NovelToon NovelToon
Kali Ini, Aku Akan Menonton Kalian Hancur

Kali Ini, Aku Akan Menonton Kalian Hancur

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:967
Nilai: 5
Nama Author: Anaya Barnes

Di kehidupan pertamanya, Li Yuexin adalah "Mutiara Kekaisaran Shenghua" yang lembut, tulus, dan terlalu mudah percaya. Ia menyerahkan harta, kedudukan, dan cintanya kepada Gu Wenhao, pria yang ia kira adalah belahan jiwanya. Namun, balasan atas kesetiaannya adalah racun diam-diam, pengkhianatan oleh sahabat masa kecil, dan kematian menyedihkan di tangan suami dan anak angkatnya sendiri.
Ketika matanya terbuka kembali, Yuexin menemukan dirinya kembali ke masa lalu, tepat sebelum jebakan itu tertutup rapat.
Kali ini, Mutiara itu tidak lagi bersinar karena pantulan cahaya orang lain. Ia telah berubah menjadi es yang tajam dan perhitungan yang dingin.

"Belas kasih diberikan kepada yang pantas. Keadilan diberikan kepada yang bersalah. Dan kali ini... aku hanya akan duduk santai, sambil menikmati pertunjukan kehancuran kalian."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anaya Barnes, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12

Aula Naga Emas pagi itu terasa lebih dingin dari biasanya, meski matahari musim semi sudah mulai menghangatkan atap genteng emas.

Para pejabat berbaris rapi, namun bisik-bisik gelisah mengalir seperti arus bawah di antara mereka. Berita penangkapan Gu Wenhao dan Lin Mei telah menyebar cepat, meracuni udara istana dengan ketakutan dan spekulasi.

Di atas takhta,

Kaisar Li Zhengyuan duduk dengan wajah yang sulit dibaca. Matanya yang biasanya tajam kini tampak lelah, dikelilingi lingkaran hitam tipis.

Di sampingnya, berdiri Selir Rong Shufei. Hari ini, dia mengenakan jubah merah marun yang elegan, wajahnya dipoles sempurna tanpa cela, seolah-olah tidak ada badai yang sedang mengamuk di luar tembok istana.

"Yang Mulia," suara Selir Rong terdengar lembut, bergetar oleh kesedihan yang dipaksakan. Dia membungkuk hormat dalam-dalam, air mata buatan segera menggenang di sudut matanya. "Hamba datang untuk melaporkan berita menyedihkan. Ternyata, Gu Wenhao... pemuda yang selama ini hamba anggap sebagai calon menantu yang berbudi, ternyata memiliki gangguan jiwa."

Kaisar mengangkat alisnya. "Gangguan jiwa?"

"Iya benar, Yang Mulia," lanjut Selir Rong, suaranya semakin parau. "Hamba baru saja menerima laporan dari pelayan lama keluarga Gu. Sejak kecil, Gu Wenhao sering mengalami halusinasi dan perilaku obsesif. Kemungkinan besar, tindakannya mencoba menyuap penjaga dan berkolusi dengan Tuan Lin Mei adalah hasil dari kegilaannya yang kambuh. Hamba... hamba sangat malu karena pernah merekomendasikan pria sedemikian rupa kepada Putri Li Yuexin. Hamba merasa bersalah."

Dia menutupi wajahnya dengan saputangan sutra, bahunya berguncang pelan. Sebuah pertunjukan kesedihan yang sempurna. Dia mencoba memotong hubungan dengan Marquis Han dan Gu Wenhao, melemparkan mereka sebagai "orang gila" yang bertindak sendiri, sehingga Faksi Barat tetap bersih.

Para pejabat Faksi Barat yang hadir mengangguk-angguk, mendukung narasi itu. Mereka berharap Kaisar akan menerima penjelasan sederhana ini dan kasus ditutup dengan hukuman ringan bagi Gu Wenhao karena "sakit".

Kakek Shen Guotai, yang berdiri di barisan depan Faksi Timur, hanya tersenyum tipis. Dia tidak membantah, tapi dia menunggu.

Tepat saat Selir Rong selesai berbicara, pintu besar Aula Naga Emas terbuka lebar.

Putri Li Yuexin masuk,

Dia tidak mengenakan pakaian resmi putri kerajaan yang mewah. Dia mengenakan hanfu putih polos, tanpa perhiasan berlebihan, kecuali Jepit Rambut Phoenix Emas yang berkilau dingin di rambutnya. Wajahnya pucat, matanya merah seolah habis menangis, memberikan kesan korban yang rapuh namun bermartabat.

Di tangannya, dia membawa sebuah kotak kayu berlapis besi.

"Ayahanda," sapa Putri Li Yuexin, suaranya serak dan lemah. Dia berjalan menuju takhta, langkahnya goyah, seolah-olah setiap langkah membutuhkan usaha besar.

Kaisar Li Zhengyuan segera berdiri, kecemasan terlihat jelas di wajahnya. "Yuexin? Apa yang terjadi? Mengapa kau datang ke sini dalam keadaan seperti ini?"

Selir Rong mengerutkan kening, sedikit terganggu oleh kehadiran tiba-tiba ini. "Putri Li, ini adalah urusan negara. Sebaiknya..."

"Diam," potong Kaisar tajam. Matanya tertuju pada putrinya. "Katakan, Yuexin."

Putri Li Yuexin berhenti di tengah aula. Dia menatap Selir Rong sejenak, tatapan yang penuh luka dan kekecewaan, sebelum menunduk hormat pada Kaisar.

"Ayahanda, hamba datang bukan untuk mengganggu sidang. Hamba datang untuk mengembalikan sesuatu yang seharusnya tidak pernah hamba terima."

