NovelToon NovelToon
Love Me Back

Love Me Back

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:406
Nilai: 5
Nama Author: Aan Iman

Zhao Ryn, gadis manis dua puluh tahun menganggap Sian Lee penerus Lee Group adalah cahaya terang dalam gelapnya hidup.

"Bawa dia pergi!" Perintah dingin seorang Sian berhasil meruntuhkan benteng kokoh Ryn.

"Sian, kumohon tolong aku." Ryn memohon belas kasih Sian agar bisa membantunya namun kembali mendapat penolakan darinya.

"Nona Ryn, mohon kerja samanya." Asisten Jun memberi isyarat agar Ryn bergegas meninggalkan klub nomer satu di kota Jasata.

Bisakah Ryn menemukan kebahagiaan hidupnya? Atau dia benar-benar harus bertahan sendirian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aan Iman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

lmb7

Sian berhasil menangkap pergelangan tangan Ryn yang hampir masuk lift. Keduanya saling beradu tatap sebelum Ryn melepaskan genggaman Sian.

"Oh Sian kenapa kau mengejarku, apa kau sudah mendapat pelepasanmu? " Senyum sinis Ryn menyertai pertanyaan kasarnya. Sian menghela nafas sekaligus mengaturnya setelah berlarian tadi.

"Kau sulit diatur Zhao Ryn, sungguh." Ucap Sian kemudian mendorong Ryn masuk kedalam lift hingga punggungnya membentur dinding kaca.

Tanpa tedeng aling-aling Sian menyambar bibir Ryn begitu ganasnya. Merasakan Ryn tak merespon Sian tetap mencoba agar gadis itu membuka celah sampai akhirnya Sian berhasil. Lenguhan Ryn semakin membuat Sian bergairah.

Ryn yang jijik mengingat kelakuan Sian bersama Yuri segera menekan dada si pria agar berhenti menciumnya. Belum pernah Ryn mengalami hal itu seumur hidupnya, Sian menjadi yang beruntung dengan segala asumsi salah sangka padanya.

"Kau menolak membantu kebebasanku karena berpikir aku kotor, dan kau bahkan tidak jauh lebih baik dariku Sian." Tak ingin berlama-lama, Ryn mendorong sekuat tenaga agar Sian keluar dari kotak besi itu. Ryn lalu menekan tombol huruf R, dan lift memisahkan kedua tatapan saling menghunus mereka.

Sian bingung, entah apa yang membuat Zhao Rynnya sangat marah. Bagaimana caranya menjelaskan jika Sian hanya sebatas itu, bahwa selama ini Sian juga belum pernah memasuki wanita. Orang-orang bergosip tentang dirinya tanpa harus tahu sedikitpun kebenaran akan hal-hal pribadi tersebut.

"Zhao Ryn, kita sudah salah sejak awal." Gumam Sian, seharusnya dia tidak menarik Ryn masuk kedalam hidupnya.

***

Di klub malam paradise, Ryn terpaksa menginjakkan kakinya lagi setelah mendapat pesan dari Yuni. Jika tidak penting dia sangat enggan datang. Namun Yuni menyebutkan dia akan memberi petunjuk tentang ayah kandung Ryn.

"Cepat katakan!" Ryn malas berlama-lama dan segera ingin pergi dari klub. Selama ini, hidupnya dipenuhi ketakutan setiap berada disana. Takut dijebak hingga berakhir kehilangan sesuatu yang susah payah ia jaga.

"Santai, minum dulu." Yuni menyodorkan sebotol air mineral yang masih tersegel. Ryn menurut agar urusannya cepat selesai. Iapun meminumnya sedikit.

"Masih bersama tuan Zhu?" Tanya Yuni, yang dia tahu Ryn sudah dibeli oleh Vick. Ryn menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.

"Bagus. Sekarang ada klien baru untukmu Ryn. Jangan berbuat onar lagi." Lanjut Yuni, sial seharusnya Ryn tidak tertipu oleh sang ibu yang memang sangat licik. Kepala Ryn terasa berputar saat bangun dan hendak keluar dari ruang VIP klub.

"Mereka akan mengantarmu padanya."  Kemudian dua pengawal menuntun Ryn ke tempat penginapan bagi para tamu yang memesan layanan tambahan.

