NovelToon NovelToon
Ibu Tiri Jeratan Daddy

Ibu Tiri Jeratan Daddy

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Penyesalan Suami / Ibu Tiri
Popularitas:223.1k
Nilai: 5
Nama Author: kenz....567

"Bukan aku pelakunya!"

Demi biaya berobat ibunya, Aeris Calythea mengantar ratusan kue ke sebuah rumah mewah. Namun, bukannya uang, ia justru menemukan istri pria kaya tergeletak berlumuran darah. Niat tulus Aeris menolong justru menjebaknya. Sidik jarinya tertinggal, menjadikannya tersangka utama.

Dunia Aeris runtuh saat ibunya meninggal akibat terlambat ditangani. Hilang arah, Aeris bersimpuh pasrah.

"Bunuh aku sekarang! Tujuanku tetap hidup sudah tiada!"

Namun Kaizel Vardan, suami korban yang dibakar dendam, menolak. "Mati terlalu mudah untukmu. Kau harus menggantikan posisi istriku dan menjadi ibu untuk anak kembarku! Tebus dosamu, Aeris!"

Bagaimana nasib Aeris? Di tuduh dan terpaksa menjadi istri serta ibu tiri dari 2 anak kembar? Terlebih dia baru tahu, jika 2 anak kembar Vardan bahkan disiksa di rumah ayahnya sendiri.

"Jangan pukul, kami nda nakal hiks ...,"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kenz....567, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cemacam Ibu Balu?

Orlena Mireth menatap tak percaya pada sosok wanita muda di hadapannya. Ia mengamati Aeris dari ujung kepala hingga ujung kaki dengan pandangan penuh penilaian. Pakaian yang dikenakan Aeris sangat sederhana, bahan kainnya kusam, dan terkesan murah, sangat jauh dari standar kelas sosial keluarga Vardan.

Melihat gadis miskin itu begitu berani menantangnya, tawa cemoohan Orlena pecah melengking hingga garis-garis halus di sekitar matanya yang kencang terlukis jelas.

"Hahaha! Wanita gila dari mana ini yang berani mengaku-ngaku sebagai istri putraku?" sembur Orlena dengan derai tawa bernada hinaan. "Hei, Kaizel itu baru saja kehilangan istrinya! Tidak mungkin dia mendadak gila dalam waktu sekejap lalu menikahi gadis miskin kurang ajar seperti kamu!"

Kata-kata tajam itu membuat Aeris mengepalkan kedua tangannya erat-erat. Rasa hangat akibat amarah menjalar di dadanya, namun ia menahan diri demi anak-anak di dekatnya.

"Nyonya ... tapi yang dikatakan Nona Aeris itu benar. Beliau adalah istri sah Tuan Kaizel," potong Pak Bowo tenang. Suara sang supir senior itu seketika mematikan tawa Orlena.

"Apa?!" Raut wajah angkuh Orlena berubah drastis. Matanya melotot tajam menatap Aeris.

Aeris tidak membalas dengan bentakan. Ia hanya mengulas senyum tipis penuh kemenangan yang makin memancing emosi Orlena. Dengan lembut namun sigap, Aeris menarik kedua anak kembar itu ke dekatnya, lalu menggandeng jemari mungil mereka yang kurus dan dingin.

"Ayo, tunjukkan di mana kamar kalian. Kita hiraukan saja Nenek Lampir ini," ucap Aeris tanpa ragu, melenggang pergi begitu saja melewati Orlena yang membatu dengan mulut menganga tak percaya.

"Enggak mungkin ...," gumam Orlena syok. Wanita paruh baya yang wajahnya kencang akibat perawatan mahal itu berbalik penuh amarah menatap Pak Bowo. "Benar dia istri Kaizel?! Bagaimana bisa Kaizel menikahi wanita selevel tempat sampah begitu?!"

Pak Bowo hanya mengandikkan bahunya acuh. "Saya tidak tahu, Nyonya. Tiba-tiba saja Tuan Kaizel mendaftarkan pernikahan dan menyuruh saya mengantarnya ke sini."

Orlena mendesis keras, menghentakkan kakinya dengan gusar lalu melangkah pergi menaiki tangga dengan dada membusung emosi.

Pak Bowo menggeleng-gelengkan kepala menatap punggung Orlena yang menjauh. "Apa-apaan sih, orang tidak tahu apa-apa malah dimarahi. Sia-sia nanti itu muka plastik," desis pria tua itu pelan sebelum berbalik pergi menuju area belakang.

