Karena pria yang mencintainya meninggalkan dirinya di hari pernikahannya membuat Lavanya mau tidak mau harus menikah dengan Mike.
Mike berusaha untuk menjalani pernikahan mereka meski pernikahan itu didasari tanpa cinta dan Lavanya tidak mudah membuka hatinya.
Percekcokan terjadi di antara mereka, Lavanya benar-benar tidak ingin mencoba untuk rumah tangganya dan tidak mungkin berpisah karena keluarga calon suaminya itu dikenal oleh orang banyak dan sangat terhormat.
Sahabatnya masuk dalam rumah tangga mereka dan menghancurkan rumah tangga itu dengan Mike mencari kenyamanan pada Arumi.
Ketika Lavanya menyadari adanya yang tidak sehat dalam rumah tangganya, bagaimana dirimu manfaatkan dan terlalu sibuk untuk dirinya dan sampai akhirnya mengetahui perselingkuhan suaminya. Lavanya ternyata tidak mundur dan justru maju untuk merebut suaminya kembali.
Bagaimana kelanjutan hubungan pernikahan antara Mike dan Lavanya. Apakah pada akhirnya Lavanya kembali mendapatkan suaminya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nonecis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 24 Mike Sekarang Kewalahan
Lavanya baru saja tiba di rumah dengan pintu mobil yang seperti biasa dibukakan supir.
"Makasih. Pak," ucap Lavanya berlalu dari hadapan sang pengemudi yang kemudian menaiki anak tangga ingin memasuki rumah.
Tetapi di pintu rumah sudah terlihat Maria dengan kedua tangannya dilipat di dadanya dan sepertinya ingin mengatakan sesuatu kepadanya.
"Kamu baru pulang mengajar?" tanya Maria.
"Iya. Ma," jawaba Lavanya.
"Saya suka dengan penampilan kamu saat ini, benar-benar banyak perkembangan dan tidak kampungan. Ya, paling tidak orang-orang sudah tahu jika kamu adalah menantu keluarga Brahmana, jadi kamu harus menjaga penampilan kamu dengan menjaga image citra keluarga ini," ucap Maria.
"Ma, apapun yang Lavanya lakukan selama ini tidak ada berurusan dengan apapun, tidak ada kaitannya dengan citra keluarga ini. Lavanya melakukannya berdasarkan kenyamanan sendiri dan bukan untuk orang lain," jawab Lavanya.
"Kamu sadar tidak Lavanya, semakin hari kamu selalu saja semakin lancang berbicara, ingat kamu menantu di rumah ini dan kamu harus mempunyai sopan santun dan tata krama saat berbicara kepada saya!" tegas Maria.
"Lavanya mau masuk ke kamar dulu!" ucap Lavanya berlalu dari hadapan Ibu mertuanya.
"Anak itu semakin hari tidak memiliki sopan santun, ternyata dia tidak selugu yang saya pikir," batin Maria.
*****
Lavanya duduk di pinggir ranjang. Pintu kamar di buka membuat Lavanya menoleh ke arah pintu dan ternyata tak lain adalah Mike.
"Lavanya," sahut Mike.
Lavanya hanya menyapa dengan senyuman. Mike membuka jasnya, dan terlihat menawarkan dompetnya dari saku celananya. Mata Lavanya melihat dompet tebal milik suaminya itu yang membuatnya sedikit penasaran.
"Hmmmm, kak Mike," sahut Lavanya.
"Kenapa?" tanya Mike.
"Hmmmmm.... Lavanya....." Lavanya terbata-bata dan tidak berani mengatakan apa yang sudah di kepalanya.
"Ada apa Lavanya?" tanya Mike.
"Lavanya ingin membeli baju baru dan juga keperluan pribadi, boleh tidak meminta uang," ucapnya tanpa ragu.
"Uang....." Mike cukup kaget mendengarnya.
Lavanya menganggukkan kepala.
"Kamu tumben sekali meminta uang?" tanya Mike.
"Kalau tidak diberikan juga tidak apa-apa," sahut Lavanya.
"Heh, bukan seperti itu...!" sahut Mike mengambil dompetnya dan memberikan kartu ATM pada Lavanya.
"Ambillah, kamu belanja sepuasnya untuk kebutuhan pribadi kamu dan apapun itu yang kamu mau," ucap Mike.
"Makasih, kak," sahut Lavanya mengambil kartu ATM tersebut.
"Kamu butuh sesuatu lagi?" tanya Mike.
Lavanya menggelengkan kepala.
"Tetapi ada satu hal yang ingin Lavanya tanyakan kepada Kakak," ucapnya dengan ragu.
"Apa?" tanya Mike.
"Apa seorang klien juga mendapatkan fasilitas kartu kredit rekan bisnisnya?" tanya Lavanya.
"Maksud kamu bagaimana Lavanya?" tanya Mike kebingungan.
"Tadi di saat Lavanya bersama dengan Arumi saat makan siang di panti asuhan. Lavanya tidak sengaja melihat dompet Arumi dan sepertinya itu kartu kredit Kakak," ucap Lavanya yang membuat Mike terdiam.
