Tidak pernah terbayangkan jika perempuan urakan sepertiku pada akhir nya bisa menikah dengan lelaki pilihan papa yang katanya tampan, baik dan kaya melintir.
Aku terinspirasi dari pernikahan adikku yang berakhir bahagia karena pilihan papa.
Awalnya semua berjalan sesuai harapan, akad nikah yang sakral, resepsi yang mewah dan perlakuan suamiku yang teramat sangat baik. Tapi itu hanya mimpi selama dua hari di hidupku.
Enrico Putra Deisanto, seorang pengusaha dalam bidang farmasi yang menikahiku saat ini. Dia membawaku pulang ke sebuah rumah megah bak istana dengan puluhan pembantu.
Disinilah kisah hitamku dimulai, aku yang mencintainya pada pandangan pertama harus rela mengubur mimpiku untuk hidup bahagia dengan nya. Akhirnya aku tahu dia menikahiku karena paksaan ibu nya yang sedang sakit parah dan bukan kemauan nya sendiri.
Penderitaanku tak berhenti di situ, dengan santainya dia membawa pulang seorang perempuan yang akan tinggal satu rumah dengan kami. Seorang perempuan yang katanya sangat dia sayangi. Kalian tidak akan bisa membayangkan bagaimana jika seorang suami membawa perempuan lain di depan istri sah nya.
ini kisah saya,
ini cerita saya,
saya pemeran utamanya,
lalu apa posisi perempuan itu?
Aku harap dia hanya pemeran pembantu atau pelengkap latar yang hanya bisa diam, aku tetaplah pemilik suamiku yang sah...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon musbich, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29
ENRICO POINT OF VIEW:
🦋🦋🦋
Setelah mendapatkan panggilan dari Tara, malam itu juga aku mengemudikan mobilku menuju kota S dengan cepat. Perjalanan yang membutuhkan waktu 2 jam itu membuatku sampai di rumah pukul 7 malam.
Aku memarkirkan mobilku tepat di halaman rumah, terlihat mobil berwarna merah bertengger di sana. Itu mobil milik Tara.
Dengan cepat aku memasuki rumahku dan mencari anak nakal itu.
Beberapa pembantu memberitahuku jika Tara ada di pinggir kolam renang, dengan cepat aku melangkahkan kakiku ke sana.
“Cepat sekali?” Tanya tara tersenyum padaku.
“Jangan bercanda berlebihan seperti ini! Kamu masih bisa tersenyum?” kataku tegas seraya menarik kerah baju nya.
“Kakak apaan sih? Lepaskan!” kata nya menepis tanganku dengan nada agak meninggi.
“Aku tidak mau memaafkanmu masalah ini! Kamu jangan main main Tara!”
“Main main apa? Aku nggak ngerti maksud kakak?”
“Setelah menghamili Alina, kamu bisa kabur dengan tenang gitu aja? Kamu waras nggak sih?” kataku dengan nada meninggi.
“Alina hamil?” Tanya tara heran.
“Dan kamu hampir membuatku menikahi nya! Ku mohon bertanggungjawablah! Jangan seperti anak kecil lagi, umurmu bukan anak TK lagi. Aku tidak mungkin menikahi nya, aku sudah punya seorang putri,” kataku frustasi.
“Kamu menghamili siapa kak?” Tanya tara.
“Tentu saja istriku! Siapa lagi?”
“Jadi kalian sudah melakukan hubungan itu beneran???”
“Kamu pikir hubungan kami bohongan!”
“Oia, tadi kakak bilang alina hamil?” Tanya tara.
“Hem,”
“Kenapa harus kakak yang menikahi nya? Minta saja ayah nya tuh bayi yang menikahi nya,”
“Maka nya aku sekarang sedang memohon pada ayah nya,” kataku menatap nya tajam.
“Siapa ayah nya?”
“Jelas saja kamu! Aku sedang berbicara denganmu, bodoh!”
