NovelToon NovelToon
Tawanan Sang Yakuza

Tawanan Sang Yakuza

Status: sedang berlangsung
Genre:Kutukan / Mafia / Dark Romance
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: EILI sasmaya

⚠️ PERINGATAN
Cerita ini mengandung unsur Dark Romance & Visualisasi Horor.

Dipaksa menikah dengan pembunuh berdarah dingin demi menyelamatkan klan yang dibencinya.

Aiko Kurogawa hanya ingin hidup normal, jauh dari dunia kelam Yakuza yang mengalir di darah keluarganya.

Namun keinginan sang ayah yang sekarat memupuskan semua itu, ia dinikahkan paksa dengan Ren Tachibana, pemimpin muda Yakuza yang dingin, kejam, dan hidup hanya untuk membalas dendam.

Ren memperlakukannya sebagai aset, bukan istri. Sementara Aiko harus menyembunyikan satu rahasia besar yang bisa membuatnya dianggap gila. sejak lahir, ia dikutuk untuk bisa melihat arwah orang-orang mati.

Dan di sekeliling Ren, arwah-arwah itu tidak pernah berhenti berbisik.

Ketika bisikan para arwah mulai mengungkap rahasia kelam masa lalu.

Aiko dihadapkan pada pilihan.

bertahan diam demi keselamatannya, atau menggali lebih dalam dan mempertaruhkan nyawa demi kebenaran yang mengikat mereka berdua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EILI sasmaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 3

Hari yang dinanti akhirnya tiba dengan suasana yang terasa mencekam. Sejak fajar menyingsing, kediaman Kurogawa telah dijaga ketat oleh para pria berjas hitam dari pasukan inti klan. Mereka berdiri kaku di sepanjang gerbang depan hingga halaman dalam, bersiaga penuh menyambut kedatangan sang tamu agung dari distrik utara. Ren Tachibana.

Aiko berdiri di balik tirai tipis jendela kamarnya di lantai tiga. Dari ketinggian ini, ia bisa melihat tiga mobil sedan hitam mewah bergerak perlahan memasuki area pekarangan rumah. Mobil paling depan berhenti tepat di depan anak tangga berundak menuju pintu masuk utama.

Seorang pria bertubuh tegap dengan setelan jas rapi turun dari kursi penumpang depan, bergegas membukakan pintu belakang. Detik itu juga, napas Aiko seakan tertahan di tenggorokan.

Seorang pria berambut hitam pendek melangkah keluar dari mobil. Postur tubuhnya tinggi tegap, dibalut kemeja hitam dan setelan jas abu-abu gelap yang melekat di tubuhnya. Ekspresi wajahnya begitu datar, dengan rahangnya yang tegas, dan sepasang matanya yang tajam memperhatikan sekeliling pekarangan dengan pandangan menilai yang terlihat mengintimidasi.

Namun, bukan itu yang membuat jemari Aiko mendadak mencengkeram kain tirai hingga jari tangannya memutih.

Tepat di belakang bahu lebar Ren Tachibana, udara tampak bergetar. Aiko membelalakkan mata saat melihat gumpalan kabut hitam yang bergerak-gerak liar mengiringi langkah pria itu. Dari balik kabut tersebut, sayup-sayup terdengar suara rintihan dan jeritan batin yang teredam.

Dia benar-benar monster yang hidup di atas tumpukan mayat, batin Aiko, jantungnya mulai berdegup kencang.

Bzzzt... Bzzzt...

Tiba-tiba Ponsel Aiko di atas meja rias bergetar. Ia meraihnya dan melihat nama Hana berkedip di layar. Aiko segera menggeser tombol hijau.

"Aiko! Kau di mana? Kenapa hari ini tidak masuk kuliah? Tugas dosen Killer harus dikumpul siang ini, tahu!" Suara cempreng Hana Fujimoto langsung memenuhi ruang kamar Aiko yang sebelumnya terasa mencekam.

Aiko mengulas senyum tipis, rasa rindu mendadak menyeruak di dadanya. "Maaf, Hana. Hari ini badanku kurang sehat, jadi aku izin tidak masuk dulu. Tolong titip tugasku, ya."

"Eh? Kau sakit apa? Suaramu terdengar lemas sekali. Apa perlu sore nanti aku mampir ke rumahmu?" tanya Hana dengan nada cemas yang tulus.

"Tidak usah, Hana. Aku hanya butuh istirahat. Besok aku pasti masuk," tolak Aiko halus. Ia tidak mungkin membiarkan sahabatnya yang polos itu menginjakkan kaki di rumah ini, terutama hari ini, saat segerombolan Yakuza yang bertamu. Setelah meyakinkan Hana bahwa dirinya baik-baik saja, Aiko menutup panggilan itu dengan helaan napas panjang.

Dunia normal yang ia inginkan terasa semakin menjauh.

"Nona Aiko," suara Kasumi dari balik pintu kamar memecah lamunan gadis itu. "Kumicho meminta Anda untuk segera turun ke ruang tamu utama. Tamu dari klan Tachibana sudah tiba."

Aiko memejamkan mata sesaat, menarik napas dalam-dalam untuk menstabilkan detak jantungnya yang berantakan. Ia berbalik menuju meja rias, mengambil tusuk konde peninggalan ibunya, lalu menyelipkannya dengan hati-hati di balik sanggul rambutnya yang tertata rapi. Sentuhan logam dingin dari benda itu seketika mengalirkan ketenangan ke dalam benaknya. Setelah memastikan penampilannya dengan kimono sutra berwarna biru gelap khas klan Kurogawa tampak sempurna, ia melangkah keluar.