"Ma_maksud kamu...."
"Kak Mike sedang tidak menafkahi orang lain bukan?" tanya Lavanya langsung to the point.
Seperti biasa Mike mendadak panik dengan wajahnya tampak pucat.
"Lavanya kamu kenapa tiba-tiba membicarakan ini? Apa sekarang kamu sudah mencurigai saya memiliki hubungan dengan Arumi?" tanya Mike.
"Semoga saja hal itu tidak terjadi. Kak Mike, Lavanya berserah diri kepada Allah atas hubungan kita, Lavanya menginginkan adanya ketenangan dan keinginan dari kita berdua bukan berdasarkan paksaan atau hanya satu pihak saja, Lavanya meminta maaf jika belakang ini terlalu banyak mengintimidasi ucap Lavanya.
Mike menarik nafas panjang dan membuang perlahan ke depan.
"Sudahlah Lavanya, sebaiknya jangan dibahas hal ini," ucap Mike.
Lavanya menganggukkan kepala. Mike tidak mengatakan apapun dan terlihat memasuki kamar mandi.
"Laki-laki tidak menyukai wanita yang posesif, mungkin aku sedikit berlebihan yang terkadang aku sangat yakin kak Mike pasti tidak nyaman," batin Lavanya.
Ting
Lavanya melihat ponselnya.
..."Ternyata kamu masih hidup? Nyawa kamu ternyata banyak juga," Lavanya kaget mendapatkan pesan dari nomor yang tidak dikenal....
..."Siapa kamu sebenarnya!" Lavanya memberanikan diri untuk bertanya dengan jarinya yang bergetar untuk menjawab pesan tersebut....
..."Kamu akan segera tahu siapa saya, saya tidak jauh-jauh dan berada di perusahaan Anvata,"...
"Anvata....." lirih Lavanya mengingat perusahaan tersebut yang tak lain adalah perusahaan milik suaminya.
"Jadi dia berurusan dengan perusahaan Anvata, berarti orangnya tidak jauh dari kehidupan keluarga Brahmana dan mungkin dugaanku benar bahwa dia adalah merupakan ancaman besar untukku yang ingin melenyapkanku," batin Lavanya.
"Lavanya kamu harus hati-hati, kamu harus menenangkan diri, jangan takut dengan ancaman seperti ini dan jika orang yang di sekeliling kamu yang ingin melakukan semua ini kepada kamu dan artinya justru peluang untuk menyelamatkan diri jangan lebih besar jika kamu tetap berpura-pura tenang dan polos," batin Lavanya.
******
Lavanya berdiri di depan jendela kamar dan melihat ke arah luar bagaimana Mike yang tampak memasuki mobil.
"Apa dia akan menemui Arumi?"
"Sudah pasti. Ternyata tidak mudah untuk mendapatkan hati kak Mike, butuh perjuangan yang benar-benar besar. Mungkin selama aku mengabaikannya dalam pernikahan kami dan selama itu dia membangun perasaan nyaman dengan Arumi, lalu apa semua itu adalah kesalahanku? Benar Lavanya kamu yang bersalah atau semua itu. Kamu tidak memberikan apapun yang seharusnya kamu berikan kepada suami kamu sehingga dia mencari tempat ternyamannya pada wanita lain,"
"Mungkin aku sadar diri dengan apa yang terjadi, tetapi wanita itu adalah sahabatku dan seharusnya dia memikirkan perasaanku bukan mengambil keuntungan," ucap Lavanya.
Posisi Lavanya saat ini benar-benar sulit, bingung dan tidak mengerti Lavanya tidak tahu apa yang harus dilakukan, berusaha untuk menutupi perselingkuhan suaminya, tetapi tanpa dia sadari kenyataan yang datang terus-menerus membuatnya terlalu sakit dan apalagi dia harus berpura-pura tidak tahu.
Mike memang bertemu dengan Arumi, tetapi Mike tidak menemui Arumi di rumahnya dan melainkan di lokasi syuting saat Arumi memasuki mobil Mike.
"Kamu tumben sekali mengajak bertemu di tempat seperti ini? Kamu biasanya sangat menjaga image dan takut jika ada paparazi yang memanfaatkan kesempatan," ucap Arumi.
"Arumi, kamu mengatakan apa kepada Lavanya?" tanya Mike.
"Aku, memang aku mengatakan apa kepadanya?" Arumi tampak bingung dan menimpali kembali pertanyaan itu.
"Kamu jawab saja mengatakan apa kepadanya?" tanya Mike lagi.
"Kamu apa-apaan sih Mike, kenapa coba tiba-tiba mengajakku bertemu di tempat seperti ini dan langsung marah dengan nada seperti itu, kamu ada tidak sikap kamu belakangan ini berubah," ucap Arumi.
"Kembalikan kartu kredit ku!" Arumi semakin kebingungan dengan sikap Mike yang semakin menjadi-jadi dan bahkan meminta untuk kartu kredit segera dikembalikan membuatnya semakin tidak mengerti.
"What ....." pekik Arumi.
Bersambung......
reputasinya , kamu dan seluruh keluarga