“Aku???” Tanya tara kaget.
“Hem,”
“Ya Tuhan, aku berani bersumpah jika aku nggak pernah ngelakuin itu sama alina, kak,”
“Jangan bercanda! Dia bilang itu bayimu!” kataku emosi.
“Demi Tuhan itu bukan anakku, aku tidak pernah melakukan hubungan di luar nikah! Meskipun aku nakal, tapi aku tahu batasan,”
“Lalu apa maksud nya dia mengaku itu anakmu?” tanyaku mulai memejamkan mata karena cukup pusing dengan keadaan ini.
“Mungkin supaya bisa menikah denganmu,” kata tara santai.
“Dia gila, mana mungkin aku menikahi nya,”
“Siapa tahu kan? Dia membuat ibu dan ayah percaya pada nya jika itu anakku, dia yakin jika aku tidak mungkin menikahi nya karena itu bukan anakku. Kemudian ibu percaya pada nya, akhirnya kakak yang disuruh menikahi nya karena aku nggak mau bertanggung jawab. Aku yakin ibu percaya pada nya,” kata tara santai.
“Hey, aku sudah punya putri kecil yang menggemaskan,”
“Tenang saja, aku akan bertanggung jawab karena aku ingin tahu bagaimana reaksi nya. Aku tahu dia tidak pernah mencintaiku, tapi aku tidak pernah menyangka jika dia selicik itu,”
“Tapi bayi nya tidak bersalah, jadi biarkan ibu dan ayah menganggap itu cucu nya. Aku tak mau ibu kecewa, dia baru saja merasakan senang yang berlebihan karena tahu akan punya cucu,” kataku pada tara.
“Ya, baiklah kita ikuti permainan ini,” sahut tara.
“Mainlah yang rapi jika kamu berniat main main,” kataku lega seraya meninggalkan nya.
“Hey, kakak mau kemana?”
“Aku lelah, aku daritadi mengelilingi mall berkali kali,”
“Eh, beneran kakak uda punya putri? Sama si chelsea itu?”
“Panggil dia kakak juga! Dia kakak iparmu,”
“Kakak ipar apa nya? Dia lebih cocok jadi adikku,” kata tara terkekeh.
“Dia istriku, kamu ingat itu. Jangan sentuh sentuh dia seperti dulu lagi,”
“Kamu benar benar jatuh cinta pada nya kak?” Tanya tara.
“Kalau tidak cinta, kenapa aku tidak menikah lagi saja selama dia pergi,”
“Aku jadi ingin tahu bagaimana wajah keponakanku,”
“Mirip denganku,” kataku sedikit menyunggingkan senyuman teringat wajah Erika.
“Lalu apa yang akan kakak lakukan selanjut nya?”
“Aku akan membawa nya ke rumah ini lagi jika dia mau, tapi aku tidak akan memaksa nya. Aku takut menyakiti nya lagi,”
“Apa bisa orang seperti chelsea sakit hati, hati nya terbuat dari batu. Alina datang ke rumah ini saja dia tidak apa apa, aku bahkan memperkenalkan nya sebagai pembantu,”kata tara terkekeh.
“Kamu keterlaluan,”
“Bukan nya kakak juga diam saja,” kata tara.
“Aku belum punya rasa pada nya waktu itu, lebih tepat nya aku tidak menyadari perasaanku,”
“Kita terlalu focus pada satu wanita kak, aku jadi penasaran siapa yang menghamili Alina,”
“Kalau kamu mau, kita bisa ke rumah ibu bersama sekarang juga,” saranku.
“Kata nya lelah,”
“Aku ingin segera kembali ke kota dingin,”
“Malam ini juga??? Kamu gila!”
“Jika masalah nya sudah selesai, kenapa aku harus lama lama di sini. Aku harus meyakinkan chelsea lagi, kamu tahu jika hati nya seperti batu jadi sulit untuk meyakinkan nya,”
“Chelsea gila itu benar benar membuatmu berubah,” celetuk tara.
