NovelToon NovelToon
Jiwa Yang Tertukar

Jiwa Yang Tertukar

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: jihan dwi

Lexa, seorang siswi populer yang terbiasa menindas siapa saja yang menghalangi jalannya, terbangun di sebuah kamar sempit yang asing. Saat memandang cermin, ia tersentak menemukan sosok Maya gadis lugu dan pendiam yang saban hari ia jadikan sasaran rundungan di sekolah. Karna suatu kejadian, jiwanya terperangkap dalam tubuh korban yang paling ia benci.
Terjebak dalam kehidupan Maya, Lexa kini harus merasakan dinginnya lantai kamar mandi tempat ia dulu menyiram Maya, pedasnya cemoohan teman-temannya sendiri, hingga kejamnya rasa terisolasi. Demi bertahan hidup dan mencari cara kembali ke tubuh aslinya, Sephia terpaksa membalas balik intimidasi kelompoknya sendiri—kali ini menggunakan akal dan keberanian yang tak pernah dimiliki Maya sebelumnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jihan dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Atmosfer di dalam kelas XII IPA 1 seketika berubah tegang saat raga Maya melangkah melewati bingkai pintu. Suara bising perbincangan para siswa luluh pasak puluhan pasang mata memusatkan perhatian pada gadis berseragam kusam itu. Sebagian besar siswa menahan napas, menebak-nebak drama buruk apa yang akan terjadi selanjutnya. Dalam ingatan mereka, setiap kali raga Maya menjejakkan kaki di kelas, raga Lexa yang kini sudah duduk tenang di sudut barisan depan pasti akan langsung menyambutnya dengan hinaan pedas, tawa ejekan, atau tindakan brutal.Namun, detik demi detik berlalu dalam keheningan yang membingungkan.

Raga Maya melangkah pelan menuju kursinya di sudut belakang dekat jendela, sementara raga Lexa tetap bergeming di bangkunya. Tidak ada bentakan melengking. Tidak ada pandangan merendahkan dari raga Lexa. Sosok yang kini dihuni oleh jiwa Maya itu hanya menatap raga aslinya sebentar dengan binar mata yang sarat akan keprihatinan, lalu kembali merapikan buku-buku pelajarannya dengan jemari yang tenang. Tidak ada respons saling serang di antara keduanya.Keheningan tak biasa ini membuat Adel salah satu siswi yang selama ini gemar memprovokasi dan mencari muka di hadapan sang ratu sekolah merasa gemas. Adel melangkah mendekati meja raga Lexa, lalu berbisik dengan nada menyudutkan yang penuh racun.

"Lex... kok lu diem aja sih?" provokasi Adel seraya menunjuk ke arah raga Maya di belakang. "Tuh si anak penjual sayur udah dateng! Masih berani-beraninya dia masuk kelas ini setelah bikin lu celaka pas gempa kemarin. Lu nggak mau ngasih dia pelajaran kayak biasa? Mumpung anaknya baru duduk tuh!"

Raga Lexa yang dijiwai oleh kesabaran dan kejujuran Maya mendongak perlahan. Ia menatap Adel lurus-lurus tanpa raut dendam, lalu menjawab dengan suara yang amat tenang dan sopan. "Adel, musibah kemarin itu musibah untuk kita semua. Nggak ada yang perlu disalahkan, apalagi dipukul. Aku sudah maafkan semuanya, dan aku nggak mau nge rundung siapa-siapa lagi."

Adel melongo, mendadak kaku mendengar jawaban sehalus sutra itu. Kecewa karena tidak berhasil memicu amarah sang ratu sekolah, Adel memutar tubuhnya dan menghampiri Hani serta Lana yang sedang berdiri di dekat papan tulis. "Si Lexa beneran ilang ingatan atau gegar otak parah kayaknya," gerutu Adel pada Hani dan Lana. "Masa dia nggak mau bales dendam? Yaudah, kalau dia nggak mau turun tangan, biar kita aja yang wakilin. Kita kasih 'sambutan hangat' buat si anak penjual sayur itu biar dia inget posisinya!"

Hani dan Lana, yang masih merasa gengsi dan ingin menunjukkan eksistensi geng mereka di kelas, menyetujui ajakan Adel. Ketiganya melangkah angkuh menghampiri meja raga Maya di pojok belakang.Adel langsung menggebrak meja kayu itu dengan telapak tangannya. *TAK!*

"Heh, Maya!" bentak Adel kasar, berusaha mengintimidasi. "Lu jangan kebetan seneng ya karena Lexa lagi nggak mau nyentuh lu! Lu harus tetep sadar diri, tempat lu itu di bawah kaki kita! Pakaian lusuh begini kok berani banget masuk kelas IPA 1!". Jiwa Lexa yang terperangkap di dalam raga Maya seketika mendidih hebat. Rasa frustrasi karena harus memakai baju kusam, rasa sakit hati atas penderitaannya seminggu ini, serta rasa dipermalukan oleh mantan anak buahnya sendiri membuat ketahanannya runtuh total. Ia tidak sanggup lagi menahan rahasia gila ini sendirian.Dengan napas tersengal dan mata membelalak penuh emosi, jiwa Lexa di dalam raga Maya membentak balik, bangkit berdiri dari kursinya.

