NovelToon NovelToon
Menikahi Pewaris Gila (Spin Off MBPB)

Menikahi Pewaris Gila (Spin Off MBPB)

Status: sedang berlangsung
Genre:Aliansi Pernikahan / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:430
Nilai: 5
Nama Author: Jeju Oranye

Menikahi pewaris gila (spin off MBPB) Ini adalah spin off dari novel sebelumnya (Mengandung benih pria beristri) silakan baca novel itu dulu untuk mengerti alurnya. Menceritakan kisah Sagara davitra Fernandez, buah hati dari Citra dan David dan seorang gadis bernama Azalea kirana, disini akan banyak diceritakan bagaimana cerita setelah ending pernikahan David dan citra di novel sebelumnya, Sagara yang di cap sebagai “pewaris gila” harus di hadapkan dengan intrik dan konspirasi yang kejam demi kekuasaan di dalam keluarganya sendiri setelah ayahnya meninggal dunia dan ibunya yang ia anggap pengkhianat dan meninggalkan nya sendirian saat kecil

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeju Oranye, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Berarti memang ada sesuatu, dan sesuatu itu sangat besar. Tanpa sadar Aleah sudah benar-benar di bekuk dengan rasa penasaran nya, hingga kalimat yang akhirnya keluar dari mulutnya, tak bisa ia kontrol sama sekali.

“Termasuk Sagara?”

Flora tersentak sejenak, lantas menatapnya lekat dan penuh arti.

Kali ini tatapan wanita itu penuh kesedihan.”Terutama Sagara.”

Aleah tertegun. “Apa Sagara membenci ibunya sendiri?”

Flora tak menjawab. Namun dari ekspresinya Aleah sudah mendapatkan jawabannya, dan setelah itu ia baru tersadar bahwa pertanyaannya tadi sudah lancang dan terkesan tidak sopan.

Aleah dengan cepat menunduk.”Maaf, bukan maksud aku—“

Flora menghela napas panjang,sebelum akhirnya ia mengusap punggung Aleah dengan pelan. “Tidak apa-apa nak, aku mengerti. Ibumu mungkin memiliki ikatan yang emosional kepada Citra, dia mengirim mu kesini pasti karena sudah sangat percaya kepadanya. Tapi disaat kondisi yang seperti ini, aku mohon nak, jangan membicarakan soal Citra kepada sembarang orang, ini akan menyelamatkan hidupmu, percayalah padaku.”

Tepat di saat Flora selesai mengucapkan kalimatnya dan diakhiri anggukan patuh dari Aleah, tiba-tiba dari belakang mereka terdengar suara langkah sepatu.

Tap!

Tap!

Tap!

Flora langsung menoleh, dan detik itu juga wajahnya langsung pucat. Melihat itu, Aleah juga ikut menoleh dan alhasil dia juga ikut merasakan hal yang sama dengan Flora.

Di depan sana, Sagata berdiri hanya beberapa meter saja dari tempat mereka berada, tatapan dinginnya tertuju kepada dua perempuan itu dengan kedua tangannya yang senantiasa terlipat di belakang punggung.

Tidak ada yang tahu sejak kapan dia berada disana. Namun dari sorot matanya…

Aleah tahu laki-laki itu kemungkinan besar sudah mendengar sebagian percakapan mereka.

“Sedang membicarakan apa?” Suara Sagara datar namun ada penekanan di dalamnya, dan tepat di saat itu juga seluruh tubuh Flora langsung menegang.

Takut jika Aleah akan menjadi sasaran kemarahannya saat penyakit jiwanya kambuh karena ada yang berani membicarakan soal ibunya, Flora lantas langsung menggelengkan kepalanya sekuat tenaga.

“Tidak ada.” Sahutnya, suaranya justru lebih keras dari yang ia duga, Flora lantas melanjutkan lagi dengan lebih lembut. “Tidak ada yang terjadi, nak. Kami hanya mengobrol biasa saja.”

