NovelToon NovelToon
Di Tolak Ustadz Di Lamar Berondong Kaya Raya

Di Tolak Ustadz Di Lamar Berondong Kaya Raya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / CEO
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Rasa percaya diri Refisha benar-benar hilang karena di usianya yang sudah memasuki 29 tahun, orang tuanya berkali-kali menjodohkan, tetapi banyak kendala pria menikahinya dan termasuk banyak orang tua pria yang tidak setuju menikah dengan.

Refisha juga selalu bertentangan dengan adiknya yang sudah berusia 24 tahun dan ingin secepatnya menikah. Banyak sekali permasalahan percintaan dalam hidupnya yang tidak sesuai dengan karirnya dalam dunia pekerjaan.

Sampai seketika orang tuanya kembali menjodohkannya dengan seorang Ustadz, Refisha tidak pernah menolak apapun yang dilakukan orang tuanya, dia setuju, tetapi bukannya kebahagiaan yang didapatkan justru penghinaan dari pria yang memahami permasalahan agama itu membuat kepercayaan dirinya semakin hilang.

Lalu siapa sangka Ustadz pemuka agama itu menolaknya, satu pria pria yang dia temui tidak sengaja dengan usianya yang lebih muda, justru ingin melamarnya, mengejarnya dengan cara ugal-ugalan.

Mari mengikuti ceritanya.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 29 Untuk Suami

Tin-tin-tin-tin

Laudya kaget mendengar suara klakson mobil. Laudya menghentikan langkah dengan wajahnya cemberut menoleh ke arah mobil yang berhenti di sekolah. Kaca mobil tersebut turun dan ternyata memperlihatkan pengemudi tersebut tak lain adalah Malik.

"Bukankah dia?"

"Kamu mau kemana, ayo saya antar pulang!" ajak Malik.

Laudya terlihat ragu, karena memang setelah pembatalan perjodohan dengan pria tersebut, Laudya tidak pernah bertemu lagi dengan Malik dan waktu itu hanya bertemu di acara pernikahan kakaknya, tetapi keduanya tidak saling menyapa.

"Laudya tidak pernah takut seperti itu, saya tidak akan mencuri kamu," ucap Malik meyakinkan.

Laudya menghela nafas dan kemudian menerima tawaran Malik dan memasuki mobil duduk di depan di sebelah Malik.

"Malam-malam seperti ini masih berada di luar? kamu emang habis dari mana?" tanya Malik basa-basi.

"Hanya cari udara segar," jawabnya.

"Begitu! lalau sekarang masih mau lanjut cari udara segar atau mau langsung saya antar pulang?" tanyanya.

Laudya terdiam dengan melihat terus ke arah Malik.

"Sepertinya masih ingin mencari udara segar," Malik menarik kesimpulan atas jawaban itu membuat Laudya hanya diam saja dan menunggu bagaimana pria tersebut mengendarai mobil itu.

******

Mobil yang dikendarai Malik berhenti di pinggir jalan, di dekat jembatan dengan keduanya yang saat ini sudah berada di luar mobil.

"Jadi kamu ini adalah anak yang tidak dipedulikan orang tua kamu?" Malik menari kesimpulan ketika dengan mudahnya Laudya curhat pada laki-laki yang baru saja dia kenal itu.

"Begitulah. Mama dan Papa selalu mendahulukan kak Refisha. Aku bahkan harus menunda pernikahanku karena dia belum menikah," jawabnya dengan wajahnya yang cemberut.

"Sayang sekali, padahal kamu itu cantik, wajar saja jika kekasih kamu melamar kamu, banyak laki-laki menyukai kamu dan mungkin dia takut kalau kamu akan kecantol oleh pria lain, tetapi hanya karena anak pertama yang belum menikah dan membuat kamu harus menunda pernikahan, jadi mungkin saja kekasih kamu kurang komitmen dengan memutuskan untuk mengakhiri hubungan kalian," ucap Malik.

