Keluarganya di rampok oleh pemdekar Aliran hitam, ayah dan ibunya terbunuh sedangkan ia terjatuh di lembah Bangkai, Seekor Elang hitam raksasa menyelamatkan nya, di bawah asuhan Elang Hitam Dia tumbuh menjadi pendekar sakti dan menumpas kejahatan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bang deni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hukuman Untuk Pemberontak
Pangeran Bima dan Pangeran Rama di bawa ke hadapan Raja Arya Jaya.
Raja Arya Jaya menatap tajam pada kedua kerabatnya itu.
" Bima, Rama. apa selama ini aku kurang baik pada kalian!" ucap Sang Raja
Pangeran Bima mendongak, matanya menatap raja Arya Jaya penuh kedengkian
" Tak pelu berbasa basi Paman, Tahta itu harusnya menjadi milikku! dan bocah sialan itu seharusnya tak kembali ke istana!" raung Pangeran Bima
Raja Arya Jaya memejamkan matanya
" Karena melakukan pemberontakan , aku Raja Arya jaya menjatuhi hukuman pancung pada Bima dan Rama, keluarga mereka akan di asingkan ke pulau selatan dan tak di perkenankan kembali ke kerajaan!" Raja Arya memberikan ultimatum hukuman pada Bima dan keluarganya
Bima terlihat tegar siap menghadapi hukuman tetapi Rama yang mendengar itu langsung berlutut
" Paduka Ampuni hamba, hamba di hasut oleh ayahanda!" Rama berlutut dan memohon ampunan tetapi Raja Arya tak menghiraukannya ia mengibaskan tangan menyuruh Patih Bayu Geni melaksanakan hukuman
Bima dan Rama di bawa ke tiang gantungan, Raja Arya yang tak mau melihat mengajak Jaka meninggalkan alun alun kembalike balairung kerajaan
" Jaka , kau telah membuktikan jika kau setia pada kerajaan, dengan ini Aku mengangkatmu sebagai Pangeran Mahkota, dengan Gelar Pangeran Elang Hitam!" Ucap Raja Arya Jaya mengeluarkan Maklumat
" Hidup Pangeran Elang Hitam!"
"Hidup Kerajaaan Wijaya Kesuma"
Para petinggi dan prajurit yang hadir di balairung bersorak senang, kerajaan Wijaya Kesuma sekarang memiliki pewaris sah
Jaka maju ke depan menerima anugrah itu
" Cucuku Jaka, aku akan melantikmu beberapa bulan, bagaimana pendapatmu?" tanya Raja Arya jaya pada Jaka
" Mohon ampun Paduka, aku harap pelantikan nanti saja, aku ingin membalaskan dendam pada Macan Hitam dulu" sahut Jaka
Raja terdiam sejenak
" Kalau itu keputusanmu, baiklah, tetapi ingat nanti kau harus memimpin kerajaan ini" tegas Raja Arya Jaya
" Hamba Mengerti Paduka" jawab Jaka
Raja mengangguk dan mengeluarkan satu cincin serta satu plakat emas
" Kau pegang lah ini, ini akan mewakilkan diriku di manapun kau berada" ucap Raja Arya Jaya sambil memberikan kedua benda itu
" Terima kasih paduka" ucap Jaka, ia menerima dua benda itu, cincin langsung ia pakai, sedangkan plakat emas ia simpan dengan baik
selama berada di kerajaan kehidupan Jaka terus berlatih meningkatkan ilmu ilmu nya, tiga senopati Utama , Wira Pati, Wira Bumi, dan Wira Geni , sering mendampingi di kala mereka sedang senggang, dan terkadang beradu tanding
" Pangeran apa nama jurus jurus yang pangeran keluarkan tadi?" tanya Senopati Wira Pati
" Paman , aku juga tak tahu nama jurusnya" sahut Jaka jujur, dia mempelajari dari lukisan di dinding goa dan tak ada namanya , Elang hitam juga tak bisa memberitahukan tentang jurus jurus yang ia pelajari
" Kenapa bisa begitu?" tanya Senopati Wira Bumi heran
" Paman aku mempelajari ini semua dari lukisan yang ada di goa , tak ada keterangan nama jurusnya" jawab Jaka
" Sepertinya itu peninggalan pendekar besar zaman dulu, bagaimana jika Pangeran beri nama sendiri saja" saran Senopati Wira Geni
" Usul yang bagus, terima kasih paman" sahut Jaka senang, ia berdiri dan membayangkan setiap jurus yang ia miliki
Jaka mengangkat kedua tangannya dan mulai memperagkan jurusnya
" Jurus elang menyambar mangsa" teriak Jaka, ia melenting ke atas dan dengan cepat menukik melakukan serangan pada sasaran
