NovelToon NovelToon
Pendekar Elang Hitam

Pendekar Elang Hitam

Status: sedang berlangsung
Genre:Ilmu Kanuragan / Balas Dendam / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: bang deni

Keluarganya di rampok oleh pemdekar Aliran hitam, ayah dan ibunya terbunuh sedangkan ia terjatuh di lembah Bangkai, Seekor Elang hitam raksasa menyelamatkan nya, di bawah asuhan Elang Hitam Dia tumbuh menjadi pendekar sakti dan menumpas kejahatan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bang deni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hukuman Untuk Pemberontak

Pangeran Bima dan Pangeran Rama di bawa ke hadapan Raja Arya Jaya.

Raja Arya Jaya menatap tajam pada kedua kerabatnya itu.

" Bima, Rama. apa selama ini aku kurang baik pada kalian!" ucap Sang Raja

Pangeran Bima mendongak, matanya menatap raja Arya Jaya penuh kedengkian

" Tak pelu berbasa basi Paman, Tahta itu harusnya menjadi milikku! dan bocah sialan itu seharusnya tak kembali ke istana!" raung Pangeran Bima

Raja Arya Jaya memejamkan matanya

" Karena melakukan pemberontakan , aku Raja Arya jaya menjatuhi hukuman pancung pada Bima dan Rama, keluarga mereka akan di asingkan ke pulau selatan dan tak di perkenankan kembali ke kerajaan!" Raja Arya memberikan ultimatum hukuman pada Bima dan keluarganya

Bima terlihat tegar siap menghadapi hukuman tetapi Rama yang mendengar itu langsung berlutut

" Paduka Ampuni hamba, hamba di hasut oleh ayahanda!" Rama berlutut dan memohon ampunan tetapi Raja Arya tak menghiraukannya ia mengibaskan tangan menyuruh Patih Bayu Geni melaksanakan hukuman

Bima dan Rama di bawa ke tiang gantungan, Raja Arya yang tak mau melihat mengajak Jaka meninggalkan alun alun kembalike balairung kerajaan

" Jaka , kau telah membuktikan jika kau setia pada kerajaan, dengan ini Aku mengangkatmu sebagai Pangeran Mahkota, dengan Gelar Pangeran Elang Hitam!" Ucap Raja Arya Jaya mengeluarkan Maklumat

" Hidup Pangeran Elang Hitam!"

"Hidup Kerajaaan Wijaya Kesuma"

Para petinggi dan prajurit yang hadir di balairung bersorak senang, kerajaan Wijaya Kesuma sekarang memiliki pewaris sah

Jaka maju ke depan menerima anugrah itu

" Cucuku Jaka, aku akan melantikmu beberapa bulan, bagaimana pendapatmu?" tanya Raja Arya jaya pada Jaka

" Mohon ampun Paduka, aku harap pelantikan nanti saja, aku ingin membalaskan dendam pada Macan Hitam dulu" sahut Jaka

Raja terdiam sejenak

" Kalau itu keputusanmu, baiklah, tetapi ingat nanti kau harus memimpin kerajaan ini" tegas Raja Arya Jaya

" Hamba Mengerti Paduka" jawab Jaka

Raja mengangguk dan mengeluarkan satu cincin serta satu plakat emas

" Kau pegang lah ini, ini akan mewakilkan diriku di manapun kau berada" ucap Raja Arya Jaya sambil memberikan kedua benda itu

" Terima kasih paduka" ucap Jaka, ia menerima dua benda itu, cincin langsung ia pakai, sedangkan plakat emas ia simpan dengan baik

selama berada di kerajaan kehidupan Jaka terus berlatih meningkatkan ilmu ilmu nya, tiga senopati Utama , Wira Pati, Wira Bumi, dan Wira Geni , sering mendampingi di kala mereka sedang senggang, dan terkadang beradu tanding

" Pangeran apa nama jurus jurus yang pangeran keluarkan tadi?" tanya Senopati Wira Pati

" Paman , aku juga tak tahu nama jurusnya" sahut Jaka jujur, dia mempelajari dari lukisan di dinding goa dan tak ada namanya , Elang hitam juga tak bisa memberitahukan tentang jurus jurus yang ia pelajari

" Kenapa bisa begitu?" tanya Senopati Wira Bumi heran

" Paman aku mempelajari ini semua dari lukisan yang ada di goa , tak ada keterangan nama jurusnya" jawab Jaka

" Sepertinya itu peninggalan pendekar besar zaman dulu, bagaimana jika  Pangeran beri nama sendiri saja" saran Senopati Wira Geni

" Usul yang bagus, terima kasih paman" sahut Jaka senang, ia berdiri dan membayangkan setiap jurus yang ia miliki

Jaka mengangkat kedua tangannya dan mulai memperagkan jurusnya

" Jurus elang menyambar mangsa" teriak Jaka, ia melenting ke atas dan dengan cepat menukik melakukan serangan pada sasaran

" Jurus Sayap menembus Kabut" Jaka bergerak seolah lenyap dan dalam sekejap berada di belakang sasaran memberikan serangan tak terduga

