NovelToon NovelToon
Gairah Yang Dibayar Mahal

Gairah Yang Dibayar Mahal

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat / Teen / Tamat
Popularitas:24.7k
Nilai: 5
Nama Author: kikoaiko

Demi membiayai operasi ayahnya, Natalie nekat menjual keperawanannya pada seorang pria yang tidak ia kenal. Namun pria yang datang ternyata seorang dokter berhati baik yang justru ingin menyelamatkannya dari jalan buntu itu.

Setelah melewati malam yang penuh gairah, Drake malah kecanduan dengan tubuh Natalie, padahal dia tahu kalau wanita itu hanya mengejar uang.

Saat rahasia tergelap mereka terbongkar, mampukah hubungan rapuh dan terlarang ini tetap bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikoaiko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28

Nenek Drake bangkit perlahan dari kursi kayu mahoni berukir indah di ujung meja makan makan. Gerakannya anggun namun penuh wibawa, khas seperti para bangsawan.Meski sudah lanjut usia, tapi tubuhnya masih tegap.

Cahaya lampu kristal di atas kepalanya memantulkan kilauan berlian di leher dan telinganya, membuatnya terlihat semakin berkuasa dan mengintimidasi. Matanya yang tajam, sama persis dengan mata Drake, kini menatap cucunya dengan sorot dingin yang menusuk.

"Sejak kapan kamu berubah tidak sopan seperti ini, Drake?" tanya neneknya dengan suara rendah namun penuh amarah yang tertahan. "Apa ini pengaruh dari wanita miskin itu? Yang tak punya darah biru, tak punya nama besar, dan hanya bisa menempel padamu seperti parasit?"

Ruangan makan yang luas itu terasa semakin hening. Para pelayan yang tadinya berdiri di pinggir ruangan kini menunduk lebih dalam, tak berani mengangkat wajah sedikit pun. 

Udara terasa berat, aroma steak dan sup mewah yang masih mengepul di meja seolah tak lagi menggoda selera. 

Drake berdiri di ambang pintu, tubuh tingginya menjulang dengan bahu tegang. Rahangnya mengeras, urat-urat di lehernya menonjol menahan gejolak amarah yang hampir meledak.

"Aku tidak suka basa-basi. Aku tidak tahu wanita mana yang nenek maksud," kilah Drake dingin, suaranya datar tapi tajam seperti pisau bedah.

Nenek Drake tersenyum sinis, membuat kerutan di sudut matanya semakin dalam, menunjukkan usia dan pengalaman yang kejam. 

Ia melangkah pelan mendekati cucunya, sepatu hak tingginya mengetuk lantai dengan ritme yang mengancam."Sekarang kamu sudah berani berbohong juga rupanya," katanya dengan nada penuh ejekan. 

"Apa kamu pikir nenekmu ini sudah tua dan tidak tahu apa-apa, Drake? Nenek tahu segalanya. Dari awal kamu dekat dengan perawat rendahan itu, sampai kejadian di rumah sakit"

Drake mengepalkan tangannya kuat-kuat hingga buku-buku jarinya memutih. Kuku-kukunya menekan telapak tangan sendiri, meninggalkan bekas merah. Ia menghela napas panjang dan dalam, berusaha meredam amarah yang membara di dadanya seperti lahar gunung berapi. Dia baru tahu jika selama ini gerak geriknya di mata-matai.

"Lalu apa mau nenek?" tanya Drake akhirnya, suaranya rendah dan penuh tekanan. Matanya menatap lurus ke wajah neneknya tanpa berkedip, menantang.

Nenek Drake berhenti tepat di depannya. Jarak mereka hanya satu langkah. Wanita tua itu mendongak sedikit, tapi aura kekuasaannya tetap mendominasi ruangan.

"Tinggalkan wanita itu," ujarnya tegas, tanpa keraguan sedikit pun. "Dan menikah dengan Sela. Itu satu-satunya pilihan yang pantas untuk keluarga kita. Sela adalah putri dari keluarga yang setara dengan kita, darah biru, koneksi bisnis yang luas, dan sudah dirancang oleh Tuhan untuk menjadi pendampingmu. Sedangkan wanita itu, dia tidak lebih dari kesalahan sementara yang harus segera kamu buang sebelum merusak nama besar keluarga ini."

