NovelToon NovelToon
Garis Darah Naga Purba

Garis Darah Naga Purba

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Action / Fantasi
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: CICAK rawa

Ye Chenlong adalah aib terbesar Klan Ye.

Di hari ujian bakat, ia dinyatakan memiliki bakat kultivasi terburuk sepanjang sejarah. Tunangannya memutuskan pertunangan di depan semua orang, keluarganya mengusirnya tanpa belas kasihan, bahkan nyawanya hampir berakhir di hutan terlarang.

Namun, di ambang kematian...

Darah yang telah tertidur selama ribuan tahun akhirnya terbangun.

Bukan kekuatan yang langsung membuatnya tak terkalahkan, melainkan serpihan ingatan dari leluhur Naga Purba yang menuntunnya menuju teknik kuno, warisan yang hilang, dan rahasia yang sengaja dikubur oleh dunia.

Semakin jauh ia melangkah, semakin banyak kebenaran yang terungkap.

Mengapa Klan Naga Purba dimusnahkan?

Siapa yang memburu seluruh pewaris garis darah naga?

Dan mengapa namanya telah tercatat dalam takdir jauh sebelum ia dilahirkan?

Ketika seluruh dunia menganggapnya sampah...

Tak seorang pun menyadari bahwa naga yang mampu mengguncang langit telah membuka matanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CICAK rawa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14 :tamu tak di undang

ternyata melakukan ini tak semudah yang terlihat.

energi qi yang bersifat keras harus menahan balon yang mudah hancur.

Xiao yu menjatuhkan diri ke rerumputan, ia menoleh ke arah ye chenlong yang tengah fokus menahan balon agar tak meledak.

"saudara yu, ada apa" ucap ye chenlong tanpa membuka matanya.

"tidak...."

"aku hanya belum yakin kalau putri obat datang hanya untuk mengantarkan barangmu yang tertinggal"

"saudara chen, jujurlah."

"apa kau mengenal putri obat itu"

"mengenal...?"

"bagaiamana seorang sampah bukit Guan bisa mengenal putri obat yang Agung"

saat ini ada 3 orang yang mendatangi mereka, dari pakaiannya Xiao yu bisa tau.

mereka adalah murid dari bukit ke 7.

di sekte ini ada 8 bukit, dan masing masing menggunakan angka sebagai petunjuk kekuatannya.

dari angka 1 yang terkuat, sampai angka 7.

hanya bukit Guan ini yang tak menggunakan angka sama sekali.

Xiao yu berisi, ia menatap ke 3 orang itu.

"kalian!"

"buat apa kalian ke sini, ini bukan wilayah kalian"

ke 3 orang itu saling menatap, lalu mereka tertawa.

"memang kenapa kalau kami ke sini"

"seharusnya kau tak perlu marah, lebih baik kau sediakan jamuan untuk kami"

"jika kalian bisa memberi sambutan yang baik, kami akan sedikit memberi belas kasih"

"kalian...!"

Xiao yu hendak maju, tapi di tahan oleh ye chenlong.

Ketia orang itu menatap beberapa balon di rerumputan.

salah satunya mengambil balon itu.

"pantas saja bukit Guan terkenal sebagai sampah"

"mereka berlatih menggunakan balon"

"ingin berlatih atau bermain seperti anak anak"

ye chenlong mengabaikan ejekan itu, bukan tak berani, tapi buat apa.

ia memilih mengajak Xiao yu kembali duduk dan berlatih kembali, mengabaikan ke 3 sosok itu.

merasa tak di gubris, salah satunya mengeluarkan belati.

menatap ye chenlong yang sudah kembali memejamkan mata sambil fokus ke balon di depannya.

"matilah"

lengannya terayun, belati itu langsung melesat cepat ke arah ye chenlong.

ye chenlong mengangkat tangannya, menjepit belati dengan dua jarinya.

"sebenarnya mau apa kalian" ucap ye chenlong yang masih memejamkan mata.

"mau apa...?"

"hei sampah bukit Guan, kami ke sini untuk memperingatkanmu"

"jauhi putri obat, dia itu wanita milik tuan muda mu tianxing"

bibir ye chenlong terangkat sedikit senyum tipis terukir di sana.

dia sudah bisa menebak hal ini, bahkan saat mu ling datang ke kamarnya tadi malam saja dia sudah tau.

kalau cepat atau lambat mu tianxing akan datang mencari masalah.

namun yang tak ia duga mu tianxing tak datang sendiri, ia malah mengirimkan orang lain untuk mengganggunya.

kebetulan juga, latihannya sudah selesai.

ia telah menyelesaikan 30 menit menahan balon ini.

ye chenlong membuka mata, ia menoleh ke 3 orang itu.

namun tatapannya tertuju ke belati di tangan.

