NovelToon NovelToon
Maaf.. Kukira Ini Taksi

Maaf.. Kukira Ini Taksi

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: arrasy

Di tengah guyuran hujan deras yang membasahi jalanan Jakarta, Rima masuk ke mobil mewah yang baru saja ia buka dengan tergesa-gesa. Wajahnya memancarkan kaget luar biasa. Mata terbelalak lebar, mulut terbuka melongo. Saat baru menyadari bahwa ia salah masuk kendaraan, bukan taksi yang sudah dipesannya. Pantulan di kaca spion memperlihatkan Andre yang duduk di kursi pengemudi dengan wajah dingin kaku, tatapan tajam tanpa senyum, seolah tak percaya ada kejadian seaneh ini. Butiran air menetes di kaca jendela dan bodi mobil hitam mengkilap, memperkuat suasana yang canggung sekaligus kocak di pertemuan pertama mereka. Kontras jelas antara ekspresi Rima yang panik lucu dan sikap Andre yang tenang kaku langsung menyiratkan kisah pertemuan tak terduga yang penuh kekacauan manis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon arrasy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9: Payung yang Tertukar

Sore itu langit kembali berubah kelabu seketika, tak lama setelah jam pulang kantor tiba. Awan hitam menumpuk rendah, dan tak butuh waktu lama sampai hujan turun deras memukul atap gedung. Karyawan yang tadinya berjalan keluar dengan santai kini berhenti di lobi, menunggu reda atau sibuk mencari payung masing-masing.

Rima menepuk-nepuk tas bahunya dengan cemas. "Aduh, hujannya deras banget.''

Ia melirik ke arah rak payung di sudut lobi. Banyak payung diletakkan di sana, beberapa tertinggal karyawan, beberapa lagi milik tamu.

Di ujung rak berdiri sebuah payung lipat berwarna hitam polos. "Nah ini dia, untung nggak susah carinya!" Rima langsung meraihnya tanpa memeriksa lebih jauh, lalu berlari menuju halte dengan payung itu terbuka lebar.

Ia sama sekali tidak tahu, itu adalah payung pribadi Andre, satu-satunya payung yang gagangnya dilapisi perak berukir kecil, ciri khas yang hanya dimiliki pemiliknya.

Keesokan paginya, Rima baru menyadari kesalahannya saat hendak mengikat payung itu di depan pintu kantor. Ia memutar gagangnya, dan melihat ukiran kecil huruf 'A.P.' di bagian bawah gagang perak yang dingin.

"Ya ampun! Ini bukan payungku!" Rima memegang kepalanya panik. "Payungku gagangnya biasa saja, ini gagang perak dan ada inisialnya. Pasti milik seseorang yang penting!"

Ia teringat warna dan bentuknya persis seperti payung yang sering terlihat di dekat ruangan CEO. Wajahnya langsung pucat pasi. "Jangan-jangan... ini milik Pak Andre?"

Sepanjang pagi Rima gelisah. Ia berjalan mondar-mandir di depan ruangan Andre, menunggu waktu yang tepat untuk masuk. Tak sampai hati menyuruh Dino, ia akhirnya memberanikan diri mengetuk pintu pelan setelah melihat Andre sedang tidak sibuk berbicara telepon.

"Masuk."

Rima melangkah masuk perlahan, payung itu disembunyikan sedikit di belakang punggungnya. "Selamat pagi Pak Andre. Maaf mengganggu sebentar."

Andre mengangkat wajah dari berkas, menatapnya sekilas. "Ada apa?"

Rima mengeluarkan payung itu perlahan, memegangnya dengan kedua tangan seolah memegang benda rapuh. Ia menunduk dalam-dalam, wajahnya memerah padam.

"Maaf banget Pak... saya mau mengembalikan payung ini. Kemarin sore hujan deras, saya salah ambil payung di rak lobi. Saya kira ini milik saya, warnanya dan bentuknya sama persis sekali. Baru hari ini saya sadar gagangnya perak dan ada inisial namanya di sini."

Ia menunjuk bagian gagang dengan hati-hati. "Benar kan Pak? Ini milik Bapak?"

