NovelToon NovelToon
Pernikahan Yang Terpaksa

Pernikahan Yang Terpaksa

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:277k
Nilai: 4.8
Nama Author: Ega Mdf

Kisah jovan dan alina yang terpaksa menikah karena kesalah pahaman.
mereka menjalani hari-hari pernikahan mereka dengan perasaan biasa, namun perlahan di antara keduanya tumbuh rasa cinta yang seolah sama-sama tidak ingin saling melepaskan.

Namun siapa sangka sebuah kesalah pahaman juga membuat alina ingin berpisah dari jovan.

Apakah yang membuat alina ragu dengan jovan setelah kepulangan jovan dari luar negeri?

Akankah jovan memenuhi keinginan alina untuk berpisah atau tetap akan mempertahankan pernikahan mereka?

===========================

Jangan lupa tinggalkan jejak ya readers.
selamat membaca 😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ega Mdf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 28

Dua minggu berlalu hari ini pada waktu subuh alina baru saja melaksanakan sholat subuhnya, setelah itu dia pergi ke dapur untuk membantu bundanya sedang memasak sarapan.

"Bunda mau buat sarapan apa?" Tanya alina ketika sampai di dapur.

Bunda rumi terlihat sibuk menyiapkan bahan masakan yang akan di buat.

"Bunda mau buat nasi goreng, Abangmu request nasi goreng buatan bunda tadi." Sahut bunda rumi.

"Alina juga mau bund." Kata alina antusias yang tidak mau kalah dengan abangnya.

Alina juga sangat tertarik ingin memakan nasi goreng buatan bundanya.

"Alina bantu apa nih bun?" Tanya alina lagi.

Bunda rumi memberikan alina beberapa bahan sayur yang ingin di campurkan pada nasi goreng yang akan di buat.

Hingga menjelang pagi bunda dan alina selesai dengan kegiatan masaknya.

"Bunda alin mau mandi dulu ya, mau barsiap ke kampus."

"Iya sayang."

Tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul tuju pagi, semua anggota keluarga telah berkumpul di ruang makan.

"Waah, sesuai request nih di masakin nasi goreng buat sarapan, aby bakalan semangat kerja nih bun." Kata aby dengan tatapan minat ke arah nasi goreng buatan bundanya yang memang kesukaan aby sejak kecil.

Sementara alina yang baru beberapa suap memasukkan nasi gorengnya ke dalam mulut tiba-tiba saja alina merasa perutnya sedang begejolak seperti ingin memuntahkan makanan yang baru saja ia masukkan.

Dengan segera alina menutup mulutnya mewanti-wanti dirinya akan muntah, lalu alina berdiri meninggalkan meja makan menuju kamar madi yang dekat dengan dapur.

"Alina, kamu kenapa sayang?" Tanya bunda rumi dengan raut wajah khawatirnya.

Begitupun dengan ayah hendra yang sudah sangat merasa khawatir dengan keadaan alina yang baru saja ia lihat.

Bunda segera menyusul alina yang sedang berada di kamar mandi, Terdengar suara alina yang sedang memuntahkan isi perutnya.

"Bunda." lirih alina melihat ke arah bundanya yang sedang berdiri di depan pintu.

Bunda rumi semakin khawatir melihat raut wajah pucat alina.

"Alina kamu kenapa sayang, kita ke rumah sakit yah nak." Ajak bunda.

Dengan cepat alina menggeleng tidak ingin di bawah ke rumah sakit.

"Alina mungkin cuma masuk angin biasa bun, nggak perlu ke rumah sakit." Sahut alina dengan yakin bahwa dirinya hanya masuk angin biasa.

"Baiklah, ayo sayang lanjutkan sarapanmu."

Alina kembali lagi ke meja makan untuk melanjutkan sarapannya. Dan mereka pun melanjutkan kembali menikmati sarapannya.

