NovelToon NovelToon
Kematian Tanpa Nama

Kematian Tanpa Nama

Status: tamat
Genre:Horor / Iblis / Rumahhantu / Tamat
Popularitas:177.5k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Zora pulang ke kampung halaman Setelah sekian lama tinggal di kota, kepulangan dia kali ini tentu untuk merawat orang tua yang sudah begitu lanjut usia dan hanya Dia anak yang dimiliki oleh keluarga tersebut.

Rumah yang begitu besar dan terkesan begitu menyeramkan sekali bila hanya dilihat dari luar, tapi ternyata bukan hanya di luar dan di dalam telah menyimpan misteri yang begitu mengerikan sekali, bahkan Zora sama sekali tidak menyangka bahwa itu semua bersangkutan dengan dirinya.

Apa yang terjadi dengan rumah itu?

Apa kah Zora bisa bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14. Bola hitam

Zayn berulang kali istighfar ketika dia melihat garam yang baru saja dia taburkan itu hanya dalam sekejap mata saja sudah berubah menjadi hitam pekat, ini bukan masalah biasa dan dia sepertinya tidak bisa menangani itu sendirian karena dirinya menyadari juga bahwa sesuatu yang tak kasat mata seperti ini akan begitu kuat.

Bukan Zayn meragukan keberadaan sang Maha Pencipta yang selalu ada di pihak dirinya, ini hanya sekedar rasa sadar diri yang sudah timbul di dalam hati bahwa dirinya pasti tidak akan pernah mampu, sebelum semua semakin terlambat maka Zayn memutuskan untuk membicarakan masalah tersebut dengan Purnama yang memiliki pengalaman cukup banyak.

''Ustad.'' Devano sendiri gemetar ketika melihat perubahan garam yang baru saja di taburkan itu.

''Sesuatu yang buruk dan juga kejam telah bertahan di dalam rumah ini dengan dendam membara.'' Zayn berkata dengan serius.

''Lalu Apa yang harus kita lakukan sekarang?'' tanya Devano dengan perasaan cemas tidak karuan.

Zayn hanya berdehem karena dia masih menunggu kabar dari Felix yang sedang melihat keadaan belakang sana, dia juga masih menunggu jawaban ketika tadi Felix yang langsung masuk ke dalam rumah itu bahkan tanpa permisi karena sepertinya dia sedang mengejar sesuatu yang tidak bisa Zayn lihat dengan mata telanjang itu.

Jadi untuk sekarang dia juga masih belum bisa memberi jawaban kepada Devano, segala sesuatu membutuhkan waktu untuk memproses lebih lanjut dan yang paling penting Zayn baru pertama kali datang ke rumah ini sehingga dia belum paham bagaimana kejadian yang telah berlangsung, setidaknya membutuhkan beberapa saat untuk mengetahui apa sebenarnya yang telah terjadi dan kenapa sosok itu begitu kejam.

''Aku mengatakan kepada dirimu saat ini juga, Ada sosok yang begitu kejam dan dia begitu kuat telah menghuni rumah ini.'' Zayn menatap sekeliling.

''Siapa dia, Ustad?'' Zora juga ikut bertanya dengan tergopoh-gopoh.

''Terus terang saya juga masih belum tahu dia siapa, tidak mudah untuk mengetahui keberadaan sosok iblis seperti ini.'' jujur Zayn.

''Lalu saya harus bagaimana, ustad? Mama saya menolak keras untuk pergi dari rumah ini.'' ucap Zora.

''Kamu tidak akan pernah bisa membawa orang tua itu pergi dari sini, bukan saya mendahului Tuhan namun ada sesuatu yang akan terus menahan.'' jelas Zayn sehingga membuat Zora semakin gemetar.

''Uhuuuk, Uhuuk.''

Devano menoleh dengan cepat ketika mendadak saja Zora terbatuk seperti menahan sesuatu, Zora sendiri merasakan seperti ada bola yang tersangkut di tenggorokan dia sehingga membuat dirinya terbatuk-batuk beberapa saat dan itu terasa sangat menyakitkan sekali sehingga wanita ini langsung jatuh terduduk begitu saja di atas lantai.

