NovelToon NovelToon
Ratu Mafia Istri Dokter Dingin

Ratu Mafia Istri Dokter Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Mafia / Dokter
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Naelong

Siapa sangka, Sindi Permata gadis cantik anak miliarder yang penampilannya selalu anggun dan kelihatan lemah lembut ternyata punya sisi gelap yang bikin bulu kuduk merinding. Sindi adalah Ratu Mafia yang memimpin dunia hitam dengan tangan besi. Nggak ada yang berani macam-macam sama dia.
​Tapi, sehebat-hebatnya Sindi menaklukan dunia luar, dia akhirnya takluk juga pasrah waktu disuruh nikah paksa sama papanya.
​Suaminya adalah Mike Sanjaya, dokter muda jenius yang terkenal dingin, kaku, dan judesnya minta ampun. Masalahnya bukan cuma sifat Mike yang kayak es batu, tapi cowok itu udah punya pacar kesayangan: Putri Adisti, seorang perawat manis yang selama ini jadi ratu di hati Mike, begitu resmi jadi suami-istri, Mike langsung pasang tembok tinggi. Dia terang-terangan nunjukkin kalau pernikahan mereka cuma formalitas dan nggak ada tempat buat Sindi di hatinya. Mike bahkan masih sering nemenin dan merhatiin Putri adisti.
akankah pernikahan mereka bertahan??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naelong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 5 Ratu mafia istri dokter dingin

pagi pagi sekali mike menemui ayahnya.ia sudah memikirkan semalaman penuh.

"apa kamu sudah setuju mike dengan perjodohan ini" ucap papa baskoro dengan tegas dan dingin

" aku setuju pa, tapi papa harus janji ke mike kalau papa nggak bakal sentuh putri" mike berkata dengan memohon.

"baiklah, papa akan turuti kemauanmu asal kamu tidak lari di hari pernikahanmu" baskoro bicara dengan nada santai.

Setelah itu mike keluar dan baskoro menelpon hendra permata dengan antusias.

"hallo" hendra berbicara sambil minum kopi.

"mike sudah setuju, mari kita atur pernikahan mereka" baskoro berkata dengan antusias.

Setelah sambungan telpon itu. Keesokan harinya hendra permata dan baskoro sanjaya sibuk menyiapkan pesta pernikahan anak anak mereka. Mereka pilih gedung yang paling mewah dan semua kerabat di undang.

Hari pernikahan tiba

​Ruang ballroom hotel bintang lima terbesar di ibu kota itu disulap bagaikan istana megah. Ribuan bunga mawar putih segar didatangkan langsung dari Eropa, menghiasi setiap sudut ruangan dan menyebarkan aroma harum yang elegan. Di langit-langit, belasan lampu kristal raksasa memancarkan cahaya keemasan yang menyilaukan mata.

​Malam ini adalah pesta pernikahan paling spektakuler tahun ini—penyatuan dua dinasti raksasa, keluarga Permata dan keluarga Sanjaya.

Ratusan tamu undangan dari kalangan pejabat tinggi, pengusaha papan atas, hingga jajaran konglomerat memadati ruangan, bersulang anggur dan saling melempar tawa manis.

​Namun, di atas pelaminan megah yang dilapisi karpet merah tebal, atmosfer terasa begitu aneh dan kontras.

​Mike berdiri tegap dengan setelan tuksedo hitam buatan perancang busana ternama. Wajahnya yang sangat tampan terlihat begitu dingin, kaku, dan tanpa ekspresi sedikit pun.

Matanya menatap lurus ke depan dengan pandangan kosong, seolah-olah ia sedang menghadiri upacara pemakaman, bukan perayaan pernikahannya sendiri.

​Setiap kali ada tamu yang datang memberikan selamat, Mike hanya mengangguk singkat tanpa mengumbar senyum sedikit pun. Bicaranya sangat irit, hanya sebatas "terima kasih" yang diucapkan dengan nada datar dan terpaksa.

