Yun Zhu hanyalah seorang murid rendahan dari Sekte Qingyun. Tanpa orang tua, tanpa latar belakang yang berarti—ia hanya bisa masuk sekte itu secara kebetulan setelah sebuah bencana menghancurkan hidupnya.
Akar spiritualnya lemah, bakatnya pun nyaris tak terlihat. Di mata orang lain, ia tak lebih dari sampah yang tak layak diperhitungkan. Tatapan meremehkan dan hinaan telah menjadi bagian dari kesehariannya.
Namun takdir mulai berbalik arah ketika Yun Zhu secara tak terduga memperoleh sebuah kekuatan misterius—kekuatan yang perlahan akan mengubah nasibnya… dan mengguncang dunia yang selama ini merendahkannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chizella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13: Kultivasi Ganda
[ WARNING, Bab ini ada anuu dikit, kalau gapengen liat skip aja gaes. Tetep nyambung kok. ]
Di pinggir sungai yang suasananya begitu tenang dan damai, sebuah formasi pelindung mulai dipasang secara bertahap. Cahaya tipis berpendar mengelilingi area tersebut, menciptakan tirai transparan yang seketika menghalangi pandangan dari dunia luar.
Formasi itu memastikan tidak ada satu pun makhluk yang bisa masuk atau sekadar mengintip apa yang terjadi di balik batas energinya.
Formasi rumit yang membutuhkan ketelitian tinggi itu dipasang oleh Tianqiong dengan sangat mudah. Jemarinya menari di udara, mengatur aliran energi alam seolah itu adalah mainan belaka.
Tidak butuh waktu lama, sebuah rumah kayu kecil terbentuk hanya dalam hitungan menit berkat kekuatan spiritualnya yang luar biasa.
Yun Zhu yang menyaksikan keajaiban itu hanya bisa menepuk dahinya dengan pelan. Ia terpaku melihat kecepatan dan efisiensi wanita di hadapannya.
'Bagaimana bisa secepat ini,' pikirnya dalam hati dengan rasa takjub yang sulit disembunyikan.
Keduanya akhirnya melangkah masuk ke dalam bangunan kayu sederhana itu. Ruangannya memang sempit, namun terasa lebih dari cukup untuk mereka berdua.
Lagipula, tempat ini hanya akan digunakan untuk satu malam yang singkat, bukan untuk selamanya.
Di tengah ruangan, Tianqiong duduk dengan posisi yang tenang dan anggun. Napasnya teratur, membuat dadanya yang membusung naik dan turun secara perlahan, menciptakan irama yang menghanyutkan.
Mata merahnya menatap tajam ke arah Yun Zhu, sebuah tatapan yang terasa seperti perintah tak kasat mata untuk segera memulai.
Sementara itu, Yun Zhu mendadak merasa canggung. Ia berpura-pura tidak menyadari tatapan itu dan justru menoleh ke arah lain, seolah sedang sibuk mencari sesuatu di sudut ruangan yang kosong.
"Huh..." Tianqiong menghela napas panjang, sebuah reaksi kecil atas keraguan pemuda di depannya.
Tanpa membuang waktu lagi, ia mulai melucuti pakaiannya sendiri. Dengan gerakan perlahan yang penuh maksud, ia menurunkan kain yang menutupi tubuhnya.
Bahunya yang putih mulus terekspos ke udara, diikuti oleh kedua puncak kembarnya yang ranum dan indah. Pemandangan itu seketika membuat Yun Zhu menelan ludah dengan susah payah, tenggorokannya terasa sangat kering.
"Kemarilah, kau tidak ingin merasakannya?" suara Tianqiong terdengar sangat ringan namun mengandung daya pikat yang luar biasa menggoda. Senyuman menantang yang tersungging di bibirnya seolah mengunci keberanian Yun Zhu.
Yun Zhu merasa tidak punya pilihan lain untuk menghindar. Ia perlahan merangkak mendekat, lalu tangannya terangkat dengan sedikit gemetar.
Inci demi inci, jemari Yun Zhu mulai menyentuh dan meraba permukaan puncak kembar Tianqiong. Rasanya begitu kenyal dan hangat di kulitnya.
Ada sensasi kenikmatan tersembunyi yang menjalar ke seluruh tubuhnya saat ia mulai meremasnya dengan lembut, merasakan tekstur halus yang belum pernah ia temui sebelumnya.
Tangan Yun Zhu yang satunya tidak tinggal diam. Ia mulai merayap turun menuju paha mulus Tianqiong, membelai kulit bagian itu selembut mungkin.