''Abang!'' Zora mencengkeram erat kaki Devano karena ingin meminta tolong.

''Sayang kamu kenapa?'' Devano panik sekali karena melihat Zora yang seperti itu.

''Ambilkan air putih mentah, Mas.'' Zayn tahu ada yang tidak beres di tubuh wanita ini.

''Tidak bisa, Abi!'' Felix muncul dan dia segera menggulung lengan kemeja.

Zora sendiri mendadak saja kejang-kejang di atas lantai itu dengan mata melotot sehingga membuat Devano yang ada di sana menjadi histeris melihat keadaan sang istri, Felix segera berjongkok untuk memperhatikan terlebih dahulu Bagaimana keadaan tubuh Zora, sebab dia juga harus mengenali dan tidak bisa bila langsung bertindak sembarangan saja.

''Abi akan menghubungi Purnama.'' Zayn cepat merubah ponsel yang ada di dalam saku celana.

''Jangan dulu, aku masih mampu untuk menghadapi ini.'' Felix menahan dan dia segera menangkap pergelangan kaki Zora.

''Eeeeeghhh, Eeeeeghhh!'' Zora terus saja mengerang karena kesakitan dengan mulut terbuka lebar.

''Zoraaaa, ya allah tolong jaga istriku.'' Devano tentu saja panik bukan main.

Tap.

Dengan pergerakan yang begitu lincah, maka Devano segera mencengkeram erat tepat pada bagian leher Zora. mungkin terkesan dia seperti sedang mencekik leher wanita itu, namun Sebenarnya Felix ingin melihat apa yang telah tersembunyi di dalam tenggorokan Zora sehingga dia ingin terbatuk dan memuntahkan apa yang ada di dalam sana.

''Apa yang orang itu berikan sebelum kami datang?'' Felix menatap Devano.

''Tidak ada, rasanya Dia tidak ada memberikan kepada kami sesuatu.'' Devano menggeleng karena dia memang tidak melihat permen yang di berikan oleh Ustad palsu.

''Ada sesuatu yang telah di makan oleh istri Anda ini sehingga dia sekarang harus meregang nyawa.'' Felix berkata dengan sangat yakin.

''Apa ya? tadi rasanya sama sekali tidak ada.'' gumam Devano.

Felix tidak lagi menjawab karena dia lebih fokus untuk mengobati wanita yang tengah sekarat itu, dengan mata kepala mereka sendiri bahwa saat ini tangan Felix mendadak saja memunculkan cahaya berwarna merah terang dan cahaya itu langsung menusuk tepat pada bagian leher depan milik Zora.

Jleeeep.

''Zora!'' Devano takut bila itu nanti justru akan semakin membuat Zora semakin parah.

Sementara itu ustad Zayn tengah duduk bersila untuk membaca doa agar Felix berhasil mengobati wanita ini, dia memang tidak bisa membantu secara langsung namun setidaknya dirinya masih bisa membantu lewat doa seperti ini.

''Keluar sekarang atau aku akan mengobrak-abrik sarang kau itu!'' ancam Felix.

Pluuung.

''Hah!'' Devano kaget karena dari leher yang telah di lubangi oleh Felix keluar bola berwarna hitam pekat.

''Kau tetap saja menjadi suruhan santet seperti ini.'' Felix menatap bola hitam dengan tatapan begitu menghina.

Pluuukk.

Pluuuuuk.

Tanpa ada yang memegang dan melemparkan, bola hitam itu malah bergerak sendiri dan meloncat-loncat meninggalkan rumah ini seolah dia telah memiliki tujuan tersendiri tanpa ada yang membimbing untuk pergi meninggalkan kawasan rumah tersebut, tentu saja Devano semakin terperangah karena dia tidak menyangka bahwa urusan iblis begitu nyata seperti ini.

Tap.

Tap.

