NovelToon NovelToon
Semuanya Menyalahkan Ku

Semuanya Menyalahkan Ku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: DANA SUPRIYA

Restu merasa hidup dalam keputus asaan ketika Istri dan anaknya suka menyalahkan dirinya hingga dirinya emosi membentak istri dan anaknya tersebut namun kini dirinya jadi orang yang di anggap paling bersalah hingga dia merasa hidup dalam ke hampaan tanpa harus bisa berbuat apa pun selain hanya diam karena apa pun yang dilakukannya akan jadi tambah Salah hingga akhirnya dia ingin mengakhiri hidupnya di suatu jurang yang dalam namun tiba-tiba takdir berkata lain, dia mengurungkan niatnya dengan mencari cara untuk memberi pelajaran kepada istei dan anaknya dengan bantuan sistim yang tiba-tiba datang memberikan pilihan bantuan hingga akhirnya dia mengatur cara agar semuanya menyadari kesalahannya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DANA SUPRIYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29 Jadi Kita Anak Orang Terkaya

Restu tidak mempedulikan ejekan sales wanita itu. Ia hanya menghela napas lalu mengambil ponselnya, menelpon pihak pengurus utama.

"Selamat siang, ini pak Restu. Saya sudah di lobi. Tapi sepertinya saya tidak diizinkan masuk karena penampilan saya dianggap tidak pantas. Tolong datang ke sini sebentar,"

Ucap Restu singkat lalu menutup telepon sambil menatap wanita yang sales promotion Girl dan menyayangkan kalau perkerjaan hanya untuk mengejek orang yang datang.

Sales itu malah tertawa mengejek semakin keras.

"Hahaha! Pintar sekali berakting! Seolah-olah kenal bos besar! Dasar orang miskin yang suka berkhayal! Cepat keluar sebelum saya panggil satpam!"

Belum sempat dia berteriak lebih keras, terdengar suara langkah kaki berderap cepat dari arah lift. Masuklah Direktur Utama, diikuti oleh seluruh Manajer dan staf senior dengan wajah panik.

"Selamat datang Bapak Restu! Selamat datang Ibu! Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini!"

Seru mereka serentak lalu membungkuk dalam-dalam.

Wajah sales wanita itu seketika pucat pasi, kakinya lemas hingga hampir jatuh. Matanya terbelalak melihat bos besarnya begitu hormat pada pria yang tadi dia hina.

"Di... Direktur...?"

"Diam kau!" hardik Direktur.

 "Kau sudah gila ya?! Ini adalah Pemilik Baru President Properti! Dia yang membeli seluruh saham kita! Dan ini adalah pemilik resmi Villa Nomor 1!"

GLEK!

"Pemilik... Villa Nomor 1...?"

Gumam gadis ini pelan, dunia seakan berputar di kepalanya.

Restu menatap dingin ke arah manajer.

"Lihat itu Pak. Sales seperti ini tidak bisa membedakan mana tamu biasa dan mana pemilik. Hanya menilai dari baju luar. Ini sangat merugikan citra perusahaan. Menurut saya, dia sudah tidak layak bekerja di sini."

"Siap Pak! Segera kami proses! Satpam! Keluarkan dia sekarang! Dipecat efektif hari ini!"

"TIDAKKK! AMPUN PAK! SAYA SALAH PAK! SAYA TIDAK TAU!"

Jeritnya menangis histeris saat diseret keluar, penyesalan yang tiada guna sambil menatap Laki-laki dan wanita yang dia hina

"Bukankah penampilannya hanya sederhana tapi kenapa dia orang yang memiliki ini semua?, sedangkan aku, penampilan ku bagus tapi aku hanya seorang budak yang tidak tahu diri yang berani menghina orang terkaya yang jadi bosnya karena penampilannya yang sederhana, ah, bodohnya aku......"

Di Ruang Direksi...

Proses penandatanganan berjalan lancar. Restu resmi memiliki 30% saham President Properti dan akta kepemilikan Villa No.1 tertulis jelas namanya.

"Silakan Pak Restu, Ibu. Ini kunci villa. Semuanya sudah siap, mulai dari furniture, perabotan mewah, hingga tenaga kerja rumah tangga dan tukang kebun sudah kami siapkan penuh. Bapak dan Ibu tinggal masuk saja,"

Kata Direktur dengan hormat menyerahkan kunci emas dan memberitahu tempat Villa nomor 1 berada hingga akhirnya mereka semua dan di temani oleh semua menejer dan direktur ikut mengantar ke Villa nomor 1 dengan mobil kantor.