Ryn dibawa ke salah satu kamar dimana seorang pria sudah menunggu kedatangannya. Ketika mengenali wajah Ryn dia segera menghampiri.

"Ryn, kau sedang apa disini?" Suara Glenn masih bisa Ryn dengar meski tubuhnya bereaksi diluar kendali. Panas, sakit dan sesak menjadi satu. Tenggorokan Ryn terbakar hingga mendamba sesuatu yang dingin.

Glenn tadinya berniat mendapat kesenangan dari wanita penghibur hanya untuk sebuah pelepasan. Yang ada dia malah terkejut menjumpai Ryn di tempat laknat itu.

"Aku harus pergi Glenn. Menjauh dariku!" Teriak Ryn menghentikan langkah Glenn yang hampir mendekat.

Ryn keluar dari kamar, susah payah mengontrol diri agar tetap terjaga. Berpapasan dengan seorang pengantar minuman, kebetulan Ryn melihat pecahan botol bir lalu mengambilnya untuk ia genggam.

Tangan Ryn mulai berdarah akibat terlalu kuat tapi dia berhasil meninggalkan klub. Hal berikutnya Ryn hanya perlu menunggu taksi lewat, namun sebuah Bentley hitam berhenti tepat di hadapannya.

"Kau membalasku Zhao Ryn?" Tanya Sian emosi mendapati Ryn malah berada di klub. Dirinya bermaksud ingin menjumpai kawan lama yang mengundang minum tetapi malah melihat kehadiran Ryn.

"Sian, kumohon bantu aku." Mohon Ryn dengan suara parau hampir berbisik. Lalu perhatian Sian tertuju pada tangan Ryn yang berwarna merah.

Meski linu Sian berusaha melepaskan sesuatu yang membuat Ryn berdarah dalam genggamannya. Jun baru saja tiba dan melihat Sian sudah bersama Ryn langsung saja ia menelisik keadaan gadis itu.

"Tuan seseorang telah memberi nona Ryn afrodisiak." Untungnya Jun langsung mengenali gejala yang Ryn tunjukkan.

"Bawa dia pergi." Perintah dingin Sian berhasil meluluhlantakkan perasaan Ryn. Ryn menitikan air mata karena gagal membangun benteng kokohnya.

"Aku mau kau Sian bukan asisten Jun." Rengek Ryn disela isak tangis. Sian yang malah merasa lucu melihat perubahan sikap Ryn mengusap air mata di pipinya.

"Nona, mohon kerja samanya." Asisten Jun memberi isyarat agar Ryn bergegas masuk ke mobilnya dan meninggalkan klub nomer satu di Jasata.

Sian memimpin jalan menuju apartemen untuk mengawasi Ryn. Di perjalanan dia juga menghubungi dokter Lea agar membantunya menangani keadaan Ryn.

Ryn cukup kooperatif ketika dibawa oleh Jun hingga ke kamar tidur Sian. Jun malah berdiri saja di luar pintu, Jun cukup mengerti alasan Sian memilih menjauh dari Ryn.

'Keluar kau jalang!'

'Tuan aku mengandung anakmu.'

'Gadis itu mati karena ulahmu.'

Suara-suara sumbang mulai berbisik di telinga Sian. Ia memejamkan mata mencoba mengusirnya. Ada alasan tertentu setiap tingkah Sian. Mulai dari mendorong Ryn dari hidupnya yang penuh intrik dan bahaya. Trauma masa lalu terutama, hal yang kenyataannya tak pernah Sian lakukan.

Sian dituduh menghamili staf restoran, padahal dia diracun menggunakan obat yang sama dengan Ryn. Malam naas itu Sian memilih melukai tangannya seperti Ryn demi menjaga kesadaran.

"Tuan Lee, dimana Ryn? Kenapa kau tidak menolongnya? Kau harus melawan rasa trauma itu! Sampai kapan kau menjadi pengecut? " Bukannya mengecek keadaan Ryn Lea justru asik mengomel pada Sian.

"Aku hanya manusia biasa dokter Lea!" Bentak Sian membela diri.

"Ryn bahkan mampu bertahan ditengah kekerasan fisik dan psikis yang dia dapat, tapi kau sebagai seorang pria sangat lemah." Kesal Lea lalu meninggalkan Sian dengan kebingungan soal perkataan Lea tentang kekerasan.

