Di hari anniversary mereka yang ketiga tahun, Grizla ingin menaikkan jabatan suaminya dari Manager menjadi CFO dalam diam.
Tapi malam itu, ia terpaksa mengurung niatnya karena ibu dan adiknya ikut campur di hari perayaan anniversary mereka.
Dan lebih menyakitkan lagi, mertuanya itu membawa wanita asing bersama mereka yang membuat ia tidak nyaman dan membuat ia ragu harus menyerah posisi itu.
Lama kelamaan, suaminya mulai bersikap dingin, tidak ada keharmonisan ruma tangga yang ia dambakan. Akhirnya suaminya selingkuh dengan wanita tersebut yang ternyata satu kantor dengannya, alasan selingkuhnya adalah ia menginginkan seorang anak.
Plot twist-nya adalah, perusahaan itu miliknya, yang mengangkat suaminya sebagai manager adalah dirinya melalui orang Kepercayaan yang menjadi CEO sementara di perusahaan G' Jaya.
"Hari ini buka matamu lebar-lebar, siapa yang telah mengangkat derajatmu!" - Grizla
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29
...⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️...
Suasana ruang tamu yang biasanya bising oleh tuntutan Widya dan ocehan manja Tari mendadak senyap.
Grizla melipat kedua tangannya di dada, bersandar pada pilar pembatas ruangan. Sudut bibirnya terangkat, membentuk senyum tipis yang sarat akan kepuasan.
Melihat wajah mertua dan adik iparnya yang mendadak pucat pasi bak mayat adalah pemandangan terbaik yang pernah ia lihat tahun ini.
Kabar bahwa Antonio dicopot dari jabatannya sebagai manajer, dan kini terlempar menjadi staf magang dengan masa percobaan, berhasil memukul telak kesombongan mereka.
"Hehe, mampus kalian semua," batin Grizla, bersorak kegirangan. "Dulu kalian belanja sana-sini, bermewah-mewah pakai uang sampai melirikku saja tidak sudi. Sekarang setelah Antonio turun jabatan, kalian langsung menangis darah. Wajah syok kalian itu... sungguh konsumsi batin yang sangat kunikmati!"
Tari, yang sejak tadi memegang barang branded, tangannya gemetar hebat. Matanya memerah, menahan malu sekaligus amarah yang memuncak.
Tari menghentakkan kakinya ke lantai dengan sangat keras hingga terdengar dentuman berulang. "Aku malu punya Mas yang gak becus kerja!"
Tanpa memedulikan ibunya yang masih terpaku, Tari berbalik, berlari kencang masuk ke dalam kamarnya.
Brak!
Pintu kayu itu dibanting begitu keras hingga pigura foto keluarga di dinding ruang tamu sedikit bergetar.
Sementara itu, Widya masih terdiam di sofa. Tubuhnya kaku, napasnya memburu saat menyadari realita pahit yang harus ia hadapi. Pikirannya langsung melayang pada tagihan arisan berlian dan uang belanja bulanannya yang dipastikan akan terjun bebas. Gajian staf magang bahkan tidak akan cukup untuk membayar tagihan listrik rumah besar ini.
Tatapan Widya yang nanar perlahan beralih. Matanya menangkap sosok Grizla yang berdiri tenang tanpa beban. Amarah Widya yang semula tertuju pada anak laki-lakinya, kini bergeser mencari pelampiasan.
"Ini semua pasti gara-gara kamu!" tuding Widya, suaranya bergetar menahan geram sambil menunjuk wajah Grizla.
Grizla menaikkan sebelah alisnya. "Kok jadi gara-gara aku, Buk? Yang kinerjanya buruk di kantor kan anak kesayangan Ibu, bukan aku."
Widya menggeram, tidak mau kalah. Ia berdiri dari sofanya, mencoba memulihkan harga dirinya yang telanjur runtuh. "Berhubung anakku sudah tidak punya uang lagi, dan kamu sebagai istri hanya tahu cara menghabiskan beras di rumah ini, suruhlah istrimu ini kerja, Antonio! Jangan cuma mau numpang hidup di sini!"
Antonio mendongak, menatap Grizla dengan pandangan memelas. "Grizla, mungkin... mungkin perkataan Ibu ada benarnya. Untuk sementara waktu, sampai jabatanku pulih..."
Sebelum Antonio menyelesaikan kalimatnya, Grizla memotongnya dengan senyuman kecil yang terkesan sangat patuh, meski matanya berkilat geli. Sungguh menggelikan melihat bagaimana roda berputar begitu cepat.
"Iya, aku akan kerja kok, Buk," sahut Grizla dengan nada suara yang dibuat selembut mungkin, menahan tawa yang sudah sampai di tenggorokan melihat kepanikan dan kemarahan Widya. "Tapi Ibu jangan lupa ya, kalau aku kerja, urusan masak, cuci baju Mas Antonio, dan beres-beres rumah mewah ini... sepertinya harus Ibu dan Tari yang ambil alih. Kan aku sibuk cari uang."
Wajah Widya yang tadinya memerah karena marah, kini berubah menjadi semakin matang karena menahan dongkol yang luar biasa.
...⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️...
kuy.. yg banyak geh ...😭
yg banyak lagi to Les... nanggung bacanya..
tak kasih kopi nih.. biar terang kontestrasinya... 😂😂🤭
yg semangat upnya, tak kirim kopi..💪
jgn kelamaan grizla yg disiksa di rumah hantu itu..