NovelToon NovelToon
Transmigrasi Gadis Gila Di Alam Kiamat

Transmigrasi Gadis Gila Di Alam Kiamat

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Hari Kiamat / Fantasi Timur
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: cloudia

[kiamat + ruang dimensi + wanita tangguh]
oh yeah, untuk jodoh Lin yan mungkin akan penuh plot twist dan tidak seperti novel pada umumnya yang pria mana yang bersama Lin yan bisa jadi itu jodohnya, nah bukan ya jadi jodohnya mungkin akan terlambat atau apakah selama ini berada di sekitarnya? tidak ada yang tau bagaimana jodoh si gadis gila akan muncul.

Sinopsis :
Bagaimana jika seorang gadis dari rumah sakit jiwa bertansmigrasi ke novel kiamat? apakah dia akan mengacaukan alur cerita novel atau mengikuti alur novel itu?

kehidupan Lin Yan si gadis gila dari rumah sakit jiwa dengan sifat psikopat gila akan memenuhi hari dengan kegilaan nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cloudia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

membantu protagonis pria

Pagi itu, Lin Yan bangun dengan perasaan aneh. Bukan mimpi buruk, bukan karena sistem berteriak tapi karena ia merasa ada yang berbeda. Setelah beberapa detik merenung, ia menyadari: udaranya lebih segar.

Ia turun dari ranjang, melangkah ke balkon, dan matanya terbelalak.

Di bawah, di setiap sudut area Masyarakat Surga Gila, berdiri tempat sampah baru. Bukan tempat sampah biasa—warna hitam elegan dengan aksen merah, logo mawar kecil di sisi, dan panel sentuh di tutupnya.

【Selamat pagi! Permintaanmu sudah diwujudkan!】 suara Sistem Xiyue ceria.

Lin Yan mengamati satu tempat sampah dari kejauhan. "Itu tempat sampah biasa?"

【Bukan. Itu tempat sampah daur ulang ajaib. Bisa mendaur ulang apa pun—organik, anorganik, plastik, logam, bahkan limbah beracun. Output-nya pupuk kompos, air bersih, dan energi listrik. Canggih, kan?】

"Wah." Lin Yan terkesan. "Tapi pendudukku cuma 3 orang. Buat apa secanggih ini?"

【Kedepannya pasti banyak orang. Ini investasi jangka panjang.】

"Iya sih..." Lin Yan menguap. "Tapi sekarang aku bosan."

【Bosan?】

"Iya. Gak ada zombie yang mau dibunuh, gak ada organ yang bisa dibedah." Lin Yan menggeliat. "Aku butuh hiburan."

【KALAU BOSAN YA KELUAR! CARI ZOMBIE! BANTU PROTAGONIS! ADA MISI TERSEMBUNYI!】

Lin Yan mengangkat alis. "Misi tersembunyi?"

【Iya. Hari ini kelompok Gu Beichuan akan mencari perbekalan di kota timur. Tapi mereka akan diserang zombie level 3. Kalau kau bantu, ada hadiah spesial.】

"Hadiah apa?"

【Bioskop pribadi di lantai atas kastil. Lengkap dengan mesin popcorn, mesin soda, kursi malas, dan layar raksasa.】

Mata Lin Yan langsung berbinar. "BIOSKOP?!"

【Iya. Tapi kau harus bantu mereka. Dan ingat, jangan pakai kekuatan penuh. Cuma es. Biar mereka kira kau pengguna es level tinggi.】

"Kenapa harus es?"

【Biar misterius aja gitu. Biar mereka penasaran. Biar cerita seru.】

Lin Yan tersenyum lebar. "Oke. Aku setuju."

Satu jam kemudian, Lin Yan keluar dari kastil dengan penampilan santai: kaos hitam longgar, celana olahraga hitam, sepatu lari putih. Rambut pendek dibiarkan berantakan alami. Tidak ada jaket, tidak ada tudung, tidak ada pedang. Rokok? Habis. Sistem mengunci stok rokoknya sejak semalam dengan alasan "kesehatan".

Lin Feng yang sedang sarapan di ruang makan hampir tersedak melihat kakaknya.

"Jie! Kau pakai baju olahraga? Mau lari?!"

"Bukan. Mau main."

"Main? Ke mana?"

"Ke luar dong. Jaga kastil ya." Lin Yan melambai malas, lalu keluar.

Lin Feng mengerutkan kening, tapi tidak bertanya lebih lanjut. Kakaknya memang selalu aneh.

Di kota timur, di dalam gudang kosong dekat pasar tradisional, kelompok Gu Beichuan sedang terkepung.

"Komandan! Zombie level 3-nya terlalu banyak!" teriak Hu Feng, tangannya menciptakan angin puyuh kecil yang mendorong beberapa zombie mundur.