"DIEM LU, ADEL!" teriaknya dengan nada melengking yang sangat familier bagi mereka. "Kalian semua tuh bego ya?! Buka mata kalian lebar-lebar! Gue ini LEXA! Gue Lexa yang asli!".Seluruh ruangan kelas seketika menjadi sunyi senyap. "Gue ini Lexa, paham?!" lanjutnya histeris, menunjuk dirinya sendiri lalu menunjuk ke arah raga Lexa di barisan depan. "Cewek yang duduk manis di depan sana itu si Maya! Jiwa kita tertukar pas gempa kemarin! Dia yang curi posisi gue, dan gue yang terjebak di tubuh kusam ini! Kenapa kalian semua goblok banget nggak ada yang sadar?!" . Keheningan kelas bertahan selama tiga detik... sebelum akhirnya meledak oleh tawa riuh seluruh siswa!

"HA-HA-HA-HA-HA!"

Hani tertawa paling kencang hingga memegangi perutnya dan menepuk-nepuk meja di dekatnya. "Aduh, sumpah! Ini lelucon paling kocak se-SMA Nusa Bangsa! Maya, lu frustrasi berat ya gara-gara sering kita bully?!"

"Anjir, halusinasi si anak penjual sayur parah banget!" cemooh Lana sambil tertawa terbahak-bahak bersama siswa-siswa lain. "Masa dia ngaku-ngaku jadi Lexa?! Lu pikir ini film fantasi, hah?!" . Seluruh isi kelas tertawa terpingkal-pingkal, menunjuk-nunjuk raga Maya yang berdiri gemetar dengan wajah memerah padam. Rasa malu yang luar biasa dahsyat menghantam jiwa Lexa. Ia dipermalukan, ditertawakan, dan dianggap gila oleh teman-teman yang dulu selalu menyembahnya. Di barisan depan, Maya yang menghuni raga Lexa menyaksikan seluruh adegan tersebut.Melihat raga aslinya yang kini dihuni Lexa meluapkan amarah, menuduh, dan tetap mempertahankan tabiat angkuh serta jahatnya tanpa ada rasa penyesalan sedikit pun atas semua perundungan masa lalu, ada sesuatu yang terikat kuat di dalam dada Maya. Ini adalah saatnya karma dan takdir ditegakkan. Maya tidak akan membiarkan kejahatan dan keangkuhan Lexa terus merusak kehidupan, bahkan saat posisi mereka telah bertukar.Dengan gerakan yang amat anggun dan elegan, raga Lexa bangkit dari kursinya.

Kehebohan dan tawa di dalam kelas perlahan-lahan mereda saat melihat sang ratu sekolah melangkah. Maya berjalan menyusuri lorong antar meja dengan langkah yang tenang, mantap, dan penuh kewibawaan murni sebuah aura kepemimpinan sejati yang tidak pernah dimiliki oleh Lexa sebelumnya.Seluruh siswa menepi, memberikan jalan saat raga Lexa berjalan mendekati raga Maya yang sedang berdiri gemetar oleh amarah dan keputusasaan di pojok kelas.

Maya menghentikan langkahnya tepat di hadapan raga aslinya. Ia menatap lurus ke dalam mata yang bergetar emosi itu dari jarak dekat. Tidak ada raut kejam di wajah cantik raga Lexa, melainkan sebuah ketegasan yang dingin dan amat berwibawa. "Cukup, Maya..." suara raga Lexa mengalun tenang namun begitu berbobot, menembus setiap sudut ruangan kelas yang kini mendadak bisu. "Jangan mempermalukan dirimu sendiri lebih jauh lagi dengan kebohongan dan dongeng yang tak masuk akal."

Maya mencondongkan tubuhnya sedikit, menatap jiwa Lexa di balik raga kusam itu dengan kebenaran yang tak terbantahkan. "Belajarlah untuk menerima kenyataan hidupmu yang sekarang," bisik Maya dengan nada tegas yang menghantam ulu hati jiwa Lexa. "Karena di dunia ini, kehormatan tidak pernah ditentukan oleh baju apa yang kamu pakai atau raga siapa yang kamu huni... melainkan oleh kebaikan dan kejujuran jiwamu sendiri."

1
Hadi Mulyono
seru ceritanya
Hadi Mulyono
jaman sekarang jangankan anak orang kaya .anak orang biasa ga pny aja bnyk yg kelakuan gayanya kaya orang kaya .kasihan maknya jg
Hadi Mulyono
kapan nih pindah jiwa maya
Hadi Mulyono
di awal cerita SDH menarik semoga bab nya ga terlalu panjang yg penting pny kualitas isi yg bagus
lily
cerita yang menarik semoga sampai tamat..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!