"Cari tahu bagaimana kehidupan Zhao Ryn!" Titah Sian akhirnya bertindak setelah cukup lama menahan diri supaya tidak tertarik oleh Ryn. Jun mengangguk dan langsung permisi pergi menjalankan tugas.

Sementara Lea mulai meminimalisir efek yang diderita Ryn dengan cara mematikan lampu, memberi Ryn antisida dan obat pereda nyeri hingga mengisi air di dalam bathtub. Alasannya karena Lea yakin Sian tidak akan mungkin memberi apa yang Ryn butuhkan.

"Telan obatnya." Bisik Lea setelah Ryn ia angkat. Untungnya Ryn menurut hingga perlahan mulai tenang.

"Masukkan dia ke dalam air." Sian sempat melongo mendengar perintah Lea namun tetap melakukannya. Ryn yang digendong berusaha merayu Sian dengan meraba dadanya, menghirup aroma leher Sian kuat-kuat.

Basah sudah seluruh tubuh Ryn terendam air dingin yang mulai menjalar dari ujung kaki hingga ke kepalanya.

"Berapa lama?" Tanya Sian pada Lea mengenai durasi berendam Ryn.

"Setengah jam. Aku sudah menyiapkan obat demam nanti langsung diminumkan saja. Oh ya, jangan lupa untuk mengganti pakaiannya." Pesan Lea mengingatkan Sian sebelum dirinya pamit pulang.

Tinggallah Sian berdua dengan Ryn di kamar mandi. Dia memandang wajah tenang Ryn yang terpejam mulai merasa dingin menjalar.

"Pergilah!" Usir Ryn masih kesal terhadap Sian.

"Ini kamarku jika kau lupa." Niat Sian sebenarnya hanya bercanda, tapi Ryn menyikapinya serius sehingga diapun mencoba berdiri dari bathtub.

"Zhao Ryn!" Teriak Sian sigap menangkap tubuh Ryn yang hampir terjatuh.

"Aku sudah lebih baik." Bisik Ryn, sejujurnya dia mulai kedinginan. Lalu Sian membantu Ryn keluar dari bathtub, mendudukkannya diatas closet sementara dirinya mengambil bathrobe.

"Aku akan membantumu." Ucap Sian menawarkan diri melepas pakaian Ryn. Ryn langsung menggeleng menolaknya. Tak ingin memaksa Sianpun memilih berbalik badan tanpa meninggalkan Ryn.

"Sian, sebenarnya kau tidak perlu masuk kedalam hidupku sejauh ini." Selagi ada kesempatan Ryn mengutarakan isi hatinya pada Sian.

"Kita sudah sama-sama membuka pintu, tidak ada gunanya kembali." Jawab Sian santai sesuai apa yang ada di pikirannya.

"Kau hanya akan melihat sesuatu yang memuakkan dariku." Ujar Ryn berusaha menguasai diri dari sisa efek afrodisiak dalam tubuhnya. Ia kecolongan, rupanya Yuni telah memasukkan obat itu melalui celah botol menggunakan suntikan. Licik.

"Hidupku jauh lebih buruk, kau sendiri mengatakan hal itu." Balas Sian berbalik lalu menggendong Ryn ala pengantin, membawanya ke atas tempat tidur.

"Ini kali kedua aku tidur di ranjangmu. Kau pria kuat Sian tidak tergoda sama sekali. Padahal banyak diluar sana yang menginginkan tubuhku." Sian menunduk menghindari tatapan Ryn, masih terlihat jelas gadis itu mendambakan sentuhan panasnya.

"Nanti Ryn, sekarang minum obatmu." Sian menyodorkan dua butir obat demam sesuai instruksi Lea. Ryn mengambilnya lalu menelan tanpa beralih dari Sian. Sian mengarahkan gelas berisi air kedekat bibir Ryn. Ryn membuka mulut dan meminumnya sedikit.

"Sian katakan saja kau jijik padaku... "

"Diam! " Bentak Sian menghentikan ucapan Ryn.

"Tidur Zhao Ryn." Perintah Sian, dia keluar kamar dengan membawa amarahnya pada Ryn.

'Sian, kau menyebalkan.' gerutu Ryn dalam hati.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!