NovelToon NovelToon
La Tahzan, Jangan Bersedih

La Tahzan, Jangan Bersedih

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Misteri / Contest
Popularitas:1.2M
Nilai: 5
Nama Author: dewi f pratiwi

Sebelum membaca cerita ini, di harap kan sediakan tissu atau sejenis nya, karena novel mengandung bawang, sehinga membuat mata bisa berair.

Setelah kepergian ibu nya, Reina mengalami kepahitan dalam hidup nya, Ayah nya menikah lagi, dan ibu tirinya slalu menyiksa dirinya dengan begitu kejam, di tambah lagi Ayah nya tidak pernah membela Reina, padahal Reina adalah anak kandungnya sendiri, entah apa yang bisa membuat ayah Reina ikut membenci anak kandung nya sendiri.

karena tidak tahan dengan siksaan yang terus di lakukan oleh ibu tirinya, Reina memilih untuk kabur dari rumah, saat kabur dia malah hampir tertabrak mobil mewah.

Siapa kah yang ada di dalam mobil mewah itu?
Akankah kehidupan Reina bisa berubah menjadi kebahgian,setelah selama bertahun tahun dia hidup menderita.

Yuuk ikuti terus ceritanya, di jamin readers bakalan penasaran dengan cerita di novel ke dua saya ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi f pratiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#27

"Apa Reina tidak boleh lihat siapa yang marah marah itu Tan" ucap Reina memohon.

Mama Ridha tidak kuasa untuk menolak permintaan Reina, ahkir nya dengan terpaksa mama Ridha mengizin kan Reina untuk ikut melihat siapa yang marah marah di depan rumah nya.

Padahal mama Ridha sudah tahu kalau itu pasti ibu tiri Reina, tapi dia tidak tahu apa penyebab dia datang ke rumah besar nya, dan bagaimana dia bisa masuk ke kawasan perumahan nya, sementara untuk masuk ke sana tidak sembarangan orang bisa masuk, begitu lah fikir mama Ridha saat ini.

Bagas yang sudah diluan tiba di depan rumah nya langsung berjalan ke arah gerbang untuk menyuruh para security membuka gerbang nya.

Dengan menekan tombol di ruang security, maka gerbang pun terbuka otomatis, tampak lah wajah ibu Diana yang sudah merah padam karena marah dan juga pasti nya kepanasan karena menunggu terlalu lama di luar.

" Siapa kau? kenapa kau membuat keributan di rumah ku?" tanya Bagas langsung yang pura pura tidak mengetahui siapa Diana.

Diana berjalan mendekati Bagas yang berdiri di ujung gerbang sambil mendekap dada.

" Begini kah cara orang terkaya nomor satu di Asia menyambut orang tua? sungguh sangat tidak  sopan, seperti tidak di ajar kan sopan santun oleh kedua orang tua nya" ucap Diana meremeh kan kedua orang tua Bagas.

Bagas hanya diam sambil menahan amarah yang sudah memuncak karena kedua orang tua nya di hina dan di rendah kan.

" Sebelum kau berbicara itu pada ku, harys kau sadar diri terlebih dahulu, apakah kau sudah mengajar kan anak mu sopan santun pada orang tua diluaran sana" ucap Bagas santai dan berhasil membuat Diana semakin murka.

" Sekali lagi aku tanya pada mu, apa tujuan mu menginjak kan kaki di rumah ku?" ucap Bagas bersamaan datang nya mama Ridha begitu juga Reina.

Diana yang ingin berbicara langsung terdiam saat melihat kedatangan orang yang saat ini di cari nya sekaligus orang yang begitu di benci nya.

" Oohhh....jadi selama ini kau minta perlindungan dari orang kaya ya? pantas saja aku susah mencari dimana keberadaan mu?" ucap Diana langsung saat melihat Reina.

" Ibu...." ucap Reina ketakutan.

Wajah Reina mendadak pucat saat melihat ibu nya, dengan pelan dia memegang tangan mama Ridha dan mama Ridha bisa merasakan bahwa tubuh Reina saat ini sungguh ketakutan yang luar biasa karena tubuh Reina gemetaran.

" Bagus lah kalau kau ada di sini, jadi aku bisa langsung membawa mu pulang" ucap Diana langsung berjalan ke arah Diana.

Reina semakin takut, genggaman tangan nya semakin kuat terhadap mama Ridha, mama Ridha dan Bagas masih diam saja melihat apa yang akan di lakukan Diana pada Reina.

" Ayo kita pulang sekarang, kalau kau tidak mau lihat saja apa yang akan aku lakukan pada ayah mu yang sudah sakit sakitan itu" ucap Diana yang sudah mneyentuh tangan Reina yang satu nya.

Tapi belum sempat Diana menarik tangan Reina, dengan cepat mama Ridha memukul tangan Diana hingga pegangan tangan Diana dan Reina pun terlapas.

" Tolong jangan ikut campur sebelum aku berbuat sesuatu yang membuat Reina semakin menderita" ucap Diana dengan emosi.

" Kata kan dulu apa tujuan mu datang ke rumah ku?" tanya mama Ridha dengan wjah datar nya.

" Itu bisa kita bicara kan nanti, yang terpenting aku mau membawa anak ku pulang" ucap Diana ingin memegang tangan Reina.

Tapi belum sempat di sentuh nya, Reina sudah di peluk oleh Bagas.

