NovelToon NovelToon
My Teacher Is My Husband

My Teacher Is My Husband

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Balas Dendam
Popularitas:932
Nilai: 5
Nama Author: Rosemary Mary

Bagaimana perasaan mu jika kau terpaksa harus menikah muda? Terutama dengan orang yang usianya jauh lebih tua dari mu? Inilah yang terjadi dengan Clara Adeline Ferguson. Ia adalah putri tunggal keluarga Ferguson yang terkenal kaya. Papa nya juga adalah salah satu donatur terbesar sekolah SMA Citra Kirana di kota X.

Kenapa? Scandal apa yang telah dia lakukan sehingga ia harus menikah begitu dini? Ya. Jawaban nya adalah. Clara itu sangat nakal dan juga tidak pernah mendengarkan kedua orang tuanya,ia bahkan bisa di bilang anak manja dengan perilaku buruk, tidak jarang ia membuat onar di sekolah, ia bahkan selalu mendapat nilai merah di raport nya dan terancam tidak naik ke kelas tiga karena sering bolos sekolah.

Sementara itu Zidan, adalah seorang guru laki-laki termuda di sekolah SMA Citra Kirana yang katanya adalah keponakan kepala sekolah, namun identitas Zidan ini tidak lah akurat seperti sedikit tertutup dan tidak ada yang tau tentang keluarga nya kecuali sang paman.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosemary Mary, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 29

"pak Zidan mau ngapain sih?" Clara bertanya-tanya kenapa Zidan malah memberhentikan mobilnya di mall.

Selang tiga puluh menit kemudian, Zidan pun terlihat kembali muncul dan menghampiri mobil dengan membawa sebuah paper bag, ia kemudian masuk ke dalam mobil dan menyerahkan paper bag tersebut kepada Clara.

"Ini," katanya singkat dan kemudian menyerah kan paper bag tersebut.

"Apaan pak?" Clara kebingungan dan pemasaran.

"Buka dan pakai lah," kata Zidan lagi.

Clara yang penasaran pun segera membuka nya, alangkah kagetnya Clara ternyata isi di dalam paper bag tersebut adalah sebuah high heels yang sangat cantik berwarna hitam dengan pita dan tak terlalu tinggi.

"High heels?" ujar Clara sambil mengeluarkan sepasang high heels tersebut.

(Sepatu hak tinggi) High heels.

"Kamu sudah lumayan tinggi jadi tidak perlu pakai yang terlalu tinggi, dan juga jangan membeli yang tidak sesuai dengan ukuran jika tidak kaki mu akan melepuh, ayo segera pakai dan kita akan melanjutkan perjalanan," kata Zidan lagi.

"Ah, i-iya teri-terima kasih," kata Clara gugup ini sudah kesekian kalinya Zidan memberikan perhatian dan membuat Clara semakin berdebar setiap ada di dekat nya.

"Tunggu dulu, kemarikkan kaki mu," kata Zidan yang kemudian memegang kaki Clara dan meletakkan nya di atas paha nya.

"Tapi pak ... " ucap Clara terhenti ketika melihat Zidan mengeluarkan sesuatu dari saku nya dan kemudian menempelkan benda itu di tumit bagian atas Clara.

Setelah itu Zidan pun membantu nya mengenakan high heels tersebut.

"Sudah, ayo kita berangkat sekarang," ujar Zidan yang kemudian menyalakan mesin mobil nya dan meningalkan mall.

"Astaga, apa-apaan sih pak Zidan? Udah bikin gue hampir kena serangan jantung sikap nya masih aja santai dan dingin, mana pake naikin kaki gue ke paha nya segala lagi," umpat Clara di dalam hatinya.

Perjalanan berlanjut begitu lama, karena cuaca sedikit tidak bagus, turun gerimis di tengah perjalanan, membuat jalan sedikit licin dan Zidan mengemudi mobil dengan sangat pelan.

Dua jam pun berlalu.

Kini jam sudah menujukkan pukul 19.20 mama Reina dengan gelisah menunggu kedatangan Zidan dan Clara, ia sampai-sampai berdiri di depan pintu utama untuk melihat mobil Zidan masuk ke dalam perkarangangan rumah mereka.

"Sayang, kenapa kau sangat gelisah?" tanya Ferguson kepada sang istri.

"Mas aku khawatir terjadi apa-apa karena gerimis ini membuat jalanan jadi licin,dan sekarang mereka belum juga tiba," ungkap Reina sambil mondar-mandir.

"Khawatir apa, itu mobil mereka kan," Ferguson mengehentikan langkah istrinya dan menujuk ke arah gerbang memperlihatkan kalau Clara dan Zidan telah tiba.

"Astaga anak mama!" Reina yang sangat merindukan Clara segera berlari menghampiri mobil dan memeluk Clara yang saat itu baru saja turun dari mobil.

