NovelToon NovelToon
Sistem Mata Dewa Raja Fengshui

Sistem Mata Dewa Raja Fengshui

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Mengubah Takdir / Sistem
Popularitas:11.1k
Nilai: 5
Nama Author: Cherlly

Di mata teman-temannya yang sombong, Saka hanyalah "si beban" yang lamban, miskin, dan tak punya masa depan, sering kali menjadi bahan rongsokan ejekan dan perundungan. Namun, di balik senyum polos dan sikapnya yang kelihatannya bodoh itu, Saka menyembunyikan rahasia besar: dia adalah pewaris tunggal kemampuan mistis Raja Fengshui yang mampu melihat aliran Qi, pendar aura barang antik tak ternilai, hingga nasib malang-mujur seseorang hanya dalam sekali tatap. Sambil membiarkan musuh-musuhnya tertawa di atas ketidaktahuan mereka, Saka diam-diam meraup keberuntungan dari barang-barang pusaka yang dianggap remeh, menunggu momen paling tepat di sebuah pelelangan elit untuk membongkar kedoknya, menghancurkan harga diri mereka, dan memaksa dunia berlutut di hadapan sang Raja Fengshui yang sesungguhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29

Mendengar suara yang sangat dia rindukan itu air mata Saka langsung tumpah tak terbendung lagi. "Ibu, ini Saka Bu, ibu ada di rumah sakit." Isak Saka sambil kembali menggenggam tangan ibunya dengan lembut.

Sang ibu menoleh ke samping dan melihat wajah putranya yang berantakan karena keringat dan air mata. Senyum tipis yang sangat lemah perlahan mengembang di bibir wanita yang sangat dicintai oleh Saka itu.

"Saka anakku, kenapa kamu menangis sayang." Ucap ibunya sambil berusaha mengangkat tangannya untuk mengusap pipi Saka.

Saka membiarkan tangan hangat ibunya menyentuh wajahnya dan dia memejamkan mata menikmati sentuhan kasih sayang tersebut. "Saka menangis karena bahagia Bu, ibu akhirnya bangun setelah tidur sangat panjang." Jawab Saka tersedu-sedu.

Ibunya mengerutkan dahi melihat sekeliling ruangan yang terlihat luar biasa mewah dan sangat asing baginya. "Kamar apa ini Nak, ini bukan kamar bangsal tempat ibu dirawat sebelumnya kan." Tanya ibunya mulai menyadari ada yang tidak beres.

"Kamar ini terlihat sangat mahal, dari mana kamu dapat uang untuk memindahkan ibu ke tempat seperti ini." Lanjut ibunya dengan nada panik yang mulai terdengar jelas.

Saka buru-buru mengusap air matanya dan memaksakan sebuah senyum lebar di wajahnya yang kelelahan. "Ibu tenang saja, Saka baru saja dapat rezeki nomplok yang sangat besar kemarin siang."

"Rezeki dari mana Saka, kamu tidak melakukan hal yang melanggar hukum kan Nak." Ibunya menatap Saka dengan tatapan menyelidik yang penuh kekhawatiran khas seorang ibu.

Saka tertawa pelan mendengar tuduhan polos dari ibunya tersebut. "Tentu saja tidak Bu, Saka berhasil menjual salah satu buku kuno peninggalan kakek ke seorang kolektor kaya raya." Bohong Saka merangkai alasan yang paling masuk akal.

"Buku kuno itu ternyata sangat langka dan laku dijual dengan harga ratusan juta rupiah." Lanjut Saka membuat ibunya terbelalak kaget.

"Astaga, uang sebanyak itu kamu pakai semua untuk menyewa kamar rumah sakit ini." Ibunya terlihat sedikit menyesal dan merasa bersalah karena menghamburkan uang anaknya.

"Ibu tidak perlu memikirkan soal uang lagi, tugas ibu sekarang cuma fokus istirahat sampai benar-benar pulih." Ucap Saka sambil merapikan selimut ibunya dengan penuh kasih sayang.

"Kita sekarang orang kaya Bu, Saka janji tidak akan ada lagi orang yang berani menghina atau merendahkan keluarga kita." Tambah Saka dengan tatapan mata yang sangat serius dan penuh tekad.

Sang ibu hanya bisa tersenyum haru dan menganggukkan kepalanya mempercayai setiap ucapan putra semata wayangnya itu. "Ibu bangga padamu Saka, kamu sudah tumbuh menjadi laki-laki yang sangat hebat."

Saka menyandarkan kepalanya di tepi ranjang merasa beban seberat gunung baru saja diangkat dari pundaknya hari ini. Kelelahan fisik akibat transfer Qi perlahan mulai menguasai kesadarannya hingga matanya terasa sangat berat.