Sementara itu Restu dan Rina naik mobil sendiri menuju lokasi villa megah itu hingga akhirnya mereka sampai.dan di jelaskan semua tentang tempat tersebut hingga akhirnya rombongan direktur dan menejer permisi setelah menjelaskan semuanya hingga Restu merasa puas sedangkan Rina langsung menangis haru. Rumah itu sangat luas, mewah, dan sangat nyaman.

"Wah... ini rumah kita pa? Indah sekali..."

"Iya Ma. Mulai hari ini kita tinggal di sini. Dan hari ini juga kita jemput anak-anak."

"Iya pa, mama mau beri surprise pada mereka pa karena sebenarnya kami sudah lama membicarakan hal ini pa"

Restu dan Rina langsung menjemput Maya di sekolah. Seperti biasa, begitu masuk mobil, Maya mulai mengomel.

"Huh, papa ini kalau jemput Maya pakai pakai mobil tua... Kapan sih jemput Maya pakai Mobil Mewah terbaru"

Restu hanya tersenyum mendengar omelan Maya anaknya yang tidak tahu kalau mobil yang mereka pakai adalah mobil termahal "Roll Royce" hanya tampilan memang khas dan memang ciri khas dari Roll Royce sedangkan Rina melihat anak gadis bungsu terus mengomel langsung menunjukan harga mobil yang mereka naiki

"Lihatlah nak, inilah mobil yang kita naiki namanya Roll Royce harganya mencapai 70 milyar"

"Apa?, ini namanya Roll Royce yang dikatakan kawan-kawan kalau ada mobil Roll Royce yang mengantar siswa di sekolah kita berarti itu adalah mobil ini?..."

Maya jadi terdiam dan tidak berani komentar lagi kalau mobil mereka naiki adalah mobil jadul

"Ya.... tapi kita sampai saat ini tidak punya rumah sendiri yang bagus? Lihat teman-teman Maya, rumahnya besar-besar! Kita mah cuma numpang kontrakan!"

Maya tidak berhenti mengomel.hingga sampai dirumah walaupun mamanya sudah minta untuk berhenti.

"Sudah cukup Maya, papa bukan tidak mau beli kan kita rumah sendiri tapi itu karena kalian juga"

"Maksudnya ma?"

Belum sempat Mamanya bicara, Meisya yang baru keluar dari kamarnya pun ikut menimpali.

"Iya Pa, malu rasanya kalau teman-teman tahu kita masih kontrakan. Padahal kata papa sudah naik jabatan."

Restu tersenyum licik, ia menoleh ke belakang.

"Anak-anak, kita buat perjanjian ya. Kalau nanti papa bisa tunjukkan rumah baru kita, jauh lebih bagus, lebih besar dari rumah teman-teman kalian, bahkan lebih bagus dari rumah si Dika tadi... apa janji kalian?"

Maya mendengus.

"Kalau benar papa bisa beli rumah mewah, Maya janji tidak akan pernah mengejek papa lagi! Maya akan jadi anak baik! Tapi kalau bohong atau rumahnya jelek..."

"Kalau jelek atau bohong, jajan kalian dua kali lipat selamanya!"

Sahut Restu seperti memberi keuntungan buat mereka yang langsung mereka setujui

"Setuju"

"Kalau Berani?! Tanda tangan di sini!"

Kedua anak gadis dari Restu ini langsung berdiri

"Baik"

Maya mengambil kertas dan pulpen, mereka membuat perjanjian hitam di atas putih dengan serius begitu juga dengan Meisya hingga Restu tersenyum karena tujuannya ingin menyadarkan anak-anaknya sudah masuk titik terangnya

"Baik, karena kalian sudah menandatangi perjanjiannya maka hari ini papa mau jujur kalau kita sudah beli rumah baru, ya kan ma?"

"Benar dan mama sudah lihat sendiri rumahnya jadi hari ini kita semua akan pindah ke rumah baru kita"

"Apa?, jadi ini benaran kalau kita sudah punya rumah baru dan hari ini kita akan pindah"

"Iya nak"

"Tapi ingat ya pa kalau rumahnya kecil dan jelek maka papa harus kasih jajan dua kali lipat"

"Iya papa akan tepati janji tapi kalian juga ya!"

Meisya dan Maya mengangguk sedangkan Rina mau tertawa karena mereka sudah masuk dalam perjanjian yang dibuat suaminya untuk menyadarkan mereka hingga akhirnya mereka di minta untuk beres-beres barang yang mau dibawa.

Rina dan anak-anak mulai membereskan barang. Tapi Restu melarang membawa perabotan lama.

"Nak, Ma, kita bawa hanya pakaian dan barang berharga saja. Perabot, kasur, meja, semuanya biarkan di sini. Kita kasih saja ke Ibu pemilik rumah, silakan dijual atau diinfakkan, karena di rumah baru semuanya sudah baru dan lengkap," kata Restu santai.