Alina sedikit memaksakan dirinya untuk tetap menghabiskan sarapannya meski sudah tidak berminat lagi, entah kenapa tiba-tiba saja alina merasa perutnya sangat tidak enak pagi ini.

"Kamu istirahat saja, tidak perlu ke kampus hari ini." Kata ayah hendra.

"Alina nggak apa-apa kok yah." Sahut alina.

"Tapi wajah kamu pucat banget loh dek." Imbuh aby yang melihat wajah alina memang sedikit terlihat pucat.

"Nggak kok bang, alina cuma masuk angin biasa." Kekeh alina.

"Baiklah, kamu berangkat ke kampusnya bareng abang ya?" Kata aby kemudian.

Alina mengangguk mengiyakan tawaran abangnya. Kebetulan alina juga sedang tidak mood jadi alina sedikit tidak bersemangat untuk memesan taksi seperti biasa, jadi alina menerima tawaran abangnya kali ini.

Selang beberapa menit setelah menyelesaikan sarapannya aby dan alina pun berangkat, sebelumnya aby mengantarkan alina ke kampusnya.

"Bang, alina penasaran sama calon istrinya abang. Apa dia cantik bang? kok abang mau sih di jodohin?" Tanya alina penasaran karena memang alina belum pernah bertemu dengan perempuan yang akan di jodohkan dengan abangnya.

Kini aby sedang fokus mengendarai mobilnya.

"Dek, bisa nggak kamu jangan bahas itu." Tukas aby yang memang sangat malas dengan pembahasan alina yang selalu menanyakan tentang perjodohannya.

Aby tidak mau membahas masalah perjodohannya, semoga saja ayahnya tidak akan melanjutkan perjodohannya dengan anak sahabatnya itu, pasalanya ayahnya sudah sebulan ini tidak membahasnya lagi. Dan aby berharap akan di batalkan.

Entahlah mungkin karna ayahnya sedang sangat sibuk mengurus kantor cabangnya yang baru hingga dia tidak ada waktu untuk mengurusi rencana perjodohan anaknya. Semoga saja di batalkan, harap aby.

"Uuuh bang aby mah nggak seru, berarti abang nggak mau curhat sama alin, Abang nggak mau percaya sama alina." Ucap alina kesal dengan raut wajah cemberutnya.

"Nggak gitu dek, cuma abang kan nggak tau mau cerita apa, nggak ada hal yang menarik yang mau di ceritain juga." Sahut aby memberi pengertian pada adiknya.

Tak menunggu lama mobil yang di kendarai aby pun sudah sampai di depan kampus alina. Alina segera turun menuju halaman kampusnya.

Namun ketika aby ingin menjalankan kembali mobilnya tidak sengaja dia melihat wanita berhijab sedang turun dari mobilnya, sepertinya di antar oleh supir. Aby berfikir pernah bertemu dengan wanita itu, tapi di mana?

Shanum. Batin aby ketika sudah mengingat wanita berhijab bermuka bule itu.

"Iya nggak salah lagi, itu shanum. Tapi ngapain dia di kampus ini? apa dia masih kuliah? tapi bukannya dia baru saja menyelesaikan kuliah di luar negeri kata om darman?" Gumam aby pada dirinya sendiri, sedikit penasaran dengan wanita itu.

Lama aby melihat gerak-gerik shanum dari dalam mobilnya, hingga wanita itu menghilang dan memasuki salah satu ruangan di kampus itu. Setelah tidak melihatnya lagi aby pun menghidupkan mobilnya meninggalkan area kampus tersebut.

Apa dia dosen di kampus itu?

Aby terus membatin pada dirinya mengenai wanita itu, entah kenapa aby sedikit berminat ingin megetahui tentang perempuan itu. Meski aby mencoba menolak perjodohan ini, namun tetap saja dia harus mengetahui lebih dulu tentang wanita yang akan di jodohkan dengan dirinya. Aby berpikir ingin mencari tahu terlebih dulu sebelum ayahnya melangkah lebih jauh dan meyuruhnya untuk segera menikah dengan shanum.

