NovelToon NovelToon
Kebohongan Besar Di Balik PernikahanKu

Kebohongan Besar Di Balik PernikahanKu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:31.2k
Nilai: 5
Nama Author: Eys Resa

Pernikahan adalah tentang kepercayaan. Setidaknya itu yang diyakini oleh Arini selama lima tahun pernikahannya dengan Galang. Namun saat kenyataan itu terungkap secara tidak sengaja, ternyata pernikahan mereka hanyalah sebuah lelucon yang dibuat oleh suami dan selingkuhannya selama ini. Dan dia hanyalah wanita bodoh yang tidak tau apa-apa, dan sudah bekerja keras untuk membangun reputasi suaminya sebagai istri yang baik selama ini.

Hancur dan merasa di bohongi sudah pasti, lalu apa yang akan dilakukan Arini setelah mengetahui semua kebohongan suaminya?
Apakah dia bisa bertahan di kerasnya hidup tanpa Galang?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eys Resa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pernikahan

Hari yang bersejarah itu akhirnya tiba. Langit Jakarta seolah ikut berbahagia, cerah tanpa awan mendung sedikit pun. Di dalam ballroom hotel bintang lima yang telah disulap menjadi taman anggrek putih yang megah, aroma melati dan mawar segar merebak, menyambut para tamu terhormat yang mulai memenuhi ruangan.

​Di dalam ruang pengantin, Arini berdiri di depan cermin besar. Balutan gaun kebaya modern berwarna putih dengan ekor kain sutra yang menjuntai panjang membuat penampilannya luar biasa memukau. Riasan wajahnya yang natural namun berkelas memancarkan aura kebahagiaan yang sejati. Tidak ada lagi ketakutan atau kesedihan di matanya, yang ada hanyalah binar kedamaian dan kebahagiaan yang luar biasa. Di ruangan lain, Kevin terlihat sangat tampan dan berwibawa mengenakan beskap tradisional berwarna senada, lengkap dengan keris dan ronce melati. Ketegasan seorang pemimpin berpadu sempurna dengan ketulusan seorang pria yang sedang menjemput impian terbesarnya.

​Beberapa menit sebelum prosesi akad nikah dimulai, Kevin diminta masuk ke sebuah ruangan privat. Di sana, Pak Bayu, sudah menunggunya dengan tatapan serius. Pria paruh baya itu menatap Kevin dengan tatapan mata yang berkaca-kaca, namun penuh dengan ketegasan seorang ayah yang akan melepas putri tercintanya.

​Pak Bayu melangkah mendekat, lalu meletakkan kedua tangannya di pundak Kevin.

​"Kevin," suara Pak Bayu terdengar berat dan bergetar. "Hari ini, di hadapan Tuhan dan para saksi, aku menyerahkan separuh jiwaku kepadamu. Kamu tahu betul apa saja yang sudah dilalui Arini. Dia sudah pernah masuk ke dalam neraka pernikahan karena salah memilih nahkoda hidupnya. Dia ditipu, dikhianati, dan dibuat merasa tidak berharga."

​Pak Bayu menarik napas dalam-dalam, menahan air mata yang hampir jatuh. "Aku menitipkan Arini kepadamu, Kevin. Tolong jaga dia dengan seluruh jiwamu. Cintai dia, lindungi dia, dan jangan pernah menyakitinya. Jika suatu hari nanti... jika di tengah jalan kamu merasa sudah tidak menyukainya lagi, atau ada sifatnya yang tidak bisa kamu terima, aku mohon dengan sangat... jangan pernah menyiksa batinnya. Jangan pernah berselingkuh atau berbohong di belakangnya."

​Pak Bayu menatap lurus ke dalam mata Kevin dengan tatapan yang sangat mendalam. "Kembalikan Arini kepadaku, kepada keluarga Samudera, dengan cara yang baik, sama seperti saat kamu memintanya hari ini. Jangan pernah membuatnya sakit hati untuk kedua kalinya, Kevin. Aku tidak akan sanggup melihat putriku hancur lagi."