.

.

.

.

Aeris menuntun langkah kedua anak kecil itu menjauh dari area ruang tengah yang mencekat. Begitu tiba di koridor yang sepi, Aeris melepaskan genggaman tangannya lalu berlutut di hadapan mereka agar sejajar dengan tinggi badan kedua balita itu.

Raut wajah kedua anak kembar itu terlihat sangat ketakutan. Namun, anak berambut pendek secara refleks langsung berdiri di depan kembarannya yang berambut panjang, merentangkan tangan kecilnya seolah berusaha melindungi saudara kembarnya dari bahaya.

"Onty mau malahi Zala nda papa, tapi jangan Mila. Mila nda tahu apa-apa, malahi Zala aja," ucap Zara Vaelin Vardan, putri pertama Kaizel dengan tatapan mata yang berusaha terlihat berani meski bibirnya gemetaran.

Aeris menatap keduanya dengan kening mengerut dalam. Rasa iba mendalam meremas hatinya. Cadel ya? batanya lembut dalam hati.

Aeris memaksakan sebuah senyuman paling hangat yang ia miliki. "Oke Zara, Tante di sini enggak akan marahi kalian. Tante sama sekali tidak galak. Justru ... Tante datang sebagai pahlawan kalian."

Kedua pasang mata bulat itu saling pandang, memancarkan kebingungan yang polos.

"Pahlawan?" tanya Zara heran, mengedipkan matanya berkali-kali.

"He-um," sahut Aeris mantap. Ia beralih menatap kembaran Zara, Ezmira Valdessa Vardan, yang tampak jauh lebih pendiam dan bersembunyi ketakutan di balik punggung kakaknya.

"Oke, sekarang tunjukkan kamar kalian pada Tante," ucap Aeris sembari kembali beranjak berdiri dan meraih lembut jemari mungil keduanya.

Kedua anak kembar itu menuntun Aeris menyusuri koridor lantai bawah yang panjang dan remang, menuju sebuah ruangan di sudut paling terpojok, dekat dengan lorong area servis dan gudang. Aeris mendorong pintu kayu yang berdecit itu, dan seketika raut wajahnya berubah syok.

Ruangan itu sangat sempit dan pengap. Di dalamnya hanya ada sebuah ranjang kayu tanpa dipan berperekat kasur tipis yang terasa keras dan berselimutkan kain kusam yang baunya tak sedap. Tidak ada mainan, tidak ada lemari pakaian bagus, atau pencahayaan yang layak. Dua putri dari pria terkaya di kota ini ditempatkan di ruangan yang bahkan lebih buruk daripada kamar pelayan.

"Ini ... kamar kalian?" tanya Aeris menatap kedua anak itu dengan tatapan heran tak percaya sekaligus miris. "Kamar pelayan di rumah ini sepertinya jauh lebih bagus ...,"

"Benaaaal, kalau belbohong biculan kata Kakak Zala," celoteh Ezmira jujur dengan polosnya.

"Milaaaaaa!" tegur Zara panik, menepuk pelan lengan adiknya agar menyuruhnya diam. Ezmira seketika buru-buru menutup mulut kecilnya dengan kedua tangan.

Dahi Aeris makin berkerut dalam. Ada misteri yang sangat besar di rumah ini. "Tidak bisa. Ini sama sekali bukan kamar yang layak buat kalian. Ayo, ikut Tante!"

Aeris tidak membiarkan kedua anak itu tinggal di sudut gelap itu lebih lama lagi. Ia menuntun mereka menuju area kamar tamu utama di lantai bawah yang jauh lebih bersih, luas, dan berpendingin udara. Begitu mereka masuk, Aeris segera menutup pintu kayu tebal itu dan memutar kunci dari dalam.

Ia membawa Zara dan Mira duduk di tepi ranjang berbusa empuk, lalu berlutut di hadapan mereka. Aeris mengamati penampilan fisik kedua anak itu dengan saksama, rambut yang kusam tak terawat, pakaian yang kekecilan dan lusuh, serta lingkar hitam di bawah mata mereka yang menandakan mereka sering menangis dan kurang tidur.

"Sebenarnya anak-anak ini dirawat atau tidak, sih?" batin Aeris penuh tanda tanya. Ayah mereka adalah pria kaya raya bersosialisasi tinggi. Tidak mungkin pria sekaya Kaizel sengaja membiarkan anak-anaknya memakai pakaian lusuh dan kelaparan seperti ini.