" Sedikit saja kau sentuh kulit calon istri ku, maka kau akan tauhu sendiri apa akibat nya" ucap Bagas dengan suara berat nya.

Deg...

Jantung Reina langsung berdetak cepat saat mendengar ucapan Bagas, sedang kan mama Ridha tersenyum setelah mendengar ucapan dari mulut putra nya.

berbeda dengan ibu Diana yang tersenyum meremah kan Reina, dan memandang Reina dengan tatapan menjijik kan.

" Kau ingin menikah dengan gadis pembawa sial seperti dia? yang ada kau dan keluarga mu juga sial nanti nyakarena sudah memungut gadis seperti dia" ucap Diana menatap Reina dengan tatapan benci.

" Aku bahkan lebih sial setelah bertatap muka dengan mu saat ini" balas Bagas langsung.

Diana ingat kalau dia pernah memasang bom di kaki Reina sebelah kiri, dengan santai dia mengambil remot yang Diana rakit sendiri dan dijadikan nya mainan kunci mobil nya.

" Mungkin kau bisa menikahi gadis pembawa sial itu setelah dia menjadi abu" ucap Diana dengan tersenyum.

Bagas melihat apa yang di pegang Diana, wajah nya tiba tiba saja berubah menjadi sedikit takut, dengan perlahan Bagas memeluk tubuh Reina dengan semakin kuat, sedang kan mama Ridha belum tahu remot apa yang di tunjukan oleh Diana, karena Bagas belum sempat berbicara pada kedua orang tua nya.

" Aku jadi ingat tujuan awal ku ke sini untuk apa?" ucap Diana dengan melipat tangan nya dan di letak kan di dada nya.

" Kau pasti tahu tuan Bagas yang terhormat, kalau kau juga terlibat menjebak putri ku Siska dengan menipu nya mendekat kan dia dengan lelaki bernama Bobi dan menyamar kan perusahaan cabang mu menjadi perusahaan nya bukan" ucap Diana pada Bagas.

Bagas masih diam saja tanpa reaksi yang berlebihan, dia masih mendengar kan apa yang akan di bicara kan pada Diana.

Saat Diana akan melanjut kan ucapan nya, masuk lah mobil ke dalam pekarangan rumah besar Kesuma, dan keluar lah dari mobil papa Andri dan juga Raka yang baru saja tiba dari kantor karena ada yang ingin kerja kan.

" Ada apa ini?" tanya papa Andri saat melihat keramian di rumah nya.

" Hehhk...berani nya main keroyokan" ucap Diana sedikit tak terima.

" Bos..." ucap Raka terpotong saat Bagas langsung mengangkat tangan nya.

" Baik lah tidak usah basa basi, tujuan kalian sudah tercapai, anak ku sudah berhsil kalian hancur kan, dan selamat lah untuk kalian, tapi itu semua tidak aku biar kan, semua nya ada balasan nya" ucap Diana melanjut kan ucapan nya.

Diana menunjuk kan remot nya pada semua orang yang ada di hadapan nya.

" Kau tahu ini remot apa Reina?" tanya Diana yang langsung dapat gelengan kepala oleh Reina yang sudah semakin ketakutan.

 

Tbc.

Sudah author tepati ya dengan Up malam ini.

Ayo jangan lupa dukungan nya yaa..

Dengan

Like

Komen yang positif

Vote yang banyak yaa

Dan jangan lupa kasih

Bunga dan kopi juga yang banyaaaaaak

Dukungan kalian lah yang buat author semakin nulis nya.

Dan author mohon share novel author yaa...

biar makin banyak yang banyak

pliiiiiiiisssss

Dan terima ksih yang selalu setia membaca cerita author, dan sudah memberi kan dukungan nya, author doa kan semoga sehat selalu dan rezeki nya di lipat ganda kan,

Amiiiiiin.

Terima kasih banyak.

Love You More.

 

 

 

 

1
Heny
Reina hamil
Heny
Kerja bagus Bagas gercap
Heny
Cerai kan diana pk budi
Heny
Hati2 Bagas Reina diawasi anak buah mk lampir
Heny
Sebaik nya klau Reina mau keluar atau jln2 pakai masker thor biar aman
Heny
Knp bpk nya reina gk cerai
Heny
Smg msh ada keluarga dr mm kandung nya Reina
Mayfi Ifriyanti
assalamu'alaikum mbak Dewi di tunggu kelanjutannya
Ima Sanny
🥰
keisha 'kekey
gila sih author nya keren bgt bisa bikin cerita segini bagus nya, sampe bener" gak bisa di tebak alur ceritanya , jantung kita semua di bikin dag dig dug trus sama si author 😂
keisha 'kekey
bukan nya darah Siska sama kaya muklis ya thor
keisha 'kekey
kayanya dulu pernah baca novel ini tapi lupa, cuma keinget dikit, kalo gak salah nanti rangga meninggal deh karna nyelametin raina 😭 tapi takut salah juga soalnya sekelebat doang ingetnya
Dyah Puspitasari
Luar biasa
Ari SofiYanti
membuatt dak dik duk jantung, Apakah reina Tertabrak mobil? 🙄
Abel Sitepu
gabisa?
shafitri fitri
hy,salam kenal aku mampir ni
Jumadin Adin
siska dan bu diana pedenya kebangetan
Jumadin Adin
lanjut
Jumadin Adin
jgn diajak keluar rumah reyna..byk anak buah diana yg akan menangkap reyna
Jumadin Adin
semoga reina semakin sehat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!