NovelToon NovelToon
Crimson Vows

Crimson Vows

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Roman-Angst Mafia / Mafia / Tamat
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: yao na

Tujuh belas tahun Yao Conti hidup dalam penyamaran, bernapas hanya untuk satu tujuan: menuntut balas atas pembantaian keluarganya di Milan. Langkahnya membawanya menembus jantung kekuasaan keluarga Moretti, tempat ia bertemu Gerald Moretti—Don muda yang dingin, tajam, dan tidak pernah membiarkan siapa pun mendekatinya.
Bagi Yao, Gerald adalah kunci menuju pembunuh ayahnya. Bagi Gerald, Yao adalah teka-teki berbahaya yang memikat sekaligus mengancam wilayahnya. Di tengah benturan intrik politik lima keluarga mafia Italia hingga ancaman persekutuan gelap yang membentang ke Hong Kong, batas antara taktik dan perasaan perlahan mengabur.
Saat rahasia paling kelam tentang malam pembantaian itu akhirnya terkuak, mereka dipaksa memilih: menuntaskan dendam yang diwariskan oleh orang tua mereka, atau menyelamatkan cinta yang terlahir di atas tanah bersimbah darah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yao na, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28 — Dua Front Sekaligus

Di gudang tua pinggiran Roma, Yao bertemu dengan salah satu tangan kanan Don Ricci, seorang pria bertubuh besar dengan tatapan dingin yang jelas terlatih untuk kekerasan.

"Rekamannya," kata pria itu tanpa basa-basi, mengulurkan tangan.

Yao menyerahkan flashdisk yang telah dimodifikasi Marco, jantungnya berdegup kencang menyembunyikan kegugupan di balik wajah tenangnya. "Di mana Sofia?" tanyanya tegas.

"Setelah bosku mengonfirmasi keaslian rekaman ini," jawab pria itu, memeriksa flashdisk dengan perangkat kecil di tangannya, "wanita tua itu akan dibebaskan. Tidak sebelumnya."

Ketegangan itu terasa seperti berlangsung selamanya, sementara di sisi kota yang lain, Gerald dan timnya bergerak senyap melalui kegelapan malam menuju vila Don Ricci, memanfaatkan setiap celah keamanan yang telah dipetakan Marco sebelumnya.

Mereka berhasil melumpuhkan dua penjaga di gerbang belakang tanpa suara, menyusup masuk ke area vila dengan presisi militer yang telah dilatih bertahun-tahun. Gerald memimpin langsung, hatinya berdegup kencang karena kekhawatiran akan keselamatan Sofia dan juga Yao yang sedang menghadapi bahayanya sendiri di lokasi lain.

Mereka menemukan Sofia ditahan di sebuah ruangan bawah tanah, terikat namun tidak terluka parah, matanya berkilat lega melihat wajah familiar yang datang menyelamatkannya.

"Gerald," bisiknya lega saat mereka membuka ikatannya dengan cepat. "Yao... apakah dia baik-baik saja?"

"Dia sedang menghadapi bagiannya sendiri," jawab Gerald tegang, membantu Sofia berdiri. "Kita harus segera keluar dari sini sebelum mereka menyadari kau hilang."

Tapi sebelum mereka sempat mencapai pintu keluar, alarm keamanan tiba-tiba berbunyi nyaring — salah satu penjaga telah menemukan rekan mereka yang dilumpuhkan dan membunyikan tanda bahaya ke seluruh vila. Dua penjaga muncul dari lorong berlawanan, senjata sudah terangkat. Gerald mendorong Sofia ke balik pilar terdekat sepersekian detik sebelum tembakan pertama menghantam dinding tepat di tempat mereka berdiri, serpihan plester beterbangan mengenai pipinya hingga berdarah. Baku tembak singkat namun sengit terjadi di lorong sempit itu — salah satu kaptennya tertembak di lengan, mengerang kesakitan namun tetap bisa berjalan dengan bantuan rekannya — sebelum akhirnya mereka berhasil melumpuhkan kedua penjaga itu dan melanjutkan pelarian dengan waktu yang semakin menipis.

Di gudang, secara bersamaan, ponsel tangan kanan Don Ricci berdering mendadak, wajahnya berubah pucat mendengar laporan dari vila. "Bos Don Ricci baru saja diberitahu bahwa vila diserang," katanya dingin, matanya menyipit curiga ke arah Yao. "Kau merencanakan sesuatu, Signorina Conti?"

Yao menyadari kedoknya telah terbongkar. Tanpa membuang waktu, ia segera bertindak, memanfaatkan kekacauan dan momen keterkejutan pria itu untuk melumpuhkannya dengan gerakan cepat yang telah dilatih Sofia bertahun-tahun lalu.

"Waktunya pergi," gumamnya pada dirinya sendiri, bergegas keluar dari gudang itu sebelum bala bantuan Don Ricci tiba.

Isabella dan kapten lainnya sudah menunggu di mobil yang terparkir tidak jauh dari gudang, mesin sudah menyala siap untuk melarikan diri secepat mungkin. "Cepat!" seru Isabella begitu melihat Yao berlari mendekat, membuka pintu mobil lebar-lebar.

Mereka melaju kencang meninggalkan gudang itu tepat saat mobil-mobil bala bantuan Don Ricci mulai berdatangan dari arah berlawanan, lampu sorot mereka menyapu jalanan gelap mencari target yang sudah lama menghilang.

"Apakah Gerald berhasil?" tanya Yao cemas, mencoba menghubungi ponselnya dengan tangan gemetar.

Jawaban datang beberapa menit kemudian dalam bentuk pesan singkat dari Gerald: Sofia aman. Dalam perjalanan ke lokasi aman. Kau baik-baik saja?

Yao menghembuskan napas lega yang telah lama ia tahan, air mata syukur mulai mengalir di pipinya.

1
yao na
kerenn
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!