NovelToon NovelToon
Labuhan Hati Sang Alpha

Labuhan Hati Sang Alpha

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Manusia Serigala / Ruang Ajaib
Popularitas:22.4k
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

"Jangan tertipu dengan kelembutan kelopak bunga, karena di balik keindahannya ada duri yang bisa menembus jantungmu tanpa suara."

Putri Arabella Costa adalah perpaduan keanggunan bangsawan dan ketangguhan jiwa modern. Terlahir kembali sebagai putri bungsu Kerajaan Costa, Bella menolak diam di istana mewahnya dan memilih hidup bebas menyamar sebagai gadis biasa. Dia memiliki ruang dimensi berisi air kehidupan yang mampu menyembuhkan segala penyakit.

Lucian Alistair sosok pria yang dingin, dominan, memiliki insting bertarung serta indra penciuman yang tajam, menguasai garis depan militer, dan memiliki harga diri setinggi langit yang tidak bisa disentuh oleh sembarang orang.

Dua karakter kuat pemilik rahasia besar ini mendadak terikat dalam pernikahan tak terencana. Siapa yang akan menyerah lebih dulu? Akankah kebuasan serigala bisa menaklukkan sang putri rahasia, atau justru sang Alpha yang akan bertekuk lutut di bawah kendali Arabella?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CEMBURU

Lucian tidak menjawab pertanyaan Ara, dia justru melangkah maju dengan perlahan namun pasti, hingga tubuh besarnya kembali mengurung posisi Ara.

"Siapa pria jelek tadi, Ara? Kenapa kamu rela masuk ke tempat sepi begini bersamanya? Apa dia selingkuhan mu di kota ini, hah?!" cecar Lucian dengan nada menuduh, suaranya terdengar agak meninggi karena tidak bisa lagi menahan rasa cemburu yang membakar dadanya.

Kedua tangan kekar Lucian langsung bertumpu pada dinding di kiri dan kanan kepala Ara, mengunci gerakan gadis itu sepenuhnya agar tidak bisa kabur darinya.

Ara yang dituduh seperti itu seketika langsung menyipitkan matanya kesal, rasa bersalahnya karena hampir ketahuan identitas aslinya instan digantikan oleh rasa dongkol akibat sikap posesif pria di depannya ini.

"Selingkuh kata mu?! Hebat sekali ya bicaramu, Tuan Ian! Dia itu cuma orang asing yang kebetulan bertanya arah jalan kepadaku! Kenapa kamu malah menuduh ku seperti ini?!" jawab Ara berbohong, memalingkan wajahnya yang mendadak memerah karena posisi mereka yang terlalu dekat.

Ara mencoba mendorong dada bidang Lucian dengan kedua tangan kecilnya, namun dada pria itu terasa keras, sama sekali tidak bergerak sedikit pun di bawah tekanan tangannya.

"Bertanya arah jalan sampai harus masuk ke dalam gang gelap dan berbisik-bisik mesra begitu? Kamu pikir aku ini pria bodoh yang bisa kamu kibuli dengan alasan murahan seperti itu, hah?!" bentak Lucian lagi, wajahnya semakin mendekat hingga deru napas hangatnya yang memburu terasa menyengat di kulit wajah Ara.

Mata emas Lucian menatap dalam ke dalam manik mata bulat Ara, mencoba mencari kebohongan di sana sekaligus menyalurkan rasa frustrasinya karena menyadari betapa dia sangat membenci melihat Ara berdekatan dengan pria lain selain dirinya.

"Lepaskan aku, Ian! Kamu ini benar-benar tidak tahu diri ya! Ingat, kita ini cuma pasutri di atas kertas untuk sementara waktu! Kamu tidak punya hak untuk mengatur dengan siapa aku berbicara di pasar ini!" teriak Ara, dengan wajah yang sudah merah padam karena campur aduk antara marah dan gugup.

Mendengar kata yang keluar dari mulut Ara, entah kenapa hati Lucian terasa seperti ditusuk oleh belati yang sangat tajam, gejolak cemburu di dalam dirinya mendadak berubah menjadi rasa kecewa yang mendalam.