Jarak tempuh ke kantor aby memang sedikit jauh dari kampus alin, karena jalanan sedang sangat macet jadi aby mengendarai mobilnya selama 30 menit hingga sampai di kantornya.

"Si bos baru sampai kantor, tumben terlambat bos." Ucap gio yang baru saja melihat aby memasuki ruangannya.

"Jalanan sangat macet, aku juga baru habis mengantar alina dulu ke kampusnya." Sahut aby.

Gio hanya mengangguk menanggapi atasannya sekaligus sahabatnya itu. Gio dengan begitu santainya mengikuti aby masuk ke ruangan direktur.

"Kenapa lu ngikutin gue? ada berita apa hari ini?" Tanya aby yang melihat gio terus mengikutinya.

"By gue mau ngomong masalah proyek yang sedang ingin di rencakan atas naungan pemerintah itu, elu belum tau kabar terbarunya?" Kata gio.

"Kabar apaan?" Tanya aby rasa penasarannya sudah terpancing.

"Ternyata proyek gede itu susah banget by buat di dapatin, ada perusahan asing juga yang ngincar ingin kerjasama dengan proyek itu juga. Apa kamu yakin bisa menangin tender kali ini?"

"Kamu pagi-pagi masuk ke ruangan ini cuma buat ngasih tau kabar itu? Yakin saja pasti bisa. Harus dengan usaha dulu." Sahut aby dengan santainya.

Memang aby sudah sangat sering memenangkan tender proyek besar, namun kali ini saingannya sedikit berat dari perusahan ternama yang ada di luar negeri.

"Ya sudah yang penting kita usaha dulu, kalau memang nggak bisa ya mungkin belum rejeki." Ucap aby lagi tidak mau ambil pusing.

Aby memulai pekerjaannya pagi ini setelah gio meninggalkan ruangannya. Sesekali fikiran aby tertuju pada wanita yang dia lihat tadi di kampus tempat alina. Namun cepat-cepat ia menepis pikirannya dan menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat.

1
Lina aja
nah gtu donk bersyukur atas Rahmat yg Alloh ydahberi
Nona Kinyiss
lah kan iya jovan dah mau tanggung jawab tanpa di suruh.. muter" ja dialog mereka ini
Diah Retnasari
kuliah di PT A kok ganti di PT B?
Selviah Selviah
aku suka sekali
FUZEIN
Bah..bah....ni la frust sangat..pas sayang sayangnya...ceritanya tergantung....😭😭😭😭
FUZEIN
Hahahaha..gagal.dah
FUZEIN
Kan bagus begitu....
FUZEIN
Simpati kat anum...aby ni..ku lesing kang...terburai gigi tu..acuh tak acuh ngan isteri
FUZEIN
Turut berbahagia
FUZEIN
Si jo ni..satu je perangai tak elok dia...merasa diri maha benar....tapi sendiri enak je tolong perempuan lain tanpa pengetahuan alin..sedangkan perkara buruk oertama disebabkan kesalahfahaman pun dsebabkan erika..masih gak tak..faham...
FUZEIN
Terlambat
FUZEIN
Aku jadi geram kat jobann ni....sanggup awal pagi jumpa perempuan lain..kan dah menimbulkan fitnah tu...
FUZEIN
Nah.. pergilah tolong erika tu..seharusnya kita dah ada isteri janganlah dekat dengan perempuan lain..yg boleh menimbulkan kan fitnah...
FUZEIN
Semakin tertarik dengan jalan cerita ni..🥰
Mirta Soriale
kok baru muncul thor
Mila Karmila
Lamaa bangeet up nya thor,, semangat teeuss
Mila Karmila
Hampir lupa ceritanya kak,, up dong
Jabal Nabila
next
Roro Anggun
di tunggu karya berikutnya
Mila Karmila
Asmiin, goodluck kakak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!