Langkah kaki Aiko menyusuri anak tangga kayu terasa begitu berat. Setiap langkah membawanya semakin dekat ke pusat energi dingin yang kini mulai menguasai lantai bawah rumahnya.

Begitu sampai di depan pintu geser ruang tamu utama, dua penjaga berjas hitam membungkuk hormat lalu menggeser pintu kayu itu perlahan.

Aroma teh hijau yang bercampur samar dengan wangi parfum yang tajam langsung menyambut indra penciuman Aiko. Di dalam ruangan yang luas itu, ayahnya, Hiroshi Kurogawa, sudah duduk bersandar di kursi besarnya. Dan di seberang meja kayu panjang, duduk Ren Tachibana bersama tangan kanannya yang berdiri siaga di belakang.

Saat Aiko melangkah masuk dengan anggun, sepasang mata tajam Ren Tachibana langsung bergerak, memfokuskan tatapannya lurus pada sosok gadis itu. Tatapan mata pria itu begitu menusuk, dan mengintimidasi untuk Aiko.

Aiko membalas tatapan itu dengan wajah sedatar mungkin, mencoba mempertahankan harga dirinya sebagai putri Kurogawa. Ia melangkah mendekat, lalu melipat kakinya untuk duduk bersimpuh di samping kursi ayahnya.

Ruangan itu seketika diliputi oleh keheningan yang menyiksa. Tidak ada yang bersuara selama beberapa saat, hingga desau angin musim gugur di luar jendela terdengar jelas.

Aiko mencoba memfokuskan pikirannya pada pembicaraan bisnis yang akan dimulai. Namun, saat matanya kembali tidak sengaja melirik ke arah belakang posisi duduk Ren Tachibana, pertahanan mental yang telah ia latih selama tiga minggu terakhir runtuh seketika.

Kabut hitam yang tadi ia lihat di pekarangan kini mewujud dengan sangat jelas di dalam ruangan. Di samping kanan Ren, sesosok arwah pria dengan wajah hancur separuh dan pakaian yang bersimbah darah segar sedang berdiri menempel. Makhluk itu memelototkan sepasang matanya yang merah ke arah Aiko, sementara tangannya yang pucat dan membusuk tampak mencengkeram erat bahu Ren, seperti ingin menyeret pria hidup itu ke dalam neraka bersamanya.

Melihat visualisasi mengerikan itu dalam jarak sedekat ini, seluruh pasokan udara di paru-paru Aiko seakan tercekat. Membuat rasa dingin yang luar biasa menjalar dari ujung kaki hingga ke dadanya. Tubuh Aiko mendadak bergetar hebat, dan keringat dingin mulai bercucuran di pelupuk dahinya. Ia mencengkeram erat kain kimononya di atas pangkuan, mencoba setengah mati agar tidak berteriak histeris di tengah pertemuan sakral ini. Napasnya memburu, tersengal di balik tenggorokannya yang mendadak kering.

"Dia pembunuh... Dia pembunuh kami... Jangan dekat-dekat dengan Serigala ini, atau kau akan mati seperti kami..." bisik arwah itu dengan suara mendesis yang memilukan, bergema langsung di dalam kepala Aiko.

Aiko memejamkan matanya rapat-rapat, bibirnya bergetar hebat menahan pekikan yang hampir lolos dari tenggorokannya. Ia mati-matian merapalkan mantra dalam hatinya. Jangan lihat. Jangan dengarkan. Jangan merespons.

Sebenarnya berapa banyak nyawa yang sudah ia cabut dengan tangannya sendiri? batin Aiko menjerit ketakutan. Hawa dingin dari para arwah itu mulai merayap memenuhi ruangan.

1
PrettyDuck
bagusss ❤️❤️
penulisannya rapi, enak dibaca, gak bertele-tele.
alurnya juga jelas dan bikin penasaran.
btw aku naksir sama ren. dia tipikal male lead yang aku suka wkwk
good job author 👌🫶
PrettyDuck
isss, ini mah ren emang niat ngepublish hubungan mereka gak sih. terlalu mencolok ommm /Facepalm/
PrettyDuck
potoin. biar ren cemburu wkwk
PrettyDuck
wkwk lu ngekorin aiko mulu soalnyaaa.
hana kan gak tau aiko itu nyonyah
PrettyDuck
naksir beneran dong diaa /Facepalm/
jodoin aja, niar besok2 bisa double date bareng aiko-ren
PrettyDuck
kok sok ikrib gini dia? kayaknya biasanya kayak kanebo deh 🥴
PrettyDuck
ngerasa bersalah pasti aiko 🥲
Lenny Utami
iya aku jga penasaran
Lenny Utami
wahhh bagus nih nasehatnya
Lenny Utami
skip skip skip serem tor... aku GK mau baca lebih yang ini..😭
SANG
Maaf, hadiahnya ditunda dulu. Poinku tidak cukup ya Thor/Pray//Pray//Pray//Pray//Pray/😄😄🤣🤣🤣
Lenny Utami
Halah nanti juga ujungnya klepek² itu..
SANG
Lanjut thor💪👍💪👍
Lenny Utami
otak ku tolong jangan ngeres
Lenny Utami
pertanyaan Aiko lucu..
SANG
Kenapa begitu, justru aku yang tidak senang...
SANG
Kamu tanya saya...
SANG
Iklan untukmu thor👍💪👍
Lenny Utami
abot Iki semangat Aiko
SANG
Apakah benar seperti itu, kabar dari mana itu datangnya...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!