NovelToon NovelToon
DENDAM DI BALIK AIR TERJUN

DENDAM DI BALIK AIR TERJUN

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Balas Dendam
Popularitas:192
Nilai: 5
Nama Author: Stychin

Sebuah liburan akhir pekan berubah menjadi mimpi buruk saat sekelompok remaja menemukan rahasia kelam di balik keindahan sebuah air terjun terpencil.Satu persatu dari mereka mulai menghilang,memaksa yang tersisa untuk memecahkan kutukan kuno sebelum fajar tiba atau menjadi korban berikutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Stychin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29

"kita harus segera pergi dari tempat ini.Dery..tolong bawakan mobil om Arman ya"Ucap bu wida dengan napas terengah engah.

"A-apa yang sebenarnya terjadi tante?A-aulia di temukan di mana?dan om Arman kemana tan?"Tanya Dinda dengan teliti.

"Cepat bawa Aulia masuk ke mobil,nanti tante jelaskan disana"Dengan sigap dery menggendong tubuh mungil Aulia.Bu wida masuk terlebih dulu,menjadikan pahanya sebagai bantal kepala anaknya.

Mereka semua duduk dan mendengarkan cerita bu wida.Ibu anak satu itu menarik napasnya dalam dalam lalu membuangnya dengan kasar.

Bu wida menjelaskan semua kejadian dari pertama hingga titik penemuan Aulia,dengan berlinangan air mata.Saat mulai menyebut nama suaminya yang meninggal dengan tragis di tangan Lastri.Air mata bu wida sudah tak bisa di bendung lagi.

Kematian Pak Arman menyisakan luka yang teramat dalam baginya,ia berharap ini hanyalah mimpi buruknya.Namun,beberapa kali ia menampar pipinya hingga memerah.Keadaan tak kembali seperti semula.

Tubuhnya ambruk di pelukan Dinda.Tak ada yang percaya dengan ucapan bu wida,karena yang mereka lihat selama ini papa Aulia terlihat seperti orang yang tak mempunyai rahasia besar.

Dery yang sempat di titipi pesan oleh pak arman untuk menjaga anaknya.tak menyangka jika itu adalah pesan terakhirnya,ia tak menyesali janjinya sama sekali.Setelah kepergian Pak Arman,dery akan berusaha untuk menjaga Aulia mulai hari itu dan seterusnya.Ia merasa mempunyai tanggung jawab besar,juga rasa bersalah karena sempat tak bisa menjaga perempuan yang ia cintai.

Tak hanya itu,bu wida juga menceritakan jika sekarang mereka berada di desa ghaib yang sudah tak berpenghuni.Wajah mereka semakin memelas,begitu banyak kejutan di Air terjun itu.

"Apa aulia tau tan?"bu wida mengelengkan kepalanya.Ia mencoba waras demi anaknya,meski separuh raganya sudah ikut pergi bersama suaminya.

"Kalo aulia bangun nanti,tolong jangan dulu di kasih tau ya.Di kota nanti biar tante yang kasih tau dia pelan pelan.tante gak sanggup liat Aulia sedih,apalagi dia deket banget sama papanya"

Dengan kompak semuanya menganguki perintah bu wida.Dery mulai menghidupkan mobil pak arman yang terparkir di samping mobil miliknya.Sedangkan Martin membawa mobil dery ke kota di temani oleh dinda.

"Tin..kita gak mau nyoba nyari citra dulu?mungkin aja dia lagi pergi pipis atau apa?"Ucap dinda saat kembali mengingat salah satu temannya yang mendadak hilang.

"Dari tadi loh din kalo dia emang pipis doang,dia penakut din mana mau dia kemana mana sendiri malem malem gini.Desa ini gak berpenghuni din,mungkin aja citra sama kaya Aulia di culik demit Lastri.Udah sekarang kita pulang dulu aja,besok kita cari lagi citra kesini bawa orang pinter"

Dinda akhirnya setuju dengan ucapan Martin.Ia harus bersabar menunggu esok,meskipun citra tengil dan menyebalkan namun bagaimana pun dia tetap teman mereka.Tak ada niat untuk mengulang masa lalu pak arman,namun yang mereka lakukan kali ini atas perintah bu wida sendiri.Bu wida yang lebih tau citra sekarang ada dimana.

Suasana malam yang mencekam,hampir semua jalan gelap gulita.Hanya lampu mobil yang menerangi jalam mereka menuju kota.

Pikiran bu wida masih tertuju kepada suaminya.Sesekali memandang wajah Aulia.Anak yang mereka besarkan bersama,dengan penuh kasih sayang.

"Apa jadinya aku tanpa mas arman,apa aku bisa jaga aulia sendirian di usia aku yang sudah tidak muda lagi"Batin bu wida dengan pandangan kosong.

Jika saja hari itu bu wida menuruti kata hatinya,mungkin suaminya tidak akan pergi meninggalkannya.Namun,hal yang mulai ia mengerti yaitu saat Lastri melakukan segala cara untuk bisa membawa Aulia ke tempat terkutuk itu.Mungkin saja selama 20 tahun ini Lastri tidak diam saja,hanya saja sekarang waktu yang tepat untuk dia membalaskan dendamnya melalui anak mereka.

Rasa kantuk mulai menyerang bu wida yang sedari tadi terus menangis,matanya yang sembab dan memerah.Suaranya sedikit serak karena terus meneriaki nama suaminya saat Lastri tengah menyiksa Arman.

"Dery..maaf ya tante gak bisa nemenin kamu,ajak ngobrol kamu.Mata tante perih banget,tante mau tidur sebentar"pamitnya kepada dery yang sedang fokus menyetir.

Dery melirik ke arah bu wida dengan memberikan seuntai senyuman.

"Gapapa tan tidur aja,nanti dery bangunin kalo udah sampe"

"makasih ya nak,kalo kamu ngantuk kita menepi dulu ya tapi jangan di daerah sini takut"Ucap bu wida lagi dengan mengelus elus tangannya.

"Aman tan,dery sanggup kok bawa mobil sampe ke kota"

Bu wida mengangguk,percaya dengan ucapan laki laki itu.Sebelum ia menutup matanya,bu wida menarik sweater milik pak arman yang tertinggal di mobilnya.Ia menciumnya lebih dulu lalu ia gunakan untuk menutupi tubuh Aulia.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!