Namun seberapa meyakinkan apapun yang dikatakan Flora, yang sedang ia coba bohongi ini adalah Sagara davitra Fernandez, yang memiliki intuisi tinggi dan tajam. Matanya menyipit lebih dalam membuat Flora langsung merinding disko.

Tatapan Sagara berpindah dari bibinya, kemudian kepada wanita asing yang baru beberapa jam yang lalu berubah status menjadi istrinya itu.

“Kenapa kalian membicarakan nama itu?”

Deg!

Flora menengguk ludahnya, kasar. Habislah sudah, tidak ada yang bisa menghentikan Sagara kali ini.

“Jawab!” Nada suara laki-laki itu meninggi satu oktaf, membuat yang mendengar nya sontak terkesiap.

Namun setelah itu, Aleah justru maju, seolah menantang.”karena aku sekarang sedang mencari keberadaan nya.”

Sagara seketika diam. Tatapannya berubah, dingin, sangat dingin.

Aleah yang melihat perubahan itu akhirnya mengerti, nama Citra bukan sekedar nama bagi laki-laki itu. Ada luka besar dibalik nya.

“Aku datang kesini memang untuk mencari dia,” lanjut Aleah.

Sagara perlahan melangkah mendekat.”untuk apa?” Tatapannya tajam, seolah bersiap menguliti Aleah hidup- hidup.

Aleah hendak menjawab tanpa rasa gentar sama sekali,namun tiba-tiba suara seorang wanita terdengar dari arah aula.

“Karena mungkin perempuan itu memang sudah tahu tentang Citra.”

Semua orang langsung menoleh, Mayang berdiri disana dengan sikap angkuhnya seperti biasa, di susul Robert yang berada di belakangnya.

Wajah Mayang tampak tenang, bahkan terlalu tenang seolah sedang menciptakan badai yang besar.

Tatapannya kemudian tertuju kepada Aleah, lalu kepada kertas yang masih berada di tangan Flora.

Mayang menarik senyum tipis. “Menarik sekali.”

Aleah langsung menyipitkan matanya.”apa maksud bibi?”

Mayang berjalan mendekat. “Bibi?” Suara hak high heels Mayang terdengar begitu keras memantul pada ubin keramik, auranya begitu mencekam. “Mulut mu terlalu lancang memanggil ku bibi, padahal kau saja tak pernah diterima di keluarga ini. Menjijikkan.” Ia mencebikkan bibirnya, sarkastis.

Flora lantas menegur sepupu dari pihak mantan suaminya tersebut. “Mayang… jangan berbicara seperti itu.”

“Kenapa Flo? Bukankah yang ku katakan itu benar?” Ujarnya sambil melirik sekilas ke arah Flora.

“Dia ini wanita aneh yang tidak tahu asal- usulnya tapi tiba-tiba mengaku sebagai pengantin Sagara. Pasti dia sudah di suruh seseorang untuk menyabotase pernikahan keponakan ku yang tersayang ini.” Tatapan nya langsung berubah ke Sagara yang penuh kelembutan lantas mengusap pipinya pelan.

“Bi, sudahlah.” Bisik Sagara pelan.

Aleah merematkan genggamannya pada ujung gaun pengantin nya, ia buksn tipe orang yang diam saja jika sudah mulai ditindas seperti ini. “Aku tak pernah mengaku sebagai pengantin nya, justru aku juga di jebak.”

Kata- kata Aleah yang begitu berani justru membuat mereka langsung menoleh kepada gadis itu.

Mayang membelalakkan matanya, wajahnya dua kali lipat lebih menyeramkan daripada nenek lampir yang pernah Aleah lihat di tayangan televisi waktu kecil. Tapi bukan itu masalahnya, wanita setengah baya itu tiba-tiba mendekat dengan bibir merahnya yang mencebik ke atas, lalu telunjuknya menekan- nekan kening Aleah berulang kali seolah hal itu memang pantas ia lakukan.