Dia membuka kotak kayu itu. Di dalamnya, tumpukan dokumen keuangan, surat-surat transaksi gelap, dan catatan pembukuan rahasia.

"Ini adalah bukti transaksi keuangan antara Marquis Han Cheng, Lin Mei, dan... tabungan pribadi Selir Rong," ucap Putri Li Yuexin pelan, namun suaranya terdengar jelas di seluruh aula yang hening.

Suara gemuruh kejutannya langsung pecah. Para pejabat saling berpandang dengan ngeri. Selir Rong mematung, wajahnya yang tadi pucat karena akting kesedihan, kini pucat karena ketakutan asli.

"Apa... apa maksudmu, Yuexin?" tanya Kaisar, suaranya bergetar marah.

Dia mengambil salah satu dokumen dari tangan Putri Li Yuexin. Matanya membesar saat membaca isinya, transaksi dengan dana besar dari Marquis Han ke nama yang disamarkan yang ternyata terhubung dengan kas pribadi Istana Zamrud.

"Hamba menemukan ini di rumah Tuan Lin Mei setelah penangkapannya," bohong Putri Li Yuexin dengan mulus. Sebenarnya, dokumen itu didapat dari Menara Bayangan, tapi narasi "ditemukan di rumah tersangka" lebih mudah diterima secara hukum. "Tuan Lin Mei, dalam interogasinya, mengaku bahwa dana ini digunakan untuk membiayai kampanye politik Pangeran Jianyu dan... untuk menyuap beberapa pejabat agar menutupi kegagalan proyek bendungan Utara."

Putri Li Yuexin menoleh pada Selir Rong, air mata akhirnya jatuh deras di pipinya. "Bibi Rong... saya selalu menghormatimu sebagai ibu tiri. Saya percaya pada kebaikanmu. Tapi mengapa? Mengapa kau membiarkan Gu Wenhao, seorang pria gila menurut katamu, menjadi alat untuk merusak reputasi Keluarga Shen? Apakah kebencianmu pada Kakek Perdana Menteri begitu dalam hingga kau rela mengorbankan stabilitas negara?"

"Tidak! Itu palsu!" teriak Selir Rong, kehilangan kontrol. Topengnya retak. "Dia berbohong, Yang Mulia! Dokumen itu pasti dipalsukan oleh Shen Guotai! Mereka ingin menjatuhkan hamba!"

Kaisar Li Zhengyuan membanting dokumen itu ke meja takhta. Suaranya menggelegar seperti guntur. "Cukup!"

Ruang aula menjadi hening total. Bahkan napas pun tertahan.

Kaisar menatap Selir Rong dengan tatapan yang belum pernah dilihat Putri Li Yuexin sebelumnya. Bukan cinta, bukan kemarahan meledak-ledak, tapi kekecewaan yang dingin dan mematikan. Seperti naga yang menyadari ular peliharaannya telah menggigit tuannya.

"Shufei," kata Kaisar pelan. "Aku memberimu kekuasaan. Aku memberimu kepercayaan dan kau menggunakannya untuk menjual negaramu demi ambisi putramu?"

"Saya... saya tidak..." Selir Rong gemetar, kakinya lemas. Dia mencoba mencari dukungan dari para pejabat Faksi Barat, tapi mereka semua menunduk, takut terseret.

"Bawa dia ke Istana Terlarang," perintah Kaisar pada penjaga kekaisaran. "Sita semua aset Istana Zamrud. Tahan Marquis Han Cheng dan Pangeran Jianyu untuk diinterogasi lebih lanjut. Dan..." Dia menoleh pada Putri Li Yuexin. "Yuexin, kau telah melakukan tugas yang mulia. Pulanglah. Istirahatlah."

Putri Li Yuexin membungkuk hormat, menyembunyikan senyum kemenangan di balik kerudung kesedihannya. "Terima kasih, Ayahanda."

Saat dia berbalik untuk pergi, dia melewati Selir Rong yang sedang diseret keluar oleh penjaga. Mata mereka bertemu sejenak.

Di mata Selir Rong, ada kebencian murni, rasa takut, dan kebingungan. Bagaimana gadis bodoh itu bisa tahu? pikirnya putus asa.

Di mata Putri Li Yuexin, tidak ada apa-apa. Hanya kehampaan dingin. Ini baru permulaan, Bibi, pikir Putri Li Yuexin. Kau belum melihat neraka yang sebenarnya.

Saat Putri Li Yuexin melangkah keluar dari Aula Naga Emas, sinar matahari menerpa wajahnya. Angin berhembus sepoi-sepoi, membawa aroma bunga peoni yang baru mekar.

Qingyu menunggu di luar, wajahnya bersinar bangga. "Nona! Itu luar biasa! Selir Rong hancur!"

Putri Li Yuexin tidak menjawab. Dia hanya terus berjalan, langkahnya tegak dan mantap. Dia tidak merasa senang. Tidak ada euforia. Hanya rasa lega yang berat.

Satu musuh besar telah dilumpuhkan, tapi Pangeran Jianyu masih bebas, dan jaringan korupsi Marquis Han mungkin memiliki cabang-cabang lain yang belum terungkap.

"Qingyu," panggil Putri Li Yuexin.

"Ya, Nona?"

"Siapkan kereta, kita akan mengunjungi Penjara Bawah Tanah Kementerian Kehakiman."

Qingyu terkejut. "Penjara? Untuk siapa?"

Putri Li Yuexin tersenyum tipis, senyuman yang tidak mencapai matanya. "Untuk menonton pertunjukan. Gu Wenhao pasti sedang menunggu kabar dari 'pelindungnya', Selir Rong. Aku ingin melihat ekspresinya saat tahu bahwa pelindungnya telah jatuh, dan bahwa dialah yang akan menanggung semua dosa sendirian."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!