​Di sebelah Mike, Sindi tampil bak seorang ratu. Gaun pengantin putih menjuntai indah membalut tubuh rampingnya, dihiasi ribuan payet berlian yang berkilau mewah di bawah sorotan lampu.

Rambut hitamnya tertata sempurna di bawah tiara kecil yang berkilau. Wajah cantiknya memancarkan senyum manis yang sangat ramah dan anggun. Ia menyapa setiap tamu dengan kehangatan yang luar biasa.

​Siapa pun yang melihat Sindi malam ini pasti akan iba, mengira gadis anggun itu sangat sabar dan tulus menghadapi sikap dingin serta tak acuh dari suaminya.

​"Selamat ya, Dokter Mike dan Sindi! Kalian berdua benar-benar pasangan yang sangat serasi!" puji seorang pejabat tinggi saat menjabat tangan mereka di atas panggung.

​"Terima kasih banyak atas kedatangannya, pak," sahut Sindi lembut sambil membungkukkan badan sedikit, memamerkan senyum paling manisnya.

​Sementara Mike hanya mengangguk dingin, bahkan tidak berniat membalas ucapan pejabat itu.

Setelah sang tamu berlalu, Mike melirik Sindi dari sudut matanya dengan tatapan penuh rasa muak.

​"Hebat banget ya akting kamu," bisik Mike tajam di dekat telinga Sindi, suaranya sangat pelan namun sarat akan cemoohan. "Kamu nggak capek terus-terusan senyum palsu kayak gitu di depan semua orang?"

​Sindi tidak langsung membalas. Ia tetap mempertahankan senyum anggunnya ke arah kamera fotografer yang sedang mengambil gambar mereka dari bawah panggung.

​"Palsu atau enggak, bukannya itu yang dibutuhkan di acara seperti ini, Mas Mike?" bisik Sindi balik, nadanya sangat tenang, merdu, dan halus tanpa ada nada marah sedikit pun.

​Mike mendengus sinis. "Jujur saja, melihat mukamu yang sok polos begini bikin saya makin mual. Jangan pernah mikir karena kita udah sah menikah malam ini, kamu bisa memiliki saya. Bagi saya, kamu cuma pajangan mahal yang terpaksa saya pajang di rumah."

​Mendengar hinaan sepedas itu, senyum di bibir Sindi tidak meluntur sedikit pun. Matanya yang indah justru berkilat santai.

​"Mas Mike tenang saja," bisik Sindi lagi sambil pura-pura membetulkan posisi dasi kupu-kupu di leher Mike dengan gerakan yang sangat lembut dan mesra. Pemandangan itu membuat para tamu di bawah panggung bersorak gemas, mengira Sindi sedang bersikap manja pada suaminya.

​Namun, kalimat yang keluar dari bibir Sindi di balik gerakan mesra itu justru berbanding terbalik.

​"Aku juga tidak tertarik untuk memiliki hatimu yang penuh es itu, Mas," bisik Sindi sangat pelan, hampir tak terdengar. "Aku cuma menikmati permainan ini. Jadi, simpan saja tenagamu untuk drama rumah tangga kita besok."

​Mike menepis tangan Sindi dari dasinya dengan agak kasar, membuat Sindi sedikit mundur.

Mike menatap istrinya itu dengan kerutan tebal di dahi. Ada sesuatu yang aneh dari nada bicara Sindi—begitu tenang, santai, dan tidak ada raut terluka sama sekali.

Padahal 3 hari yang lalu di depan orang tua mereka, gadis ini berakting menangis seolah dunianya hancur.

​Cewek ini benar-benar gila dan bermuka dua, batin Mike penuh rasa benci.

​Di sudut ruangan ballroom yang agak remang, di dekat pilar besar, berdiri seorang wanita berseragam gaun pesta sederhana.

Tangannya memegang gelas minuman dengan sangat erat hingga jemarinya memutih. Matanya yang sembab menatap lurus ke arah pelaminan, menyaksikan pria yang sangat dicintainya kini resmi menjadi suami wanita lain.