"Tetapi bukan berarti putus dari satu pria dan kamu tidak akan mendapatkan penggantinya, bisa saya tebak sangat mudah kamu mendapatkan pengganti karena kamu cantik dan banyak yang suka pada kamu, termasuk saya," ucap Malik.

Laudya mengerutkan dahi, melihat serius ke arah Malik.

"Kamu seharusnya tidak perlu kaget dengan pengakuan saya kepada kamu, kamu pasti masih ingat bagaimana saya mengatakan hal tersebut secara terus terang di depan kedua orang tua kamu saat menolak dijodohkan dengan kakak kamu, karena jujur saja pada waktu itu saya pikir kamulah wanita yang dijodohkan kepada saya," ucap Malik.

"Tetapi bukankah memiliki latar belakang agama yang sangat kental seperti kamu seharusnya mencari istri dengan ciri-ciri seperti Kak Refisha, harus memakai hijab dan pakaian tertutup?" tanyanya.

"Laudya dalam Islam untuk mencari pasangan itu ada tiga, dilihat dari hartanya agamanya dan parasnya, Refisha hanya masuk kategori dalam agamanya, tetapi parasnya tidak mendukung, sementara kamu sudah memenuhi tiga kriteria itu," jawabnya dengan bualan yang sedikit tidak masuk akal.

Bagi seorang Laudya yang masih puber dengan usia dan apalagi masa galau sudah pasti tersipu malu mendengar kata-kata itu.

"Tetapi sangat aneh sekali Jika seorang ustadz memiliki hubungan dengan wanita tidak berhijab," ucapnya.

"Itu adalah tugas seorang suami untuk membimbing istrinya," jawab Malik.

"Aku lihat-lihat sepertinya pria ini baik dan bertanggung jawab, dia juga masih ada ikatan saudara dengan Ezra, pasti dia mencintai wanita secara ugal-ugalan," batin Laudya sudah termakan dengan omongan Malik.

*******

Refisha tampak terlihat sibuk di dapur, entahlah apa yang dia lakukan dengan tangannya bolak-balik mengaduk masakan yang berada di wajan dan juga sesekali memotong sayuran.

"Kamu tumben sekali di rumah siang-siang seperti ini? Kamu memang tidak ke kantor?" Refisha menoleh sebentar ke belakang saat mendapat pertanyaan dari ibu mertuanya.

"Tidak. Ma, Refisha ingin istirahat dan lagi pula pekerjaan itu juga bisa dihandle karyawan," jawab Refisha.

"Banyak sekali menu makanan yang kamu buat? Untuk siapa?" tanyanya.

"Ezra, belakangan ini beliau benar-benar sibuk dengan pekerjaannya, Refisha ingin menyiapkan makan siang dan mengantarkan kekantor, kalau tidak diingatkan makan takutnya beliau selalu mengabaikan dan berpengaruh pada kesehatan," jawabnya.

"Baguslah, jika kamu memiliki kesadaran diri untuk lebih memperhatikan putra saya. Refisha sebenarnya seorang istri itu lebih baik di rumah, kamu tidak perlu terlalu sibuk bekerja, lagi pula seperti yang kamu katakan ada karyawan yang menghandle, apa salahnya kamu fokus dengan suami saja dan juga program kehamilan kamu!" saran yang diberi Bitha membuat Refisha menghentikan pekerjaan dari melihat ke arah Ibu mertuanya itu.

"Saya bukan terlalu cerewet atau selalu serba salah dengan apapun yang kamu lakukan, tetapi jujur saja Refisha, kami sebagai orang tua menginginkan cucu untuk menjadi garis keturunan dari keluarga kami. Ezra anak kami satu-satunya dan aneh sekali jika dia tidak memiliki keturunan, keturunan kami bisa mati tanpa ada penerus!" tegas Bitha.

"Insyallah, jika Allah sudah mempercayakan semuanya dan pasti akan dipermudah jalannya," sahut Refisha selalu memberi jawaban singkat.

