Amanda Djoyodiningrat, seorang gadis berusia 20 tahun, masih keluarga bangsawan Jawa, yang cantik, manis, pintar dan tidak pernah kemana mana tanpa sekelompok pengawal yang mengawalnya super ketat perintah dari ayah dan ibunya.
Manda, dikhianati oleh teman baiknya yaitu Marvella Arafat, yang dirawat oleh pamannya yang bernama Burhannudin Arafat, seorang pemilik saham di Perdana incorporation, milik Narendra Sakabumi Perdana.
Vella mengorbankan keperawanan Manda demi ambisinya mendapatkan hati seorang CEO tampan incarannya, sehingga Manda bangun suatu pagi bersama seorang laki-laki tampan yang tertidur di ranjang yang sama.
Bagaimana kisah selanjutnya?
Warning: Banyak konten vulgar, one night stand dan pengkhianatan
Mature content 21+, harap bijaksana dalam membaca. Harap menyesuaikan dengan batasan usia yang dicantumkan. Terimakasih!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nophie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29.
" Nah Lio, sebenernya Manda sudah dijodohkan dengan seorang laki laki, masih keturunan bangsawan dan yah tentu saja kamu juga tahu kalau mereka pasti juga memberikan fasilitas yang baik untuk kehidupan Manda ke depannya." jelas ayah Noto dengan nada santai tapi tegas. Lio hanya diam dan menyimak apa yang akan dikatakan oleh ayah Noto.
" Saya sebagai orang tua berhak untuk mengetahui asal usul, bibit, bobot, dan juga bebet calon menantu anak gadis saya. Apalagi anak gadis saya ini cantik dan cerdas, tentunya saya ingin dapet menantu yang lebih baik lagi supaya anak saya itu bisa hidup sejahtera."
Hem, mulai belibet nih ayah, demi anak gadisnya apa demi menaikan pamor keluarga, cebik Manda sinis. Sekalipun ia ingin Lio menikahi dirinya tapi ia juga ga mau kalau dirinya ini bak sebuah barang yang bisa dijadikan komoditas.
" Saya mengerti, pak."
" Panggil saja ayah, kayak Manda dan duo Jo itu." kata ayah Noto dengan santai. Perkataan ayah membuat Lio dan Manda melotot kaget.
" Jadi maksudnya?" tanya Lio dengan tergagap. Padahal tadi kayaknya ga gugup.
" Ayah..." Manda pun memandangi ayahnya dengan kaget.
" Kalian itu gimana sih? Tujuan kalian ke ayah itu sebenernya apa?" tanya ayahnya dengan kesal.
" Eh mencari restu untuk lamaran." sahut Lio masih dalam kondisi ta percaya.
" Nah terus? Kalau ayah setuju kalian ga mau?" tanya ayah lagi.
" Eh Joe ga setuju ayah." potong Joe yang tiba tiba muncul dari dalam. Ternyata Joe dan Joz sebenernya nguping sodara sodara.
" Lha hak kamu ga setuju itu apa? Lha wong ayahnya kan ayah!" jawab ayah Noto dengan sewot. Nih anak kembar yang satu ini emang bener bener resek! Amanda hanya bisa melotot dengan kakanya yang super usil ini.
" Pokoknya Joe ga setuju kalau ayah mblenjani (\=mengingkari) perjanjian ayah dengan pak raden." sahut Joe dengan smirk di wajahnya yang tampan, bikin Manda pingin melempar kakaknya ini dengan sandal swallow bau kaki.
" Pak raden pak raden gundulmu amoh! Dia itu punya nama loh, kak!" potong ayah Noto sewot. Ini anak kok kurang ajar banget, malu maluin calon mantu. Sedang Lio malah cengo dibuatnya. Bukannya tadi katanya Joe udah setuju dengan dirinya? Bahkan tadi Lio udah pingin ngasi kakak ipar eh calon kakak iparnya ini sebuah mobil baru. Wkwkw sultan!
" Namanya itu Raden mas Haryo Dipta Kusumonegoro, biasanya dikenal sebagai Dipta." koreksi ibu dengan bahasanya yang santun.
" Nah itu tadi namanya, kamu dengar ga, kak?" jelas ayah Noto dengan nada tegas.
" Halah, jangan jangan ayah juga lupa namanya.." bantah Joe lagi.
" Ya ga mungkin lupa to, kak! Wis meneng! (\= sudah diem!). Kakean cangkem kok bocah siji iki. (\=Kebanyakan mulut kok anak satu ini )." potong ayah dengan kesal.
