NovelToon NovelToon
Ternyata Dia Jodohku

Ternyata Dia Jodohku

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:3.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Afria Lusiana

"Siapa sangka, pertemuan yang tidak disengaja itulah yang membuat kita sampai saat ini masih bersama" ~ Nadila Azzahra Putri Gunawan.

"Lo bisa nggak sih, seharii aja nggak gangguin gue Vin?" Tanya Nadila kesal.

"Enggak bisa!!!"

"Sebenarnya mau lo itu apa sih Vin?"

Vino mendekat. "Kan udah gue bilang, gue mau jadi pacar lo"

Deg

_________________________________________

Bukankan ada pepatah yang mengatakan, bahwa apapun yang tengah kamu hadapi, kamu harus percaya dan yakin, bahwa Allah akan memberikan jalan keluarnya, bahkan dengan cara yang tidak pernah kamu bayangkan.

Jodoh, memang tidak ada yang tahu. Tidak ada yang tahu seperti apa kita akan dipertemukan dengan jodoh. Seperti halnya dengan Nadila yang bertemu dengan jodoh dengan cara yang tidak pernah ia sangka.

Nadila fikir, pertemuan singkat pada saat itu hanya akan berakhir sampai disana saja. Namun siapa sangka, semuanya masih berlanjut sejak beberapa tahun mereka kembali dipertemukan. Dan ternyata, memang pria yang bernama Vino itulah yang menjadi jodohnya.

Mau tau gimana kisah Nadila dan Vino? Kuy baca. Jangan lupa di like, komen, dan vote :)

Copyright © Afrialusiana
Dont copy my story. Ingat dosa!!

Follow Ig Author : @Afrialusiana

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Afria Lusiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nanti Malam Jalan

Di koridor kampus, Nadila terlihat sedang berjalan bersama Kenny dengan beberapa buku di tangannya. Benar, mereka baru saja kembali dari perpustakaan.

Kringg

Ponsel Nadila berdering. Gadis itu segera merogoh saku celana jeans yang saat ini ia kenakan untuk mengambil benda pipih yang digunakan untuk bertukar informaai tersebut.

Nadila membuka kunci pada layar ponsel, gadis itu membaca satu pesan masuk yang tidak lain dari Vino.

" Dimana lo Nad?" ~ Vino.

"Ngapain lo nanya gue dimana?" ~Nadila.

"Dasar lo ya nenek lampir, ditanya malah balik nanya" ~ Vino.

"Yaelah, suka suka gue dong. Yang ngetik juga tangan gue, bukan tangan lo! " ~ Nadila.

"Udah, nggak usah bacot, ikut gue ke kantin Fakultas lo! Tempat lo biasa makan. Gue traktir!" ~Vino.

"Najis ogah! gue juga bisa bayar makanan sendiri tanpa lo traktir-traktir" ~ Nadila.

"Tanpa lo sebutin juga gue tau kalo lo bisa bayar makanan lo sendiri" ~Vino.

Nadila hendak mengetik sesuatu untuk membalas pesan Vino. Namun, suara laki-laki yang terdengar dari arah depan mengurungkan niat Nadila.

"Udah gausah kebanyakan gaya, tingal ikut gue aja kenapa sih?" sorak Vino dengan jarak hanya 5 meter dari Nadila. Pria itu tampak berdiri menyandarkan tubuhnya di sebuah tembok kelas dengan tangan terletak di sakunya. Alis pria itu naik turun sambil melirik Nadila.

Namun, disisi lain, Kenny yang saat ini tengah berdiri di samping Nadila, hanya diam tak percaya dengan pandangan tak teralih dari Nadila dan Vino. Mulut gadis yang berambut lurus itu saat ini terbuka membentuk huruf O karena tidak percaya dengan apa yang ia saksikan.

Kenny menoleh ke arah Nadila, menatap wajah Nadila dengan kening berkerut dan penuh selidik.

Nadila juga membalas tatapan tersebut dengan kening tertaut. Raut wajahnya seolah bertanya dan berbicara lewat tatapan mata dengan Kenny.

"Vino ngomong sama lo Nad?" Tanya Kenny memastikan.

Nadila menarik nafas malas sambil memejamkan mata, kemudian gadis itu menghembuskan dengan kasar.

"Enggak! dia ngomong sama setan!" Sahut Nadila berlalu dari sana berniat hendak pergi melalui Vino. Namun, dengan sigap Vino menarik tangan Nadila hingga posisi Nadila menoleh ke arah belakang.