🦋🦋🦋
Akhirnya pukul 8 malam kami berdua benar benar berangkat ke rumah ibu dan ayah dengan mobil yang berbeda. Kami berdua masuk dengan bersamaan ke dalam rumah. Terlihat ibu dan alina sedang melihat salah satu sinetron yang ada di televise.
“Tara,” kata Ibu lirih seraya menghampiri Tara.
Alina menatap kami berdua tak percaya, dengan tatapan bingung dia menghampiriku.
“Kamu darimana? Aku dan ibu khawatir karena kamu tidak ada di rumahmu,” kata alina padaku.
“Aku banyak urusan yang harus ku urus,” kataku datar.
“Apa kamu jadi bertemu chelsea di rumah sakit itu?” TanTanya alina.
“Bukan urusanmu,” kataku datar.
“Jadi kapan kita menikah?” Tanya tara tiba tiba yang membuat wajah alina memucat ketika tara menatap nya.
“Akhirnya kamu mau bertanggung jawab, nak,” kata ibu mengusap wajah tara.
“Tentu saja karena dia sedang mengandung anakku,” kata tara menatap alina tajam.
“Selesaikan urusan kalian kalau begitu,aku pergi dulu bu. Nanti bilang saja jika pesta nya digelar, aku akan datang,” kataku mengecup kening ibu.
“Kamu mau kemana?” Tanya alina padaku.
“Tentu saja menemui kekasih nya,” sahut tara.
“Kekasih?” Tanya ibu.
“Tentu saja bu, aku punya kebahagiaanku sendiri,” kataku lembut pada ibu.
“Baiklah bawa kekasihmu pulang, maafkan ibu yang sering memaksamu. Siapa wanita beruntung itu hingga membuatmu bisa beralih dari chelsea?” Tanya ibu.
“Kejutan,” kataku tersenyum seraya mengecup kening ibu.
🦋🦋🦋
Malam itu juga aku kembali ke kota dingin meskipun hujan mengguyur di sepanjang perjalanan. Aku memarkirkan mobilku tepat berada di halaman nya. Ku ketuk pintunya beberapa kali, ini sudah jam 11 malam. Apa dia sudah tidur?
Tapi aku kedinginan berada di luar dengan baju yang setengah basah karena berlari dari mobil ke teras rumah ini. Tidak lama kemudian pintu terbuka dengan perempuan yang memakai baju tidur terlihat sexy itu berdiri di depanku.
“Kamu kembali?” Tanya chelsea lumayan terkejut melihatku yang setengah basah.
“Hem,” jawabku seraya memasuki rumah itu dan mengunci pintu nya.
“Segera bilas badanmu, kamu bisa masuk angin. Kenapa harus cepat cepat kembali?” kata chelsea seraya memberikan handuk padaku.
Aku menerima handuk darinya dan segera pergi ke kamar mandi. Setelah itu aku mencari baju ganti di kamar. Aku tersenyum melihat Erika yang sudah tertidur pulas di box bayi.
Aku berjalan keluar kamar mencari keberadaan chelsea. Dia berjalan kearahku seraya membawa segelas susu hangat.
“Minumlah, supaya badanmu hangat,” kata nya menghampiriku.
Aku meminum susu hangat dari nya dan mengikuti nya ke kamar.
“Kenapa kamu mengikutiku?” Tanya chelsea.
“Aku mau tidur,” jawabku santai.
“Tidurlah di kamar tamu,”
“Di luar hujan, aku takut,” kataku mulai berbaring di sebelah nya.
“Enrico,” panggil chelsea kesal.
Jangan lupa like, comment and vote ya guys 🙏😁
Aku mampir yahh dengan like dan rate nya, Jangan lupa mampir dan feedback ke novel ku yahh ❤Sabda Rindu❤
Terimakasih ditunggu kehadirannya 🥰