​Kevin merasakan beban tanggung jawab yang begitu besar, namun ia tidak gentar. Ia menggenggam erat tangan Pak Bayu dan membungkuk hormat.

​"Papa," ucap Kevin dengan nada suara yang sangat mantap dan penuh keyakinan. "Saya bersumpah demi nama Tuhan dan kehormatan diri saya. Saya tidak akan pernah membiarkan air mata kesedihan jatuh lagi di pipi Arini. Saya akan menjaganya melebihi saya menjaga nyawa saya sendiri. Arini adalah pelabuhan terakhir saya, Pa. Terima kasih sudah mempercayakan hidupnya kepada saya."

​Mendengar jawaban tegas Kevin, Pak Bayu tersenyum lega. Ia memeluk erat menantu barunya itu, menyalurkan restu penuh dari lubuk hatinya yang terdalam.

​Tepat jam sembilan pagi, Kevin duduk di hadapan meja akad nikah. Dengan satu tarikan napas yang mantap, tanpa ada keraguan sedikit pun, Kevin mengucapkan kalimat kabul jabat tangan dengan Pak Bayu.

​"Saya terima nikah dan kawinnya Arini Samudera binti Bayu Samudera dengan mas kawin tersebut dibayar tunai!"

​"Sah!" kata para saksi serentak.

​Seketika itu juga, tepuk tangan dan ucapan syukur bergema di seluruh ruangan. Saat Arini dituntun masuk untuk duduk di samping Kevin, air mata haru mengalir di pipinya. Saat ia mencium punggung tangan Kevin sebagai suaminya yang sah, Arini tahu bahwa semua penderitaan masa lalunya telah resmi berakhir.

​Malam harinya, resepsi pernikahan digelar dengan sangat mewah. Ribuan tamu dari keluarga, kalangan pengusaha, pejabat negara, hingga kolega datang memberikan selamat. Arini dan Kevin berdiri di atas pelaminan yang megah seperti raja dan ratu semalam. Mereka berdansa di bawah hujan kelopak bunga mawar, dikelilingi oleh keluarga yang tersenyum bahagia.

"Apa kamu bahagia? " bisik Kevin di telinga Arini.

"Sangat, terima kasih sudah mempersunting ku, dan menjadikan ku ratu malam ini. "

"Ini adalah keinginanku sejak lama, Rin. Menjadi pendampingmu. "

"Terima kasih kamu sangat sabar menungguku.. "

Pasangan pengantin itu terlihat sangat bahagia diantara ribuan tamu yang datang. Mereka adalah pemenangnya, pemenang hati yang telah lama menanti.

​Di saat yang bersamaan, puluhan kilometer jauhnya dari kemegahan hotel bintang lima tersebut, suasana sunyi dan dingin menyelimuti sel penjara. Di sudut ruangan atas, sebuah televisi tabung kecil yang digantung di dinding sedang menyiarkan berita hiburan malam.

​Galang duduk di atas lantai semen, mengenakan baju tahanan biru yang kusam. Matanya terpaku pada layar televisi yang menampilkan cuplikan video pernikahan Arini dan Kevin. Layar itu memperlihatkan betapa anggun dan cantiknya Arini yang sedang tersenyum lebar sambil menggandeng tangan Kevin yang tampak gagah.

​Dada Galang terasa sangat sesak, seolah pasokan oksigen di sekitarnya mendadak hilang. Air mata mengalir perlahan melewati pipinya yang kini tampak lebih tirus. Namun, anehnya, tidak ada lagi rasa marah atau cemburu di dalam hatinya. Proses hijrah dan pendalaman agama yang ia lakukan selama beberapa bulan terakhir telah mengikis habis sisa-sisa kedengkian di jiwanya.

​"Kamu cantik sekali, Rin..." bisik Galang lirih, suaranya tercekat di tenggorokan.