"Mau kemana lo?" Tanya Vino sambil memegang pergelangan tangan Nadila.

Nadila memutar bola matanya malas sambil mengehmbuskan nafas kasar.

"Gue mau pulang Vin, lo bisa nggak sih, sehari aja nggak ganggu gue?"

"Enggak! nggak bisa! Kenapa emang?" Jawab Vino santai.

"Ck! Anak siapa sih lo keras kepala banget? Sebenarnya mau lo apa sih gangguin gue mulu?" Umpat Nadila.

"Ya anak Mama Papa gue lah, masak anak Mama Papa lo" Sahut Vino yang lagi-lagi membuat Nadila kesal.

"Gue mau lo jadi pacar gue" Sambung Vino kemudian.

"What?" Sorak Kenny yang tidak berada jauh dari sana antusias.

Kening Nadila tertaut. "Gausah becanda deh lo Vin!"

"Gue nggak becanda!" Tekan Vino!"

Kenny yang masih berada di sana masih terpelongo tidak percaya melihat apa yang ia saksikan saat ini. Pasalnya, sudah empat bulan Nadila dekat dengan Vino. Ralat, bukan dekat, tapi lebih tepatnya Vino yang selalu mengganggu Nadila.

Benar, sudah empat bulan, Namun Kenny sama sekali tidak mengetahui akan hal itu. Hanya Nindy dan Mira sang Mama Nadila yang mengetahuinya.

Nadila memang sengaja untuk tidak menceritakan pada siapapun, meskipun gadis itu sempat beberapa kali jalan bersama Vino, namun Nadila bungkam mengingat banyaknya penggemar Vino di kampus ini termasuk temannya sendiri yaitu Kenny.

Nadila hanya ingin cari aman, gadis itu tidak ingin kehidupannya terganggu hanya karena fans Vino yang bisa-bisa mengintrogasi dirinya setiap hari. Apalagi jika sampai ada yang menghujat dirinya hanya karena Vino. Nadila tidak sanggup untuk menghadapi itu. Ia hanya ingin belajar dengan tenang, dan wisuda secepatnya.

"Jadi kalian saling kenal?" Tanya Kenny memastikan. Mendekat sembari melirik Nadila dan Vino secara bergantian dengan jemarinya menunjuk kedua manusia itu bergantia.

"Enggak! gue nggak kenal dia, dia salah orang!" Sahut Nadila songong seraya melipat tangan di dadanya. Memalingkan pandangan dengan raut wajah memalas dari Vino.

"Nggak nggak, gue bukan bocah yang bisa lo kibulin, jadi selama ini lo kenal Vino Nad? dan lo pura-pura nggak tau di depan gue?"

"Aduh ini anak nggak percayaan banget sih jadi orang.!" Umpat Nadila pelan.

"Kalo iya kita udah kenal emangnya kenapa?" Tanya Vino menyelonong.

Mata Kenny membulat tidak percaya saat Vino berbicara dengan pandangan menghadap pada dirinya. Kenny menatap wajah Vino seksama, berhalu, mengkhayal dengan tatapan kagum tak terlepas dari wajah Vino. Beberapa saat kemudian gadis itu kembali tersadar.

"Lo ngomong sama gue?" Tanya Kenny memastikan.

"Yaiyalah gue ngomong sama lo! ya kali gue ngomong sama nyamuk!" Sahut Vino cuek.

"Omaigat, Vino ngomong sama gue. Nad, Vino ngomong sama gue" Ucap Kenny antusias sambil sambil menggoyang-goyangkan tubuh Nadila. Gadis itu bahkan tidak lagi peduli akan pertanyaannya pada Nadila. Karena perhatian Kenny sudah teralihkan dengan Vino.

"Udah ah, gue mau pulang!" Nadila menepis tangan Vino yang ternyata sedari tadi tidak terlepas dari pergelangan tangannya.

"Nanti malam keluar!" Ucap Vino masih enggam melepaskan tangan Nadila.

"Nggak mau!" Tolak Nadila mentah-mentah.

"Harus mau! kalo lo nggak mau ya nggak akan gue lepasin!"

"Aishhh." Nadila berdecak, menatap Vino dengan tatapan kesal. "Iya iya." Jawabnya terpaksa. Karena Nadila tidak ingin jika ada mahasiswa yang menyaksikan dirinya sedang bersama Vino.

Vino tersenyum menyeringai, melepaskan tangan Nadila. Sementara Nadila, gadis itu sedikit menghentakkan kakinya kesal. Sebelum berlalu pergi dari sana.

