NovelToon NovelToon
Antara Nyaman Dan Cinta

Antara Nyaman Dan Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Romansa Fantasi
Popularitas:43
Nilai: 5
Nama Author: Anindia Andin

Olivia seorang penyanyi, karirnya semakin bersinar setelah mendapat warisan bros dari sang nenek yang dulunya juga seorang sinden terkenal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anindia Andin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

gairah asmara

"mas, aku sudah survei rumahnya" ucap Siska ketika berada di ruang kerja dimas

"nanti aku sampaikan ke Olivia. kamu yakin mau tinggal dengan Olivia?"

"yakin lah"

di satu sisi dimas senang Olivia ada yang menemani, di sisi lain dia tidak bebas bertemu Olivia jika ada Siska

"om haikal pesan, kamu di suruh fokus di kantormu mas"

"aku fokus kok sis"

"tapi kata om, kamu beberapa bulan ini ndak fokus, malah sibuk disini"

"aku males kalau ketemu dinda sis... mama selalu jodohin aku sama dinda"

"kamu pernah setuju kan?"

"dulu aku setuju, tapi setelah tau tabiat dinda yang sebenarnya. aku jadi ilfil"

"memangnya dia kenapa?"

"dunia dia bebas sis.. perokok, peminum, bisa jadi seks bebas"

"kamu yakin dengan ucapanmu? kamu sudah pernah lihat sendiri?"

"waktu dia merokok pernah tau, trus waktu mencium aroma minuman keras aku juga pernah tau"

"seks bebas?"

"kan aku bilang mungkin sis... masih menebak"

"kalau ndak suka kenapa ndak bilang mas?"

"aku takut kalau mama marah"

"apa kamu punya perempuan lain yang kamu suka?"

"iya"

"boleh aku tau siapa dia mas?"

"kamu tau dia sis.. selama ini hanya dia yang bisa menggerakkan hati ini"

"Olivia"

"kok kamu tau?"

"hmmm ternyata tebakanku benar kan"

dimas diam

"kalau kamu suka jangan menunggu terlalu lama mas"

"aku sudah jadian dengan Olivia sis"

"serius? "

"ya... tapi aku masih belum berani memperkenalkan kepada mama dan papa sis. apa lagi Olivia sebagai penyanyi cafe, pasti pikiran mereka buruk menilai Olivia"

"kalau cinta perjuangkan mas. cinta itu butuh kepastian"

"aku takut mereka tidak setuju sis"

"yakinkan om dan tante mas"

"jika tidak bisa? kawin lari?"

"jaman sekarang masih ada kawin lari?"

"yang ada hamil di luar nikah mas"

"itupun kalau di setujui sis"

"kamu pikirkan sendiri mas. aku kok jadi ikut pusing. kapan aq bisa ngajak Olivia lihat rumahnya"

"kamu atur sendiri, yang jelas Olivia ndak bisa pagi. mungkin sore atau siang"

"buatkan janji aku dengan dia mas"

"tapi kalau kalian tinggal bersama, aku jadi ndak bebas ketemu Olivia"

"kenapa seperti itu? kamu takut aku adukan ke om dan tante?"

"iya"

"mas... mas... kita sudah dewasa. bukan jamannya suka mengadu"

"bisa aku pegang kata-katamu"

"aku janji mas, masalahmu biar menjadi urusanmu, begitu pula dengan aku"

"Thanks sis"

"sudah malam aku pulang"

"ndak bareng sama aku?"

"aku di jemput luis"

"awet ya kalian"

"mungkin bisa sampai menikah"

"sis"

"apa?"

"berapa tahun kalian berpacaran?"

"9 tahunan. kenapa? lama ya?"

"selama itu apa kalian pernah melakukan hal yang sangat jauh?"

"maksud kamu berhubungan badan mas?"

"ya"

"pernah mas. aku tidak munafik, aku merasa kasian ke abi. abi pemuka agama tapi aku seperti ini"

"berapa kali sis"

"sering mas, sudah menjadi kebutuhan buat aku dan luis"

"ndak takut hamil?"

"aku sudah pernah hamil"

"trus?"

"waktu itu aku dan luis sama-sama belum siap"

"kamu gugurkan?"

"ya.. itu dosa terbesarku"

Dimas termenung

"jangan melangkah lebih jauh jika belum siap akan resikonya mas"

"aku siap sis, tapi aku takut ke papa dan mama"

"pelan-pelan mas. aku tau berat untuk om tan tante menerima status Olivia"

siska beranjak dari duduknya

"aku pulang mas, luis sudah menunggu di depan"

siska keluar dari ruang kerja dimas

"hay vi... " sapa siska ketika berpapasan dengan Olivia di wastafel

"hay sis.. dari mas dimas? "

"iya.. oh ya. dimas sudah bilang perihal sewa rumah vi?"