"Hah? Serius Pa? Kasihan lho barang-barangnya masih bagus," tanya Meisya heran.

"Sudah biarkan saja. Rezeki orang lain," jawab Restu tenang.

Mereka pun berpamitan pada Ibu pemilik rumah dan tetangga yang merasa heran.

"Mau pindah ke mana Pak Restu? Bawa barangnya sedikit sekali?"

"Ke tempat yang baru Bu. Terima kasih selama ini."

Mobil mewah pun datang untuk menjemput mereka namun sang supir menyerahkan kunci

"Ini pak kuncinya, besok pagi jam 6 pagi saya akan sampai ke rumah bapak"

"Iya pak, makasih ya"

Akhirnya Restu dan keluarganya melaju meninggalkan perumahan sederhana itu. Di dalam mobil, Meisya dan Maya masih geleng-geleng kepala.

"Anuh Pa... kok kita tidak bawa barang-barang sih? Nanti di rumah baru tidur di lantai?" tanya Maya bingung.

"Sabar ya... nanti kalian lihat sendiri."

Tak lama kemudian, mobil memasuki gerbang perumahan elit yang sangat megah, dijaga ketat, dan jalanannya sangat luas.

"Eh? Ini kan komplek orang kaya banget di kota ini Pa? Siapa yang tinggal di sini?" tanya Meisya melongo melihat rumah-rumah megah di sisi jalan.

"Kita..."

jawab Restu singkat yang membuat Meisya dan Maya saling pandang hingga akhirnya mereka memandang mamanya

"Apa ini benaran ma?"

"Iya"

Mobil berhenti tepat di depan gerbang terbesar dan termewah dengan tulisan VILLA NO. 1. Pagar otomatis terbuka sendiri menyambut mereka.

"Nah, ini dia rumah baru kita,"

kata Restu sambil mematikan mesin yang kali ini disetir langsung oleh dirinya

Meisya dan Maya diam membatu. Mulut mereka ternganga lebar tidak bisa berkata-kata. Mereka keluar dari mobil dan melihat sekeliling. Halaman luas dengan taman indah, kolam renang, dan bangunan rumah yang sangat megah seperti istana.

"Ini... ini rumah kita Pa? Bukan salah alamat?"

tanya Maya terbata-bata, tangannya gemetar.

"Lihat ini, kuncinya atas nama kita,"

kata Restu menunjukkan akta kepemilikan.

"Jadi ini tidak bohongankan tapi rumah ini kan hanya di miliki orang terkaya di negara kita pa ja.....ja..di kita ini sebenarnya anak orang terkaya di negara ini dan papa yang kita ejek dan kita hina selama ini..... "

1
@Me and You Married
Restu ngga usah punya pikiran bunuh diri
ANDANA
Hai sobat baca
tinggalkan jejak sobat ya
makasi
Ya Ris Tak Terpisahkan
Restu istrimu ngga dengarkan penjelasanmu
@ Yayang Risa Selamanya
Restu kamu hidupnya selalu di tindas orang
@Yayang Risa Saling 💖❣️💗💕💞
Kasihan badannya Restu penuh luka malah jalan kaki
Risa Virgo Always Beau
Restu kasihan banget kamu ya
Yayang Lop3♡ Risa
Ternyata motornya Restu itu di sita
You And Me Cinta Abadi
Istrinya Restu ngga iba ke Restu sama sekali
Aku kamu tak terpisahkan
Restu korban dan kamu yang salah malah menyalahkan Restu
Aku dan kamu selamanya😍💏💑👪
Maya teriak membuat Restu sedih
Risa Yayang Cinta Sejati
Istrinya Restu ngga percaya ke Restu
@Yayang ♡ Risa
Restu punya istri durhaka ya
@Yayang Risa💏🤵👰👨‍👩‍👦👨‍
Istrinya Restu terus menyalahkan Restu
@Yayang Risa💏🤵👰👨‍👩‍👦👨‍
Restu pasti bakal berhasil sukses
@Yayang Risa💏🤵👰👨‍👩‍👦👨‍
Restu jangan bunuh diri deh
Ya Ris Tak Terpisahkan
Kasihan Restu banyak beban yang di tanggung
Utuh Gelapung
bapak yg teraniaya tetapi bego kayak hidup si othor.skip ah.bye
@Yayang Risa Saling 💖❣️💗💕💞
Restu kesakitan banget deh apalagi Restu babak belur
Yayang Lop3♡ Risa
Restu kasihan banget padahal dia korban malah di omelin
Risa Virgo Always Beau
Restu malah kesakitan dan babak belur kasihan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!