"Tetapi semua itu juga harus ada usaha, kamu seharusnya sibuk ke dokter, bolak-balik untuk program agar cepat hamil, bukan terus bekerja!" tegas Bitha.

"Baiklah!" Refisha hanya mengiyakan saja perkataan Ibu mertuanya itu agar cepat selesai.

Bitha tidak mengatakan apapun lagi dan kemudian langsung pergi. Refisha menghela nafas, ada-ada saja perkataan Ibu mertuanya yang terkadang membuatnya tidak mood, tetapi ini adalah cobaan dalam pernikahannya.

*******

Setelah Refisha menyiapkan makan siang spesial untuk suaminya dan ternyata benar dia datang sendiri ke kantor untuk mengantarkan makanan itu tanpa Ezra.

"Mari Mbak!" salah satu karyawan di kantor tersebut Refisha untuk bertemu dengan Ezra.

"Di sana pak Ezra!" karyawan tersebut mengarahkan tangannya.

Mata Refisha melihat ke arah yang ditujukan padanya dan Ezra sedang menikmati makan siang bersama dengan seorang wanita.

Refisha mematung dengan wajahnya yang tampak datar, suaminya terlihat makan sembari bercanda dengan wanita itu, entahlah siapa wanita itu.

"Saya panggilkan sebentar. Bu!" ucap karyawan tersebut.

"Tidak usah!" Refisha menahannya.

"Beliau sedang makan, saya akan menunggu beliau di lobby, jadi tidak apa-apa!" ucap Refisha benar-benar tidak ingin merepotkan siapapun.

"Baik, Bu, kalau begitu saya permisi dulu!" pelayan tersebut menganggukkan kepala.

Wajah Refisha terlihat jadi murung, melihat kembali bekal yang sudah dia bawakan sangat istimewa kepada suaminya, Refisha menarik nafas dan membuang perlahan ke depan, kemudian berbalik badan yang tidak ingin mengganggu sang suami.

Di tengah Ezra yang sedang makan tidak sengaja matanya menoleh ke arah langkah sang istri yang sudah meninggalkan tempat itu.

"Bukannya itu Refisha!" ucapnya sangat mengenali ciri-ciri sang istri.

Ezra bahkan langsung minum dan kemudian langsung pergi.

"Ezra!" panggil wanita tersebut heran melihat Ezra.

"Refisha!" Refisha menghentikan dan membalikkan tubuhnya.

Ezra seperti lari-lari saja dengan nafas ngos-ngosan dan kemudian menghampiri sang istri.

"Hey, kamu datang tapi kenapa langsung pergi?" tanyanya.

"Aku tidak pergi dan hanya ingin menunggu di lobby, lagi pula kamu sedang makan," jawab Refisha.

"Ya, tapi kan aku suami kamu mau makan atau tidak seharusnya disapa, bukan pergi begitu saja," ucap Ezra.

Matanya melihat ke arah apa yang sedang dipegang istrinya.

"Kamu membawakan makan siang untukku?" tanya Ezra.

Refisha menganggukkan kepala, "tetapi ternyata aku sudah terlambat, kamu sudah makan siang, lain kali jika ingin ke kantor aku akan memberitahu terlebih dahulu, jika ingin mengantarkan makan siang agar kamu tidak sempat makan," jawab Refisha.

Ezra menghela nafas dan mengambil bekal yang dipegang istrinya dan kemudian menggenggam tangan istrinya yang membawanya pergi Refisha kebingungan tetapi tetap mengikut saja dan sementara wanita yang makan Ezra melihat hal tersebut dan juga bertanya-tanya siapa wanita yang telah digandeng ng sangat Ezra.

Bersambung.....

1
Dew666
Belah durenya di cut nanggung nih
Yasinta Niken
saya suka dengan cerita2nya tapi kenapa selalu putus 2
Dew666
🌹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!