"iya sudah"

"kapan kamu bisa kesana lihat sama aku?"

"besok juga bisa"

"oke sampai jumpa besok vi"

"aku antar kedepan ya sis"

Olivia mengantar siska sampai di luar cafe, Olivia terkejut melihat bagas ada di depan cafe itu.

"hay wis... " sapa siska "Olivia, kenalkan ini luis pacarku"

Olivia terdiam, luis? tadi yang di kenal dengan nama bagas. Olivia pura-pura tidak kenal dan berkenalan lagi dengan luis alias bagas. luis dan siska meninggalkan cafe itu. sebelum benar-bebar hilang, luis mengedipkan mata kepada Olivia. dan membuat Olivia semakin tercengang

"tadi dia pacarnya linda, sekarang pacarnya siska" ucap Olivia dalam hati

malam semakin larut, Olivia bersiap untuk pulang.

"aku antar vi" tawar ujang

"ndak usah mas" Olivia menolak, tapi bingung dengan alasan apa. kini dia pacar dimas

"kenapa? ayok" ujang menarik tangan Olivia

sedang dimas masih sibuk di ruang kerjanya

Olivia mengirim pesan kepada dimas

Olivia : sayang, aku pulang bareng ujang

pesan Olivia tidak mendapatkan balasan dari dimas.

"ayok vi... " seru ujang sambil memberikan helm

Dengan berat hati Olivia naik ke atas motor ujang, dan pergi dari cafe itu

"kenapa diam aja dari tadi vi?" tanya ujang di tengah perjalanan

"ndak pa-pa mas. capek aja"

ujang menarik tangan Olivia untuk memeluk dia. tapi Olivia menarik lagi tangannya

"kenapa? nanti jatuh lho"

"ndak.pa-pa mas. ndak enak aja"

Olivia sampai di depan tempat kosnya

"makasih ya mas"

"oke vi, selamat istirahat ya" ujang mencoba memegang tangan Olivia, Olivia menghindari ujang

******

Olivia masuk kedalam kamarnya

dimas : bagus ya... enak boncengan sama ujang?

Olivia : aku chat kamu mas, ndak kamu balas

dimas : aku ndak mau kamu mengulangi lagi vi

Olivia : iya mas. maaf

Olivia membalas pesan singkat dari dimas

****

beberapa hari kemudian

"sayang, eventnya jam 5 sampai jam 10" dimas menghubungi Olivia

"iya mas, aku sudah siap"

"aku jemput 10 menit lagi"

"oke sayang"

hari itu Olivia mendapatkan job mengisi di acara pernikahan

sesampainya di kos Olivia

"sayang... bisa ndak kamu ganti baju?" ucap dimas melihat Olivia memiliki gaun seksi, dadanya terlihat

"kenapa mas? terlalu kebuka ya?"

"aku ndak mau tubuhmu menjadi konsumsi orang banyak sayang. cukup suaramu saja, tapi tidak dengan tubuhmu"

"aku ganti mas" ucap Olivia sambil mencari dress

yang lain, yang tertutup.

"yang ini bagaimana sayang?"

"bagus... "

Olivia menganti dressnya dengan yang baru, dress berwarna navi, warna yang membuat kulit Olivia semakin terlihat bersih

"cantik sekali pacar ku ini" puji dimas menghampiri Olivia di depan kaca

"rambutku bagus di urai apa di ikut"

"bagus semuanya sayang" dimas memegang pinggang Olivia yang ramping

"mas... sayang... ayok kita berangkat"

"tunggu sebentar sayang... aku masih ingin memelukmu" dimas membalikkan tubuh Olivia berhadapan tepat dengan dirinya

"kamu cantik sekali sayang... sangat cantik"

pujian itu sudah sering di dengar Olivia, tapi tetap membuat rona wajahnya memerah

"kiss me sayang" tantang Olivia

"dengan senang hati sayang"

lumatan panas itu membuat kedua manusia itu berada di puncak gairah

"apa aku boleh meminta lebih dari ini sayang?"

Olivia tak menjawab, semakin menyesap lebih dalam bibir dimas.

"ayok sayang" bisik Olivia

"kemana? hmmmm???"

"ini sudah terlambat"

dimas melepaskan pelukannya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!