​Dialah Putri Adisti. Ia nekat menyusup masuk ke acara pesta megah ini demi melihat Mike untuk terakhir kalinya sebelum pria itu resmi menjadi milik orang. Air mata Putri menetes perlahan di pipinya, membasahi riasan tipisnya.

​Mike yang tak sengaja menyapu pandangannya ke sudut ruangan mendadak membeku. Matanya menatap tepat ke arah Putri. Dada Mike berdesir hebat, rasa sakit dan penyesalan mendalam membakar jiwanya saat melihat air mata kekasihnya itu.

Mike hendak melangkah turun dari panggung pelaminan tanpa peduli pada acara yang sedang berlangsung.

​Namun, sebelum Mike sempat melangkahkan kakinya, Sindi secara alami menggamit lengan Mike dengan erat.

Sindi melambaikan tangan ke arah rombongan wartawan dan pengusaha yang baru saja naik ke atas panggung untuk berfoto bersama.

​"Mas Mike, mau ke mana? Para wartawan dari media nasional sudah menunggu untuk foto bersama kita," ucap Sindi lembut dengan nada menahan yang begitu kuat, namun cengkeraman tangannya di lengan jas Mike terasa sangat kokoh dan tak tergoyahkan.

​Mike menoleh tajam pada Sindi, mencoba melepaskan cengkeraman tangan istrinya. "Lepasin tangan saya, Sindi!"

​"Senyum, Mas. Kamera ada di depan kita," bisik Sindi santai, matanya tetap menatap lurus ke arah puluhan kilatan lampu kilat kamera wartawan.

​Mike terpaksa menahan langkahnya demi menjaga nama baik keluarga Sanjaya di depan puluhan kamera media.

Ketika Mike kembali melirik ke sudut ruangan dekat pilar besar itu, sosok Putri sudah menghilang dari sana. Mike mengepalkan tangannya erat-erat, amarahnya pada Sindi makin membumbung tinggi hingga ke puncaknya.

​Pesta pernikahan megah itu akhirnya selesai menjelang tengah malam. Sebuah mobil limosin hitam mewah sudah menunggu di depan lobi hotel untuk membawa pasangan pengantin baru itu menuju rumah baru mereka—sebuah mansion megah yang diberikan oleh keluarga Sanjaya sebagai hadiah pernikahan.

​Di dalam mobil limosin yang berjalan membelah malam kota yang sepi, suasana di dalam kabin sangat hening dan dingin. Mike duduk bersandar di pojok kiri, menatap keluar jendela dengan wajah menggelap. Ia sengaja menjaga jarak sejauh mungkin dari Sindi.

​Sindi duduk santai di pojok kanan, melepaskan tiara kecil dari kepalanya lalu menyandarkan punggungnya dengan nyaman. Ia merogoh tas kecilnya dan mengeluarkan ponsel pintarnya.

​Sebuah notifikasi pesan masuk ke ponsel Sindi. Itu pesan dari tangan kanannya di organisasi mafia.

​[Nona Sindi, perawat bernama Putri Adisti baru saja meninggalkan hotel sambil menangis. Dia berjalan sendirian ke arah halte bus yang sepi di ujung jalan. Sesuai instruksi Anda, tim kami sudah membuntutinya dari belakang. Apakah rencana tahap dua langsung dijalankan malam ini juga?]

​Sindi membaca pesan itu dengan tatapan mata yang mendadak berubah sangat dingin dan tajam. Tidak ada lagi sisa-sisa wajah gadis polos dan lembut yang ia tampilkan di pelaminan tadi.

​Jemari lentik Sindi mengetik balasan dengan tenang, sementara Mike di sebelahnya sama sekali tidak menyadari aura berbahaya yang mendadak memancar dari wanita di sampingnya.

​Sindi mengetikkan perintahnya:

​[Lakukan sesuai rencana. Kejutkan Dokter Mike saat kita sampai di mansion nanti.]