Wang Lei memukul satu zombie dengan kekuatan penuh, tapi zombie itu hanya terhuyung tidak jatuh. "Mereka lebih kuat dari yang kita kira!"

Chen Jie duduk di pojok, mata terpejam, berusaha menghubungi markas dengan telepati. Zhao Ming sibuk mengutak-atik komunikasi.

Gu Beichuan berdiri di depan, petir biru menyala di kedua tangan. Ia melepaskan sambaran ke arah zombie terdepan—zombie itu terpental, tapi segera berdiri lagi.

"Komandan, kita harus mundur!" teriak Hu Feng.

Tapi di belakang mereka, pintu gudang sudah ditutup. Zombie level 3 mengelilingi mereka dari semua sisi. Lebih dari 30 ekor. Matanya merah menyala, gerakannya terkoordinasi.

"Ini jebakan," gumam Gu Beichuan. "Mereka sengaja memancing kita ke sini."

Tiba-tiba, suara letupan dingin terdengar. Udara berubah... dingin. Sangat dingin.

Salah satu zombie di depan membeku seketika dari kaki sampai kepala, menjadi patung es.

Zombie di sebelahnya ikut membeku.

Lalu satu per satu, zombie-zombie itu membeku dalam hitungan detik. Duri-duri es tajam menembus dari tanah, menusuk tubuh zombie. Tombak es melayang dari udara, menembus kepala zombie dengan akurasi sempurna. Lapisan es tipis menyelimuti seluruh gudang, membuat suhu turun drastis.

Kelompok Gu Beichuan terpaku, napas mereka berubah jadi uap putih.

Di pintu gudang yang terbuka lebar, seorang sosok berdiri membelakangi cahaya matahari. Kaos hitam, celana olahraga, rambut pendek berantakan. Di tangannya, sebongkah es berbentuk pedang mengilap.

"Pagi," sapa Lin Yan malas, melangkah masuk ke gudang. "Cari perbekalan, ya? Sibuk amat."

Hu Feng membelalak. "K-Kau... orang di rumah sakit dulu? Yang di atap gedung?!"

Lin Yan mengangkat bahu. "Mungkin."

Gu Beichuan menatapnya, matanya menyipit. Penampilan berbeda, tanpa jaket, tanpa tudung, wajahnya jelas terlihat. Dan matanya... masih merah delima yang sama.

"Kau... laki-laki?" tanyanya, sedikit ragu.

Lin Yan meliriknya sekilas. "Masalah?"

Gu Beichuan tidak menjawab, tapi matanya mengamati sisa zombie yang masih berusaha bergerak meski setengah membeku. Ia maju, siap bertarung.

Tapi Lin Yan lebih cepat.

Ia mengangkat tangan kanan, dan udara di sekitarnya bergetar. Duri-duri es baru muncul dari tanah, menembus tubuh zombie yang tersisa. Semua tewas dalam waktu kurang dari 30 detik.

"Selesai." Lin Yan menepuk tangan, seolah baru selesai mencuci piring. "Kalian mau ambil perbekalan? Cepetan ayo, aku ikut."

Di dalam truk militer, suasana canggung.

Gu Beichuan mengemudi, Lin Yan duduk di sampingnya. Di belakang, di box truk, Hu Feng, Wang Lei, Chen Jie, dan Zhao Ming duduk berdesakan, masih syok dengan apa yang baru terjadi.

Di dalam kabin, hening. Hanya suara mesin dan angin.

Lin Yan menatap luar jendela, bosan. Gu Beichuan fokus menyetir, rahangnya tegang.

Akhirnya, Gu Beichuan membuka suara. "Nama kau?"

"Lin Yan."

"Lin Yan... kau sering bertemu zombie level 3?"

"Baru beberapa kali. Lumayan."

"Kekuatanmu es. Level berapa?"

Lin Yan tersenyum kecil. "Rahasia."

Gu Beichuan menghela napas. "Kau tinggal di mana? Sendirian?"

"Dekat gunung. Sama adik tampan ku."

Percakapan terhenti. Hening lagi.

Lin Yan menoleh, mengamati Gu Beichuan dari samping. Wajah tegas, rahang kuat, mata tajam. Dia tampan, jenis ketampan yang serius, yang jarang senyum.

"Gu Beichuan, kamu umur berapa?"

"32."

"udah nikah?"

Gu Beichuan mengerjap, sedikit kaget dengan pertanyaan tiba-tiba. "Belum."

"kapan mau nikah?"

"kapan dunia udah damai aja"

"Punya pacar?"

"...Tidak."

"Suka sama cewek tipe apa?"

Gu Beichuan menoleh sekilas, ekspresinya campuran bingung dan waspada. "Kenapa kau tanya?"

"Penasaran." Lin Yan santai. "Jawab aja."

