NovelToon NovelToon
Secon Chance

Secon Chance

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Austrea

Bagaimana jadinya jika kamu mengakhiri sebuah hubungan tanpa sebab lalu meninggalkan kekasihmu begitu saja karena suatu alasan?

Begitu pula dengan Serena, ia meninggalkan kekasih nya begitu saja hanya karena suatu alasan yang kurang jelas. Hingga suatu saat ia melamar pekerjaan disebuah perusahaan ternama milik mantannya dan bahkan saat ini seorang president.

apakah yang akan terjadi pada kehidupan Serena selanjutnya?

guyss mampir yuk, istirahat sebentar dinovel aku❤️❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Austrea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

My Ex²³

Malam terasa begitu sunyi.

Setelah menjenguk ibunya di rumah sakit, Serena tidak langsung pulang.

Kakinya membawanya ke sebuah tempat yang hampir selalu ia datangi saat hatinya sedang tidak baik-baik saja.

Tempat yang menyimpan begitu banyak kenangan.

Tempat di mana dulu ia dan Dirga sering menghabiskan waktu bersama, saling bercanda dan tertawa tanpa beban.

Dahulu, setiap malam Minggu tempat itu selalu dipenuhi pasangan yang menikmati waktu bersama sambil memandangi gemerlap lampu kota dan indahnya langit malam.

Dan di antara semua kenangan yang tertinggal di sana, kenangan tentang Dirga adalah yang paling sulit ia lupakan.

Serena menghembuskan napas panjang sambil menengadah ke langit malam.

Seolah berharap langit mengerti apa yang tidak mampu ia ungkapkan kepada siapa pun.

Tanpa disadari, air mata mulai mengalir membasahi pipinya.

"Mengapa kalian begitu membenciku?" lirihnya.

Suaranya nyaris tenggelam oleh hembusan angin malam.

"Apakah aku tidak pantas bahagia? Setidaknya... sekali saja."

Serena menundukkan pandangannya ke arah danau yang terbentang di hadapannya.

Permukaan air yang tenang itu berbanding terbalik dengan hatinya yang kacau.

Senyum pahit terukir di bibirnya.

"Aku memang orang jahat..."

Ia memejamkan mata sejenak.

"Tapi kalau waktu itu aku memilih egois dan mempertahankan mu, mungkin kita tidak akan pernah bertemu"

Serena menatap danau di hadapannya dengan mata yang mulai memerah.

"Aku memang yang jahat dalam cerita kita."

Senyum tipis muncul di wajahnya, meski air mata terus jatuh tanpa henti.

"Tapi kalau saat itu aku memilih egoku..."

Ia menggigit bibir bawahnya, menahan sesak yang kembali menyeruak.

"...maka kita tidak akan pernah sampai di titik ini."

Hening.

Hanya suara angin malam dan riak kecil air danau yang terdengar di sekitarnya.

Serena memeluk kedua lututnya, berusaha menghangatkan tubuhnya yang mulai terasa dingin.

beberapa tahun berlalu. sejak hari ia memutuskan putus tanpa memberi penjelasan apa pun kepada Dirga.

beberapa tahun sejak ia memilih memikul semua kebencian itu sendirian.

Namun ternyata waktu tidak mampu menghapus apa pun.

Rasa sakit itu masih ada.

Rasa rindunya juga masih sama.

"Bodoh sekali..." gumamnya sambil tertawa pelan.

Entah sedang menertawakan dirinya sendiri atau takdir yang terus mempermainkannya.

Andai saja saat itu ia sedikit lebih egois.

Andai saja saat itu ia memilih memperjuangkan cintanya.

Mungkin sekarang semuanya akan berbeda.

Mungkin ia tidak perlu melihat kebencian di mata Dirga setiap kali pria itu menatapnya.

Mungkin mereka tidak akan menjadi dua orang asing yang saling menyakiti.

Air mata Serena kembali jatuh.

Ia buru-buru menghapusnya dengan punggung tangan.

"Aku tidak boleh menangis."

Sejak dulu, hidup tidak pernah memberinya banyak pilihan.

Dan kali ini pun sama.

Ia harus bertahan.

Meski setiap hari rasanya semakin sulit.

Serena menatap permukaan danau yang tenang. Angin malam berembus pelan, menerpa kulitnya yang mulai terasa dingin.

"Tapi mengapa hatiku begitu ingin mengatakan semua kebenaran ini?"

Ia tersenyum pahit.

Bukankah sejak awal ia yang memilih untuk menyembunyikannya?

Bukankah ia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk membawa rahasia itu sampai kapan pun?

Lalu mengapa sekarang ia justru mulai goyah?

Serena memejamkan matanya sejenak.

Bayangan wajah Dirga kembali memenuhi pikirannya.

Tatapan dingin pria itu.

Nada bicaranya yang tajam.

Dan kebencian yang selalu terlihat setiap kali menatapnya.

Semuanya terasa menyakitkan.

Namun yang lebih menyakitkan adalah kenyataan bahwa di balik semua perlakuan itu, ia masih mencintai Dirga.

"Aku benar-benar bodoh..."

Suara lirih itu hilang bersama hembusan angin malam.

Seharusnya ia menjauh.

Seharusnya ia berhenti berharap.

Namun setiap kali berada di dekat Dirga, sebagian kecil hatinya masih berharap pria itu mau mendengarkan penjelasannya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...----------------...

Bersambung.....

Hai para readers kesayangan Author, terimakasih sudah menjadi para pembaca yang setia dan selalu menemani hari² author💞🌹 Love You buat kalian semua yang selalu tinggalkan jejak sehat dan bahagia selalu ya🍃

1
Lenny Utami
semangat Thor...
Lenny Utami
preeeettt masih ada rasa itu..
Lenny Utami
tahan tahan tahan
Lenny Utami
terkejut kan itu Serena..
Lenny Utami
ikut deh degan ini
Lenny Utami
semangat serena🔥
falea sezi
ini presiden direktur apa presiden negara
Lenny Utami
kannnnn kannnnn kannn bener....🤭 sok galak
Lenny Utami
ahhh masih cinta itu mah.😌
Lenny Utami
ohhh karena patah hati rupanya...
Lenny Utami
dirga...😬
Lenny Utami
sabar Serena. galaknya Abang satu nii...
Lenny Utami
balas dendam tidak akan menyelesaikan masalah 🤭
Lenny Utami
Serena mau kerja di kebon sawit, dr pada GK dapet² kan..
Lenny Utami
serena😭
Lenny Utami
semangat kaka
Lenny Utami
cantiknya serena
Lenny Utami
dih Dirga emosian🤭
Lenny Utami
sabar dirga sabar, Serena punya alasan tersendiri...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!