"Memosisikan dirimu sebagai musuhku adalah kesalahan terbesar dalam hidupmu, Aleeza!"
AUSTIN VANDERBILT — Miliarder Spanyol yang sempurna, kaya, dan berkuasa. Pria yang disembah semua wanita, kecuali ALEEZA WIRA, paparazzi blasteran Indonesia yang paling ia benci.
Hidup Aleeza hancur saat berita skandal panas Austin mendadak meledak dan namanya difitnah sebagai dalang utama. Demi membalas dendam, Austin menyeret Aleeza masuk ke dalam sangkarnya.
Di antara kebencian, jebakan konspirasi, dan pesona berbahaya, akankah Aleeza berhasil lolos atau justru sang miliarder yang akan berlutut pada wanita yang paling ia benci?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Veyra Noir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 28 | PERANGKAP BAWAH AIR DAN RESTU SANG IBU
Austin menggandeng tangan Aleeza melangkah cepat memasuki bangunan megah bergaya modern minimalis yang berdiri megah di atas air. Dinding interiornya didominasi warna putih bersih dengan hiasan seni bertema ombak laut, menciptakan suasana tenang namun penuh misteri.
"Aku menyebut tempat ini Poseidon Camp," bisik Austin melirik sekilas ke arah Aleeza.
" Bangunan ini kubangun khusus untuk menyaingi Evan. Kakak kesayangan Angeline itu selalu ingin pamer rumah pantai, jadi kubangun tempat ini jauh lebih megah darinya."
Aleeza memutar bola matanya jenuh.
" Lagi-lagi Angeline " batinnya mendengus kesal. Rasanya tidak ada satupun sudut di dalam kepala pria ini yang benar-benar kosong dari bayang-bayang wanita itu.
Namun, kemarahan Aleeza seketika menguap saat Austin menuntunnya menuruni tangga spiral menuju lantai paling bawah.
Demi Tuhan! Tempat ini luar biasa indah
Ruangan bawah air itu dikelilingi oleh dinding kaca transparan raksasa yang langsung memperlihatkan pemandangan bawah laut. Terumbu karang yang berwarna-warni serta ribuan ikan berenang dengan bebas di luar dinding kaca, membuat Aleeza ternganga tanpa bisa berkata-kata.
Austin dengan sigap menarik kursi makan di samping meja yang menghadap langsung ke panorama akuarium raksasa tersebut, mempersilakan Aleeza duduk.
"Kau suka?" tanya Austin dengan senyuman bangga.
"Ini menakjubkan, El Oso," bisik Aleeza tanpa sadar memuji, sebelum akhirnya ia buru-buru menutup mulutnya karena sadar telah memuji sang billionaire.
Austin tertawa renyah, menikmati kemenangan kecilnya. Namun, tawa itu tak berlangsung lama ketika ia menuangkan wine ke dalam gelas mereka dan melontarkan topik pembicaraan yang sukses membuat darah Aleeza mendidih.
"Oh, ngomong-ngomong soal pertunangan kita," ucap Austin santai seolah sedang membicarakan cuaca. "Mommy sudah merencanakan pesta pertunangan kita bertepatan dengan ulang tahun Socialite Media minggu depan."
KLEK! Gelas di tangan Aleeza hampir terlepas.
"APA KAU GILA?!" teriak Aleeza histeris, berdiri dari kursinya. "Tidak ada pesta pertunangan! Aku dan kau tidak memiliki hubungan apa pun, Austin!"
Austin mendesah dramatis, memasang wajah seolah ia adalah korban yang tak bersalah.
" Bilang sendiri pada Mommy jika kau berani. Beliau memiliki riwayat penyakit jantung kronis, Aleeza. Jika beliau mendengar kabar pembatalan mendadak ini yah, mungkin beliau harus masuk ICU selama sebulan penuh."
"Kau sedang memeras emosiku?!" geram Aleeza, menatap pria di depannya dengan kilat kemarahan yang luar biasa.
"Aku tidak memerasmu, Mi Amor. Aku hanya menyampaikan fakta," balas Austin tenang, menyesap wine-nya tanpa dosa. "Jadi, mulailah menulis daftar tamu undangan. Dan jangan lupakan sepupumu Karina untuk datang ke acara kita."
Mendengar nama Karina disebut, Aleeza merasa kepalanya mau pecah. Sepupunya itu sudah marah besar akibat berita skandal mereka, dan sekarang Austin justru ingin menyeret Karina secara langsung ke dalam jurang pertunangan palsu ini.
"Kenapa kau bisa sesantai ini?! Ini bukan drama panggung yang bisa kaudengarkan sesukamu!" protes Aleeza putus asa.
Austin menatap Aleeza lurus-lurus, senyuman miring yang penuh teka-teki terukir di bibirnya. "Lalu kenapa? Toh, jika pada akhirnya aku harus menikahimu itu tidak masalah bagiku."
"Untuk apa?" desak Aleeza tajam, matanya menyipit penuh permusuhan. "Untuk balas dendammu pada Angeline?"
Austin menyeringai misterius, mencondongkan tubuhnya mendekat. "Bisa jadi, Mi Amor Bisa jadi."
Di balik dinding kaca akuarium raksasa yang dikelilingi keindahan laut dalam, Aleeza menyadari bahwa dirinya kini benar-benar telah tenggelam ke dalam perangkap paling berbahaya yang diciptakan oleh sang penguasa Vanderbilt.
▪️▪️▪️
Aleeza: Langsung membuka mulut.
PEMBACA: AHAHAHAHA! Aleeza, ternyata ancaman El Oso cukup ampuh!