“Berani sekali gadis kampung seperti mu mengatakan hal itu hah? Tidak kah kau punya malu sedikit, ataukah memang semua gadis kampung seperti ini?”

Ucapan Mayang secara tak langsung juga menyindir ibunya Sagara yakni Citra yang juga berasal dari kampung.

Sagara yang melihat itu segera melerai, tak ingin terjadi keributan lebih besar, namun yang tidak ia sangka, tangan Aleah sendiri yang justru menghentikan gerakan Mayang.

Mayang kembali membelalak melihat gadis itu yang begitu lancang menghentikan apa yang dilakukannya.

Kali ini tatapan Aleah berubah serius.” Bibi, aku memang berasal dari kampung, tapi bukan berarti kau bisa menindas ku dengan seenak jidat mu.”

Mayang membeo, bibirnya membentuk huruf O di iringi napas kecil yang keluar, “oh astaga, lihat lah dia… lihat lah gadis yang tak tahu malu ini, begitu lancang dan begitu berani sekali menghardik orang tua seperti ku.” Ia melirik Sagara dengan dramatis, seolah meminta simpati nya.

“Sagara, wanita macam apa yang kau bawa ke keluarga ini? Oh astaga, kepala ku hampir pening.” Mayang berpura-pura hampir pingsan, membuat Sagara langsung menangkap nya.

“Bibi sudahlah, lebih baik bibi ke kamar saja dan beristirahat, kau punya darah tinggi dan kolesterol yang harus di jaga.”

Mayang mengangguk, dengan wajah lemas yang tentu saja di buat- buat, “baiklah, bawa aku pergi, aku tak sanggup berada disini.”

Sagara lekas menuntun nya yang terlihat begitu rapuh menjauh dari sana, Aleah dan Flora menatap itu namun salfok pada hak high heels Mayang yang ternyata tinggi sebelah membuat jalan nya yang di buat- buat lemas itu begitu aneh.

Flora dan Aleah saling pandang sesaat lantas tak bisa menyembunyikan tawa mereka menahan mulut masing-masing dengan tangan.

“Bibi Flora, juga menyadari apa yang ku lihat?” Tanya Aleah yang merasa sefrekuensi dengan Flora.

Flora mengangguk. “Padahal sebelumnya aku tak menyadari nya, waktu kesini dia masih berjalan biasa saja, mungkin high heels seperti itu sedang tren.”

Keduanya sama-sama menahan untuk tidak menyemburkan tawa mereka di tengah situasi seperti ini.

Tapi setelah itu keadaan berubah serius seperti semula. Flora lantas mendekat dan mengusap pundak Aleah ubah kemudian menasihati nya.

“Kau lihat kan? Itu adalah contoh bagaimana orang-orang di rumah ini tidak suka jika ada yang membahas Citra. Dan kau lihat? Mayang adalah sosok “ibu” pengganti bagi Sagara, dan terlihat dia sangat menyayangi nya, secara tak langsung Mayang menunjukkan otoritas nya kepada Sagara agar kau tak macam-macam, jadi tetaplah diam jika dia berbicara seperti tadi, sekarang apa kau mengerti?”

Hening sejenak, sebelum akhirnya Aleah menjawab dengan tekad di matanya. “Tidak. Menurut ku, tidak peduli apakah dia kesayangan Sagara atau bukan, jika dia sudah menindas orang seperti tadi, apakah kita harus diam saja? Tidak kan, bibi?”

Mata Aleah menatap langsung ke arah Flora, membuat wanita itu tersentak lalu terkesima secara bersamaan begitu melihat keberaniannya yang tidak biasa.

Harus ia akui, ia telah keliru menilai Aleah sama persis seperti Citra, memang ada sedikit kemiripan namun Aleah adalah versi yang lebih berani dan tak mudah di tindas.

Flora jadi penasaran, keunikan apa lagi yang akan di tunjukkan oleh gadis ini?

…….

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!