​Melihat bagaimana Kevin menatap Arini dengan penuh cinta dan bagaimana keluarga Kevin menyambut Arini dengan pelukan hangat, Galang menyadari satu hal, Kevin adalah pria yang jauh lebih baik daripada dirinya. Kevin adalah pria yang pantas mendapatkan Arini.

​Penyesalan itu tetap ada, menggores hatinya dengan sangat dalam, namun kini penyesalan itu telah berubah menjadi sebuah doa yang tulus. Galang menangkupkan kedua tangannya di depan dada, lalu memejamkan mata di bawah remang-remang lampu sel.

​"Ya Allah..." doa Galang dalam hati. "Hamba akui hamba adalah pria yang bodoh dan penuh dosa di masa lalu. Hamba sudah menghancurkan hatinya. Namun malam ini, hamba memohon kepada-Mu... limpahkanlah kebahagiaan yang tak terhitung untuk Arini. Jaga dia bersama suaminya yang baru. Biarlah semua penderitaan dan nama buruk tetap tinggal di sini bersama hamba, dan biarlah dia hidup dalam kemuliaan di luar sana. Terima kasih sudah mengirimkan pria yang tepat untuk menjaganya."

​Saat televisi dimatikan oleh petugas sipir karena jam malam telah tiba, Galang kembali merebahkan tubuhnya di atas dipan keras. Dalam kegelapan malam penjara, untuk pertama kalinya Galang bisa tersenyum tipis dengan tulus. Ia tahu ia telah kehilangan segalanya di dunia ini, namun melihat wanita yang pernah ia sia-siakan kini telah menemukan kebahagiaan sejatinya, Galang merasa sebagian dari beban dosanya telah termaafkan oleh takdir. Kini, ia siap menjalani sisa hukumannya dengan ikhlas, membawa harapan agar Arini selalu bahagia di dalam samudera cinta yang baru.

1
Ade Chubi
pede banget si Galang
partini
nipu kamu aja yg gampang jadi laki 50/50 lah kalian berdua
Mefiani
semoga galang mau sembuh biar bisa membalas perbuatan dita...
Anita Rahayu
Thor karma dita kapan nich di tuli penasaran kali
Eys Resa: hehehe, nanti kak.
total 1 replies
I Love you,
mati ajah biar 🤔😤ga siksa
Ma Em
Selamat untuk Arini ternyata Arini tdk mandul dan sekarang Arini sdh hamil , vonis mandul itu ternyata hanya kebohongan dari Galang agar Arini mau merawat anak Galang bersama perempuan lain dan sekarang Galang nya sdh dapat balasan nya .
Eys Resa: nanti kejutannya di bab 41 kak
total 1 replies
Mefiani
rasane q melu terharu n bahagia..😘
Mefiani: ok...gak sabar nunggu..
total 2 replies
I Love you,
🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🥰🥰🥰🥰🥰🥰 sehat sehat ya .!
Eys Resa: aamiin❤
total 1 replies
Mefiani
selamat...selamat...arini dan kevin...calon ortu baru..😘
Mefiani
tanda2 hamidun itu...semoga saja
Mefiani: sorry...sorry..baru tau q...q kira sama aja artine sama hamil biasa...terima kasih dah beritau..😘
total 2 replies
Ayudya
mampir kak
Eys Resa: makasih kak🌹
total 1 replies
Titien Prawiro
Kevin, Arini. selalu bahagia ya
Titien Prawiro
Senjata makan tuan.
Titien Prawiro
Enak Lang jadi miskin, kembali ke asal.
Titien Prawiro
Tunggu tgl mainnya Galang, kamu bisa menikmati kemiskinnanmu
Titien Prawiro
tulllll
Titien Prawiro
Galang kamu jgn kaget kalau kamu gk punya apa2 lagi ya. selamat Galang.
Titien Prawiro
perusahaannya Galang diambil alih ke Arini, Galang jadi miskin.
Titien Prawiro
Hancurkan perusahaan Galang Arini, balas dendam dengan elegan.
Titien Prawiro
Kalau Galang minta gono gini gk perlu soalnya gk ada surat nikahnya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!