Lucian terdiam sejenak, tatapan matanya yang tadinya buas perlahan meredup menjadi sayu namun tetap tajam, dia menatap bibir ranum Ara yang mengerucut sebal sebelum akhirnya perlahan menjauhkan tubuh besarnya dari hadapan gadis itu.

"Terserah kamu saja, pulanglah sendiri, aku mau jalan-jalan sebentar," ucap Lucian ketus, lalu berbalik badan dan melangkah pergi meninggalkan gang tanpa menoleh lagi ke arah Ara.

Ara yang ditinggalkan begitu saja langsung melongo di tempatnya, menatap punggung tegap Lucian yang menjauh dengan jubah hitamnya yang berkibar ditiup angin pasar.

"Lho? Dia yang marah-marah, kenapa sekarang dia yang merajuk seperti anak kecil?!" omel Ara kesal, menghentakkan kakinya lagi ke tanah sambil memegangi dadanya yang entah mengapa terasa agak berdenyut aneh melihat sikap dingin Lucian yang tiba-tiba tadi.

"Dasar beruang kutub labil! Datang-datang menuduh orang sembarangan, lalu pergi begitu saja tanpa merasa bersalah!" gerutu Ara dengan suara tertahan.

Ara meraih kembali gagang gerobak kayunya dengan sentakan kasar, lalu mulai mendorongnya keluar dari gang dengan perasaan yang campur aduk antara dongkol, bingung, dan sedikit merasa bersalah karena sudah berbohong.

Di sepanjang jalan pulang menuju desa perbatasan, pikiran Ara sama sekali tidak bisa tenang, bayangan wajah frustrasi Lucian dan kilatan mata tajam nya yang terluka terus berputar-putar di kepalanya seperti kaset rusak.

"Lagian, kenapa dia harus se marah itu, sih? Memangnya dia benar-benar menganggap ku istrinya?" gumam Ara pelan, wajahnya mendadak terasa hangat saat mengingat bagaimana posisi mereka yang sangat dekat tadi.

Ara menggelengkan kepalanya kuat-kuat, mencoba mengusir pikiran aneh yang mulai meracuni otaknya, lalu mempercepat langkah kakinya agar bisa segera sampai di rumah sebelum matahari semakin menyengat.

Sementara itu, Lucian berjalan menjauh dari area pasar dengan langkah lebar yang terasa sangat berat, dia menyusuri pinggiran hutan utara yang sepi, lalu bersandar pada sebuah pohon besar sambil mengepalkan kedua tangannya erat-erat hingga kuku-kuku jarinya memutih.

"Sialan! Kenapa aku bisa se emosi ini hanya karena melihatnya dengan pria lain?" rutuk Lucian pada dirinya sendiri.

Naluri Alpha nya masih terasa bergejolak, menolak untuk ditenangkan meskipun Ara sudah memberikan penjelasan, walaupun dia tahu betul kalau gadis itu sedang berbohong'.

Srekk

Suara gesekan semak-semak di belakangnya membuat Lucian langsung berbalik dengan cepat, matanya kembali berkilat emas memancarkan aura membunuh yang sangat pekat.

"Siapa di sana? Keluar sebelum aku mematahkan lehermu," ancam Lucian dengan suara rendah yang sangat berbahaya, siap menerkam siapa pun yang berani mengusiknya saat ini.

Patrik muncul dari balik pohon dengan kedua tangan terangkat ke atas, wajahnya tampak sangat pucat karena terintimidasi oleh aura dominan Tuan Mudanya yang sedang dalam suasana hati yang buruk.

"T-Tuan Muda, ini saya, Patrik! Tolong turunkan aura Anda, jantung saya hampir copot dari tempatnya," ucap Patrik dengan suara gemetar, menarik napas lega setelah Lucian perlahan mengendurkan kuda-kudanya.

Patrik melangkah mendekat dengan hati-hati, melirik wajah Lucian yang tampak sangat kusut dan dipenuhi amarah yang tertahan.