Drake tertawa pendek, tapi tawanya pahit dan tanpa humor. "Menikah dengan Sela? Nenek benar-benar serius? Wanita yang baru saja melukai Nathalie? Bahkan aku sendiri tidak pernah menyukainya"

Nenek Drake tetap tenang, ekspresinya tak berubah. "Tidak harus cinta untuk menikahi seseorang, Drake. Kau hanya perlu menjalankan peranmu sebagai suami di hadapan semua orang. Selebihnya bisa kamu atur sesuka hati. Itu sudah cukup."

"Itu kamu, bukan aku," balas Drake dengan suara tegas. "Aku tidak akan menikahi seseorang yang tidak aku cintai."

Amarah Drake semakin memuncak. Ia melangkah mundur satu langkah, dadanya naik turun dengan cepat. "Berhenti mencampuri urusan pribadiku! Aku bukan Drake yang dulu yang bisa kau atur sesuka hatimu!"

Suara Drake menggelegar di ruangan makan yang megah itu. Para pelayan yang mendengarnya semakin gemetar, tak ada satu pun yang berani mengangkat kepala.

Nenek Drake menyipitkan matanya. Wajahnya yang semula tenang kini mulai memerah karena amarah yang tertahan. Untuk sesaat, keheningan menyelimuti ruangan. Hanya suara detak jam dinding antik yang terdengar nyaring.

"Kamu berani melawan nenekmu sendiri sekarang?" desis neneknya dengan suara rendah yang berbahaya. "Karena wanita rendahan itu? Berapa lama lagi kamu akan terus membutakan mata karena cinta sesat ini? Ingat, Drake. Keluarga ini berdiri karena kami selalu mengutamakan kehormatan dan kekuasaan. Bukan karena cinta murahan."

Drake menatap neneknya dengan tatapan penuh kekecewaan dan amarah yang membara. Tanpa mengucapkan sepatah kata lagi, ia berbalik dan melangkah keluar dari ruang makan dengan langkah lebar dan tegas. Suara pintu besar yang dibanting keras bergema memecah kesunyian mansion mewah itu.

"KAU MAU KEMANA DRAKE? AKU BELUM SELESAI BERBICARA DENGAMU. MAU TIDAK MAU, LUSA PERNIKAHAN MU DENGAN SELA AKAN DI LANGSUNGKAN" teriak nenek Drake.

Drake tidak peduli, dia tetap melanjutkan langkahnya keluar dari mansion neneknya.

Di dalam mobilnya yang melaju kencang menembus malam, Drake mencengkeram setir hingga tangannya terasa sakit. Pikirannya hanya tertuju pada Nathalie yang sedang menunggunya di rumah. Ia tidak akan membiarkan siapa pun termasuk neneknya, memisahkan dia dan wanita itu.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Sementara itu, di sebuah vila mewah di kawasan perbukitan elit pinggiran kota, Sela sedang duduk santai di balkon kamarnya yang luas. Angin malam yang sejuk berhembus lembut, membawa aroma bunga melati dari taman bawah. Cahaya bulan purnama menyinari wajahnya yang cantik namun penuh kelicikan. Ia mengenakan kimono berwarna merah marun, rambut panjangnya tergerai indah di bahu.

Di tangannya tergenggam gelas wine merah yang mahal. Bibirnya melengkung membentuk senyum puas yang lebar saat mendengar laporan dari asisten pribadinya yang baru saja kembali dari mansion keluarga Drake.

"Jadi, neneknya sudah secara terang-terangan memerintahkan Drake untuk meninggalkan perempuan itu dan menikah denganku?" tanya Sela dengan suara manis, namun nada di baliknya penuh kemenangan.

Asistennya mengangguk hormat. "Benar, Nona. Pertengkaran cukup keras terjadi di ruang makan. Tuan Muda Drake marah besar, tapi Nyonya Besar tetap tegas. Rencana pernikahan sudah mulai dibahas secara internal."

Sela tertawa kecil, lalu tertawa semakin lebar hingga bahunya berguncang. Ia menenggak habis wine di gelasnya dalam satu tegukan, lalu meletakkannya dengan kasar di meja marmer balkon. Matanya berbinar penuh kegembiraan dan dendam yang sudah lama dipendam.

"Usahaku selama ini mendekati nenek Drake tidak sia-sia," gumamnya dengan nada puas. "Berbulan-bulan menjilat, berpura-pura manis, memberi hadiah-hadiah mahal, dan selalu berada di pihak keluarga besar. Semua itu akhirnya membuahkan hasil."