Dia diam sebentar, lalu menjawab, "Yang tidak banyak tanya."

Lin Yan tertawa kecil. "Jadi aku bukan tipe kamu, dong?"

Gu Beichuan tidak menjawab. Tapi sudut bibirnya naik sedikit.

Lin Yan melanjutkan, "Suka masak? Atau makan di luar?"

"Keduanya."

"Suka makanan pedas?"

"Iya."

"Suka binatang?"

"Ada anjing peliharaan waktu kecil."

"Masih hidup?"

"...Sudah mati. Waktu aku di akademi militer."

Lin Yan mengangguk. "Suka film horor?"

"Tidak terlalu."

"Suka musik? Genre apa?"

"Rock klasik."

"Pernah nyanyi di karaoke?"

Gu Beichuan hampir tersenyum. "Pernah. Waktu wajib militer."

"Lagu apa?"

"...Aku lupa."

Lin Yan terkekeh. Ia terus bertanya, pertanyaan-pertanyaan aneh dan tidak penting.

"Warna favorit?"

"Hitam."

"Kopi atau teh?"

"Kopi Hitam."

"Tidur jam berapa?"

"Tergantung tugas."

"Bangun jam berapa?"

"04.00."

Lin Yan bersiul kecil. "Rajin amat. Aku aja bangun jam 10."

Gu Beichuan meliriknya. "Pemalas."

"Iya. Tapi aku bangga."

Percakapan mengalir anehnya natural. Lin Yan bertanya, Gu Beichuan menjawab. Kadang jawaban singkat, kadang agak panjang. Lin Yan sesekali tertawa, Gu Beichuan hanya diam atau sudut bibirnya naik tipis.

Setelah beberapa lama, Lin Yan tiba-tiba diam. Matanya menerawang ke luar jendela, memikirkan sesuatu. Ia ingat alur novel asli tentang Gu Beichuan, Lin Yuxi, dan Huo Lingfeng. Drama cinta segitiga yang rumit.

Ia menoleh lagi.

"Gu Beichuan."

"Iya?"

Lin Yan menatapnya serius. "Kalau misalnya aku suka sama kamu, apakah kamu akan menolakku atau menerima aku?"

Gu Beichuan hampir menginjak rem. Tangannya menegang di setir, wajahnya berubah dari tenang jadi terkejut, lalu bingung, lalu kembali tenang dengan usaha keras. Ia diam beberapa detik, mencerna pertanyaan itu.

Akhirnya, ia menjawab, suaranya datar tapi sedikit kaku, "Aku bukan penyuka sesama jenis."

Lin Yan terdiam.

Lalu ia tertawa.

Bukan tawa kecil, tapi tawa lepas terbahak-bahak sampai matanya berair, badannya gemetar. Ia menepuk dasbor mobil, hampir jatuh dari kursi.

Gu Beichuan menatapnya, heran. "Kenapa?"

Lin Yan masih tertawa, susah berhenti. "Gak... gak apa-apa... hahahaha... bagus... bagus itu jawabannya... hahahaha..."

Gu Beichuan mengerutkan kening. "Ada yang lucu?"

"Lucu banget." Lin Yan mengusap air mata. "Makasih, jawabannya jujur banget."

Ia tidak menjelaskan lebih lanjut. Gu Beichuan tidak bertanya. Tapi di sudut matanya, ia melihat Lin Yan tersenyum bukan senyum sinis atau menyeramkan, tapi senyum tulus. Langka.

Percakapan berlanjut, lebih santai. Gu Beichuan sesekali bertanya balik, Lin Yan menjawab seadanya tentang adiknya, tentang kastilnya, tentang kemalasannya. Tapi tidak pernah menyebut kekuatan aslinya.

Mereka menghabiskan waktu sampai sore mencari perbekalan. Lin Yan membantu dengan malas, kadang membekukan zombie yang mendekat, kadang ikut angkat kotak kalau lagi rajin. Sisanya, ia duduk di atas truk, menikmati angin sore.

Saat matahari mulai terbenam, perbekalan sudah penuh. Gu Beichuan menawarkan bagian untuk Lin Yan.

"Ini bagianmu. Kau banyak membantu."

Lin Yan melambai malas. "Gak usah. Aku punya banyak di rumah."

"Tapi—"

"Simpan buat orang lain aja. Aku ikut cuma karena bosan."

Ia melompat turun dari truk, meregangkan tubuh.

"Besok kalau ada zombie level 3 lagi, panggil aku. Aku suka main sama mereka."

Gu Beichuan mengerutkan kening. "Main?"

Lin Yan tersenyum lebar. "Iya. Main."

Ia berbalik, mulai berlari bukan teleportasi, tapi lari. Kakinya melangkah cepat, meninggalkan jejak-jejak es tipis di aspal. Dalam hitungan detik, ia sudah jauh.