"Ada apa, Patrik? Bukankah sudah kukatakan jangan menemui ku jika tidak ada hal yang mendesak?" tanya Lucian ketus, melipat kedua tangannya.

"Ini sangat mendesak, Tuan Muda," jawab Patrik, tegang.

Patrik menelan ludahnya pelan sebelum mengeluarkan selembar surat rahasia bersimbol burung elang yang sudah sedikit lecek dari balik jubahnya.

"Di ibu kota Kerajaan Harper saat ini sedang diguncang skandal yang sangat besar, dan nama Anda terseret di dalamnya," lapor Patrik dengan suara bergetar, menatap cemas ke arah Lucian.

"Katakan dengan jelas, jangan berbelit-belit," perintah Lucian tegas, sepasang mata emasnya menyipit tajam menatap asisten kepercayaannya itu.

"Lady Michelle, wanita ular dari keluarga Earl Kendrick itu sengaja membuat skenario palsu di sebuah pesta teh para bangsawan, Tuan. Dia pura-pura mual dan menjatuhkan saputangan rajutan sutra berlogo resmi Alistair yang sempat dia curi dari perjamuan istana dulu," ucap Patrik, menjeda kalimatnya sejenak untuk melihat reaksi tuannya.

Lucian terdiam, namun tatapannya semakin menajam, mengisyaratkan Patrik untuk segera melanjutkan kalimatnya yang menggantung.

"Sekarang, di seluruh penjuru ibu kota Harper gempar dan percaya kalau Lady Michelle sedang mengandung darah daging Anda, Tuan Muda," lanjut Patrik, akhirnya menyampaikan inti berita sampah tersebut dengan pasrah.

"APA?!"

1
kaylla salsabella
pasti si raja
kaylla salsabella
ayo mine cepat sehat mine
kaylla salsabella
makin seru
kaylla salsabella
🤣🤣🤣🤣🤣 panik kan... kan🤣🤣🤣🤣
Ayu Oktaviani
jumpa lagi thor ,aq mmpir di karya baru mu,😘
Gaishan Ahzar
payah c Lucian lemah jg...bukanya buru2 nyari bukti kelakuan c Michelle malah makin kejebak kan jdinya,,
ryuka
ayoo Iaann kamu harus semangat nyari laki2 itu.. kakek juga mantan raja tapi malh ga bijak iikkhhh
kaylla salsabella
itu lady lady gagak gak kapok"
kaylla salsabella
nah lo
kaylla salsabella
wah pasti bakal kalang kabut nih si Ian
Gesang
lanjuuuut👍
kaylla salsabella
akhirnya nyampe juga
Pa Muhsid
eh tor baru inget di bab ini nasib Lucius kakaknya jasmine gimana yang berburu sampai di ujung negeri
kaylla salsabella: mungkin sudah nikah sama nona pemburu
total 1 replies
Wahyuningsih
klau up jgn lma2 thor tk enak menunggu... upnya yg buanyk n hrs tiap hri sehat sellu jga keshtn tetp 💪💪💪 n makacih tuk upnya
IG : hofi03_skrniii: siap cantik, stay tuned yaaa 🤍
total 1 replies
Wahyuningsih
mampus
MomRea
kuli kebun dan nona kubis 😄😄😄
IG : hofi03_skrniii: couple goals 💅🏻
total 1 replies
ryuka
yaahhh kepisah sonl ian sma ara 🤭🤭🤭🤭
IG : hofi03_skrniii: konflik tipis-tipis dulu ahh😁
total 1 replies
kaylla salsabella
wuhaaaaaa..... cari penyakit cari gara " lo Michelle🤣🤣🤣🤣🤭🤭🤭🤭 bentar lagi bakal hancur dirimu🤣🤣🤣🤣
IG : hofi03_skrniii: takut banget si wanita licik itu berulah😣
total 1 replies
kaylla salsabella
wah nanti bakal gak ketemu Ian dan ara
IG : hofi03_skrniii: kangen-kangenan dulu, biar mereka sadar kalau udah saling sukaaa😆
total 1 replies
kaylla salsabella
ayo bawa ara Ian biar obati mine
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!