"Ibu tidur lagi ya, Saka mau ikut istirahat sebentar di sini." Gumam Saka dengan suara yang semakin lama semakin pelan.

Dalam hitungan detik Saka langsung jatuh tertidur pulas dengan posisi duduk di lantai dan kepala bersandar di ranjang ibunya. Ibunya hanya tersenyum lembut dan membelai rambut putranya itu perlahan membiarkannya beristirahat dengan tenang.

Sementara kedamaian turun di kamar VVIP tersebut sebuah badai besar sedang melanda kediaman mewah keluarga Adijaya. Suasana di rumah raksasa itu benar-benar kacau balau dan dipenuhi oleh ketegangan yang sangat mencekam.

Anya terbaring kaku di atas kasur berukuran king size di kamarnya dengan wajah yang seputih kertas HVS. Tubuh gadis itu membeku dan memancarkan hawa dingin yang sangat menusuk tulang hingga membuat ruangan itu terasa seperti mesin pendingin.

Beberapa dokter pribadi keluarga Adijaya berdiri mengelilingi ranjang dengan wajah putus asa dan keringat dingin bercucuran. Mereka sudah mencoba menyuntikkan berbagai macam obat penstabil detak jantung namun tidak ada satupun yang membuahkan hasil.

"Bagaimana keadaan putriku Dokter, kenapa dia tidak bangun juga sejak tadi siang." Teriak seorang pria paruh baya bertubuh tegap yang baru saja masuk menerobos pintu kamar.

Pria itu adalah Tuan Adijaya penguasa bisnis properti paling berpengaruh di kota ini sekaligus ayah kandung Anya. Wajahnya terlihat sangat panik dan marah melihat putri kesayangannya terbaring sekarat tanpa daya.

"Maafkan kami Tuan Besar, suhu tubuh Nona Anya terus menurun drastis secara tidak wajar." Jawab kepala dokter itu dengan suara gemetar ketakutan.

"Secara medis organ dalamnya mulai berhenti berfungsi satu per satu karena efek hipotermia misterius ini." Lanjut sang dokter menyampaikan vonis yang terdengar seperti sambaran petir di siang bolong.

Tuan Adijaya langsung mencengkeram kerah kemeja dokter itu dengan kedua tangannya dengan sangat kasar. "Aku menggaji kalian ratusan juta setiap bulan bukan untuk mendengar alasan bodoh seperti ini." Bentak Tuan Adijaya marah besar.

"Lakukan apapun untuk menyelamatkan nyawanya atau kalian semua akan menyesal seumur hidup." Ancam ayah Anya itu sambil melempar dokter tersebut ke lantai.

Paman Surya yang berdiri di sudut ruangan langsung maju dan menundukkan kepalanya dalam-dalam di hadapan Tuan Adijaya. "Tuan Besar mohon tenangkan diri Anda, penyakit Nona Anya bukanlah penyakit medis biasa melainkan kutukan spiritual."

"Nona Anya sendiri yang bilang bahwa satu-satunya cara untuk sembuh adalah menemukan Master Fengshui pemilik piring gaharu semalam." Jelas Paman Surya mencoba memberikan jalan keluar satu-satunya.

Tuan Adijaya menoleh ke arah Paman Surya dengan mata memerah menahan tangis dan amarah. "Lalu di mana Master bajingan itu sekarang Surya, kenapa kau belum menyeretnya ke hadapanku."

"Maafkan saya Tuan, kami kehilangan jejaknya di pasar loak kota lama siang tadi karena penampilannya sangat rapi dan menipu mata." Jawab Paman Surya dengan rasa bersalah yang teramat sangat.

Tuan Adijaya memukul dinding kamarnya dengan keras hingga buku-buku jarinya berdarah.

Brak.

"Kerahkan seluruh anak buah kita di kota ini, bayar berapapun informan bawah tanah yang kalian temui." Perintah Tuan Adijaya dengan suara yang menggelegar ke seluruh penjuru rumah.

"Temukan pemuda itu malam ini juga hidup atau mati, dan bawa dia ke sini untuk menyembuhkan putriku." Teriaknya mengakhiri perintah mutlak tersebut.

Malam itu seluruh kekuatan besar klan Adijaya akhirnya bergerak secara masif menyisir setiap sudut kota. Mereka tidak tahu bahwa pria yang mereka cari mati-matian sedang tertidur pulas mendengkur di kamar VVIP rumah sakit.

1
pricilia
sangat seru alur certanya
Angel
cerita nya tidak membosan kan😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!