"lalu jika aku tak mau, kalian mau apa?"

"kau....!"

"berani sekali kau membantah perkataan kami, apa kau tak takut mati"

"mati?"

"kalian memangnya siapa, bisa menentukan hidup dan matiku"

"satu lagi, katakan kepada mu tianxing jika ingin menghentikanku maka datang sendiri"

"jangan hanya mengutus sampah"

bom....

Bom.....

Bom......

aura alam bumi menengah meletus dari ke tiga orang itu.

"kau memang tak bisa di beri kesempatan hidup" teriak mereka.

mereka langsung menyerang, Xiao yu juga ingin langsung bereaksi.

"sudah, selesaikan latihan saja."

"mereka biar jadi urusanku"

"tapi saudara chen".

ye chenlong langsung menyebarkan kekuatan jiwanya, ia dengan mudah menghindari serangan ke 3 orang itu.

"saudara yu, fokus saja"

"dan kau pasti berfikir kenapa kepala bukit memberi latihan kepada kita seperti ini.?"

ye chenlong berkata dengan terus masih menghindari serangan ke 3 orang itu.

"hei sampah, apa kau katakan yang hanya bisa melompat"

"atau kau tak bisa bertarung dan hanya bisa menghindar" kesal ke 3 orang itu.

ye chenlong tak menggubris mereka, ia malah menatap Xiao yu.

"pada dasarnya pelatihan kita adalah pelatihan kontrol qi".

"dengan bisa menyesuaikan penggunaan qi kita bisa dengan mudah mengontrol jalannya pertarungan."

ye chenlong mengatakan ini, sambil menangkap tinju salah satu dari mereka.

ye chenlong tak langsung menahan mentah mentah.

tangannya malah lebih terkesan menyentuh dan mengelus.

padahal terlihat jelas, qi di tangan sosok itu lebih besar.

"saudara yu, kau bisa lihat."

"dengan kontrol yang baik, kita bisa meledakkan qi besar di situasi tertentu saja."

saat ye chenlong mengatakan itu, tangannya sudah berada di perut salah satu sosok, bukan memukul hanya terkesan menyentuh.

bom.....

ledakan qi keluar dari telapak tangan ye chenlong.

gerakan ini sangat halus, tapi juga cepat.

bahkan ke 2 sosok lainnya tak menyadari gerakan ye chenlong sebelum ikut terpental mundur beberapa meter.

sedangkan sosok yang terkena serangan langsung.

ia melesat seperti peluru, menghancurkan baru gunung.

"kakak" ucap 2 sosok lainnya.

mereka menghampiri sosok itu, dengan cepat mereka menyingkirkan bebatuan yang mengurungnya.

saat bebatuan itu menghilang, terlihat sosok tadi telah bersimbah darah.

darah darah itu mengalir dari segala lubang.

salah satu sosok langsung memeriksanya.

setelah menyentuh sebenatar sosok itu menoleh ke arah temannya.

"tulang rusuk seluruhnya patah, orang organnya kacau"

"lalu bagaimana?"

"tak ada jalan lain, kita mundur dulu."

"jika tidak kakak Juan akan mati"

ye chenlong hanya memperhatikan mereka, tak ada niat sedikitpun untuk menyerang.

atau menghentikan mereka pergi.

Xiao yu dari tadi hanya duduk memperhatikan kini dia menghampiri ye chenlong.

"saudara chen, apa kita tak menghentikannya"

ye chenlong hanya menggeleng.

"buat apa?"

"jika kita membunuh mereka, masalah malah akan bertambah besar"

lalu ia menoleh ke arah Xiao yu.

"jadi apa kau sudah paham kenapa latihan ini penting".

Xiao yu mengangguk.

"tapi saudara chen, bagaimana aku akan melakukannya"

"sangat sulit mempertahankan qi tanpa melonjak dalam waktu lama"

ye chenlong mengajak Xiao yu duduk.

ia menjelaskan dasar dasarnya dari awal ke Xiao yu.

di atas puncak bukit, Lian dong duduk dengan guci anggur di tangannya.

"pak tua ye, sepertinya kau benar"

"ramalan itu hanya sebuah ramalan sampah".

lian dong tersenyum tipis setelah teringat itu.

pipi pipi tuanya mulai melipat saat ia tersenyum.

Sedangkan di bukit pertama.

beberapa barang sudah berserakan di lantai, napas pria memburu.

"kurang ajar, ternyata itu benar kau"

"ye chenlong..!"

"walau kau kini telah memiliki sedikit kekuatan, tapi akan ku pastikan kekuatan itu tak akan pernah membantumu untuk terus hidup"

"aku mu tianxing bersumpah, akan memotong motong tubuhmu dengan tanganku sendiri"

1
Ilham Yono
foto? udah ada kamera di jaman itu????
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!