"Mama, Clara kangen banget sama mama," kata Clara membalas pelukan sang mama dengan begitu erat.

"Selamat datang di rumah kami, Zidan," kata papa Ferguson menyambut menantu nya.

"Terima kasih,pa," jawab Zidan dengan wajah datar nya.

Mereka pun bersama-sama masuk ke dalam rumah, setelah bertemu sang mama Clara seolah melupakan segalanya karena ia sangat bahagia sudah tiga Minggu tidak melihat sang mama.

"Wahhh banyak banget makanan kesukaan Clara ma," kata Clara saat tiba di meja makan.

"Mama sengaja menyiapkan makanan kesukaan kamu sayang, karena mama tau kamu sudah lama tidak memakan nya kan?" ujar Reina melayani Clara dengan baik dan memanjakan nya.

"Ah mama yang paling perhatian deh," ujar Clara duduk di tempat biasanya ia duduk dan kemudian menikmati makanan yang di siapkan mama nya.

Sementara itu, Zidan dan papa Ferguson hanya menatap tingkah bocil nya sambil geleng-geleng kepala.

Acara makan malam bersama pun di mulai, mereka menikmati berbagai macam masakan yang di siapkan oleh mama Reina.

"Oh ya, Clara papa bangga sekali dengan hasil ujian mu kali ini, kau juga baik kelas tanpa nilai raport yang merah," kata papa Ferguson memecahkan keheningan di meja makan.

"Iya pa, mulai sekarang Clara bakal fokus belajar dan bikin Mama sama papa bangga, Clara gak mau main-main lagi," ujar Clara dengan senyum manis nya.

"Bagus sekali sayang, ini semua pasti karena Zidan mendidik Clara dengan benar, mama ucapkan terima kasih banyak untuk Zidan," kata mama Reina kepada Zidan sambil mengelus rambut Clara.

Zidan hanya mengangguk kecil sambil mengunyah makanan nya. Sementara Clara menatap nya dengan tatapan yang tak bisa di artikan.

Setelah tiga puluh menit berlalu, mereka pun selesai makan malam, kini semuanya berkumpul di ruang keluarga sambil menonton televisi.

"Ma, pa, udah malem banget, Clara pulang ya," kata Clara berdiri dari duduknya.

Semua mata tertuju kepada Clara mereka saling pandang dan tiba-tiba sang papa tertawa kecil.

"Hahah, ternyata sekarang Clara sudah dewasa dan punya rumah sendiri ya, tidak mau menginap di sini lagi?" ungkap sang papa dengan keadaan masih menertawakan Clara.

"Kita menginap saja, dengan cuaca yang tidak bagus mungkin akan sangat sulit mengemudi," ungkap Zidan.

"Zidan benar sayang, besok pagi saja pulang nya ya," ucap mama Reina yang kemudian segera menarik tangan Clara untuk kembali duduk.

"Ah, nginap ya ma, terus pak Zidan mau tidur di mana?" tanya Clara terlihat khawatir dan kebingungan.

"Di kamar kamu lah, masa iya kalian misah, kan kalian sudah menikah," kata papa Ferguson dengan santainya.

Seketika semua teridam, Clara ingin angkat bicara namun di tahan oleh sang mama, Reina tidak ingin papa Ferguson tau kalau Clara dan Zidan tidur di kamar yang terpisah di villa.

Meskipun ini hanya perjodohan, namun papa Ferguson merasa kalau Clara cocok bersama dengan Zidan setelah melihat begitu banyak perubahan Clara saat ini. Status bukan lah sebuah alasan lagi bagi nya karena sebenarnya di dalam lubuk hati papa Ferguson yang paling dalam ia juga tidak ingin anak nya menjadi janda muda.

Mereka pun kembali menonton televisi, sampai di mana jam menujukkan pukul sepuluh malam, sudah waktunya bagi Reina dan Ferguson beristirahat.

"Clara sayang, mama mau istirahat dulu ya, karena besok mama harus mengurus butik," kata Reina berdiri dari duduknya.

"Ah iya ma, papa juga ikut," kata Ferguson yang sudah sedari tadi menahan kantuk.

"Yasudah kalian juga segera lah beristirahat sudah larut," kata mama Reina yang kemudian berjalan menaiki tangga menuju lantai dua di mana kamar mereka berada, diikuti sang suami dari belakang.

Sementara itu Clara masih sangat kebingungan, pikiran nya kacau balau karena memikirkan bagaimana caranya dia bisa tidur sekamar dengan Zidan, meksipun sudah pernah tapi kali ini dengan situasi yang berbeda.

"Kamu masih mau nonton?" tanya Zidan yang duduk nya berhadapan dengan Clara.

Bersambung....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!