" Jurus elang Menutup Langit" kali ini Jaka dengan pedangnya menciptakan ribuan bayangan pedang, menutupi seluruh area sasaran , hingga sasaran tak punya celah untuk melarikan diri atau menyerang balik

" Jurus Badai Sayap elang" Dari pedang yang di pegang Jaka , tiba tiba mengeluarkan gelombang energi yang sangat kuat, membuat sasaran terpental oleh gelombang itu

" jurus Elang membunuh Naga" jaka memutar pedangnya dengan gerakan melingkar tujuannya leher sasaran,

" Jurus sayap pedang" Jaka menggerakan pedangnya mengelilingi tubuhnya dengan sangat cepat membentuk satu lingkaran yang melindungi tubuhnya

" Jurus sinar Elang" jurus ini jurus yang waktu itu di keluarkan Jaka , pedangnya menebas dan mengeluarkan gelombang cahaya hitam yang sangat kuat menghancurkan sasaran yang ada di depannya

" Wah jurus dan gerakannya sangat cocok Pangeran" Senopati Wira Pati yang melihat itu berkata dengan kagum

" Maaf pangeran, melihat nama dan jurus itu tanganku menjadi gatal, bagaimana kalau kita latih tanding" ucap Senopati Wira bumi penasaran akan kekuatan Jaka dengan Tujuh jurus Elang Hitamnya

" Boleh paman, mari" Jaka tentu saja senang , namun untuk menghindari luka serius mereka menggunakan ranting sebagai pedang,

kedua nya kini berhadapan satu sama lain

" Pangeran awas" senopati Wira Bumi memperingatkan Jaka sebelum menyerang

Hiaaaaat

Wuuuut

Wuuush

serangan Senopati Wira Bumi sangat cepat, namun Jaka dengan santai mengelak , dan dengan jurus Elang menembus kabut ia sudah berada di belakang Senopati Wira Bumi

Plak

"Paman kalah" ucap Jaka saat ranting di tangannya mengenai bahu Wira Bumi dengan telak

" Pangeran kami ikuut!" Senopati Wira Pati dan Wira Geni yang melihat adiknya kalah dalam satu gerakan menjadi penasaran dan terjun ikut dalam latih tanding itu

" Silahkan paman, jangan sungkan" balas Jaka,

Wush

hiaaaat

tiga senopati menyerang bersamaan

wuuut

sreet

sreeet

Senopati Wira Pati dengan rantingnya mencoba menusuk dari depan, serangannya mengarah pada titik titik urat tertentu, jika terkena Jaka pasti lumpuh sesaat

" Elang menyambar mangsa" teriak jaka ia maju menyongsong serangan Senopati Wira Pati

Traaak

wuuut

Jaka menangkis dan mendorong senopati dengan kekautan besar membuat senopati Wira Pati terpaksa mundur beberapa langkah

Hiaaaaat

jurus darat Guncang

Buuuum

dari sisi kanan senopati Wira Bumi menyerang di mana Jaka berdiri namun saat dahan yang ia pakai menghantam tanah di mana Jaka tadinya berdiri, jaka tak terlihat

rupanya jaka melayang sejenak di udara menghindari serangan itu

" Jurus Elang menembus Kabut"

Jaka melesat turun dan ranting di tangannya menotok punggung senopati Wira bumi dengan pelan, namun mnembuat senopati wira Bumi terhuyung dan kehilangan keseimbangan

" Jurus Pedang Naga Geni!" baru saja Jaka turun dari arah kiri Senopati Wira geni menyerang dengan rantingnya,

cahaya merah melesat dengan kecepatan tinggi

" Jurus sayap elang"  dengan jurus perlindungan Jaka melindungi dirinya

selubung hitam seperti sayap melindungi dirinya saat jurus itu di keluarkan

Traaak

traaaak

traaaak

Semua serangan terpental tak ada satupun yang mengenai Jaka

" Jurus Badai Sayap Elang!"

Wush

Buuum

Ranting di tangan Jaka mengeluarkan gelombang tenaga dalam yang sangat kuat

Aduuuh

Tiga senopati terpental bersamaan. dan terduduk kebahisan tenaga

" Ha ha ha, Pangeran memang hebat kami mengaku kalah" Senopati Wira Pati dengan cepat bangun, untung jaka hanya hanya menggunakan ranting kalau pedang sungguhan mereka pasti terluka parah

" Paman yang mengalah, aku yang masih muda masih butuh bimbingan paman semua" ucap Jaka merendah

Mereka tertawa bersama, dan beristirahat di taman kecil itu

1
Dania
semangat tor
Lili Aksara
Wah, kok nggak ada yang heran sama elang itu ya, entah terkesima apa gimana gitu. Lanjutkan, unik ini novelnya, soalnya tokohnya dilatih sama burung elang.
pendekar angin barat
nah gitu donk .nhrs kejam ma penjahat..
Bagaskara Manjer Kawuryan
berasa baca kitab perndekar rajawali sakti 😁
Blue Angel: hampir mirip kak
total 1 replies
erick
hanya kena racun sdh keok... memalukan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!