" Jurus Sayap menembus Kabut" Jaka bergerak seolah lenyap dan dalam sekejap berada di belakang sasaran memberikan serangan tak terduga
" Jurus elang Menutup Langit" kali ini Jaka dengan pedangnya menciptakan ribuan bayangan pedang, menutupi seluruh area sasaran , hingga sasaran tak punya celah untuk melarikan diri atau menyerang balik
" Jurus Badai Sayap elang" Dari pedang yang di pegang Jaka , tiba tiba mengeluarkan gelombang energi yang sangat kuat, membuat sasaran terpental oleh gelombang itu
" jurus Elang membunuh Naga" jaka memutar pedangnya dengan gerakan melingkar tujuannya leher sasaran,
" Jurus sayap pedang" Jaka menggerakan pedangnya mengelilingi tubuhnya dengan sangat cepat membentuk satu lingkaran yang melindungi tubuhnya
" Jurus sinar Elang" jurus ini jurus yang waktu itu di keluarkan Jaka , pedangnya menebas dan mengeluarkan gelombang cahaya hitam yang sangat kuat menghancurkan sasaran yang ada di depannya
" Wah jurus dan gerakannya sangat cocok Pangeran" Senopati Wira Pati yang melihat itu berkata dengan kagum
" Maaf pangeran, melihat nama dan jurus itu tanganku menjadi gatal, bagaimana kalau kita latih tanding" ucap Senopati Wira bumi penasaran akan kekuatan Jaka dengan Tujuh jurus Elang Hitamnya
" Boleh paman, mari" Jaka tentu saja senang , namun untuk menghindari luka serius mereka menggunakan ranting sebagai pedang,
kedua nya kini berhadapan satu sama lain
" Pangeran awas" senopati Wira Bumi memperingatkan Jaka sebelum menyerang
Hiaaaaat
Wuuuut
Wuuush
serangan Senopati Wira Bumi sangat cepat, namun Jaka dengan santai mengelak , dan dengan jurus Elang menembus kabut ia sudah berada di belakang Senopati Wira Bumi
Plak
"Paman kalah" ucap Jaka saat ranting di tangannya mengenai bahu Wira Bumi dengan telak
" Pangeran kami ikuut!" Senopati Wira Pati dan Wira Geni yang melihat adiknya kalah dalam satu gerakan menjadi penasaran dan terjun ikut dalam latih tanding itu
" Silahkan paman, jangan sungkan" balas Jaka,
Wush
hiaaaat
tiga senopati menyerang bersamaan
wuuut
sreet
sreeet
Senopati Wira Pati dengan rantingnya mencoba menusuk dari depan, serangannya mengarah pada titik titik urat tertentu, jika terkena Jaka pasti lumpuh sesaat
" Elang menyambar mangsa" teriak jaka ia maju menyongsong serangan Senopati Wira Pati
Traaak
wuuut
Jaka menangkis dan mendorong senopati dengan kekautan besar membuat senopati Wira Pati terpaksa mundur beberapa langkah
Hiaaaaat
jurus darat Guncang
Buuuum
dari sisi kanan senopati Wira Bumi menyerang di mana Jaka berdiri namun saat dahan yang ia pakai menghantam tanah di mana Jaka tadinya berdiri, jaka tak terlihat
rupanya jaka melayang sejenak di udara menghindari serangan itu
" Jurus Elang menembus Kabut"
Jaka melesat turun dan ranting di tangannya menotok punggung senopati Wira bumi dengan pelan, namun mnembuat senopati wira Bumi terhuyung dan kehilangan keseimbangan
" Jurus Pedang Naga Geni!" baru saja Jaka turun dari arah kiri Senopati Wira geni menyerang dengan rantingnya,
cahaya merah melesat dengan kecepatan tinggi
" Jurus sayap elang" dengan jurus perlindungan Jaka melindungi dirinya
selubung hitam seperti sayap melindungi dirinya saat jurus itu di keluarkan
Traaak
traaaak
traaaak
Semua serangan terpental tak ada satupun yang mengenai Jaka
" Jurus Badai Sayap Elang!"
Wush
Buuum
Ranting di tangan Jaka mengeluarkan gelombang tenaga dalam yang sangat kuat
Aduuuh
Tiga senopati terpental bersamaan. dan terduduk kebahisan tenaga
" Ha ha ha, Pangeran memang hebat kami mengaku kalah" Senopati Wira Pati dengan cepat bangun, untung jaka hanya hanya menggunakan ranting kalau pedang sungguhan mereka pasti terluka parah
" Paman yang mengalah, aku yang masih muda masih butuh bimbingan paman semua" ucap Jaka merendah
Mereka tertawa bersama, dan beristirahat di taman kecil itu