Andre berdiri perlahan, berjalan mendekat lalu mengambil payung itu dari tangan Rima. Ia memutar gagangnya sebentar, memastikan benar miliknya, lalu menatap gadis yang masih menunduk canggung itu.

"Benar. Ini payung saya," jawabnya singkat namun tidak keras. "Yang kamu pakai kemarin?"

"Iya Pak... maaf sekali lagi Pak. Saya sangat ceroboh," Rima menekan ujung jarinya ke ujung seragam. "Saya janji lain kali akan periksa baik-baik sebelum mengambil apa pun di rak umum."

Andre melirik payung itu sekilas, lalu kembali menatap Rima yang tampak sungguh-sungguh menyesal. Ia tahu gadis itu tidak bermaksud mengambil barang orang lain, hanya saja kebiasaan tergesa-gesa dan kurang teliti masih sering menyusup.

"Hati-hati lain kali," ucapnya pelan namun tegas, lalu menyimpan payung itu di sudut ruangan. "Barang pribadi sebaiknya diberi tanda khusus agar tidak tertukar."

"Iya Pak! Saya akan beli stiker nama atau gantungannya beda nanti," jawab Rima cepat, lalu membungkuk sopan. "Terima kasih sudah memaklumi kesalahan saya Pak. Saya permisi dulu."

"Ya."

Setelah Rima keluar, Dino yang baru saja masuk tersenyum kecil melihat payung itu. "Tadi pagi Bapak sempat cari payung ini kan Pak, dikira tertinggal di mobil."

Andre kembali duduk, ujung bibirnya tersenyum tipis tak disadari. "Dia datang mengembalikannya sendiri. Setidaknya dia jujur dan bertanggung jawab."

Di luar ruangan, Rima menghela napas panjang sambil memegang dadanya. Meski canggung luar biasa, setidaknya kali ini tidak berakhir dengan teguran keras. Ia berjanji lagi dalam hati. Mulai sekarang, barang apa pun yang diambil, harus diperiksa sampai tiga kali dulu!

1
partini
jaraknya kaya Cilacap Jogyakarta naik bus efisiensi atau purwokerto Jogya
❥␠⃝ ͭ🍁Hes'💋𝗔𝗿𝗿𝗮𝘀𝘆🍁
betul ka. mau hujan deres kek.. bomat😄
🌺⃟ SasMaya
Oohh... ternyata emng Rima-nya yang mau anter hujan-hujanan... 🙄
🌺⃟ SasMaya
jangan sebel-sebel sama Rima pak Andre nanti ketulah jadi bucin 😆
🌺⃟ SasMaya
Andre ini tipe-tipe yang ga mau ribet dan bomat sama urusan orang lain 🫠
Mingyu gf😘
aduhh si bapak galak banget
❥␠⃝ ͭ🍁Hes'💋𝗔𝗿𝗿𝗮𝘀𝘆🍁: galak dan kesel dikira supir taksi😄
total 1 replies
Mingyu gf😘
sibuk banget ngurusin perut orang lain di saat kamu aja sedang terjebak masalah
Tulisan__mawar
Heh nota utang🥲
ini namanya waktu kecil lihat orang tua kita suka bon di warung sekarang kita sudah dewasa bisa bon warung sendiri🤣🙏
Alia Chans
Dan ke salah pahaman di mulai dari sini😌
kenzi moretti
bisa-bisanya rim salah masuk mobil/Facepalm/
kenzi moretti
wuihh/Blush//Sly/
THE GIRL COOL😑
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
RahmaYesi
Rima Rima, kamu itu menggemaskan bingittt zih dg segala gedebag gedebug hidup mu
arsyila putri
lucu banget ceritanya, bikin penasaran part selanjutnya. 😍😍
mama Al
aduh salah alamat
arsyila putri
makin malu🤣🤣
arsyila putri
wih malu pasti, mana aku pernah lagi🤣🤣
Nyai Aksara 👩‍🦯
Dasar ceroboh, udah lihat Andre juga masih aja ngomong santai
RahmaYesi
Syukurlah
Mutia Kim🍑
Kok tiba-tiba mau di ganti mobilnya🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!