Gu Beichuan berdiri di pinggir truk, menatap punggungnya yang menghilang di ujung jalan. Angin sore menerpa wajahnya.

"Komandan!" panggil Hu Feng dari box truk. "Kita sudah siap!"

Gu Beichuan tidak menjawab. Ia masih menatap jalan kosong itu, mengingat tawa lepas Lin Yan, senyum tulusnya, dan pertanyaan-pertanyaan gilanya.

Tiba-tiba, ia tersenyum kecil. Hampir tidak terlihat.

Hu Feng yang turun dari truk melihatnya, langsung membelalak. "Komandan... Komandan tersenyum?!"

Gu Beichuan langsung mengeraskan wajah. "Apa? Awas kau bawa kabar angin."

"Gak! Gak!" Hu Feng buru-buru naik lagi, masih penasaran.

Gu Beichuan melirik sekali lagi ke arah Lin Yan pergi, lalu naik ke kursi pengemudi. Mesin truk menderu, perlahan meninggalkan kota timur.

Di kastil, Lin Yan muncul dengan lari kencang masih pakai baju olahraga, masih tanpa rokok. Ia langsung masuk, naik ke lantai atas, dan menjatuhkan diri di ranjang.

【Misi tersembunyi selesai! Hadiah: Bioskop pribadi di lantai atas kastil. Sedang dipasang. Selesai besok pagi.】

"HORE BIOSKOP!! Tadi seru banget gilak."

【Kau tanya dia suka cewek tipe apa? Dan kalau dia suka kamu? Gila, kau. Kau mau jadi protagonis wanitanya, ha!?】

"cuman penasaran aja." Lin Yan tersenyum kecil. "Dan ternyata jawabannya lucu. 'Aku bukan penyuka sesama jenis' hahaha, dia pikir aku cowom yang nembak dia."

【Memangnya bukan? Tampilan kau aja udah kek cowok】

Lin Yan tertawa kecil. "Bukan. Aku cuma iseng. Tapi seru liat wajahnya, berusaha tenang padahal kaget."

Sistem Xiyue diam, tidak bisa berkata-kata.

Lin Yan membalikkan badan, memeluk bantal. Di luar, matahari mulai terbenam. Di dalam, ia tersenyum puas.

"Besok... bioskop. Bisa nonton film sambil makan popcorn." Ia menguap. "Hidup enak lagi."

Di pangkalan militer, Gu Beichuan duduk di ruang komandonya, memandangi peta wilayah. Tapi pikirannya tidak di peta. Ia mengingat pertanyaan terakhir Lin Yan.

"Kalau misalnya aku suka sama kamu, apakah kamu akan menolakku atau menerima aku?"

Ia menggeleng kecil, sudut bibirnya naik. Lalu ia kembali fokus ke peta.

Tapi senyum kecil itu tidak hilang sepanjang malam.

1
azka Heebat
double up thorr masih kurang /Sob/
nana
rekomendasi banget untuk peminat cerita kiamat, seru banget pokonya. soalnya si Lin yan ini kayak gila tapi sadar gimana ya dan ceritanya juga gak mudah di tebak, bagus pokoknya 🫶😍
nana
ceritanya bagus banget kak😍😍, maaf ya aku masih akun baru jadi gak bisa kasih gift 😭😭
Ellasama
up lagi dong, yg banyak y kak💪/Determined/
Weeks
thor jangan lupa update yaa 🤭
Weeks
Aku bakal rajin nunggu eps baru nya thor 🤭 semangat thor 💪
Weeks
seru banget cerita ny, wajib baca novel ini masa enggk baca padahal bagus loh 🤭
Ellasama
alurnya still good n selalu semangat buat karya dengan tema seperti ini👍🏻/Determined/
Ellasama
bagus👍🏻
Ellasama
makasih Thor udah up tetap semangat 💪/Determined/
Ellasama
kak kapan update lagi? dah gak sabar ni
Ellasama
semangat up ny jgn patah semangat pembaca setiamu ini akan selalu menanti dan terus mendukung dengan like Koment dan Gift 💪/Determined/
Ellasama
padahal novel ny sebagus ini tp kok gak ada yg baca y?/NosePick/
azka Heebat: iya bagus
total 1 replies
Ellasama
makin penasaran siapa yg jadi pasangan nya si Lin yan/NosePick/
Ellasama
yang s mangat💪
Ellasama
logika lurus yg patut dipertahankan di banyak novel bertema kan akhir dunia/Determined/
Ellasama
lanjut 💪 makin dibaca makin seru gila💪😊
Ellasama
seruu banget, yg belum baca diwajibkan baca seru banget alurnya beda dari kebanyakan novel bertema Apocalypse 💪😘
Ellasama
lanjut thor💪
Ellasama
semangat up ny💪😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!