" Iya, kak. Ayah itu tetep ingin yang terbaik buat anaknya. Nah kebetulan setelah ditelisik, nak Dipta itu ternyata sudah pernah menghamili anak orang. Lha kebetulan kemarin pas ayah sama ibu kesana, wanita itu juga datang minta pertanggung jawaban sama keluarga nak Dipta. Lha karena sudah ketahuan seperti itu, tentu saja ayah gak mau kalau sampai Manda sandingan sama laki laki yang seperti itu." jelas ibu Ayya dengan lembut. Joe sebenernya sudah tahu, cuman ia membantu Manda dan Lio yang mungkin kepo kenapa ayah begitu saja setuju dengan kehadiran Lio, selain Lio itu kaya raya, tajir melintir sultan. Mungkin salah satu alasannya yang memperkuat adalah karena Raden mas kesayangannya sudah melanggar kriteria yang diwajibkan bagi calon mantu ayah Noto, yaitu suci ... dalam debu.
" Lha nak Lio.."
" Ishhh sekarang nak Lio..." potong Joe dengan menaik turunkan alisnya, masih saja menggoda ayahnya.
" Ck, masuk kamu Joe! Kenapa sih satu anak ini ceriwisnya pol, kayak mak mak ketemu diskonan aja. Padahal ibu kamu pendiam." decak ayah Noto sambil mengibaskan tangannya tanda mengusir Joe.
" Ayah, lha trus Lio gimana tuh kabarnya?" tanya Joe kekeuh.
" Lha kan udah diterima lamarannya." sahut ayah dengan nada kesal sama Joe, kok malah Joe loh yang ngoyok ( \= nanyanya sampai detil )
" Lha trus lanjutannya gimana?" tanya Joe lagi.
" Kamu masuk saja sana. Ikut campur urusan orang tua saja." jawab ayah sambil mengkode Joz untuk menarik saudara kembarnya masuk ke dalam.
Joz yang pada dasarnya adalah anak yang lrbih penurut, langsung saja mengikuti perintah ayahnya, menarik kerah baju Joe dan mengangkatnya layaknya mengusir seekor kucing, dan membawanya masuk ke ruangan dalam.
Lio dan Manda memandang pemandangan itu dengan senyum yang dikulum. Mereka ga berani tertawa lepas karena ada ayah dan ibu Manda disana. Padahal kejadian itu sangat lucu, karena Joe hanya bisa pasrah diseret sama kembarannya. Joe juga tidak protes, layaknya kucing yang hendak dibuang di pasar.
" Nak Lio maaf dengan kekacauan yang dibuat oleh kakaknya Manda. Tadi itu namanya Joe, ia memang beda dengan sodara kembarnya yang bernama Joz. Kalau Joz itu pendiam dan penurut. Jadi gimana? Kapan dan Bagaimana acara lamaran Manda. Tentunya ayah dan ibu angkat kamu bakalan datang untuk melamar Manda kan?" tanya ayah dengan semangat 45. Bakal berbesan dengan orang kaya dan bakal punya mantu bilioner membuat ayah Noto bersemangat. Ia bakalan bisa pamer dengan saudara saudaranya yajg ada di Jogya kalau ia punya mantu orang kaya. Gak salah lah, namanya juga punya anak gadis yang cantik dan cerdas, jadi nilainya jelas tinggi.
" Tentu pak..."
" Eh, tadi kan ayah sudah bilang, kamu panggil ayah saja kayak Manda Joe dan Joz. Lha ini ibunya Manda. Namanya ibu Ayya, panggil aja ibu. "
" Eh maaf, iya ayah Noto. Soalnya saya manggil ayah angkat saya juga ayah. Namanya ayah Langit Perdana."
" He eh. Saya tahu kok sama Langit Perdana. Cuman ya ga ngira aja bakalan berbesan dengan jajaran 3 besar orang terkaya di Indonesia. Ha ha ha." ujar ayah Noto dengan senang.
" Iya, pa.. eh yah! Mungkin orang tua saya bakalan datang kemari minggu depan. Karena mereka dan keluarga adik saya sedang berlibur di Singapura. Rencananya minggu depan bakal pulang soalnya akan merayakan ulang tahun adik ipar saya di Jakarta. " jelas Lio dengan sopan. Lio gak berani irit bicara, datar dan dingin, kayak biasanya ia sama Manda atau teman temannya. Bukannya ia harus menampilkan kesan yang terbaik sama calon mertua.
" Oke, berarti minggu depan acara lamaran dengan orang tua kamu. Lha rmang rencananya kapan kamu menikahi Manda? Ingat kalau udah diminta itu harus segera dinikahi. Kalau orang Jawa bilang, ora ilok ( \= gak baik ) lama lama menikahi kalau sudah lamaran." nasihat ayah Noto dengan tegas. Ia tidak mau kalau Lio mempermainkan Manda, hanya dilamar doang tapi gak segera dinikahi.
.
.
.
TBC
*** segera disambung hari ini juga, tapi malaman yaaaa🤟🏻🤟🏻
crtanya bagus....👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
semoga manda selamat
walau jauh, tp bs memprotect wanita, mantap...
kenan pemaniez aja..
spy ada gemez2 nya gitu...
😁