NovelToon NovelToon
Dinikahi Tuan Muda Dingin: Rahasia Sang Istri Pengganti

Dinikahi Tuan Muda Dingin: Rahasia Sang Istri Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Orang_Cuman_Cerita

Araya Lin dipaksa menjadi pengantin

pengganti bagi kakak tirinya. la dinikahkan dengan Arkanza Aditama, seorang CEO miliarder yang dirumorkan kejam, dingin, dan cacat akibat sebuah kecelakaan tragis. Keluarga Araya tertawa, mengira mereka telah membuang anak tak berguna ke dalam 'neraka'.

Namun, di malam pertama pernikahan mereka, Araya terkejut saat melihat pria jangkung dengan tatapan setajam elang berdiri sempurna di hadapannya-tidak cacat sedikit pun. Di sisi lain, Arkanza mengira ia hanya menikahi gadis udik yang bisa ia kendalikan. la tidak tahu bahwa istri kecilnya yang terlihat lugu ini adalah "Z", seorang peretas jenius misterius yang selama ini dicari-cari oleh perusahaannya sendiri.

Ketika dua pembohong ulung terjebak dalam satu atap, akankah pernikahan kontrak ini berakhir dengan pertumpahan darah, atau justru memicu romansa yang tak terhentikan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Orang_Cuman_Cerita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 34: Menembus Tirai Besi

Suara derap langkah kaki menggema keras memecah keheningan lorong batu bawah tanah yang lembap dan remang-remang. Udara terasa tipis dan dingin. Leon berlari di depan, memimpin jalan dengan senter taktis di senapannya. Di belakangnya, Arkanza terus menggenggam erat tangan Araya, sementara tangan kanannya bersiap dengan senjata api.

​"Berapa jauh lagi, Leon?!" teriak Arkanza, suaranya terpantul di dinding lorong.

​"Tiga ratus meter, Tuan! Ada pintu anti-ledakan di ujung lorong sebelum hanggar!" sahut Leon tanpa menoleh.

​Namun, belum sempat mereka mencapai ujung, sirene merah di sepanjang dinding lorong tiba-tiba menyala berputar-putar. Suara mekanis yang berat terdengar menggema. Dari langit-langit di depan mereka, sebuah pintu baja setebal setengah meter meluncur turun dengan cepat.

​BLAAAAM!

​Pintu itu menutup rapat, memotong akses mereka. Debu berjatuhan dari atap batu.

​Leon segera memeriksa panel akses di samping pintu baja tersebut. "Sial! Tuan Besar mengaktifkan Protokol Lockdown tingkat lima. Seluruh akses manual dimatikan dari ruang kendali utama!"

​Arkanza mengutuk pelan. Ia menoleh ke belakang, mendengar samar-samar suara gonggongan anjing pelacak dan derap langkah sepatu laras panjang yang mulai memasuki terowongan. Pasukan gabungan Tujuh Keluarga Elit sedang menyusul mereka.

​"Araya," Arkanza menatap istrinya. "Bisa kau buka benda ini?"

​Tanpa menjawab, Araya sudah melepaskan ranselnya. Ia mengeluarkan laptop dengan layar retak itu, menyambungkan kabel peretasnya secara paksa ke dalam panel kontrol di dinding setelah Leon mencongkel penutupnya dengan pisau.

​"Enkripsinya berganti setiap tiga detik," jari Araya menari dengan kecepatan tak kasat mata di atas keyboard. Keringat dingin mulai mengucur di pelipisnya. "Aku butuh waktu tepat enam puluh detik untuk menyamakan ritmenya."

​"Aku akan memberimu lebih dari itu," ucap Arkanza dingin. Ia berbalik, mengokang senjatanya, berdiri berdampingan dengan Leon menghadap kegelapan lorong di belakang mereka.

​"Kalau kita selamat dari sini," Arkanza bergumam tanpa menatap asistennya, "kau berutang penjelasan panjang padaku, Leon."

​"Siap menerima hukuman apa pun, Tuan Muda," jawab Leon datar, mengangkat senapannya tepat ketika bayangan musuh mulai terlihat.

​Tembakan pertama meletus. Lorong sempit itu seketika berubah menjadi medan perang. Kilatan cahaya dari moncong senjata menerangi wajah Arkanza yang tanpa belas kasihan menjatuhkan musuh satu per satu. Leon menutupi titik buta Arkanza dengan presisi seorang tentara bayaran elit. Kerja sama mereka kembali seperti semula, mematikan dan tanpa celah.

​[PROSES DEKRIPSI: 80%... 90%...]

​Peluru berdesingan, beberapa memantul di dinding batu dan menyambar percikan api hanya beberapa sentimeter dari wajah Araya. Namun, mata Araya tidak berkedip menatap layar. Fokusnya mutlak.

​"Dapat!" teriak Araya sambil menekan tombol Enter dengan keras.

​Suara desisan hidrolik terdengar, disusul dengan pintu baja raksasa yang perlahan terangkat ke atas.

​"Masuk!" perintah Arkanza. Ia melempar sebuah granat asap ke arah lorong untuk menghalangi pandangan musuh, lalu menarik Araya masuk ke dalam hanggar, disusul oleh Leon yang segera menembak panel kontrol dari dalam agar pintu kembali turun dan terkunci.

​Di tengah hanggar bawah tanah yang luas itu, sebuah helikopter stealth berwarna hitam matte tanpa nomor registrasi telah menunggu. Baling-balingnya sudah mulai berputar pelan secara otomatis begitu sistem hanggar diaktifkan.

​"Aku yang kemudikan!" Leon langsung melompat ke kursi pilot, menyalakan sistem navigasi.

​Arkanza mengangkat Araya masuk ke kabin belakang, lalu menutup pintu geser tepat saat pintu baja hanggar mulai digedor-gedor dari luar oleh pasukan musuh.

​Atap hanggar perlahan membuka, menyamarkan diri dengan tebing batu di luar. Angin badai salju langsung menerjang masuk. Helikopter hitam itu melesat naik, menembus badai layaknya hantu di tengah malam.

​Araya bersandar lemas di dada Arkanza, memandangi hamparan Pegunungan Alpen yang perlahan menjauh di bawah mereka.

​"Kita tidak bisa pulang ke Jakarta," ucap Araya dengan napas tersengal, menatap Arkanza. "Kakekmu memegang kendali atas Aditama, dan Keluarga Lin menguasai Asia Tenggara. Kita tidak punya tempat berlindung."

​Arkanza merapikan rambut Araya yang berantakan, mengecup keningnya dalam-dalam. "Lalu, ke mana kita akan pergi, Queen?"

​Araya membuka sebuah file tersembunyi yang baru saja ia ekstrak dari liontin safirnya saat meretas pintu tadi. Matanya memicing membaca baris koordinat tersebut.

​"Tokyo," jawab Araya mantap. "Ayahku meninggalkan satu nama di dalam sistem ini. 'Sang Arsitek'. Dia adalah orang yang mendesain hardware pembunuh ini. Kalau ada orang yang tahu cara memusnahkan benda ini tanpa menghancurkan dunia, orang itu ada di Jepang."

1
Anonim
Ceritanya Bagus! /Heart/
Susilawati 1978
serru, lanjut
Anonim
Lanjut
Anonim
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!