Tangan Felix bergerak begitu cepat menempel tepat pada bagian punggung ketika dia membalik tubuh Zora, wanita yang semula seakan mau pingsan itu mendadak saja langsung bangkit dengan tubuh melengkung karena akan memuntahkan apa yang ada di dalam kerongkongan saat ini.

''Hueeeeeeek, Hueeeeeeeek.''

''Allahu Akbar, Zora!'' teriak Devano karena sang istri muntah darah seperti air mancur dari mulut.

Tap.

Tap.

''Keluarkan semua!'' Felix berkata sembari terus menepuk tengkuk wanita ini.

Sroooooottt.

Sroooooottt.

''Cieeeet, Cieeeeeet.''

''USTAD!''

''Bantu lah Abi berdoa dari pada kau sibuk sendiri seperti itu!'' Felix menoleh kepada Devano karena pria itu terus saja berteriak heboh.

Devano menelan ludah dengan susah payah ketika dia secara nyata melihat mata Felix yang memancarkan cahaya berwarna hijau terang, rasa nya aneh saja bila manusia memiliki mata seperti itu dan dia justru merasa itu masih bahwa kemungkinan Felix bukan manusia biasa.

Selamat sore besti, jangan lupa like dan komentar nya ya.

1
azami muhammad
seru juga ya
V3
aku tunggu kisah yg lain nya kak 🤗
V3
ini rumah nya kn sdh di BAKAR sama Purnama , trs knp bisa orang-orang pada melayat kerumah Susi ❓🤔❓🤔
aneeeeh bgt yaaaa 🫣❓
Fiyan Ayu
mungkin mak othor lg kurang konsen y maakk..kan rumahnya udh dibakar sama Ratu Ular..tp gpp q tetep penggemar karya²mu thor😘😘😘..ditunggu kisah selanjutnya
༶•┈┈⛧┈♛ 𝑅𝑖𝑠𝑘𝑎𝑎𝑎 ♛┈⛧┈┈•༶
seperti biasa kak karyamu luar biasaa, aku gak akan pernah bosan dengan ceritamu, semangat kak aku tunggu ceritamu lagii lope-lopee sekebonnn...
Siti Sarifah
selamat siang author....karya author membuat kami pembaca semangat.... terima kasih author,sehat selalu dan semangat berkarya untuk menghibur kami semua 🙏🙏🙏
ALVERA NA USER FACEBOOK INDONESIA 07//09//19
pokoknya masih bnyak² ya mak othor dgn memanjakan para penggemarmu dgn kisah yg keren²,sukses selalu Aamiin
putri wahyu
pagi jg Bess..
mksh atas cerita2 yg sudah othor buat yg selalu bikin sedih,ketawa,deg degan aah pokoknya campur aduk,di tunggu karya2 selanjutnya,, semangat 💪💪👍
Nindiana Anasya
akhirnya berakhir juga pertempuran d Ngan iblis darah ini. semoga aja kedepannya jngan da iblis yg memfitnah para member
Ayuk Witanto
rumahnya kan udah di bakar ya Mak...apa masih bisa di tempati.atau cuma di taruh di depan
Ayuk Witanto
Alhamdulillah....tapi nanti bisa balik lagi gak
Betri Betmawati
bukannya rumah Sucipto udh dibakar purnama kok tiba-tiba rumah ada lg
membingungkan
MiilaaManurung
ga akan pernah bosan💪💪
Nurr Tika
💪 untuk berkarya tho
ismi
maaf ni thor bukannya rumahnya keluarga sucipto sudah dibakar oleh purnama,,lah ini kok masih berdiri megah ...ini aurhorbya typo apa ada rumah yg lain👃👃👃👃👃
Laila Amalia
sangat bagus ...
Laila Amalia
akhirnya tamat...
makasih bnyk Thor..
Di tunggu cerita selanjutnya
Eli Rahma
pagiiii othorrr
udah tamat aja nih..mksh..
Myeesha Deva
rumahnya kan udah dibakar ama purnama thor,,,,sampai sucipto keluar dari rumah.
FiaNasa
baguslah klau Zoya mau jadi member di agensi purnama
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!