​Ponsel Sindi kembali bergetar pelan menandakan balasan dari anak buahnya:

​[Baik, Nona. Target sudah masuk ke dalam perangkap.]

​Sindi mematikan layar ponselnya, menyunggingkan senyum tipis yang sangat misterius di balik kegelapan kabin limosin, lalu melirik ke arah Mike yang masih menatap keluar jendela.

​Bersambung......

1
Muft Smoker
lanjuuut kak ,,
makin seruu cerita ny ,,
Muft Smoker: sama2 kak ,,
total 2 replies
Muft Smoker
kalo begini trus cepat atau lambat Mike bakal tau siapa sindii sbnernya ,,
Muft Smoker
wah siapa nih yg cium sindii ,,
bibir ny minta di kepang dua ,, 😒😒😒
Muft Smoker: oooaalaaaa salah sangka saya🤭🤭🤭🤭🤭🫣🫣🫣
total 2 replies
Muft Smoker
aduuuuh ini ulet bulu. ad dmn2 yx ,,
Muft Smoker
eeeh Dy lupa diri kayaknya ,, tu Mike yg nempel kayak bekantan siapa Mike ,, 😒😒😒😒
Muft Smoker
hati2 km putri mungkin saat ini km msh bisa lolos ,, tp nnti gx tau deh ,, 😒😒😒😒
Muft Smoker
nah looo🤭🤭🤭
Naelong: makasi kak sudah mau baca ceritaku😍🙏🙏, sehat sehat slalu
total 1 replies
Naelong
makasi kaka, sudah mampir.🙏
Muft Smoker
ad yg main2 ma sindii ,,
gx Mike gx musuh ny ,, ad aj yg cari gara2 ,,
duuuh sindii ,, segera berantas semua musuh mu ,,
yumi chan: pusing aku thor ..kpn mike sdr karna di bdhi..dn kpn sindi pergi mninglkn mike agr dia sdr..
total 3 replies
YuWie
malah bingung sendiri sama strategi sindi yg katanya mafia..nyingkirin kroco puyri dan ngasih pelajaran mike aja..jalannya muter2 gak jelas.
niaww: mampir cerita aku kak🥰🙏
total 1 replies
Muft Smoker
situ main2 trus ma Sindi sih mike ,, bela trus wanita mu tu ,, kalo udh tau kebenaran ny ,, jgn menyesal km ,,
Muft Smoker
si putrii dg gx tau maluu ny ,, dtg k tempat tinggal mike dn sindii ,, berasa Kya Dy yg jd nyonya ,, pas ke pergok sang nyonya asli ,, lngsung ciut nyali ny🤭🤭🤭😏😏😏
Muft Smoker
wah teka teki ap lgi ini ,,
Muft Smoker
sypa lgii ni ,, ap suruhan si putri tidur lgi????
Muft Smoker: ok kak ,, makin penasaran tiap bab ny kak
total 2 replies
Muft Smoker
km berharap Sindi bakal ke distrak liat km pulang ,, boleh aj berharap tp dlm mimpi aj yx mike ,, kalo di dunia nyata mh jgn deeh ,, tkut nanti makin maluu Krn gx dapet respon ap2 dr Sindi ,, 😏😏😏🤭🤭🤭
Muft Smoker: 🤭🤭🤭😁😁😁😁
total 2 replies
Muft Smoker
anda terus2an mencari masalah mike ,, nanti kalo udh kena batu ny ,, baru tau rasa km ,, greget banget ma mike ,,
Muft Smoker
mulai cari perhatian niih tanpa anda sadari mike ,, /Shy//Shy//Shy//Shy/
Muft Smoker
lanjuuut kak
Renjana
benarkah Mike bakal nepatin janjinya?
Naelong: 🤭🤭🤭.. dan makasi udah mampir kak, semoga suka ceritanya😍. jangan lupa likenya🙏
total 1 replies
Muft Smoker
good Sindi ,, biar laa Dy hadapi semua sndrii ,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!