Ia berdiri, melangkah ke pinggir balkon sambil memeluk dirinya sendiri. Angin malam meniup kimononya hingga menempel di tubuh rampingnya. Dari ketinggian vila, ia bisa melihat lampu-lampu kota yang berkelap-kelip di kejauhan, seperti permata yang siap ia rebut.

"Sebentar lagi hidupmu akan berakhir, wanita jal*ng," desis Sela penuh percaya diri, suaranya rendah namun penuh racun. "Kau akan menangis darah melihat pernikahanku dengan Drake. Aku akan berdiri di sampingnya di altar, memakai gaun pengantin terbaik, sementara kau, akan hancur perlahan. Aku akan pastikan Drake membencimu. Aku akan pastikan kau kehilangan segalanya."

Senyumnya berubah menjadi seringai yang mengerikan. Ia teringat wajah Nathalie yang pucat dengan perban di keningnya siang tadi. Rasa puas membuncah di dadanya.

"Aku sudah memperingatkanmu sekali, Nathalie. Tapi kau masih nekat bertahan. Kali ini, aku tidak akan main-main lagi. Aku punya banyak cara untuk menghancurkan hidupmu"

Sela berbalik dan masuk kembali ke kamarnya yang mewah. Ia membuka laci meja rias, mengeluarkan sebuah foto polaroid yang diambil diam-diam, foto Drake dan Nathalie sedang berpelukan. Dengan gerakan penuh dendam, ia merobek foto itu menjadi dua, lalu membuangnya ke tempat sampah.

"Enjoy your last peaceful days, jalang," bisiknya sambil tertawa pelan.

Malam itu, Sela tidur dengan senyum puas di wajahnya. Baginya, kemenangan sudah berada di ujung jari. Ia hanya perlu menunggu sedikit lagi hingga Drake resmi menjadi miliknya.

1
Nifatul Masruro Hikari Masaru
kok gak sadar2 jadi orang
Oma Gavin
percuma drake bawa kabor nathalie kalau ujungnya bisa diketemukan sela dan nenek nya kalau mau kabor yg jauh pergi dari negara tsb biar tdk bisa diketemukan mereka
merry yuliana
jia you nathalie libas si ular sela hanvurkan nenek gandrong....ayo drake jangan pengecut..crazy up kak🙏
merry yuliana
katanya ceo tp ga bs batalin pwrjodohan haiyaaa kabur nat pergi dari drake ....gerus aja pake ulekan
Mita Paramita
lanjut Thor 😉
merry yuliana
ihhhh emang ulet keket mak.grandong bs ngimpi?ckckckkcck crazy up kak
Oma Gavin
namanya juga iblis sela akan menggila untuk melenyapkan nathalie siap" drake untuk menjaga nathalie
Mita Paramita
pasti drake mau dijodohin sama wanita pilihan nenek nya 🤨🤨🤨
chiara azmi fauziah
bilng sm dokter drak biar tidak serba salah kamunya nathali
Mita Paramita
Natalie terlalu lemah di-bully sela diam aja🫡 mending cerita ke drake biar bebas dari sela
Oma Gavin
sella dokter murahan sampai segitunya ingin menjadi istri drake jelas" drake ngga ada rasa kok dipaksa jgn salahkan nathalie disini dia juga korban drake kalau ingin dipilih drake ya hrs bisa jadi jalang
Mita Paramita
akhirnya Nathalie bisa nolongin ayahnya , walaupun imbalan nya harus jadi pemuas nafsu drake.
merry yuliana
semoga drake jatuh cinta dan menghargai natalie sebagai wanita yang berharga bukan cuma barang ....crazy up.kak
Mita Paramita
cuma drake yang peduli sama Natalie 😭 Thor itu Natalie udah diperkaos sama Andreas?🤨
Mita Paramita
lanjut drake bawa kabur Natalie dari ibunya yang laknat 🤣🤣🤣
Oma Gavin
pasti drake yg datang wah andreas bisa dihabisin drake jgn lupa bu dyah sekalian dibikin sekarat ibu kok ngga ngotak malah seneng dan bangga anaknya laku mahal
Oma Gavin
apa bener nathalie anak kandung dyah kenapa setega itu menjual anaknya demi rupiah selama ini ua g yg diberikan nathalie dikemanakan buktinya ayahnya masih sekarat
Mita Paramita
drake datang dong 😭 selametin Natalie
Mita Paramita
Natalie bodoh kali cari yang lain di club...tau gitu sama drake aja atau pak dosen
Mita Paramita
lanjut drake 🔥🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!