"Oke, mulai sekarang kalian tidur di kamar ini sama Tante, ya?" ujar Aeris lembut sembari mengusap pipi kurus Zara.

Namun, Zara justru menggelengkan kepalanya cepat dengan raut cemas. "Onty Panza sama Oma Ole malahi kita, hukum kita. Nda mau," potong Ezmira takut-takut, suaranya hampir tak terdengar.

Aeris beralih menatap Zara, mengisyaratkan agar anak tertua itu mau bicara.

"Oma dan onty Vanza akan malahi kita, kulung kita kalau nda nulut," jelas Zara dengan mata bulatnya yang mulai berkaca-kaca, memancarkan beban ketakutan yang terlalu berat untuk anak seusianya. "Onty acing ini jangan cali macalah, Mila yang kena nanti. Mommy nda ada, Daddy jaalaaang pulang. Onty ini ciapa?"

Hati Aeris serasa teriris mendengar rintihan ketakutan dari bibir mungil itu. Rasa heran atas kejahatan keluarga Vardan berubah menjadi tekad pelindung yang membara di dadanya.

Aeris menepis semua rasa cemasnya sendiri, lalu mengulurkan tangannya dengan senyuman paling tulus.

"Oke, kita kenalan dulu secara resmi. Nama Tante adalah Aeris ... Tante ini ibu tiri kalian."

Zara dan Ezmira saling berpandangan sejenak dengan polos, sebelum kembali menatap Aeris penuh kebingungan.

"Ibu tili?" ulang Zara perlahan. "Cemacam ... ibu balu kah?"

1
🌷Vnyjkb🌷
kezell ada d mode Menyelidiki ulang dg logikanya, ae,, biar aja dia menemukan kebenaran sejati,,, kebenaran tahu jalan utk menunjukkan kebenaran ❤️
🌷Vnyjkb🌷
laaa, teruss??nauv sdh meninggal, apa bisa bangun lg utk ngasuh anak yg d terlantarkan slma ini,, mikirlahh buuu
🌷Vnyjkb🌷
tumben jujur,,, baguslah, msh sadar dan tahu diri, bhw ae emang istri sah mu
🌷Vnyjkb🌷
clarissa kah yg membunuh nayv??
🌷Vnyjkb🌷
oohhhhh,,, cinta bertepuk sebelah, kezell cinta mati, nayv ogah cinta😜😜, makanya nayv menelantarkan kembar,,, selidikiii,, jgn diem mulu, bisanya nuduh asal!!!
Sani Srimulyani
kayanya kematian nayvera ada hubungannya sama wanita muda yang dibawa mertuanya keizel deh.
Iccha Risa
tetep aja harta, masa depan woyy anak2 tuh butuh kasih sayang perhatian dan cinta buat tumbuh kembang ntar tuh beriringan masa depan harta berlimpah... ulet uget uget gatall ntar garuk sisir kawat
Syifa Azhar
kenapa berasa mirip cerita di AI ya,apa keseringan q nonton drama AI jadi ter-ngiang -ngiang e😂😂
Eli Rahma
dssar golongan ular berbisa
Eli Rahma
bunyi apa tuuhh
Eli Rahma
datang lg mak lampir lainnya nih
Iccha Risa
apa sih nenek ini datang bentak org, maen marah segala
NUR..8537
good job kaizel👍mulai skrg km hrs tegas dg orang sekeliling..mu demi mental dan keamanan si kembar🥹🥹 good job kak 👍🙏😘
juwita
buat apa blg sm km Renata. km hny mantan mertua. g wajib lapor sm km klo kaizul mau nikah
Sri Devi
Renata katanya sayang sama cucunya ,kok Mlah trs pulang nunggu cucunya bangun , nenek macam apa itu🤔🤔🤔
Masita Masita
dah goyah x pendiriannya...
bimbang dan ragu...
Masita Masita
dah mulai x Riis....😄
Masita Masita
bagus itu...validasi
Masita Masita
haa gituu...
kan gentle namanya...
pasti otaknya lagi normal itu...
nanti kumat ga' normalnya,sedeng lagi dia...
Cahaya
tapi sayag uda trlambat yh ult bulu bercampur racun gila harta karun🫨🫨🫨🫨🫨🫨🫨🫨🫨🫨🫨🫨🫨🫨🫨🫨🫨🫨 tampa harus d usir pergi sendiri ult ny🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!