Sentuhan demi sentuhan itu perlahan-lahan membakar gairah di dalam dirinya, membuat Yun Zhu benar-benar mulai terhanyut oleh pesona wanita misterius yang kini berada dalam jangkauannya.
Energi spiritual yang murni dan kental mengalir perlahan, menyelimuti tubuh keduanya yang tengah melakukan kultivasi ganda.
Meskipun mereka sudah berulang kali melakukan penyatuan energi ini, posisi Tianqiong tetap dominan, selalu berada di atas Yun Zhu dengan kendali yang tak tergoyahkan.
Malam itu, area di sekitar tepi sungai seolah dipenuhi oleh kabut energi spiritual yang berpendar, menandakan betapa dahsyatnya kekuatan yang dialirkan Tianqiong dalam proses kultivasi tersebut. Sementara itu, setelah semua energi terserap dan tersalurkan, Yun Zhu akhirnya terbaring lemas dengan napas yang masih tersengal.
Di dalam rumah kayu kecil yang remang-remang itu, Yun Zhu berbaring telentang sambil menatap langit-langit kayu yang kasar.
Di sampingnya, Tianqiong berbaring tanpa sehelai benang pun, meski tubuh indahnya kini tertutup oleh selimut kain yang lembut.
"Tianqiong... setelah Foundation Establishment tingkatan apa yang harus kucapai terlebih dahulu?" tanya Yun Zhu, mencoba mencairkan suasana sunyi yang sempat menyelimuti mereka.
Tianqiong memiringkan tubuhnya, menoleh ke arah pemuda itu. Sebuah senyuman tipis yang sarat akan makna terpampang jelas di wajah cantiknya yang masih sedikit merona.
"Setelah Foundation Establishment, kau harus membentuk inti untuk mencapai Golden Core. Baru setelahnya bisa mencoba untuk membentuk jiwa dan mencapai Nascent Soul."
Tianqiong kemudian bangun perlahan, mengubah posisinya menjadi duduk di samping Yun Zhu. Gerakannya sangat anggun, satu tangannya menahan selimut di depan dadanya agar tidak merosot jatuh, sementara bahunya yang putih tetap terekspos.
Lalu, tangan satunya yang ramping terangkat, menepuk kepala Yun Zhu dengan gerakan pelan yang hampir terasa seperti belaian.
"Kukatakan padamu. Jika ingin mencapai Nascent Soul, harus benar-benar siap terlebih dahulu. Mencoba membentuk jiwa tanpa persiapan akan membuatmu mati saat menerobos."
Nada suaranya datar, namun kata-katanya mengandung peringatan keras yang tidak bisa diabaikan begitu saja.
"Mulai sekarang kau akan sendiri. Kuharap kau tidak mati sebelum mencapai Nascent Soul."
Bagi Tianqiong, Yun Zhu memang sebuah aset yang sangat berharga di masa depan, namun aset itu tidak akan ada gunanya jika Yun Zhu mati terlalu dini. Itulah alasan utama mengapa ia memberikan Teknik Pelahap Jiwa sebagai jaminan bertahan hidup bagi pemuda itu.
"Kita akan bertemu lagi," ucap Yun Zhu dengan nada yang penuh keyakinan. "Aku tidak akan mati. Pasti."
Tianqiong hanya tersenyum tipis mendengar keras kepalanya pemuda itu. Ia kemudian sedikit menunduk dan menepuk wajah Yun Zhu dengan tenaga yang sedikit lebih kuat dari sebelumnya.
"Sakit!" seru Yun Zhu sambil mengusap pipinya yang terkena tepukan.
"Dasar bocah nakal. Kau pikir aku tidak menyadari tanganmu yang meraba pahaku!"
Mata merah Tianqiong berkilat jenaka saat ia menggoda Yun Zhu atas kelakuannya tadi. Yun Zhu yang tertangkap basah hanya bisa meringis kecil.
"Kupikir kau tidak akan marah."
"Aku sama sekali tidak marah."
Tianqiong menjawab dengan nada ringan, menunjukkan bahwa bagi seorang kultivator tingkat tinggi sepertinya, hal-hal seperti itu hanyalah bumbu kecil dalam perjalanan panjang yang akan mereka tempuh masing-masing.
...---...
...Tingkatan Kultivasi...
1. Body Refining
2. Qi Refining
3. Foundation Establishment
4. Golden Core
5. Nascent Soul
6. Spirit Transformation
7. Body Integration
8. Tribulation Crossing
9. Great Completion
10. Ascension
...---...
...[ Ilustrasi: Tianqiong ]...