”

Bailla gigit bibir. Ini kesempatan. Satu kata “tidak” dan dia bebas. Bisa balik ke kampus, KKN, nongkrong sama Zeze, kejar mimpi ke Jogja.

Tapi yang keluar dari mulutnya malah: “Om... Om juga takut sama saya gak?”

Pak Arya kaget. “Maksudnya?”

“Takut saya gagal jadi ibu buat anak-anak Om. Takut saya benci Arbil. Takut saya kabur pas Aya nangis tengah malem. Takut saya jadi istri yang cuma ada di KTP, tapi hatinya di tempat lain.”

Mata Bailla udah kaca-kaca. “Saya juga takut, Om. Saya 20 tahun. Temen saya mikirin skripsi. Saya mikirin popok sama PR matematika. Saya takut lupa caranya ketawa. Takut lupa caranya mimpi.”

Pak Arya diam. Lama. Terus dia geser toples kacang bawang ke tengah, kayak mau netralin suasana, tapi gagal. Tangannya gemeter.

“Bailla,” suaranya serak, “Om gak janjiin cinta Om gak berani. Om cuma janji tiga hal. Pertama Om gak akan selingkuh. Kedua Om gak akan kasar. Ketiga Omk gak akan ngehalangin kamu lulus, kamu kerja, kamu mimpi. Kalau kamu mau ke Jogja setelah lulus, Om anter. Kalau kamu mau nulis, Om beliin laptop dan peralatan lainnya.”

Bailla nangis. Akhirnya. Tapi diem. Air matanya jatuh ke mengalir di pipi Tampa bisa ditahan.

“Om Bailla bukan gadis yang plin plan. Keputusan untuk menikah sudah saya pikirkan matang-matang saya sudah mantap tidak akan mundur kecuali Om yang memintanya".

Tampa sadar Arya merangkul Bailla ke pelukannya. Bailla merasa nyaman dan bebannya berkurang didalam pelukan Lelaki dewasa yang akan menjadi suaminya kelak. Air matanya semakin deras membasahi kemeja pak Arya. Untung gak sampai ingusnya yang keluar.

"Maafin om ya Bailla kamu akan banyak berkorban nantinya". Om pastikan kamu tetap nyaman bersama keluarga kecil kita nanti". Bisik Arya pelan ditelinga Bailla.

Setelah puas menangis Bailla berlahan-lahan melepaskan diri dari pelukan Arya. Ada rasa bercampur aduk ketika dalam pelukan laki-laki tampan ini. Aura kegajeannya mulai meronta ronta.

Giliran saya janji, Om,” kata Bailla, ngusap air mata pake punggung tangan. “Saya gak janji cinta. Saya belum bisa. Tapi saya janji gak akan kabur. Saya janji belajar masak, walau mungkin nanti gosong. Saya janji nyoba ngerti Arbil, walau dia benci saya. Saya janji... saya janji gak akan bikin Bapak malu punya istri saya”

Pak Arya ketawa. Kecil. Pahit, tapi lega. Mau malu gimana malahan bangga punya istri cantik, baik dan penyayang seperti ini . Batin pak Arya

"Bailla Om janji, menemani setiap prosesnya kita akan sama-sama belajar. Belajar menjadi orang tua dan pasangan yang baik". Jawab Arya pelan sambil menggenggam tangan Bailla lembut.

Anehnya Bailla tidak menolak setiap sentuhan kecil dari Arya. Malahan ia merasa ada ketenangan dan merasa diayomi seorang kakak..... Eeeit ingat ya cuma seorang kakak..untuk saat ini hehe.. Tiba-tiba Bailla ingat satu hal yang paling penting menyangkut dunia akhirat nya...

"Om satu lagi Bailla lupa. eeemm...". Bailla ragu-ragu mau melanjutkan.

"iya Bailla kenapa berhenti ngomong aja jangan malu-malu" yakin Arya.

"Om terus terang aja ya. Bailla belum pernah pacaran, Pernah sih suka dengan seseorang dan disukai juga sama cowok tapi gak sampai pacaran, Bailla belum paham bagaimana memahami hati pasangan, memperlakukan pasangan dengan baik jadi kalau kita nikah om bisakan memakluminya ?? ".

"Wow.... ternyata saya dapat jackspot nih ". Batin Arya.

" Terus satu lagi om Bailla belum siap melayani om ditempat tidur selayaknya suami istri Bailla perlu waktu. Bailla katakan ini dulu biar Bailla gak berdosa, Bailla minta keridhoan Om untuk tidak kikuk kikuk dulu....". Ungkap Bailla sambil memainkan kedua telunjuknya sambil menahan malu.

"Hahahaaaa... Arya tidak bisa menahan rasa lucunya mendengar dan melihat ekspresi Bailla.

"Iya Bailla Om gak akan minta itu apalagi paksa kamu. Om menikahi bukan karena itu tujuannya tapi biar ada yang bantu om merawat anak-anak, Om akan tunggu sampai Bailla siap ." Jawab Arya pelan.

"Ya ampun Bapak-bapak tampan ini sangat pengertian sekali". Batin Bailla.

Hening lagi. Tapi heningnya beda. Hening yang gak nusuk. Hening yang kayak tanda tangan di atas materai, tanpa bermaterai.

“Jadi...” Pak Arya ngeluarin kalender kecil dari saku. “Kamu mau tanggal berapa untuk hari pernikahan kita nanti ?”

Bailla lihat kalender itu. Tanggal merah, tanggal hitam. Hidupnya.

“Tanggal 10 November, Pak,” jawab Bailla. “Hari Pahlawan. Biar saya inget, saya nikah bukan karena kalah. Tapi karena saya... saya milih perang saya sendiri.”

Pak Arya lingkari tanggal itu pakai pulpen. Sekali. Gak tebel. Tapi dalem.

“Deal,” katanya.

“Deal,” jawab Bailla.

Tidak ada salaman. Tidak ada janji kelingking. Cuma dua orang dewasa, takut, tapi nekat.

Pas Bailla mau pulang, Pak Arya nahan. “Bailla...”

“Iya, Pak?”

“Makasih ya, udah gak mundur.”

Bailla senyum. Pertama kali senyum lepas ke Pak Arya. “Om juga. Makasih udah kasih saya pilihan.”

Sesampainya di rumah, Bailla buka HP, chat ke Zeze Ze, gue barusan pulang dari rumah Om Arya. Kita bicara dari hati kehati kayaknya, sekarang aku sudah mantap dan tidak takut menikah dan otw jadi ibu tiri muda.

Zeze bales: “Nah gitu dong. Pahlawan emang gak pernah sendirian, Bailla. Dia punya pasukan. Walau pasukannya 3 anak sama duren tajir melintir hehe.”

Bailla ketawa Kencang dikamarnya. Sambil tersenyum mesem mesem membayangkan berada dipelukan Om Arya tadi.

Besok, tanggal bakal dilingkarin rame-rame. Tapi malam ini, tanggal itu udah dilingkarin dua hati yang sama-sama gemeter.

Apakah ini yang namanya Ujian Pra Menikah ya.....??

...**********...

...****************...

1
Yuliyana
ada bima n dito, siapa ya ?
Miss Danica: Maaf kak di Bab ini ada perubahan nama tokoh dan ada yang lupa edit ... Makasih atas koreksiannya. Selamat membaca kak 😍🙏
total 1 replies
Miss Danica
Hay gaeess sahabat NT mohon suportnya karya pertama ku ini ya. mohon bimbingannya juga semoga sehat sehat semuanya sukses untuk kita semua.😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!