"Eh Nad, lo mau kemana?" Sorak Kenny yang saat ini terlihat masih berdiri di depan Vino.

"Gue duluan pulang Ken" Sorak Nadila tanpa menoleh. Gadis itu melangkah selangkah demi langkah hingga tidak terlihat lagi dari jangkauan mata Vino dan juga Kenny.

Kenny kembali menatap Vino, gadis itu tersenyum. Vino membalas senyum Kenny, menaikkan alisnya dengan tangan yang terletak di saku celananya.

"Gue duluan!" Pamit Vino meninggalkan Kenny sendirian di sana.

Tubuh Kenny berputar mengikuti langkah Vino. Gadis itu masih tidak percaya, bahwa hari ini bisa berbicara dengan idolanya tersebut.

Karena memang, Kenny memang sudah sangat lama mengidolakan Vino. Sejak saat gadis itu pertama kali menginjakkan kaki di Universitas ini. Ralat, sejak pertama kali saat melihat Vino perfom di sebuah acara kampus pada saat dirinya masih menyandang status mahasiswa baru.

"Vino.... Vino.... Beruntung banget sih Nanad bisa kenal sama lo. Lah gue? yang udah dari dulu ngefens sama lo aja nggak pernah dilirik" Lirih Kenny pelan sebelum gadis itu ikut meninggalkan kampus untuk kembali ke rumah.

.

.

.

.

.

Jangan lupa like, komen, dan vote ya. Terimakasih :)

1
Aisah
aaa bagus banget bacanya sambil senyum² sendiri 🤭
Hadyan Ghauzan
Luar biasa
Aili Motings
ceritanya seru
Harno Halleluya: ukk
mb
mkik
kkkkm

ju kk
total 1 replies
lovers bright
author nya fujo ya? , btw si p'bai gtg bet💗💗
Asri Asri
ngk ngerti aku dengan Ceritanya
Asri Asri
ceritanya Menarik
Agustio Okke
seru bngt ini😜😜
Qaisaa Nazarudin
Nah tuh kan apa ku bilang,Dasar Anafi..
Qaisaa Nazarudin
Nah aku jadi curiga kenapa saat Vino pertama kali ketemu Nadila di kampus dia tau nama panggilan Nadila itu Nanad,Pasti Anafi yg cerita,Dan pasti juga akan cerita ke Vino kisah dia dgn Nadila kan,Dan pasti Anafi juga bilang kalo dr dulu itu Nadila udah suka sama Vino,.
Qaisaa Nazarudin
Alesan yg gak masuk akal,Terus kalo emang gitu kenapa gak jujur aja sama Nadilanya ,aaneh..
Qaisaa Nazarudin
Terus apa hubungan nya maksa diri meruruti semua keinginan nya icha,Aneh alasan apa itu??
Qaisaa Nazarudin
Menurut ku Nadila terlalu cepet percaya lelaki terlalu baperan,,Mana ada cowok cakep dan populer kaya Vino bisa setia sama satu cewek,gak belajar Nadila dr hubungannya dulu sama Anafi,Dirayu dikit aja luluh,setelah itau kenyataan nangis,,Hadeh kayak anak kecil aja..
Qaisaa Nazarudin
Nah gitu dong jual mahal dikit,jangan cepet banget baperan..
Qaisaa Nazarudin
Nah kan ku pikir juga apa,,pasti Bagas bakal ngamuk saat tau kalo Anafi cuman mainin perasaan Nadila,,
Qaisaa Nazarudin
Gila aja si Nindy,, kalo sayang sama temen bukan begitu caranya,kalo gitu malah menyakitkan temen loe sendiri Dy!!!Ckck🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Apa itu poto Anagi dan Nindy?? Kalo benar aku benci sama Nindy yg tega banget nikung temen sendiri,,🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Hurrmmm ada sesuatu nih dgn sikapnya Nafi,apa Nadila hanya sekadar pelarian??Kok tega gitu Nafi??!
Qaisaa Nazarudin
Lho Nindy kenapa?? baca judul bab ini PINGSAN,Ku pikir yg pingsan itu Nadila ternyata Nindy..🥲
Qaisaa Nazarudin
Diihh nembaknya gak romantis banget,gak ada embel2 nya.. tapi kok Nadila yg di tembak aku yg senyam senyum kegirangan😂😂😂😜😜😜
Qaisaa Nazarudin
Aku suka sikap Bagas yg gentle👍🏻👍🏻👍🏻👏🏻👏🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!