NovelToon NovelToon
Atas Trauma Kakakku, Aku Hancurkan Kau Lewat Pamanmu

Atas Trauma Kakakku, Aku Hancurkan Kau Lewat Pamanmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Hello Ketty.

Bertahun-tahun Sarah disiksa suaminya hingga trauma berat dan akhirnya memilih untuk pergi. Adik kembarnya, Sera, datang untuk membalas dendam. Mengetahui suami kakaknya licik dan telah merampas seluruh harta kakaknya, Sera berjanji akan mengambil kembali semua hak milik kakaknya—meski harus merangkak naik ke atas ranjang Sean, paman dari suami kakaknya yang berkuasa.

Berhasilkah rencana Sera? Bisakah ia mengambil kembali segala hak milik kakaknya? Atau penyamarannya akan terbongkar, menjatuhkannya ke dalam bahaya yang jauh lebih mengerikan di tangan keluarga yang kejam dan penuh kelicikan itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hello Ketty., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

"Aku terima nikah dan kawinnya Sera Slavina binti almarhum Rendra, dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan sebuah gelang berlian 24 karat, dibayar tunai!"

Hanya dalam satu tarikan napas, Sean Vergantara telah resmi menjadikan Sera Slavina sebagai istri sahnya.

"Bagaimana para saksi? Sah?!"

"SAH!!!" teriak para saksi serentak.

Sera yang masih berada di dalam kamar tiba-tiba mengerutkan alisnya. Suara itu... Kok rasanya tidak asing ya? batinnya.

"Enggak, enggak mungkin... Nenek kan cuma bilang calon suamiku itu orang dari kota. Nenek tidak pernah bilang kalau..." Sera menggeleng pelan, berusaha menepis perasaan itu. Ah, sudahlah. Mungkin cuma perasaanku saja, gumamnya.

Tak lama kemudian, Buk Sumi kembali masuk ke kamar. "Neng Sera, ayo kita keluar sekarang."

Sera mengangguk pelan, lalu bersiap mengikuti Buk Sumi melangkah keluar tanpa penolakan lagi. Dia benar-benar sudah pasrah.

 ____

Di kota, terlihat Sarah yang berusaha menghubungi adiknya berulang kali. Namun ponsel Sera masih tidak aktif. Ternyata Sera sengaja mematikannya sejak tadi.

"Sera ke mana ya? Kok tumben sekali ditelepon tidak aktif-aktif..." gumam Sarah cemas.

Sama sekali tidak tahu bahwa adiknya saat ini berada di desa, dan bahkan baru saja melangsungkan pernikahan.

Wanita itu terus berjalan melewati lobi kantor dengan mata yang fokus di ponsel. Sarah baru saja keluar dari sebuah gedung perkantoran.

Sebenarnya dia datang ke sana untuk melamar pekerjaan. Berpikir, daripada terus berdiam diri di rumah yang melelahkan, lebih baik ia kembali bekerja. Lagipula kondisinya sekarang sudah lumayan membaik.

Sarah berdiri di tepi jalan sambil terus mengotak-atik ponselnya. Sementara itu, Adrian yang sedang melintas dengan mobilnya tak sengaja melihat sosok istrinya.

Pria itu langsung menghentikan mobil tepat di depan Sarah.

Sarah yang sedari tadi fokus pada ponselnya mendongak. Saat mengenali mobil itu, matanya melebar dan ia langsung berbalik kabur.

"Sarah! Mau ke mana kau?!" teriak Adrian sambil mengejar.

Ya Tuhan... Kenapa dia bisa melihatku? batin Sarah panik. Ia terus berlari, namun langkahnya tak bisa lebar karena mengenakan rok span panjang selutut yang menghambat pergerakannya.

"Berhenti! Beraninya kau pergi semalaman dan tidak pulang-pulang! Berhenti, Sarah!" seru Adrian terus mengejar.

Tidak... Aku harus kabur cepat. Jangan sampai dia menemukanku, pikirnya.

Sarah melihat toilet umum tak jauh dari sana dan langsung berlari masuk ke dalam. Namun Adrian tak berhenti di situ, ia pun menyusul masuk ke area.

"Keluar! Keluar kau, Sarah!" Adrian menggedor pintu toilet itu dengan keras.

Dor! Dor! Dor!

"Kau dengar tidak? Aku bilang keluar!"

Beberapa wanita yang ada di sana menatap tak nyaman. "Eh, Mas... Ini toilet wanita!"

"Diam! Bukan urusanmu!" sahut Adrian ketus.

"Sarah... Kalau kau tidak membuka pintu ini, aku akan mendobraknya sekarang juga!" teriak Adrian lagi.

Di dalam, Sarah sudah menggigil ketakutan. Dia trauma dan takut—sama sekali tidak ingin kembali ke rumah itu lagi.

"Aku hitung sampai 3 kalau kau masih tidak membuka, maka aku akan mendobrak pintu ini!"

Siapapun tolong aku... Sarah gemetaran sembari menangis deras.

"Satu! Dua! Tiga!"

BRAK!!!

Adrian benar-benar mendobrak pintu itu hingga terbuka lebar. Penjaga toilet umum yang melihat kejadian itu, tentu saja marah dan segera menghampiri.

"Hei! Apa yang kalian lakukan di sini?! Kenapa kau membuat kekacauan di tempatku?!"

Tanpa melihat pria itu, Adrian langsung menarik dompetnya, mengeluarkan sejumlah uang yang cukup banyak, lalu melemparkannya ke arah penjaga.

"Ambil itu untuk biaya perbaikan," ucapnya dengan angkuh tanpa rasa bersalah.

Ia pun segera melangkah mendekati istrinya. "Mau ke mana kau? Semalaman aku menunggumu pulang, tapi kau tidak pernah muncul."

Adrian langsung menarik rambut Sarah dan menyeretnya keluar dari toilet.

"Ah! Tolong, Mas! Lepaskan aku, Mas!" Sarah menjerit sambil menangis ketakutan. "Jangan, Mas... Tolong aku, Mas... Jangan..."

Adrian sama sekali tak punya perasaan. "Kalau kau tidak mau diam, jangan salahkan aku kalau aku menggunakan kekerasan. Berdiri dengan benar!"

Sarah mengangguk patuh dalam tangisnya, lalu segera berdiri. Seluruh tubuhnya bergetar hebat karena ketakutan.

"Beraninya kau tidak pulang semalaman..." Adrian menyeret Sarah menuju mobil, lalu mendorong wanita itu kasar hingga masuk ke kursi penumpang. Setelah itu ia masuk ke kemudi, menginjak gas, dan membawa Sarah kerumah.

Sera... kau di mana Dek, kakak takut...

_____

 

Di desa.

Sera melangkah keluar dari kamar dengan langkah ragu, menuju ruang keluarga di mana sosok pria yang baru saja menghalalkannya sedang menunggu di sana.

Saat Sera tiba di ambang pintu ruang keluarga, pandangannya jatuh tepat pada pria itu—dan bola matanya bertemu dengan tatapan mata Sean.

 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!